cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Arkeologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
We are a journal on archaeology published by Balai Arkeologi Yogyakarta every May and November each year. This journal seek to promote and shares research results and ideas on archaeology to the public. We covers original research results, ideas, theories, or other scientific works from the discipline of Archaeology mainly in the Indonesian Archipelago and Southeast Asia. Interest from other disciplines (such as history, anthropology, architecture, geology, etc.) must be related to archaeological subject to be covered in this journal. Our first edition was published on March 1980.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (1980)" : 9 Documents clear
HIASAN KEMUNCAK BANGUNAN Djoko Soekiman
Berkala Arkeologi Vol 1 No 1 (1980)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5115.111 KB) | DOI: 10.30883/jba.v1i1.278

Abstract

Apabila kita berkunjung ke kota-kota di Indonesia pertama-tama yang menarik perhatian kita adalah bentuk-bentuk bangunan rumah penduduk.Berdasarkan macam-macam bentuk atap rumah, masing-masing diberinama menurut gayanya sendiri, di Jawa misalnya ada yang dinamakanatap joglo, atap limasan, tajug, kampung dan sebagainya. Di Minangkabau rumah gadang mempunyai bentuk atap khusus yang berbeda dengan bangunan meunasah dari Aceh. Tegasnya nenek moyang Indonesia telah mewariskan kepada kita beraneka macam bentuk atap rumah, masing-masing dengan ciri khusus, dan kesemuanya memiliki keindahan tersendiri. Bentuk atap bangunan rumah kampung yang di Jawa merupakan bangunan rumah yang paling sederhana misalnya, mempunyai keindahan tersendiri di tengah-tengah alam Indonesia yang indah permai. Cobalah pembaca sekali-sekali mengamati pondok rakyat di kaki Gunung Merapi, Semeru atau Tangkubanperahu di pagi hari, sungguh menakjubkan! Rumah beratap kampung di selasela rindangnya rumpurl bambu atau pepohonan di lereng bukit yang hijau dengan tiang-tiang gantungan sangkar burung membeii kesan kedamaian dan kebahagiaan penghuninya lebih-lebih ditingkah suara, kokok ayam atau kambing yang mengembik, sungguh mempesona!
TINJAUAN SEMENTARA TENTANG ARCA MENHIR GUNUNG KIDUL Sumijati Atmosudiro
Berkala Arkeologi Vol 1 No 1 (1980)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9145.75 KB) | DOI: 10.30883/jba.v1i1.274

Abstract

Berbieara tentang area menhir tidak dapat dilepaskan dari tradisi megalitik, terutama dengan kons'ep latar belakang kepereayaannya. Hal tersebut disebabkan oleh karena didalam tradisi Megalitik dikenal suatu konsep adanya kehidupan kembali sesudah mati. Atas dasar konsep itu maka dalam masyarakat Megalitik muneul kebiasaan melakukan pemujaan nenek moyang. Melalui pemujaan terhadap nenek moyang pendukung tradisi Megalitik berkeyakinan, bahwa hubungan antara yang sudah meninggal dengan yang masih hidup, akan tetap terjalin.
Back Cover Vol. 1 No.1 (1980) Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 1 No 1 (1980)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1253.898 KB)

Abstract

SINGA DALAM KESENIAN HINDU DI JAWA TENGAH Timbul Haryono
Berkala Arkeologi Vol 1 No 1 (1980)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5204.969 KB) | DOI: 10.30883/jba.v1i1.275

Abstract

Di Jawa Tengah banyak peninggalan-penii:lggalan arkeologi baik yang berupa bangunan, area maupun artefak yang lain. Artefak-artefak tersebut dibuat oleh masyarakat pendukungnya untuk rnernenuhi kebutuhan hidupnya berupa kebutuhan rokhani atau kebutuhan jasrnani. Artefak sebagai alat untuk pemenuhan kebutuhan rokhani tentu saja dalarn hal pembuatannya baik yang menyangkut penentuan bentuk maupun pemilihan dekorasinya akan terikat oleh adanya aturan-aturan tertentu yang berhubungan dengan masalah keagamaan. Meskipun demikian suatu kebebasan dalam diri si seniman ada sampai pada batas-batas tertentu.
Cover Berkala Arkeologi Vol. 1 No. 1 (1980) Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 1 No 1 (1980)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3694.685 KB)

Abstract

SEDIKIT URAIAN TENTANG PERGANTIAN TAHTA (KERAJAAN INDONESIA KUNA DARI ABAD 4 - 11 M) Riboet Darmosoetopo
Berkala Arkeologi Vol 1 No 1 (1980)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3072.132 KB) | DOI: 10.30883/jba.v1i1.276

Abstract

Tahta merupakan suatu supremasi bagi suatu kerajaan. Oleh karenaitu pergantian tahta merupakan masalah yang pelik di dalam sistim pemerintahan yang bersifat kerajaan. Alur pengganti yang berhak naik tahta seakan-akan telah ditentukan oleh kodrat dari yang Maha kuasa. Manusia tinggal menuruti dan melaksanakan koderat terebut. Dalam pemerintahan yang bersifat kerajaan silsilah merupakan pegangan pokok. Sebab silsilah inilah yang menentukan kedudukan seseorang. Tinggi rendahnya pangkat serta titel yang disandang berdasar letaknya di dalam silsilah. Mereka yang masih dekat dengan raja mendapat titel yang tinggi sebaliknya mereka yang sudah jauh dengan raja mendapat titel yang rendah.
Preface Vol. 1 No. 1 1980 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 1 No 1 (1980)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.143 KB)

Abstract

LAPORAN SUKA-DUKA PENEMUAN PRASASTI RAJA JAYAPANGUS DI KROBOKAN DAN BENDA PURBAKALA LAINNYA DI SEPANG (BALI) Sukarto K. Atmodjo
Berkala Arkeologi Vol 1 No 1 (1980)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6441.451 KB) | DOI: 10.30883/jba.v1i1.277

Abstract

Setelah kami kembali dari Tugas Belajar Utama di Rijks-Universiteit Leiden (1968-1969), pada suatu hari Dekan Fakultas Sastra UNUD (Universitas Udayana) di Denpasar minta kepada kami agar bersedia menyertai rombongan mahasiswa jurusan Anthropologi UNUD yang akan melakukan penelitian dialek bahasa di Sepang, Perbekelan Sepang, Kecamatan Busungbiyu, Kabupaten Bleleng. Hal ini berdasarkan berita (sinyalemen) bahwa penduduk setempat masih menyimpan beberapa buah benda purbakala. Permintaan itu kami sambut dengan baik, dengan pengharapan mudah-mudahan di daerah sekitar Sepang juga ditemukan sarkofag, mengingat palungan (sarkofag) tersebut pernah ditemukan di Busungbiyu, Pujungan dan di Pohasem.
SEBUAH CATATAN TAMBAHAN TENTANG PREHISTORI IRIAN JAYA Goenadi Nitihaminoto
Berkala Arkeologi Vol 1 No 1 (1980)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10189.438 KB) | DOI: 10.30883/jba.v1i1.273

Abstract

Tulisan ini saya dasarkan atas tulisan R.P. Soejono yang berjudul Prehistori Irian Barat, ditufis tahun 1963. Tulisan ini dapat ditemukan dalam buku Penduduk Irian Barat dibawah redaksi Koentjaraningrat dan Harsja W. Bachtiar, halaman 39-54: Meskipun _tulisan tersebut hanya bersifat kompila tif, rasanya sudah cukup mewakili. Dalam kesernpatan ini saya ingin menambahkan tulisan itu berdasarkan hasil penelitian saya bersarna Dr. W.G. Solheim II, yang harnpir ineliputi seluruh Irian J aya. Dalam tulisan ini narna Irian Baral yang terdapat dalam tulisan tahun 1963 say a ganti dengan Irian J aya, sebuah nama yang djpakai sekarang.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

1980 1980


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2022) Vol 42 No 1 (2022) Vol 41 No 2 (2021) Vol 41 No 1 (2021) Vol 17 No 2 (1997) Vol 40 No 2 (2020) Vol 40 No 1 (2020) Vol 13 No 1 (1993) Vol 39 No 2 (2019) Vol 39 No 1 (2019) Vol 38 No 2 (2018) Vol 38 No 1 (2018) Vol 37 No 2 (2017) Vol 37 No 1 (2017) Vol 36 No 2 (2016) Vol 36 No 1 (2016) Vol 35 No 2 (2015) Vol 35 No 1 (2015) Vol 34 No 2 (2014) Vol 34 No 1 (2014) Vol 33 No 2 (2013) Vol 33 No 1 (2013) Vol 32 No 2 (2012) Vol 32 No 1 (2012) Vol 31 No 2 (2011) Vol 31 No 1 (2011) Vol 30 No 2 (2010) Vol 30 No 1 (2010) Vol 29 No 2 (2009) Vol 29 No 1 (2009) Vol 28 No 2 (2008) Vol 28 No 1 (2008) Vol 27 No 2 (2007) Vol 27 No 1 (2007) Vol 26 No 2 (2006) Vol 26 No 1 (2006) Vol 25 No 1 (2005) Vol 24 No 1 (2004) Vol 23 No 2 (2003) Vol 23 No 1 (2003) Vol 22 No 1 (2002) Vol 21 No 2 (2001) Vol 21 No 1 (2001) Vol 20 No 1 (2000) Vol 19 No 2 (1999) Vol 19 No 1 (1999) Vol 18 No 2 (1998) Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus Vol 17 No 1 (1997) Vol 16 No 2 (1996) Vol 16 No 1 (1996) Vol 15 No 3 (1995): Edisi Khusus Vol 15 No 2 (1995) Vol 15 No 1 (1995) Vol 14 No 2 (1994): Edisi Khusus Vol 14 No 1 (1994) Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus Vol 13 No 2 (1993) Vol 12 No 1 (1991) Vol 11 No 1 (1990) Vol 10 No 2 (1989) Vol 10 No 1 (1989) Vol 9 No 2 (1988) Vol 9 No 1 (1988) Vol 8 No 2 (1987) Vol 8 No 1 (1987) Vol 7 No 2 (1986) Vol 7 No 1 (1986) Vol 6 No 2 (1985) Vol 6 No 1 (1985) Vol 5 No 2 (1984) Vol 5 No 1 (1984) Vol 4 No 2 (1983) Vol 4 No 1 (1983) Vol 3 No 1 (1982) Vol 2 No 1 (1981) Vol 1 No 1 (1980) More Issue