Articles
30 Documents
Search results for
, issue
"Vol 21, No 2 (2019)"
:
30 Documents
clear
Perspektif gender tentang keseimbangan hidup-kerja, perceived stress, dan locus of control
Hasanah, Roma;
Ridha, Muhammad Arsyadi
FORUM EKONOMI Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.46 KB)
|
DOI: 10.29264/jfor.v21i2.5617
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya locus of control, komunikasi antar karyawan guna meminimalisir terjadinya stres kerja pada karyawan dan perlunya menyeimbangkan kehidupan pribadinya dengan pekerjaannya. Apabila karyawan memiliki tingkat locus of control yang rendah maka akan dapat berdampak pada munculnya stres pada diri karyawan dan tidak seimbangnya kehidupan pribadi dan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif gender tentang keseimbangan hidup-kerja, perceived stress dan locus of control. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan menggunakan media kuesioner.Populasi pada penelitian ini adalah semua mahasiswa program magister jurusan Akuntansi yang ada pada perguruan tinggi di Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh (sensus) yang mana seluruh jumlah populasi dijadikan sebagai sampel. Metode analisis data dalam penelitian ini yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji r-square dan uji hipotesis dengan program WarpPLS 6.0. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan antara LOC dengan WIPL, PLIW, dan WPLE memiliki hubungan yang negatif untuk laki-laki dan perempuan. Terdapat hubungan yang negatif antara LOC dengan perceived stress baik untuk laki-laki maupun perempuan. Hubungan perceived stress dengan WIPL, PLIW, dan WPLE memiliki hubungan yang negatif untuk laki-laki dan negatif untuk perempuan. Namun terdapat hubungan yang positif antara perceived stress terhadap dimensi PLIW untuk perempuan
Pengaruh pengeluaran pemerintah pada bidang infrastruktur pendidikan dan kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi kalimantan timur
Safira, Safira;
Djohan, Sjamsu;
Nurjanana, Nurjanana
FORUM EKONOMI Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.127 KB)
|
DOI: 10.29264/jfor.v21i2.5931
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui: 1) pengaruh pengeluaran pemerintah bidang infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur, 2) pengaruh pengeluaran pemerintah bidang pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur, 2) pengaruh pengeluaran pemerintah bidang kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengeluaran pemerintah bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2004-2016. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis linier berganda. Perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan analisis adalah IBM SPSS Versi 21.00. Hasil analisis menunjukkan 1) pengeluaran pemerintah bidang infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur berpengaruh negatif dan signifikan, 2) pengeluaran pemerintah sektor pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur berpengaruh positif dan signifikan, 3) pengeluaran pemerintah bidang kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur berpengaruh positif dan signifikan.
Determinasi penyaluran kredit umkm di provinsi kalimantan timur
Soekapdjo, Soeharjoto
FORUM EKONOMI Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.493 KB)
|
DOI: 10.29264/jfor.v21i2.4652
Purpose of this study is to know about determinants of small and medium scale enterprises (SME) credit distribution in East Kalimantan Province. Independent variable used third party saving, interest rate, and Consumer Price Index (CPI), while dependent variable is SME credit. Monthly data used from 2012-2017 with multiple linear regression methods. Result of this study is all independent variable significant to SME credit. Third party saving variable has positive influence to SME credit, while interst rate and Consumer Pricing Index have negative influence to SME credit.
Pengaruh pajak penghasilan badan terhadap permintaan tenaga kerja pada perusahaan manufaktur
Ermansyah, Harry;
Mahi, Benedictus Raksaka
FORUM EKONOMI Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.082 KB)
|
DOI: 10.29264/jfor.v21i2.5827
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajak penghasilan (PPh) Badan terhadap permintaan tenaga kerja pada industri manufaktur di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan unit analisis perusahaan menggunakan data survei industri besar dan sedang dari Badan Pusat Statistik. Estimasi dilakukan dengan teknik model unbalanced panel fixed effect. Secara umum hasil estimasi menunjukkan PPh Badan mempunyai hubungan negatif terhadap permintaan tenaga kerja yang berarti bahwa modal dan tenaga kerja di industri manufaktur bersifat komplemen. Tetapi secara statistik, PPh Badan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan tenaga kerja. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pajak penghasilan (PPh) Badan bukan merupakan pertimbangan penting bagi perusahaan dalam menentukan jumlah tenaga kerjanya.
Pengaruh nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap ekspor indonesia tahun 2009-2018
Suryono, Agus
FORUM EKONOMI Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (703.013 KB)
|
DOI: 10.29264/jfor.v21i2.5912
Dalam mensejahterakan masyaraknya setiap negara membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pertumbuhan yang tinggi dapat dicapai suatu negara salah satunya dengan cara meningkatan ekspor komoditas dan menjaga kesetabilan ekonomi. Hambatan dan penunjang ekspor sangatlah bermanfaat untuk diketahui secara mendalam. Tulisan ini menyajikan serta menganalisis pengaruh nilai tukar rupiah dan jumlah uang bererdar terhadap perkembangan ekspor Indonesia menggunakan data tahun 2009 kuartal 1 sampai tahun 2018 kuartal 4 dengan menggunakan Error Correction Model (ECM). Dalam kurun waktu 2009 sampai dengan 2011 dan 2016 sampai dengan 2018 perkembangan ekspor Indonesia secara umum munjukan pola yang positif. Pola penurunan nilai ekspor terjadi pada tahun 2009, 2012, 2013, 2014 dan 2015. Penurunan nilai ekspor pada tahun tersebut diduga karena terjadi guncangan perekonomian global dan pemulihannya tentunya memerlukan waktu. Sementara perkembangan nilai tukar rupiah terhadap US$ tahun 2009 kwartal 1 sampai dengan 2013 kwartal 3 terus menurun dan tahun 2013 kwartal 4 sampai dengan 2018 kwartal 4 menunjukkan kenaikannya. Sedangkan perkembangan jumlah uang beredar menunjukkan pola positif. Analisis ini menghasilkan variabel dalam jangka panjang dan jangka pendek yang mempunyai hubungan signifikan antara nilai tukar, jumlah uang beredar dan nilai ekspor.
Pengaruh kecerdasan emosi dan budaya organisasi terhadap kinerja melalui kepuasan sebagai variabel intervening
Firmansyah Usman
FORUM EKONOMI Vol 21, No 2 (2019): Juli
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jfor.v21i2.5849
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosi secara langsung terhadap kepuasan kerja pegawai Universitas Trunajaya Bontang. Adanya kinerja dapat ditingkatkan dengan menciptakan budaya yang kuat, yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. Organisasi yang berbudaya kuat akan mempengaruhi ciri khas tertentu sehingga dapat memberikan daya tarik bagi individu untuk bergabung. Setelah itu, individu itu dapat berfikir, bertindak dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai organisasi. Kesesuaian antara budaya organisasi dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota organisasi akan menimbulkan kepuasan kerja, sehingga mendorong individu untuk bertahan pada satu organisasi dan berkarir dalam jangka panjang, sehingga diyakini kebenarannya dipakai sebagai sarana untuk lebih meningkatkan kualitas dari pegawai agar dapat mencapai tujuan dari organisasi.
Determinasi penyaluran kredit umkm di provinsi kalimantan timur
Soeharjoto Soekapdjo
FORUM EKONOMI Vol 21, No 2 (2019): Juli
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jfor.v21i2.4652
Purpose of this study is to know about determinants of small and medium scale enterprises (SME) credit distribution in East Kalimantan Province. Independent variable used third party saving, interest rate, and Consumer Price Index (CPI), while dependent variable is SME credit. Monthly data used from 2012-2017 with multiple linear regression methods. Result of this study is all independent variable significant to SME credit. Third party saving variable has positive influence to SME credit, while interst rate and Consumer Pricing Index have negative influence to SME credit.
Pengaruh pajak penghasilan badan terhadap permintaan tenaga kerja pada perusahaan manufaktur
Harry Ermansyah;
Benedictus Raksaka Mahi
FORUM EKONOMI Vol 21, No 2 (2019): Juli
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jfor.v21i2.5827
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajak penghasilan (PPh) Badan terhadap permintaan tenaga kerja pada industri manufaktur di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan unit analisis perusahaan menggunakan data survei industri besar dan sedang dari Badan Pusat Statistik. Estimasi dilakukan dengan teknik model unbalanced panel fixed effect. Secara umum hasil estimasi menunjukkan PPh Badan mempunyai hubungan negatif terhadap permintaan tenaga kerja yang berarti bahwa modal dan tenaga kerja di industri manufaktur bersifat komplemen. Tetapi secara statistik, PPh Badan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan tenaga kerja. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pajak penghasilan (PPh) Badan bukan merupakan pertimbangan penting bagi perusahaan dalam menentukan jumlah tenaga kerjanya.
Pengaruh corporate governance, profitabilitas, dan leverage perusahaan terhadap environmental disclosure
Indra Suyoto Kurniawan
FORUM EKONOMI Vol 21, No 2 (2019): Juli
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jfor.v21i2.5930
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh corporate governance, profitabilitas dan leverage perusahaan terhadap environmental disclosure. Corporate governance di dalam penelitian ini disesuaikan dengan proporsi dewan komisaris independen, ukuran komite audit dan rapat dewan komisaris. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ukuran komite audit berpengaruh negatif signifikan terhadap environmental disclosure, rapat dewan komisaris berpengaruh signifikan terhadap environmental disclosure, dan proporsi dewan komisaris independen, profitabilitas dan leverage perusahaan tidak berpengaruh terhadap environmental disclosure.
Motif perusahaan dalam stock repurchase
Elliv Hidayatul Lailiyah;
Sri Maemunah Soeharto
FORUM EKONOMI Vol 21, No 2 (2019): Juli
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jfor.v21i2.4846
Penelitian ini mengenai motif stock repurchase terutama motif distribusi kas, investasi dan struktur modal (meningkatkan rasio leverage). Sampel ditentukan dengan metode purposive sampling dengan kriteria tertentu, yaitu perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2012-2017 dan melakukan pembelian kembali saham antara periode 2013 hingga 2017. Regresi linier berganda digunakan untuk analisis data. Penelitian ini menemukan bahwa motif untuk distribusi kas adalah motif utama perusahaan dalam melakukan stock repurchase karena hal ini sesuai dengan tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Stock repurchase dilakukan untuk motif investasi karena perusahaan memiliki kelebihan kas dan tidak memiliki peluang investasi menguntungkan lainnya. Studi ini tidak mendukung motif signaling undervaluation, karena di Indonesia tidak hanya perusahaan undervalue yang melakukan stock repurchase tetapi perusahaan yang overvalue juga melakukan. Penelitian ini membuktikan bahwa motif untuk meningkatkan rasio leverage juga merupakan salah satu alasan perusahaan melakukan stock repurchase. Perusahaan dengan rasio leverage di bawah target cenderung untuk membeli kembali saham mereka.