cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)
ISSN : 23033045     EISSN : 2503183X     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) abbreviated IJND (p-ISSN 2303-3045 and e-ISSN 2503-183X) is a peer-reviewed scientific journal publishing updated research and non-research articles in the area of nutrition and dietetics. This journal is published three times annually (January, May, and September) by Alma Ata University Press in collaboration with Indonesian Nutrition Association (Persatuan Ahli Gizi Indonesia).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "VOLUME 7 ISSUE 2, 2019" : 5 Documents clear
Free radical scavenging and cytotoxic assay of soursop fruit juice (Annona muricata Linn.) on cervical cancer cell lines (HeLa) Rahma Micho Widyanto; Rifanty Meydiana Rachmawati Putri; Fuadiyah Nila Kurniasari; Yunimar Yunimar; Budi Utomo
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 7 ISSUE 2, 2019
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2019.7(2).51-57

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Kanker serviks merupakan penyakit yang menduduki posisi kedua penyebab kematian pada wanita. Berbagai terapi pendukung mulai dikembangkan, seperti melalui bahan makanan yang dipercaya memiliki efek anti-kanker. Buah sirsak disebut memiliki kandungan fitokimia seperti Annonaceous acetogenin, flavonoid dan fenol yang bermanfaat sebagai anti-kanker. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi anti-oksidan dan sitotoksisitas dari sari buah sirsak pada sel HeLa secara in vitro. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan membuat sari buah sirsak dengan cara diblender kemudian dikeringkan dengan metode freeze-drying, yang kemudian dilanjutkan dengan uji 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) untuk mengetahui potensi penghambatan radikal bebas, dan potensi sitotoksisitas melalui uji MTT (3-(4,5-dimetiltiazol-2-il)-2,5-difenitetrazolium bromide) assay pada sel kanker serviks HeLa. Hasil: Hasil uji aktivitas anti-oksidan menunjukkan persamaan regresi linier (y=0,0149x – 2,8812) dan nilai perhitungan IC50 sari buah sirsak sebesar 3549 μg/mL dan hasil uji sitotoksisitas menunjukkan persamaan regresi linier (y=0,0197x + 0,3101) dan nilai perhitungan IC50 sari buah sirsak pada sel HeLa sebesar 2522,33 μg/mL.Kesimpulan: Sari buah sirsak memiliki aktivitas anti-oksidan yang sangat rendah dan tidak berpotensi sebagai anti-kanker terhadap sel HeLa secara in vitro. KATA KUNCI : Annona muricata Linn, anti-oksidan, kanker, sitotoksisitas ABSTRACTBackground: Cervical cancer is the second leading cause of death in women. Various supporting therapies have been developed, such as through food ingredients which are believed to have anti-cancer effects. Soursop is known to be high phytochemical content such as Annonaceous acetogenin, flavonoid and phenols which are useful as anti-cancer. Objectives: This research was conducted to determine the antioxidant and cytotoxic activity of soursop juice on HeLa cell lines.Methods: This study started by making the soursop fruit extract by blending then dried with freeze-drying method, and then proceed with 2.2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) assay to determine the potential free radical scavenging activity, cytotoxic potential activity in vitro through MTT (3-(4,5-dimethylthiazol-2-il)-2,5-difenitetrazolium bromide) assay on HeLa cell lines.Results: The IC50 antioxidant activity of soursop fruit extract is 3549 μg/mL with linear regression equation (y=0.0149x – 2.8812) and the IC50 cytotoxicity test of soursop fruit extracton HeLa was 2522,33 μg/mL with linier regression equation (y=0.0197x + 0.3101). Conclusion: The conclusion in this study is that soursop fruit extract has very low antioxidant activity and has no in vitro potential effect as an anti-cancer on HeLa cell lines. KEYWORDS : Annona muricata Linn, antioxidant, cancer, cytotoxic 
Counseling of exclusive breastfeeding during antenatal care (ANC) and perceptions of insufficient milk supply Eka Nurhayati; Sandra Fikawati
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 7 ISSUE 2, 2019
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2019.7(2).65-73

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Persepsi Ketidakcukupan ASI (PKA) adalah pikiran atau perasaan ibu terhadap kondisi ketiadaan atau berkurangnya produksi ASI sehingga ibu merasa bahwa ASI-nya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya. PKA menjadi alasan utama ibu berhenti menyusui secara dini dan alasan untuk memberikan makanan tambahan lebih awal pada bayinya. Prevalensi PKA belum diketahui secara pasti, diperkirakan antara 30-80% dari ibu yang menyusui mempunyai PKA. Tujuan : untuk mengetahui faktor paling dominan dalam PKA. Metode: Desain penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 71 sampel ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan yang gagal menyusui secara eksklusif dikarenakan mengalami PKA. Hasil: Hasil analisis didapatkan sebanyak 59 (83,1%) ibu memiliki PKA dengan ASI yang cukup. Ada hubungan yang bermakna konseling ASI saat Antenatal Care (ANC) dengan PKA yang mempunyai ASI cukup, ibu yang tidak mendapatkan konseling saat ANC berpeluang 19,7 kali mempunyai PKA, p=0,012; OR=19,746 (CI 95% 1,926-202,456).Kesimpulan: Konseling ASI pada saat ANC yang berkualitas merupakan hal yang sangat penting dilaksanakan oleh petugas kesehatan untuk persiapan menyusui. Pemanfaatan “Temu wicara” dalam konsep 10 T dalam ANC perlu diefektifkan untuk membahas persiapan laktasi.KATA KUNCI: persepsi ketidakcukupan ASI; konseling ASIABSTRACT Background: Perceptions of Insufficient Milk Supply (PIM) is the mother's thoughts or feelings about the condition of the absence or reduction in milk production. She felt that her breast milk is not enough to satisfy the needs of the baby. PIM was the main reason mothers stop breastfeeding early and a reason to give extra food early on the baby. Prevalence of PIM is not certain, it is estimated between 30-80% of breastfeeding mothers has PIM. Objectives: This study aimed to find out the most dominant factors related to PIM. Methods: Design of this study using cross-sectional. The numbers of samples in this study were 71 samples of mothers with babies’ 0-6 months exclusive breastfeeding failure due to experiencing PIM. Results: Found as many as 59 (83.1%) mothers had PIM with enough milk. There is a significant correlation counseling exclusive breastfeeding during Antenatal Care (ANC) by PIM that has enough milk, mothers who did not receive counseling when the ANC likely to have 19.7 times PIM, p = 0.012; OR = 19.746 (95% CI 1.926 to 202.456). Conclusion: Exclusive Breastfeeding counseling during ANC quality does health personnel in preparation for breastfeeding implement a very important thing. Utilization of “Gathering of speech” in the concept of 10 T in the ANC should be effected to discuss preparation for lactation.KEYWORDS: exclusive breastfeeding, perceptions of insufficient milk supply
Determinants of non-cardiorespiratory fitness in pre-elderly women Mustakim Mustakim; Kusharisupeni Djokosujono
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 7 ISSUE 2, 2019
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2019.7(2).41-50

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kelompok lanjut usia mengalami perkembangan yang pesat di masa mendatang. Kebugaran menjadi salah satu prediktor dalam menentukan kesakitan dan kematian pada kelompok lansia.Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk membahas karakteristik, komposisi tubuh, gaya hidup dan asupan gizi dengan kebugaran yang diukur melalui serangkaian tes kebugaran pada wanita pralansia di Kecamatan Pancoran Mas kota Depok.Metode: Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dan dilakukan pada 134 orang wanita pralansia di Kecamatan Pancoran Mas kota Depok.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,4 persen wanita pralansia berada pada kondisi tidak bugar. Variabel paling berhubungan dengan kebugaran adalah aktivitas fisik setelah dikontrol dengan IMT, persen lemak tubuh, status merokok dan asupan vitamin B12.Kesimpulan: Akivitas fisik merupakan faktor paling berpengaruh terhadap kebugaran non kardiorespiratori pada wanita pralansia. Oleh karena itu, wanita pralansia wajib menjaga aktivitas fisiknya secara rutin melalui jalan kaki, senam ataupun kegiatan fisik lainnya.KATA KUNCI: wanita pra lansia, kebugaran non kardiorespiratori, aktivitas fisik  ABSTRACTBackgrounds: Fitness was found as an indicator of morbidity and mortality to the elderly. A person who have low physical fitness level is often associated with a lack of regular physical activities and causes of degenerative diseases and premature death. Besides, fitness will have an inluenfce to his body composition (reduced fat levels in the abdomen), increase lipid profile (reduced triglyceride levels, increased HDL), reduce LDL, and reduce blood pressure.Objectives: This study focused on the physical fitness of middle-aged women in Pancoran Mas, Depok. The purpose of this study was to look at the relationship between lifestyle, body composition and nutritional intake and physical fitness. In addition, this study also determined the dominant factor related to physical fitness.Methods: This study used a cross-sectional design and the data were collected from 134 middle-aged women. Physical Fitness was measured by fitness test using handgrip test, sit and reach test, and chair sit and stand the test. Data on body composition will be collected through a series of anthropometric measurements. Meanwhile, nutrition intake was collected using an interview questionnaire on a 2-day 24-hour dietary recall and lifestyle were collected by using Physical Activity Scele for Elderly (PASE Questionnaire).Results: The result showed that 72.4 percent of respondents had a low category level condition. This study showed that there is a significant relationship between physical activities and non-cardiorespiratory fitness in middle-aged women. The dominant factor related to determining fitness was physical activities with OR 2.382 after being measured by a percentage of body fat, body mass index (BMI), smoking status and vitamin B12 intake.Conclusions: The most influential variable was physical activities after adjusted by BMI (Body Mass Index), the percentage of body fat, smoking status, and vitamin B12 intake.middle aged women should keep their physical activity in active level. They can use walking or aerobic dance to maintain their physical activity.KEYWORDS: Middle-aged women; non-cardiorespiratory fitness; physical activity
Total of phenol and antioxydant activities of rice bran yoghurt Olvi Ariyani; Fatma Zuhrotun Nisa; Mulono Apriyanto; Veriani Aprilia
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 7 ISSUE 2, 2019
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2019.7(2).37-40

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Bekatul merupakan salah satu produk pertanian Indonesia yang kaya akan zat bioaktif, terutama senyawa fenolik dan fitokimia. Senyawa fenolik sulit diekstraksi karena seratnya tidak larut air. Salah satu cara untuk mengekstraksinya yaitu dengan fermentasi. Yogurt merupakan salah satu produk fermentasi susu. Adanya penambahan bekatul ke dalam yogurt dapat meningkatkan efek fungsionalnya, tidak hanya efek kesehatan saluran cerna, tetapi juga efek antioksidatifnya.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh proses fermentasi terhadap aktivitas antioksidan dan total fenol yogurt dengan adanya penambahan bekatul.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Ada 4 formula yogurt yang berbeda pada jumlah bekatul yang ditambahkan, antara lain: 0%, 5%, 10%, dan 15%. Total fenol dianalisis menggunakan metode Follin-Ciocalteu dan aktivitas antioksidan dianalisis dengan metode DPPH. Data kemudian dianalisis statistika menggunakan one-way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji beda nyata Duncan.Hasil: Penambahan bekatul pada konsentrasi yang lebih tinggi memengaruhi persentase total fenol yang makin tinggi juga, antara lain 0,03±0,00; 0,04±0,00; 0,06±0,00; dan 0,07±0,00% untuk penambahan konsentasi bekatul 0, 5, 10, dan 15%. Aktivitas antioksidan juga meningkat secara signifikan dari 25,77±0,14% untuk sampel tanpa penambahan bekatul menjadi 47,43±0,29% untuk sampel dengan penambahan bekatul 15%.Kesimpulan:  Penambahan bekatul memiliki efek yang signifikan terhadap peningkatan total fenol dan aktivitas antioksidan yogurt. KATA KUNCI: bekatul, yogurt, aktivitas antioksidan, total phenol  ABSTRACTBackground: Rice bran is one of Indonesia agricultural product that is high in bioactives, especially phenolic and phytochemical compounds. Phenolic compunds are difficult to extract because the fiber can not solute in water. An alternative way to extract is by fermentation. Yogurt is one of dairy fermentation product. The addition of rice bran into the yogurt will improve its functional effect, not only provides the gastrointestinal health effects but also antioxidant activity. Objectives: To investigate the influence of fermentation process on the antioxidant activity and total phenol of yogurt with the addition of rice bran.Methods: This was an experimental study using completely randomized design. There were 4 formulation of yogurts with different amount of rice bran, i.e. 0%, 5%, 10%, and 15%. Total phenol was measured by Follin-Ciocalteu methods and the antioxidant activity was analyzed by DPPH. Data were analyzed statistically by one-way ANOVA and continued to Duncan’s multiple range test.Results: The addition of rice bran in higher concentration showed higher percentage of total phenol, those were 0.03±0.00; 0.04±0.00; 0.06±0.00; and 0.07±0.00 respectively for the addition of 0, 5, 10, and 15% of rice bran. The antioxidant activities were also increased significantly from 25.77±0.14% for sample without rice bran to 47.43±0.29% for sample with the addition of 15% rice bran. Conclusions: The addition of rice bran gave the significant effect on total phenol and antioxidant activity of yogurt. KEYWORDS: rice bran, yogurt, antioxidant activity, total phenol
Effect of modification of nutrition counseling by using diet message sticker on food waste of inpatients Pramesti Retno Hapsari; Retno Pangastuti; Fery Lusviana Widiany
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 7 ISSUE 2, 2019
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2019.7(2).58-64

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Asuhan gizi rumah sakit diberikan kepada pasien berdasarkan hasil asesmen, termasuk kondisi klinis. Salah satu faktor yang mendukung kepatuhan diet pasien di rumah sakit adalah edukasi gizi. Stiker pesan diet dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pemberian edukasi terhadap pasien. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pemberian stiker pesan diet terhadap sisa makanan pasien rawat inap. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain perbandingan kelompok statis. Sebanyak 220 responden diambil secara acak, dibagi menjadi kelompok kontrol (tanpa stiker diet) dan kelompok intervensi (diberi diet stiker). Stiker pesan diet diberikan kepada kelompok intervensi selama 1 hari dalam siklus menu ke-8. Stiker pesan diet ditempelkan di plato dan materinya disesuaikan dengan diet yang diberikan oleh ahli gizi rumah sakit. Sisa makanan diketahui menggunakan metode Visual Comstock berskala 6 poin. Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji-T independen. Hasil: Rata-rata sisa makanan pada kelompok intervensi berdasarkan masing-masing komponen makanan adalah 28,62 ± 28,62% pada buah, 23,24 ± 23,24% pada sayuran, 22,38 ± 20,87% pada makanan pokok, 22,30 ± 22,69% pada lauk nabati, dan 20,75 ± 22,38% pada lauk hewani. Sedangkan rata-rata sisa makanan pada kelompok kontrol adalah 44,89 ± 44,89% pada buah, 33,32 ± 33,32% pada sayuran, 39,83 ± 29,33% pada makanan pokok, 31,67 ± 31,67% pada lauk nabati, dan 36,20 ± 31,76% pada lauk hewani. Hasil uji-T independen untuk menganalisis pengaruh pemberian stiker diet terhadap sisa makanan menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05) untuk semua kelompok komponen makanan. Kesimpulan: Modifikasi konseling gizi dengan menggunakan stiker pesan diet berpengaruh terhadap sisa makanan pasien rawat inap. KATA KUNCI: intervensi gizi, metode visual Comstock, pasien rawat inap, sisa makanan, stiker pesan diet  ABSTRACTBackground: Nutrition care in hospital was provided to the patient based on nutritional assessment result, including clinical state. One of the factors supporting the dietary compliance of inpatients is a nutritional education. Diet message sticker could be used as a tool to educate patients. Objective: To analyze the effect of diet message sticker on food waste of inpatients. Methods: This was an experimental study with static group comparison design. As many as 220 respondents were randomly divided into control group (without diet sticker) and intervention group (given sticker diet). Diet message stickers were given to the intervention group for 1 day in the 8th menu cycle. Diet message sticker was attached on the plateau and the material was adjusted to the diet provided by the dietitian. Food waste was obtained by the Visual Comstock method with 6 point scale. Data was analyzed univariate and bivariate using independent T-test. Results: The average food waste in the intervention group which based on each food component were 28.62±28.62% in fruit, 23.24 ± 23.24% in vegetable, 22.38 ± 20.87% in staple food, 22.30 ± 22.69% in vegetable side dish, and 20.75 ± 22.38% in animal side dish respectively. While the average food waste in the control group were 44.89 ± 44.89% in fruit, 33.32 ± 33.32% in vegetable, 39.83 ± 29.33% in staple food, 31.67 ± 31.67% in vegetable side dish, and 36.20 ± 31.76% in animal side dish respectively. The result of the independent T-test to analyze the effect of applying diet message stickers to food waste showed p-value=0.000 (p<0.05) for all food component groups. Conclusion: Modification of nutritional counseling by using diet message sticker affects on food waste of inpatients. KEYWORDS: diet message sticker; dietary intervention; food waste; inpatient; visual comstock method.

Page 1 of 1 | Total Record : 5