cover
Contact Name
Salman Al Faris
Contact Email
maqasid@um-surabaya.ac.id
Phone
+6289654453687
Journal Mail Official
maqasid@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Maqasid/about/contact
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam
ISSN : 2252 528     EISSN : 26155622     DOI : 10.30651
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian orisinal dengan edisi terbaru dalam Studi Hukum Islam. Ruang Lingkup Jurnal Maqasid adalah (1) Hukum Islam (Islamic Law), (2) Hukum Keluarga Islam (Islamic Family Law), (3) Hukum Perkawinan Islam (Munakahat), (4) Hukum Kewarisan Islam (Mawaris), (5) Hukum Ekonomi Islam (Muamalah), (6) Ilmu Astronomi Islam (Falak), (7) Kajian Studi Hukum Islam.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 5 Documents clear
Perkawinan Dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih Perspektif Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia Anggha Triyogo Saputra
MAQASID Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.244 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v5i2.1373

Abstract

Novel dapat digunakan sebagai sarana penyebaran dakwah mengenai hukum perkawinan Islam. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran novel dapat mengubah cara pandang, pemikiran, bahkan perilaku pembacanya seperti novel yang diteliti dalam penelitian ini yaitu novel “Ketika Cinta Bertasbih“ karangan Habiburrahman El Shirazy. Melalui novel ini Habiburrahman berusaha memberikan semangat keislaman yang telah lama dilupakan. Alasan dilakukannya penelitian ini ialah untuk melihat seperti apa wacana tulisan Habiburrahman dan hal perkawinan. Novel Ketika Cinta Bertasbih merupakan konsep pemikiran Habiburrahman dalam memurnikan nilai-nilai ajaran Islam. Konsep tersebut dituangkan ke dalam novel. Dalam novel tersebut dimasukkan nilai-nilai akidah, akhlak, syariat, ibadah, dan muamalah. Melalui penelitian ini dikaji bagaimana struktur wacana tulisan Habiburrahman, bagaimana konteks sosialnya, dan bagaimana kognisi sosialnya. Selain itu dibahas pula analisis kesesuaian wacana perkawinan seperti perjanjian perkawinan dan pembatalan perkawinan yang ada dalam novel Ketika Cinta Bertasbih dengan hukum Islam yang ada di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana dengan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan mengutip teks yang berkaitan dengan perkawinan. Untuk mengetahui isi dari novel ini penelitian ini dianalisis menggunakan teori analisis wacana Teun Van Dijk yang mengelaborasi keseluruhan dari teks yang berhubungan dengan perkawinan. Hasil yang didapat dari analisis isu-isu perkawinan yang dibahas dalam penelitian ini adalah perjanjian perkawinan yang sesuai dengan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan jalan perceraian yang seharusnya tidak ditempuh melainkan pembatalan perkawinan. Novel ini mempunyai muatan pesan-pesan kebaikan yang membangun jiwa. Kata kunci: Hukum perkawinan Islam, novel Ketika Cinta Bertasbih, pembatalan perkawinan, perjanjian perkawinan
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Hukuman Mati Pada Pelaku Transaksi Narkoba (Studi Pasal 114 Ayat (2) dan 19 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika) Muhammad Rizky Julyarza
MAQASID Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.033 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v5i2.1374

Abstract

Latar belakang penulis dalam permasalah ini adalah karena penulis melihat kenyataan penyalahgunaan narkotika dan peredaran gelap narkotika yang dihadapi oleh negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Penyalahgunaan narkotika di luar kepentingan pelayanan kesehatan dan atau untuk pengembangan ilmu pengetahuan adalah perbuatan melawan hukum, disamping itu juga sangat membahayakan keselamatan jiwa manusia. Skripsi ini dibuat untuk menjawab dua pertanyaan penelitian, bagaimana praktek hukuman mati di Indonesia? Dan bagaimana Tinjauan hukum Islam terhadap hukuman mati pada pelaku transaksi narkoba (pasal 114 ayat (2) dan 119 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika)? Skripsi ini merupakan penelitian Pustaka,yaitu penelitian kualitatif. Penelitian ini diambil dari kepustakaan, dokumentasi dan kemudian dianalisis dengan menggunakan deskriptif analitis-kritis. Data yang dipakai adalah data yang bersifat deskriptif, yang mengungkapkan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan teori-teori hukum yang menjadi objek penelitian. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tinjauan hukum Islam terhadap pidana mati bagi pengedar narkotika masuk dalam kategori jarimahhirabah. Karena kejahatan tersebut merupakan kejahatan luar biasa yang terorganisir yang dapat merusak tatanan kehidupan baik diri sendiri maupun orang lain. Membunuh seorang manusia maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya karena sifat narkotika yang habitual, adiktif dan toleran. Kata Kunci: Penyalahgunaan Narkoba, UU No. 35 Tahun 2009, Fatwa MUI, Pengedar, Hukuman Mati
Analisis Fenomena Jilboobs Di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Perspektif Hukum Islam Vide Nur Kholis
MAQASID Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.42 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v5i2.1375

Abstract

Vide Nur Kholis, Analisis Fenomena jilboobs di Universitass Muhammadiyah Surabaya, Perspektif hukum islam. Skripsi. Surabaya: Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya. Latar belakang penulis dalam permasalah ini adalah karena penulis melihat kenyataan yang telah terjadi saat ini sangatlah banyak yang memakai jilbab namun masih membentuk lekuk tubuh. Penelitian Tentang Analisis Fenomena jilboobs di Universitass Muhammadiyah Surabaya, Perspektif hukum islam dilakukan dikampus Universitas Muhammadiyah Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui para pengguna jilboobs, untuk mengetahui faktor-faktor penguna jilboobs, dan juga untuk mengetahui fenomena yang terjadi di kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya tentang jilboobs. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik-teknik pengumpulan data seperti observasi dan juga wawancara. Dari data yang telah diperoleh dari observasi dan wawancara maka selanjutnya di analisis, sehingga diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Analisis penguna jilboobs di Universitas muhammadiyah memang sangat banyak terjadi di lapangan 2. Hasil analisis faktor-faktor penguna jilboobs bagi mahasiswi adalah karena mengikuti trend dan kurangnya pengetahuan agama. 3. Dampak penguna jilboobs pada dasarnya memang baik mereka menggunakan jilbab, akan tetapi cara pengunaanya yang masih salah karena masih memperlihatkan lekuk tubuhnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka diharapkan menjadi bahan informasi dan masukan bagi semua wanita, terutama dalam berpakaian yang masih menggunakan jilbab yang ketat dan membentuk lekuk tubuh ,untuk selalu berbenah dan berjilbab yang sesuai syar’i. Kata kunci : Fenomena, jilboobs, Perspektif hukum islam
Faktor-Faktor Penyebab Pengajuan Dispensasi Nikah Di Pengadilan Agama Gresik Tahun 2012 Imroatul Jamilah; Thoat Stiawan
MAQASID Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.909 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v5i2.1371

Abstract

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, menganut prinsip bahwa calon suami maupun calon isteri harus masak jiwa dan raganya untuk dapat melangsungkan perkawinan, dengan maksud agar supaya dapat mewujudkan tujuan perkawinan secara baik tanpa berakhir pada perceraian dan untuk mendapatkan keturunan yang baik dan sehat. Maka dari itu dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 telah ditentukan batas umur minimal untuk melangsungkan perkawinan bagi pria maupun wanita, yaitu 19 tahun bagi pria dan 16 tahun bagi wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mengenai batasan umur untuk melangsungkan perkawinan bagi pria maupun wanita, dan Pasal 7 ayat (2) dalam hal terjadi penyimpangan terhadap ayat (1) yang mempunyai sifat darurat. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif yang mengacu pada norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan serta norma-norma yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Metode ini mempunyai tipe yuridis normatif dan yuridis empiris. Dari penelitian ini diperoleh hasil pembahasan mengenai faktor penyebab meningkatnya permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Gresik, kewenangan absolut Pengadilan Agama dan kewenangan relatif Pengadilan Agama Gresik, syarat-syarat pengajuan permohonan dispensasi kawin, jenis dispensasi kawin, dan pertimbangan hakim dalam memutus dispensasi kawin baik yang dikabulkan maupun yang tidak diterima, serta akibat hukum dikabulkan atau tidak diterimanya permohonan dispensasi kawin. Kata Kunci : Dispensasi kawin
Studi Komparatif Tentang Outsourcing Pemborongan Kerja Dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Dan Syirkah Dalam Islam Nur Azizah
MAQASID Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.925 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v5i2.1372

Abstract

Konsep outsourcing dalam UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yaitu menyerahkan atau mengalihkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain yang sifatnya sebatas kegiatan penunjang, yaitu tidak berhubungan langsung dengan proses kegiatan produksi. Syirkah dalam Islam merupakan suatu akad kerjasama antara dua orang atau lebih untuk usaha tertentu di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi berupa permodalan, keterampilan dengan ketentuan keuntungan ditanggung bersama. Perjanjian dalam outsourcing diantaranya perjanjian pemborongan pekerjaan dan perusahaan penyedia jasa pekerja atau buruh. Hak dan kewajiban dalam syirkah adalah berhak melakukan pekerjaan dan menerima keuntungan sesuai kesepakatan antar pihak yang terlibat di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan konsep outsourcing dalam UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan konsep syirkah dalam Islam, jenis penelitian ini adalah penelitian literatur atau kepustakaan dengan menggunakan metode komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep outsourcing adalah menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain yang kegiatannya bersifat penunjang dan tidak berhubungan dengan proses produksi. Sedangkan, syirkah adalah kerjasama antara dua orang atau lebih untuk usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi yang keuntungan dan kerugiannya ditanggung bersama. Hak dan kewajiban pekerja dalam UU adalah mendapatkan upah layak, jaminan kerja, serta perlindungan kerja. Sedangkan hak dalam syirkah adalah berhak melakukan pekerjaan dan menerima keuntungan yang sama sesuai kesepakatan. Kata Kunci : Outsourcing, UU No. 13 tahun 2003, Ketenagakerjaan, Syirkah, Syirkah Abdan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5