cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2023)" : 6 Documents clear
The Impact of Blood Cupping (Al-Hijama) on Serum Creatinine and Uric Acid Levels in Patients from Hadhramout, Yemen Sumaidea, Saleh Bin; Hassan, Hassan Pyar Ali; Bakaduem, Adnan Ali; Almashjari, Abdulrahman Omar; Bashumail, Abdullah Shamlan; Blhamed, Mohammed Saeed
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n3.46396

Abstract

Cupping is a wonderful healing tool that has been employed for hundreds of years by numerous traditional folklore practitioners. Cupping treats many diseases including eliminating blood pollutants like uric acid and creatinine. The aim of this study to evaluate the impact of cupping on blood pressure, uric acid concentration, and creatinine levels. Sixty (60) random patient between the ages of (20 -70) years were selected, the blood samples were collected before cupping and after cupping for the evaluation. The result showed that the levels of creatinine and uric acid decreased significantly (p < 0.05) after cupping for both creatinine and uric acid. Moreover, the study showed that blood pressure decreased significantly (p < 0.05) after cupping. The result concluded that cupping has positive impact on health by modulating creatinine, uric acid blood levels and decreasing blood pressure.
Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja) dan Kacang Buncis Putih (Phaseolus vulgaris L.) sebagai Pangan Fungsional Antioksidan
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n3.47039

Abstract

Kedelai hitam dan biji kacang buncis mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional antioksidan. Campuran kedelai hitam dan biji kacang buncis putih 1:1 difermentasi dengan ragi tempe 0,2% (b/b) dan angkak divariasikan sebesar 1; 1,5; 2% (b/b) dengan waktu fermentasi 0, 12, dan 24 jam. Jumlah angkak dan waktu fermentasi optimum ditentukan berdasarkan karakteristik tempe dari uji organoleptik meliputi warna, bau, dan tekstur tempe oleh 25 orang panelis. Tempe diekstrak menggunakan aseton 80% (v/v) dan diukur aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-diphenyl-1-picryhydrazyl (DPPH) serta total fenolik dan total flavonoid. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa fermentasi selama 24 jam menghasilkan tempe dengan tekstur, aroma, serta warna yang disukai panelis. Aktivitas antioksidan (IC50), kadar flavonoid total tertinggi didapatkan pada tempe dengan penambahan kulit ari kedelai hitam. Tempe dengan penambahan angkak 2% (b/b) memiliki aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid sebesar 34,46 ± 0,08 ppm dan 45,06 ± 0,71 mg CE/g. Campuran kedelai hitam dan biji kacang buncis tanpa kulit ari kedelai hitam dan angkak 2% (b/b) mengandung total fenolik tertinggi sebesar 565,37 ± 3,41 mg GAE/g dan total flavonoid sebesar 45,06 ± 0,71 mg CE/g). Fermentasi kedelai hitam dan biji kacang buncis dengan ragi tempe dan angkak mampu meningkatkan aktivitas antioksidan sehingga berpotensi dikembangkan menjadi pangan fungsional antioksidan.
Nitrogen Determination in Leaves Palm Oil using The San++ Scalar Continuous Flow Analyzer Following Wet Digestion with 50ml Dilution Sulfuric Acid: Testing and Validation Umar, Wakhid Khoirul; Arwendah, Helen; Sustiyani, Etik
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n3.48210

Abstract

Perbandingan Kadar Magnesium pada Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menggunakan Metode Spektrofotometri dan Kompleksometri
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n3.48122

Abstract

Magnesium (Mg) merupakan salah satu mineral penting dalam tubuh yang memiliki fungsi memelihara kesehatan jantung, tulang, mengatur kadar gula darah hingga membantu mengatasi stres. Kebutuhan magnesium diantaranya dapat dipenuhi melalui Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaaan kadar magnesium pada AMDK menggunakan metode spektrofotometri dan kompleksometri. Melalui perbandingan kedua metode tersebut dapat diketahui aplikasi metode yang lebih praktis dan efisien. Penentuan magnesium secara spektrofotometri dilakukan dengan mengukur terbentuknya senyawa kompleks Mg-EBT menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang maksimum 530 nm. Hasil penelitian kadar magnesium pada AMDK metode spektrofotometri didapatkan kadar antara 1,5-19,45 mg/L, sedangkan dengan metode kompleksometri didapatkan kadar magnesium 2,17-14,35 mg/L. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Uji paired sample T-Test disimpulkan bahwa rata-rata kadar magnesium pada AMDK dari kedua metode tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Metode spektrofotometri lebih mudah dan cepat dibandingkan kompleksometri yang membutuhkan banyak bahan, banyak tahapan dan membutuhkan waktu relatif lama.
Studi Potensi Senyawa Antioksidan dari Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) secara in Silico
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n3.49717

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah atau menghambat oksidasi molekul lain, yang pada makhluk hidup berperan dalam mempertahankan pertumbuhan dan metabolisme yang normal. Studi aktivitas antioksidan individual pada senyawa dari jeruk nipis telah dilakukan. Senyawa yang dipelajari difokuskan pada bergamottin, citropten dan asam klorogenat. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari hubungan antara struktur molekul dengan aktivitas antioksidannya melalui perhitungan secara kimia komputasi potensial ionisasi, electrodonating power, dan net electrophilicity. Seluruh perhitungan dilakukan menggunakan program komputasi Gaussian 09 Revision D.01, pada level teori APFD/6-31+G(d) pada keadaan muatan netral (deprotonasi, negatif), positif (netral), dan negatif (negatif dua). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa citropten dan asam klorogenat berpotensi sebagai antioksidan. Vitamin C, asam galat, dan asam klorogenat dalam keadaan terdeprotonasi memiliki sifat antioksidan yang lebih kuat daripada keadaan netral. Analisis ADMET menunjukkan bahwa bergamottin, citropten dan asam klorogenat mampu menghambat enzim sitokrom P450 sehingga dapat pula meningkatkan bioavailabilitas antioksidan, maka bergamottin, citropten dan asam klorogenat dapat pula berperan tidak langsung terhadap aktivitas antioksidan.
Synthesis, Characterization, and BSLT Test of Pyrazoline and Pyrazole Compounds from Chalcone using Microwave Irradiation
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n2.47889

Abstract

Pyrazole is an organic compound, classified as an alkaloid, featuring a heterocyclic five-membered ring structure composed of three carbon atoms and two adjacent nitrogen atoms, forming an endocyclic double bond. Pyrazole has various biological activities, such as antibacterial, anticanc er, antiinflammatory, antidepressantion, and antioxidant. Pyrazole 2-(5-(4-chlorophenil)-1-phenil-1H-pyrazole-3il)phenol (TFP-2OH-4Cl) was synthesized via oxidative aromatization reaction of pyrazoline 2-(5-(4-chlorophenil)-1-phenil-4,5-dihydro-1H-pyrazole-3-il)phenol (PF-2OH-4Cl) with glacial acetic acid. Chalcone, pyrazoline, and pyrazole were synthesized using the microwave at 180 W at 85oC. The purity of the compounds was monitored on TLC plates, melting point, and HPLC analysis. The structure of synthesized compounds was confirmed by UV, FTIR, HNMR, and HRMS spectroscopic analyses. The yields obtained from synthesizing 2OHA-4ClBD, PF-2OH-4Cl, and TFP-2OH-4Cl compounds were 63.49%, 64.35 %, and 40.42 %. The cytotoxic activity of chalcone, pyrazoline, and pyrazole was evaluated by Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method with shrimp larvae (Artemia salina Leach). Pyrazoline PF-2OH-4Cl is non-toxic as LC50 260.016 µg/mL, while chalcone   2OHA-4ClBD and pyrazole TFP-2OH-4Cl showed high toxicity with LC50 2.874 and 5.584 µg/mL.

Page 1 of 1 | Total Record : 6