cover
Contact Name
Mohamad Maulana
Contact Email
maulana@litbang.pertanian.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
red-ip@litbang.pertanian.go.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Informatika Pertanian
ISSN : 08521743     EISSN : 25409875     DOI : -
Informatika Pertanian terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember, terbit sejak tahun 1991. Jurnal Informatika Pertanian telah terakreditasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dengan nomor Akreditasi No. 21/E/KPT/2018, Tanggal 9 Juli 2018. Jurnal Informatika Pertanian telah memiliki ISSN: 0852-1743, e-ISSN: 2540-9875. Jurnal Informatika Pertanian dikelola oleh Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang beralamat Jl. Ragunan No. 29 Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia 12540
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue " Vol 23, No 1 (2014): JULI, 2014" : 3 Documents clear
MODEL PENDUGAAN LUAS DAUN TANAMAN KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) Sutoro, Sutoro
Informatika Pertanian Vol 23, No 1 (2014): JULI, 2014
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.721 KB) | DOI: 10.21082/ip.v23n1.2014.p1-6

Abstract

Luas daun merupakan karakter tanaman yang penting untuk mempelajari aspek agronomi dan fisiologi. Pendugaan luas daun menggunakan peubah panjang dan lebar daun telah banyak digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan model penduga luas daun tanaman Koro pedang. Daun contoh bagian atas, tengah dan bawah tanaman diambil dari 10 tanaman Koro pedang yang dipilih secara acak dari pertanaman rejuvenasi benih plasma nutfah Koro pedang di kebun percobaan Cikeumeuh, Bogor. Pendugaan luas daun tanaman Koro pedang tiap tangkai (Y) dapat menggunakan Y = 2,6134 PLia (PLia=hasil kali peubah panjang dan lebar helai daun sebelah kiri atau kanan). Pendugaan luas daun dapat juga menggunakan peubah daun helai tengah dengan penduga Y=2,1774 PLt (PLt=panjang x lebar helai daun tengah). Metode pendugaan luas daun tanaman Koro pedang ini dapat digunakan dalam penelitian agronomi dan fisiologi tanaman yang mengukur luas daun tanpa harus memotong daun dari tanaman dan juga pada penelitian lapang yang jauh dari fasilitas pengukuran luas daun otomatis.
OPTIMALISASI CARA PEMERAMAN BUAH CEMPEDAK (Artocarpus champeden) Arif, Abdullah Bin; Diyono, Wahyu
Informatika Pertanian Vol 23, No 1 (2014): JULI, 2014
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.252 KB) | DOI: 10.21082/ip.v23n1.2014.p35-46

Abstract

Cempedak (Artocarpus champeden), merupakan salah satu jenis tanaman eksotis asli Indonesia. Rasa buahnya sangat manis dan legit, aromanya sangat wangi dan khas. Buah cempedak merupakan buah klimaterik yang tingkat ketuaannya tidak seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknologi pemeraman buah cempedak yang menghasilkan kematangan buah cempedak lebih seragam dan lebih cepat tanpa harus merubah karakter fisik dan kimianya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor yang terdiri dari sepuluh (10) perlakuan pemeraman dengan dua ulangan. Perlakuan tersebut meliputi kontrol (tanpa perlakuan), pelukaan, karbit pada beberapa dosis 1, 2, 3, dan 4 g/kg buah (C1,C2, C3 dan C4) dan ethrel pada beberapa dosis (1000, 1500, 2000 dan 2500) ppm. Analisis statistik yang dilakukan meliputi analisis univariate dan multivariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemeraman dengan karbit dan ethrel dapat mempercepat pematangan buah cempedak lebih cepat 3 hari dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan pelukaan. Semakin tinggi dosis karbit dan ethrel nilai TPT dan kadar air cenderung semakin rendah, sebaliknya nilai vitamin C semakin tinggi dengan semakin tingginya dosis pada hari keempat setelah pemeraman. Perlakuan pemeraman dengan dosis karbit 2 dan 3 g/kg mempunyai kemiripan dengan perlakuan pemeraman ethrel 1500 dan 2000 ppm pada karakter total asam, vitamin C, total padatan terlarut dan kadar air setelah 7 hari pemeraman. Analisis univariate (anova) efektif dalam hal memberikan informasi mengenai perlakuan yang terbaik, sedangkan analisis multivariate (manova dan PCA) efektif dalam mengurangi/mereduksi jumlah variabel dan menentukan kemiripan suatu variabel.
ANALISIS PEMASARAN JAMBU METE DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Nurdiyah, Nurdiyah; Fariyanti, Anna; Jahroh, Siti
Informatika Pertanian Vol 23, No 1 (2014): JULI, 2014
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.687 KB) | DOI: 10.21082/ip.v23n1.2014.p85-94

Abstract

Muna adalah sentra produksi utama jambu mete di provinsi Sulawesi Tenggara . Perkebunan jambu mete di Muna memiliki masalah kualitas seperti produksi yang rendah, pendapatan rendah dan sistem pemasaran yang tidak efisien . Posisi tawar petani lemah karena petani tidak memiliki informasi yang dapat digunakan sebagai harga referensi. Harga ditentukan oleh pedagang jambu mete yang mengakibatkan rendahnya harga jual di tingkat petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strukur pasar, perilaku pasar dan kinerja pasar jambu mete di Kabupaten Muna. Struktur pasar dianalisis dengan Herfindahl Hirchman Index (HHI). Perilaku pasar digambarkan secara deskriptif sedangkan kinerja pasar dianalisis dengan margin pemasaran, pangsa pasar petani dan integrasi vertikal. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan purpossive yang dilakukan di sentra produksi jambu mete di Kabupaten Muna yakni Kecamatan Tongkuno dan Kecamatan Kabawo dimulai bulan Juli 2013 sampai September 2013 Lembaga pemasaran yang dianalisis adalah petani, pedagang pengumpul desa, pedagang pengumpul kecamatan dan pedagang antar pulau (grosir di tingkat kabupaten). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar jambu mete merupakan struktur pasar oligopsoni yang mengakibatkan terjadi kolusi antara pedagang dan industri pengolahan jambu mete. Hasil analisis kinerja pasar menunjukkan bahwa pasar petani tidak terintegrasi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa petani jambu mete adalah penerima harga.

Page 1 of 1 | Total Record : 3