cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
SYAHADAH : Jurnal Ilmu Al-Qur?an & Keislaman
ISSN : 23380349     EISSN : 23380349     DOI : -
Jurnal Syahadah merupakan jurnal Ilmu al-Qur’an dan keislaman dengan kajian multidisipliner, terbit dua kali dalam satu tahun (April dan Oktober), dikelola oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tembilahan. Redaksi menerima tulisan yang relevan selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2016)" : 5 Documents clear
LIVING QUR’AN: Tradisi YasinanMasyarakat Desa Tualang Kabupaten Langkat, Medan, Sumatera Utara Dian Yusri Amaruddin
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.532 KB) | DOI: 10.32495/.v4i2.118

Abstract

Sedikit gambaran tentang tradisi Yasinan di desa P. D. Tualang menunjukkan salah satu bentuk dari resepsi masyarakat Islam terhadap al-Qur’an. Dengan ini al-Qur’an bukan hanya sebagai “bahan bacaan” saja, akan tetapi lebih jauh juga sebagai sarana untuk menghubungkan silaturrahmi antar sesama masyarakat pada umumnya dan masyarakat desa Tualang pada khususnya, serta motivator Taqarrub Ilallah. Tradisi seperti ini yang telah mendarah daging di desa tersebut. Tradisi semacam ini merupakan “model” keislaman Nusantara yang kaya akan tradisi dan budaya. Dengan ini Islam yang dipraktekkan oleh desa tersebut mencerminkan Islam yang rahmatan lil a’lamin.  Inilah kiranya sedikit ulasan mengenai tradisi Yasinan yang berkembang dengan berbagai macam keberagaman yang ada.
Living Quran: Studi Kasus Pembacaan al-Ma’tsurat di Pesantren Khalid Bin Walid Pasir Pengaraian Kab. Rokan Hulu Syahrul Rahman
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.477 KB) | DOI: 10.32495/.v4i2.119

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah laporan penelitian lapangan tentang al-Quran yang ‘hidup’ di Pesantren Khalid Bin Walid.Spesifikasinya ayat al-Quran yang termuat dalam al-Ma’tsurat yang menjadi bacaan rutin santri setiap pagi dan sore. Penelitian ini tidak mengkaji ayat al-Quran sebagai teks yang harus difahami dengan menggunakan beberapa disiplin keilmuan, akan tetapi penelitian ini menggunakan pendekatan metode living al-Quran. Pendekatan ini berusaha mengkaji bentuk interaksi kelompok muslim terhadap al-Quran pada aspek penerapan teks al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Paradigma Umat Beragama tentang living Quran (Menautkan antara Teks dan Tradisi Masyarakat) Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.179 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v4i2.120

Abstract

Kajian di bidang Living Quran memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan wilayah objek kajian al-Quran. Jika selama ini ada kesan bahwa tafsir dipahami harus berupa teks grafis (kitab atau buku) yang ditulis oleh seseorang maka makna tafsir sebenarnya bisa diperluas. Tafsir bisa berupa respons atau praktik prilaku suatu masarakat yang diinspirasi oleh kehadiran al-Quran. Caranya dengan tidak mengabaikan sisi lain yang lebih penting dari pola hubungan dengan al-Quran, yaitu sisi pengkajian, pemaknaan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan. Memperlakukan al-Quran sebagai panduan hidup yang dekat, akrab, mengayomi, dan bersahabat, dengan demikian eksitensi ajaran al-Quran secara fungsional benar-benar dapat membumi (empiris realistis), tidak hanya pada dataran normatif-idealis. Selain kaum muslim yang melakukaan penelitian terhadap al-Quran, para orientalis memilki paradigma memperlakukan al-Quran sebuah kitab suci yang hanya menarik untuk diteliti saja.
AMALAN DI HARI ARBA’ MUSTAMIR BULAN SAFAR (Tradisi Membaca Doa Nabi Yunus “Lā Ilāha Illā Anta Subĥānaka Innī Kuntu min al-Zhālimīn” 2375 Kali pada Masyarakat Matang Ginalon Pandawan) Wardatun Nadhiroh
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.609 KB) | DOI: 10.32495/.v4i2.116

Abstract

Kepercayaan mengenai perkara sial atau bala pada sesuatu hari, bulan dan tempat itu merupakan kepercayaan orang Jahiliyah sebelum kedatangan Islam, Islam sendiri tidak mengajarkan demikian.Namun karena Islam merupakan agama yang toleran dengan konteks sosial-budaya masyarakat penganutnya, maka selama hal-hal tersebut tidak bertentangan dengan prinsip ajaran Islam, keadaan yang demikian boleh saja dilakukan. Hal yang sama berlaku pada pembacaan amalan tertentu yang tentunya berasal dari al-Qur’an demi kepentingan tertentu pula, asal tetap dijaga agar tidak menjadi hal yang berbau syirik.Amalan atau suatu bacaan itu lebih baik jika dilakukan rutin setiap hari, sedikit tetapi konsisten daripada banyak tetapi jarang. Ini sesuai dengan ajaran yang diajarkan oleh Islam. Selama amalan tersebut ada dasarnya dari al-Qur’an atau Hadis, baik yang tersirat maupun tersurat, maka boleh-boleh saja seperti amalan doa/tasbih Nabi Yunus
TRADISI SIMA’AN DALAM RASULAN Zulva Afifah
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.035 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v4i2.117

Abstract

Pelaksanaan upacara tradisi rasulan pada dasarnya merupakan ungkapan rasa syukur warga masyarakat atas keselamatan, kesejahteraan yang diberikan oleh Allah Swt. Dimensi-dimensi Islam dalam tradisi rasulan secara tersirat dapat dilihat dengan munculnya tradisi-tradisi yang bernuansa Islam, semisal semaan al-Qur’an.Tradisi simaan al-Qur’an membawa pengaruh yang besar di dusun Rejosari, Dodogan dan Kedungdayak. Pada hakikatnya, tujuan dari simaan al-Qur’an di sini adalah menggunakan kesempatan yang berbau islami berkaitan dengan tasyakuran desa, meningkatkan ritual seseorang, sebagai pemersatu umat, meningkatkan ibadah (mendapat pahala), sebagai pengharapan ridho Allah, minta keselamatan dengan jalan beramal shaleh, untuk ketenangan warga, untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada al-Qur’an dan untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada al-Qur’an

Page 1 of 1 | Total Record : 5