cover
Contact Name
Salman Al Faris
Contact Email
maqasid@um-surabaya.ac.id
Phone
+6289654453687
Journal Mail Official
maqasid@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Maqasid/about/contact
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam
ISSN : 2252 528     EISSN : 26155622     DOI : 10.30651
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian orisinal dengan edisi terbaru dalam Studi Hukum Islam. Ruang Lingkup Jurnal Maqasid adalah (1) Hukum Islam (Islamic Law), (2) Hukum Keluarga Islam (Islamic Family Law), (3) Hukum Perkawinan Islam (Munakahat), (4) Hukum Kewarisan Islam (Mawaris), (5) Hukum Ekonomi Islam (Muamalah), (6) Ilmu Astronomi Islam (Falak), (7) Kajian Studi Hukum Islam.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 3 Documents clear
Pengembangan Hukum Wasiat Wajibah Terhadap Anak Tiri (Studi Analisis Putusan MA No:554 K/AG/2011 tgl 19 maret 2012) Wiwin Wiwin
MAQASID Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.037 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v4i1.1377

Abstract

Islam merupakan agama rachmatanlilalaminyang berusaha mengatur umatnya agar tercipta rasa keadilan, kesejahteraan, kedamaian dalam melakukan hubungan social antara manusia satu dengan yang lainnya, khususnya di dalam hubungan satu keluarga dengan melaksanakan norma-norma hukum yang sudah diatur dalam Al-Quran dan Hadits. Salah satu hubungan dalam kekeluaragaan adalah menyangkut masalah kewarisan.Naluri manusia yang menyukai harta benda tidak jarang memotivasi seseorang untuk menghalalkan berbagai cara untuk memperoleh harta warisan. Akibat motivasi tersebut sering terjadi perkara gugat waris di pengadilan- pengadilan khususnya di Pengadilan Agama. Seiring dengan banyak macam dan variasi perkara yang masuk ke Pengadilan Agama tidak menutup kemungkinan hakim sesuai kewenangannya dapat menciptakan dan membuat terobosan hukum atas perkara yang belum ada peraturan hukumnya.Salah satu kasus gugat waris yang terjadi di Pengadilan Agama Ternate yang oleh Mahkamah Agung dibakukan menjadi bentuk hukum baru dalam Putusan Mahkamah Agung tertanggal 19 Maret 2012 dalamperkara No. 554 K/AG/2011 jisPutusan Pengadilan Tinggi Maluku UtaraNo. 1/Pdt.G/2011/PT.MU jis Putusan Pengadilan Agama Ternate No. 238/Pdt.G/PAT tesangat menarik untuk dianalisis. Putusan Mahkamah Agung yang memberi hak anak tiri melalui instrument wasiyat wajibah sangat progresif dalam pengembangan hukum positif di Indonesia khususnya tentang wasiyat wajibah sebab instrument hukum tersebut selama ini hanya sebatas untuk anak angkat dan ahli waris yang menganut agama yang berbeda, Dasar perlindungan hukum anak tiri seandainya terjadi gugatan pembagian harta warisan adalah pemberian wasiat wajibah berdasarkan Alquran Surat Al Baqarah Ayat 180 yang dalam sebagian terjemahan dari ayat tersebut bersifat diwajibkan, sebagaimana didukung oleh Putusan Mahkamah Agung atas perkara No. 554 K/AG/2011 tertanggal 19Maret 2012.Lahirnya yurisprudensi atas perkara No. 554 K/AG/2011tertanggal 19Maret 2012 untuk sementara ini belum bisa dikatakan telah menjadi stare dicisis sebab kurang memenuhi syarat dan kedudukannya belum terlalu kuat jika dipakai sebagai dasar gugatan pembagian harta warisan anak tiri, untuk itu perlu kasus-kasus yang sama bentuknya dan Yurisprudensi yang telah ada dipakai referensi oleh hakim lain nya untuk memutus kasus sejenis. Kata Kunci :Wasiyat Wajibah Untuk Anak Tiri.
Skema BPJS Kesehatan Perspektif Fatwa DSN-MUI NO.21/DSN-MUI/X/2001 (Pedoman Umum Asuransi Syari'ah) A Wildan Na'imal Maftuh
MAQASID Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.248 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v4i1.1378

Abstract

BPJS Kesehatan merupakan badan yang mengelola jaminan kesehatan. BPJS Kesehatan ini memiliki skema yang bagus, salah satu diantaranya adalah ta’awun (tolong menolong). Namun, ada beberapa hal yang masih dipermasalahkan oleh Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama’ Indonesia. Dalam hal ini, Dewan Syari’ah Nasional telah mengeluarkan fatwa tentang pedoman umum asuransi syari’ah. Yang nantinya akan dijadikan dasar untuk meneliti skema BPJS Kesehatan. Penelitian ini fokus pada skema BPJS Kesehatan perspektif fatwa DSN-MUI no.21/MUI/X/2001 (pedoman umum asuransi syari’ah). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan hasil penelitian adalah sangat kuat. Kata Kunci : Skema BPJS Kesehatan dan Fatwa DSN-MUI No.21/MUI/X/2001
Dampak Pernikahan Dini Terhadap Pembentukan Keluarga Sakinah (Study Kasus di Desa Payaman Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan) Mohammad Syaifuddin; Mulyono .
MAQASID Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.083 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v4i1.1376

Abstract

penelitian tentang Dampak Pernikahan Dini Terhadap Pembentukan Keluarga Sakinah dilakukan di Desa Payaman Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui praktek pernikahan dini, untuk mengetahui faktor-faktor pernikahan dini, dan juga untuk mengetahui dampak pernikahan dini terhadap pembentukan keluarga sakinah di Desa Payaman Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan. penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik-teknik pengumpulan data seperti observasi dan juga wawancara. Dari data yang telah diperoleh dari observasi dan wawancara maka selanjutnya di analisis, sehingga diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Agama Islam dalam prinsipnya tidak melarang secara terang-terangan tentang pernikahan dini, namun Islam juga tidak pernah mendorong atau mendukung pernikahan dini tersebut. Hukumnya menurut syara’ adalah sunnah. Faktor-faktor pernikahan dini di desa Payaman kecamatan Solokuro kabupaten Lamongan adalah karena hamil diluar nikah, tidak lama-lama pacaran karena khawatir berbuat maksiat, faktor dorongan atau keinginan dari orang tua, dan juga karena keinginannya sendiri. Dampak pernikahan dini terhadap pembentukan keluarga sakinah di desa Payaman, Solokuro, Lamongan tidak memenuhi syarat-syarat konsep keluarga sakinah karena mereka dalam membangun rumah tangga tidak berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka diharapkan menjadi bahan informasi dan masukan bagi orang tua maupun masyarakat, terutama dalam mengawasi anaknya yang sudah menginjak dewasa dan juga bagi para pemuda yang memutuskan untuk menikah pada usia dini mereka harus mempersiapkan diri secara matang baik dari segi fisik, mental, emosi, tanggungjawab, dan kesiapan mempunyai anak. Kata kunci : Dampak, Pernikahan Dini, Keluarga Sakinah

Page 1 of 1 | Total Record : 3