cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
ISSN : 25486365     EISSN : 25486365     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE" : 5 Documents clear
HUBUNGAN LAMA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DIDUSUN MENTOKOK DESA JELANTIK KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Mei Sultia Ulandari, Nely
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 1, No 2 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit hipertensi atau darah tinggi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan di atas normal yang ditunjukkan dengan angka sistolik dan angka diastolik pada pemeriksaan tensi darah dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah. Secara garis besar, hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dengan tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui adanya  hubungan antara lama penderita hipertensi dengan tingkat kecemasan pada lansia di Dusun Mentokok Desa Jelantik Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional.Jumlah sampel penelitian ini adalah 45 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneliti ini yaitu dengan cara mendatangi responden kerumahnya. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan uji statistik  Rank Spearman.Dari hasil uji analisis statistik dengan menggunakan spss versi 22. diketahui nilai r sebesar 0.864 dengan nilai signifikansi 0.00 dan kurang dari 0.05. Hal ini dapat dinyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lama hipertensi dengan tingkat kecemasan responden. Semakin lama responden mengalami hipertensi, maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang dirasakan responden
EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP Propionibacterium acnes Chairunnisa, Afra
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 1, No 2 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak etanol 70% daun kelor (Moringa oleifera) telah terbukti sebagai antibakteri pada pengobatan jerawat yang disebabkan Propionibacterium acnes. Ekstrak etanol 70% daun kelor dilaporkan mengandung glikosida, flavonoid dan tanin. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel ekstrak etanol 70% daun kelor dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat yaitu Propionibacterium acnes. Uji aktivitas antibakteri  pada gel esktrak etanol 70% daun kelor (Moringa oleifera) dilakukan dengan metode difusi cakram. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol 70% daun kelor yang diencerkan menjadi 3 dalam formulasi gel, yaitu formula A (konsentrasi 20%), formula B (konsentrasi 30%), formula C (konsentrasi 40%), kontrol positif (klindamisin) dan kontrol negatif (basis gel).  Daerah jernih di sekitar cakaram diukur sebagai zona hambat dengan menggunakan jangka sorong. Hasil : Hasil efektivitas menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun kelor (Moringa oleifera) dalam gel terbukti memiliki aktivitas antibakteri. Zona hambat yang terbentuk  mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak etanol 70% daun kelor berturut-turut adalah formula A 9,6 mm; formula B 10,9 mm dan formula C 12,0 mm. Kesimpulan : Gel ekstrak etanol 70% daun kelor (Moringa oleifera) formula C memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes yang paling besar
FORMULASI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius roxb) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus Diana, Linda
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 1, No 2 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandan wangi mengandung banyak zat senyawa bioaktif yang berkhasiat obat sehingga digunakan sebagai obat tradisional.Salah satu khasiat pandan wangi ialah sebagai antimikroba (antibakteri dan antijamur) yang diduga berasal dari kandungan alkaloid, flavonoid, fenolik, maupun steroid dan terpenoid (Aisyah, 2015). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi gel hand sanitizerekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius roxb) sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%.Formulasi sediaan dibuat menggunakan carbomer 940 sebagai gelling agent. Gel hand sanitizer ekstrak etanol daun pandan wangi dibuat sebanyak 4 formulasi. Formulasi 1 mengandung 3 gram ekstrak daun pandan, formulasi 2 mengandung 6 gram ekstrak daun pandan, formulasi 3 mengandung 9 gram ekstrak daun pandan dan formulasi 4 mengandung 12 gram ekstrak daun pandan. Kontrol negatif tanpa ekstrak dan kontrol positif menggunakan Dettol.Data yang diperoleh berupa uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji homogenitas dan uji aktivitas antibakteri.Dari hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa formulasi terbaik adalah formulasi I, nilai pH sudah sesuai dengan pH kulit, memiliki daya sebar yang baik dan uji homogenitas menunjukkan tidak ada butiran kasar yang terdapat dalam keempat formulasi tersebut. Hasil uji antibakteri menunjukkan adanya diameter zona hambat pada formulasi 3 dan 4 dengan rata-rata diameter zona hambatnya sebesar 17 mm dan 19,66 mm.
PENGARUH KONSENTRASI Natrii Carboxymethylcellulosum (CMC Na) SEBAGAI SUSPENDING AGENT TERHADAP STABILITAS FISIK PADA SEDIAAN SUSPENSI KLORAMFENIKOL Candra Wardani, Catur
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 1, No 2 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan penyakit dengan antibiotik sudah lama dilakukan dengan obat-obat sintetik contohnya kloramfenikol. Bentuk sediaan yang digunakan dalam obat kloramfenikol adalah dalam bentuk kapsul dan suspensi. Suspensi merupakan sediaan cair yang mengandung partikel padat yang tidak larut dalam air. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Natrii Carboxymethylcellulosum (CMC Na 0,1%; 0,5% dan 1%) sebagai suspending agent terhadap stabilitas fisik pada sediaan suspensi kloramfenikol. Penelitian ini bersifat eksperimental di laboratorium. Evaluasi dalam penelitian ini meliputi organoleptis, pH, bobot jenis, volume sedimentasi, dan viskositas.  Hasil: Hasil paired t-test dari parameter evaluasi suspensi didapatkan kesimpulan tidak ada pengaruh perbedaan konsentrasi suspending agent pada pembuatan suspensi kloramfenikol dengan menggunakan 3 konsentrasi CMC Na. Berdasarkan uji volume sedimentasi pada konsentrasi 0,1% menunjukkan  hasil (0,21) lebih besar dari konsentrasi 0,5%(0,05) dan 1%(0,04). Pada konsentrasi 0,1% harga F lebih mendekati 1, suspensi yang baik pada perhitungan rasio kekeruhan dimana harga F=1. Berarti konsentrasi 0,1%  lebih baik daripada konsentrasi 0,5% dan 1%.
ANALISA PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DALAM UPAYA SWAMEDIKASI DI LINGKUNGAN TOLOTONGGA KECAMATAN ASAKOTA BIMA Apriliana Lestari, Intan
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 1, No 2 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional adalah obat jadi atau ramuan bahan alam yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, dan campuran bahan-bahan tersebut yang secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat tradisional dalam upaya swemedikasi di Lingkungan Tolotongga Kecamatan Asakota Bima.        Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian non eksperimental terhadap responden di Lingkungan Tolotongga dengan jumlah responden 91 orang menggunakan alat bantu angket/kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara quota sampling.Analisis penggunaan obat tradisional dalam upaya swemedikasi dilakukan secara persentase deskriptif dengan menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solution).        Analisa penggunaan obat tradisional dalam upaya swamedikasi di Lingkungan Tolotongga Kecamatan Asakota Bima adalah hasil dari persentase tentang tujuan penggunaan obat tradisional menunjukkan bahwa 88% masyarakat lebih cenderung pada penggunaan obat tradisional dalam usaha untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan, dan 83% untuk mengobati penyakit ringan. Hasil persentase tentang Bentuk sediaan penggunaan obat tradisional menunjukan bahwa 86% masyarakat lebih cenderung menggunakan obat tradisional dalam bentuk rebusan atau seduhan. Hasil persentase tentang cara memperoleh obat tradisional menunjukan bahwa 80% masyarakat lebih cenderung menggunakan obat tradisional dengan cara meracik sendiri.        Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di Lingkungan Tolotongga Kecamatan Asakota bima untuk penggunaan obat tradisional dalam upaya swamedikasi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: jenis kelamin, umur, pekerjaan dan pendapatan/bulan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5