cover
Contact Name
Dr. Ahmad Sahide, S.IP., M.A.
Contact Email
ahmadsahide@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mihis2umy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Islamic World and Politics
ISSN : 26140535     EISSN : 26551330     DOI : -
Journal of Islamic World and Politics (JIWP) aims to facilitate the deployment of ideas and research in the field of international relations and Islamic world.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): December" : 5 Documents clear
Rivalitas Arab Saudi Dan Iran Di Timur Tengah Pada Arab Spring Suriah Tahun 2011-2016 Mustahyun Mustahyun
Journal of Islamic World and Politics Vol 1, No 1 (2017): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.547 KB) | DOI: 10.18196/jiwp.1105

Abstract

Conflicts have never been far from Middle East. Arab Saudi and Iran actively involve in the conflict In order to maintain their hegemony and national interest such as in Syria. For instance, in the Arab Spring both countries involved in the proxy war. Saudi supports the opposition movement asking for revolution and resignation of Basar regime while Iran totally supports the Bashar al-Assad. The involvement of both countries in Syria’s conflict shows the strategic position of Syria in order to keep Saudi’s and Iran’s interest and their political power at Middle East. This study aims to explore rivalry of Saudi and Iran at Syria especially in the Arab Spring from 2011 to 2016. There are two main issues to discuss in this study namely how Saudi and Iran participate in the conflict and what is the national interest of both countries encouraging them to participate in the conflict.Timur Tengah tidak pernah lepas dari konflik. Arab Saudi dan Iran seringkali menjadi aktor yang terlibat konflik. Keterlibatan mereka karena kepentingan national, seperti yang terjadi di Suriah. Konflik Suriah berawal dari gejolak Arab Spring dan menjadi arena Proxy War antara kubu Arab Saudi dan kubu Iran. Arab Saudi mendukung perlawanan Oposisi terhadap rezim, sedangkan Iran totalitas mendukung Presiden Bashar al-Assad. Dukungan Arab Saudi dan Iran dalam bentuk finansial dan militer. Kehadiran Arab Saudi dan Iran, menegaskan bahwa Suriah sebagai wilayah yang sangat strategis dalam mencapai pengaruh politik di Timur Tengah. Tulisan ini bertujuan melihat Rivalitas Arab Saudi dan Iran di Suriah pada peristiwa gejolak Arab Spring tahun 2011-2016. Rivalitas kedua negara tersebut dalam rangka mencapai kepentingan nasional.
Relevansi Penyusunan Teori Diplomasi Dalam Perspektif Islam Tika Dian Pratiwi
Journal of Islamic World and Politics Vol 1, No 1 (2017): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.672 KB) | DOI: 10.18196/jiwp.1106

Abstract

Diplomasi dewasa ini dipahami sebagai aktivitas negosiasi antar-negara atau antar-aktor hubungan internasional.Sayangnya, diplomasi konvensional yang dikenal saat ini memiliki beberapa kelemahan, sehingga perlu terobosan baru diplomasi yang melibatkan aktor lain dan akhirnya menghasilkan diplomasi bersih. Diplomasi bersih tidak hanya mengutamakan tujuan, tetapi sarana dan semua proses negosiasi juga diperhatikan dan sama pentingnya dengan tujuan. Diplomasi bersih melalui perspektif Islam tertuang dalam Al-Qur’an dan Hadist serta diwujudkan dalam pemikiran serta tindakan Nabi Muhammad SAW dalam menyikapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan. Pada masa ini, diplomasi bersih juga tergambar dalam diplomasi terbuka yang menjunjung nilai keadilan dan ketransparanan proses serta hasilnya. Diplomasi bersih memiliki karakteristik yang adil dan rahmatan lil ‘alamin membuat berbagai pihak berada pada kedudukan yang sama, tanpa ada penindasan ataupun supremasi dari pihak tertentu. Hasil yang dicapai melalui diplomasi bersih juga akan membuat semua pihak merasa puas. Hal ini pada akhirnya akan membuat jalinan silaturahmi antar pihak semakin kuat dan harmonis.Diplomacy is generally defined as a negotiation process between countries or amongactors ininternational relations. Conventional diplomacy has some Islamic World and Politics weaknesses that should be resolved and creating a clean diplomacy. A clean diplomacy is not merely focuses on objective policy, but alsopay a more attention on negotiation processes during the policy formulationwhich also considered as important goal.The clean diplomacy in theIslamic perspective is describedin the Qur'an and Hadith that has beenarticulated in the thoughts and actions of the Prophet Muhammad SAW in addressing and resolving various problems. At this time, the clean diplomacy is also reflected in the open diplomacy that upholds the value of justice, transparency and the results.The clean diplomacy has a specificcharacteristic namely justice and rahmatan lil 'alaminthat perceive people in the same position in front of God and law, without any discrimination and superiority among parties. The achieved results through a clean diplomacy will also make all parties feel more satisfy. Therefore, the clean diplomacy will improve the relationship between parties became stronger and more harmonious.
Rivalitas Iran-Saudi-Turki dan Kekhawatiran Ideologis Kaum Wahabi Indonesia terhadap Kesepakatan Nuklir Iran-AS Al Chaidar; Herdi Sahrasad
Journal of Islamic World and Politics Vol 1, No 1 (2017): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.419 KB) | DOI: 10.18196/jiwp.1101

Abstract

The Iran-US agreement on nuclear power has made watershed in Iran-West relations, in which all of nuclear weapons of Iran should be disconnected and frozen so that only the Israelis held a nuclear power in the Middle East.Teheran always says its nuclear activities are for peaceful purposes. Nowadays the international sanctions on Iranian lifted, and Iran is more powerfull to enhance its posture in international arena.This agreement has caused ideological anxiety among the Wahabis with implications that the Wahabis are not happy and they do not like with the strengthening of Iran politically and culturally in globalized world. The Wahabis’ Ideological interests will be erodedto a certain degree with the agreement which would seriously divide the Islamic world by by Sunni-Shia rivalry. However, the rise of Turkey which competed with Iran and Saudi in the political arena of Middle East, would open the Wahabis eyes in Indonesia that maybe Turkey is the hope of the future.
Keefektifan Konvensi NPT Alam Menangani Negara Pengguna Senjata Nuklir Paulino Saldanha
Journal of Islamic World and Politics Vol 1, No 1 (2017): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.453 KB) | DOI: 10.18196/jiwp.1107

Abstract

Tulisan ini mencoba mengkaji bagaimana kesuksesan Non-proliferation Treatyatau disingkat NPT dalam menangani masalah keamanan senjata nuklir di dunia. Senjata nuklir dipahami secara global merupakan senjata pemusnah massal. Pemboman Hirosima Nagasaki pada tahun 1945 yang dilakukan oleh Amerika terhadap negara yang dikenal dengan kepala Komunis Uni Soviet pasca-perang dingin membuka mata dunia agar segera menetapkan satu regulasi untuk mengatur kepemilikan senjata nuklir tersebut.Luluh lantaknya Hirosima Nagasaki disebabkan perbedaan yang meruncing ideologiKomunis dan kapitalis liberalis antara negara Uni Soviet dengan Amerika.Oleh sebab itu jika hal tersebut dibiarkan maka berpotensimenyamai tragedi Hirosima Nagasaki.Larangan terhadap kepemilikan senjata nuklir harus diatur melalui suatu prosedur dan kebijakan.Dengan demikian munculnya rezim NPT sebagai salah satu aturan yang harus diikuti oleh negara manapun di dunia mengenai kepemilikan senjata nuklir. Berbicara tentang NPT, didalam NPT itu sendiri memiliki 12 pasal untuk mengatur negara-negara pengguna senjata nuklir, sebagaimana yang disepakati bersama oleh negara anggota Nuclear Weapon State (NWS) dan kemudian disusul oleh beberapa negara yang bukan NWS. Tetapi selain aturan 12 pasal dalam NPT, terdapat tiga pilar NPT yang lebih penting dalam pembahasan paper ini mengenai rezim NPT, ketiganya adalah: nonproliferasi,penggunan damai dan perlucutan. Sehingga argumentasi berdasarkan rangkaian analisis yang komprehensive tentang NPT, bahwa keefektifan NPT dapat dirasakan secara global paska perang dingin. Kepatuhan negara-negara di dunia terhadap rezim NPT mengindikasikan suatu keberhasilan rezim ini dalam memberantas penggunaan senjata nuklir.Islamic World and Politics.
Gagasan Democratic Peace Dalam Politik Luar Negeri Amerika Serikat Rizki Dian Nursita; Surwandono Surwandono
Journal of Islamic World and Politics Vol 1, No 1 (2017): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.438 KB) | DOI: 10.18196/jiwp.1102

Abstract

Tulisan ini menganalisa tentang pengaruh gagasan dalam Democratice Peace Theory terhadap politik luar negeri Amerika Serikat dengan menggunakan metode library research. Tulisan ini menemukan bahwa democratic peace secara jelas telah menggerakkan politik luar negeri Amerika Serikat pada era Bill Clinton dan George W. Bush. Pada era Obama, sentuhan akan democratic peace juga memengaruhi politik luar negerinya. Politik luar negeri Amerika Serikat saat ini di bawah kepemimpinan Trump lebih dipengaruhi oleh gagasan nasionalisme dibandingkan dengan ide-ide demokratisasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5