cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa)
Published by Politeknik Sukabumi
ISSN : 2548737X     EISSN : 25488678     DOI : -
TERA (Journal of Engineering Technology) is peer-review journal providing original research papers, case studies, and articles review in engineering technology field. The journal can be used as an authoritative source of scientific information for researchers, researcher academia or institution, industrial engineer, and government agencies. Paper topics of JTERA focused on engineering including informatics engineering, computer engineering, electrical engineering, mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering, environmental engineering, and other topics related to engineering. JTERA is published by Politeknik Sukabumi and managed to be issued twice in every volume on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: June 2021" : 23 Documents clear
Tingkat Ketahanan Dinding Bata Berbahan Dasar Limbah Plastik Terhadap Kebakaran Dian Pranata Putra Ambali; Jumiarti Andi Lolo; Israel Padang
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.147-154

Abstract

Telah banyak variasi campuran untuk membuat bata khususnya yang memanfaatkan limbah, salah satunya yaitu limbah plastik. Pada penelitian sebelumnya telah diperoleh komposisi bata berbahan dasar limbah plastik dengan kekuatan tekan bata yang dihasilkan sebesar 140 kg/cm2. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa bahan penyusun utama dari bata tersebut adalah plastik yang sangat berpotensi mengalami perubahan bentuk serta volume ketika mengalami perubahan temperatur yang tinggi seperti pada saat terjadi kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau tingkat ketahanan bata berbahan dasar limbah plastik terhadap kebakaran. Pengujian dilakukan sesuai dengan SNI 1741-2008 tentang cara uji ketahanan api komponen struktur bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung. Pengujian dilakukan selama 180 menit dengan temperatur awal pada sisi terekspose api adalah 23oC dan pada akhir pengujian 855oC, sedangkan temperatur rata-rata pada sisi yang tidak terekspose api adalah 23,08oC dan pada akhir pengujian 84,05oC. Pada menit 60 terjadi retakan pada sisi terekspose api sehingga menyebabkan bata terbakar karena bahan dasar dari bata yaitu plastik yang mudah terbakar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dinding dengan bata berbahan dasar limbah plastik dinyatakan dalam ketahanan stabilitas/integritas/insulasi dalam satuan menit tidak memenuhi tingkat ketahanan api dengan nilai -/60/180.
Rancang Bangun Alat Bantu Uji Kebocoran Produk Gate Valve Tipe DN80-5K Jata Budiman; Otto Purnawarman; Risky Ayu Febriani
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.67-76

Abstract

Gate valve seri 7363-1984 (DN80-5K) merupakan salah satu jenis valve yang digunakan pada komponen kapal untuk mengatur pasokan bahan bakar. Saat ini komponen tersebut masih didatangkan dari luar negeri dan baru beberapa industri kecil di daerah Tegal, Jawa Tengah yang mencoba mengembangkannya dan masih dalam skala kecil. Salah satu kendala yang dihadapi adalah tidak tersedianya alat uji produk sesuai standar dalam menentukan kebocoran gate valve. Penelitian ini difokuskan pada rancang bangun alat bantu uji kebocoran yang akan digunakan untuk melakukan uji kebocoran pada gate valve seri 7363-1984 (DN80-5K). Alat bantu uji kebocoran dibuat melalui tahapan perancangan menggunakan metode perancangan VDI 2221 (Verein Deutsche Ingineure) dan dilakukan proses pembuatan menggunakan mesin-mesin perkakas dan las. Pengujian yang dilakukan mengacu pada standar JIS B 2003-2013, yang terdiri dari shell leakage inspection, seat leakage inspection, dan backseat leakage inspection. Pengujian ini dilakukan dengan cara mengalirkan fluida bertekanan sebesar 1,5 kali dari tekanan kerja gate valve selama 60 detik untuk pengujian shell leakage inspection, sedangkan untuk pengujian seat leakage inspection dan backseat leakage inspection dilakukan dengan cara mengalirkan fluida bertekanan sama sebesar 6,2 kg/cm2 selama masing-masing 30 detik dan 60 detik. Hasil yang didapatkan adalah sebuah alat bantu uji kebocoran yang mampu melakukan 3 jenis pengujian sesuai standar yang digunakan.
Analisis Performansi Dynamic Multipoint Virtual Private Network pada Routing Protocol BGP dengan FRRouting Nanda Iryani; Dyas Dendi Andika
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.61-66

Abstract

Dynamic Multipoint Virtual Private Network (DMVPN) merupakan salah satu jenis teknologi VPN. Berbeda dengan model VPN lain yang mengharuskan terjalin koneksi point to point di jalur tunnel, pada DMVPN jalur komunikasi tunnel-nya bisa terbentuk secara point to multipoint, artinya untuk menghubungkan beberapa site yang jumlahnya banyak pada jaringan DMVPN hanya memerlukan satu buah jalur tunnel, sehingga pada DMVPN ini lebih scalable dibandingkan dengan VPN dengan komunikasi point to point. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana unjuk kerja dari jaringan bertipe full mesh DMVPN jika berjalan dengan alternatif routing yang menggunakan routing Internal Border Gateway Protocol (IBGP) dan External BGP (EBGP), serta dijalankan dengan device alternatif routing-nya berupa Free Range Routing (FRRouting). Simulasi jaringan DMVPN akan diukur performansi yang terjadi pada saat proses pengiriman paket Transmission Control Protocol (TCP) antar client di masing-masing site. Hasil performansi akan didapatkan dari nilai Quality of Service (QoS) dengan parameter throughput, delay, jitter, dan packet loss. Tolok ukur QoS yang digunakan berstandar tiphon. Hasil pengukuran menunjukkan hampir semua parameter tergolong dalam kategori yang sangat bagus. Nilai throughput tertinggi ada pada 3551 Kbps, delay terkecilnya adalah 0,43 detik, nilai jitter terkecil adalah 0,324 ms, dan packet loss yang dihasilkan adalah 0%. Berdasarkan hasil yang didapatkan ini, DMVPN mampu berjalan dengan sangat baik dan perangkat altenatif routing-nya mampu mengganti peran perangkat router konvensional seperti Cisco ataupun Juniper.
Optimalisasi Penentuan Jalur Distribusi Terpendek Menggunakan Spanning Tree dan Nearest Neighbor Muhamad Dhika Rahma Fauzi; Wahyudin Wahyudin; Billy Nugraha
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.121-130

Abstract

Permasalahan jalur distribusi yang optimal adalah pertimbangan penting dengan tujuan efisiensi. Hal ini akan berdampak pada biaya dan waktu yang berlebih, seperti jumlah bahan bakar yang dikeluarkan. UMKM merupakan usaha kecil yang bergerak di berbagai bidang kehidupan sehari-hari. Permasalahan mengenai pendistribusian masih terjadi berdasarkan hasil studi lapangan yang telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan jalur distribusi terpendek yang dapat ditempuh oleh pegawai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah spanning tree dan nearest neighbor. Selain itu teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan teknik analisis data merupakan tahapan pengerjaannya. Dari hasil penelitian menunjukkan metode spanning tree mendapatkan jalur terpendek dengan jarak yang ditempuh 20 Km, sedangkan metode nearest neighbor mendapatkan jalur terpendek dengan jarak yang ditempuh 38,7 Km. Maka dapat disimpulkan metode spanning tree menghasilkan jarak tempuh yang leih optimal dibandingkan metode nearest neighbor. Selain itu, untuk menunjukkan hasil yang lebih akurat dengan bantuan software Program Operations Management - Quantitative Methods (POM-QM). Hal ini untuk mempermudah dalam pengolahan hasil penelitian dan merupakan pembaharuan yang dilakukan dari penelitian sebelumnya.
Uji Terap Instrumen Tekstur Daging Menggunakan Metode Gray Level Co-occurance Matrix Rida Hudaya; Alli Nur Magribi; Ferly Fernando; M. Ferdiansyah
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.131-138

Abstract

Masalah yang dihadapi dalam makalah ini adalah proses pemeriksaan daging secara cepat dalam menentukan kesesuaian daging dengan dokumen yang menyertainya. Selain itu, pada umumnya kondisi uji terap dilaksanakan dengan kondisi lingkungan pencahayaan yang beragam dan memerlukan ukuran peralatan yang portable. Pada penelitian ini, proses uji terap instrumen ukur untuk menganalisis tekstur daging dilakukan menggunakan metode gray-level co-occurrence matrix (GLCM). Realisasi penangkapan citra dilakukan dengan menggunakan zooming camera yang dapat diatur tingkat pembesarannnya dan dilengkapi dengan sebuah single board controller yang berfungsi untuk menjalankan algoritma analisis tekstur dan proses pengelompokan objek daging. Metode GLCMs digunakan sebagai penciri identifikasi dari sebuah daging untuk digunakan sebagai identitas dari objek dalam suatu database. Metode GLCMs kemudian dilengkapi dengan metode K-mean yang berfungsi untuk membuat kategori objek daging yang diukur, dalam hal ini objek daging target dan non-target. Proses identifikasi dengan perangkat elektronik diperlukan agar dapat diperoleh kecepatan identifikasi untuk uji terap lapangan. Hasil uji terap dengan menggunakan dua metode algoritma dalam proses uji ini mampu menghasilkan identifikasi yang intensitasnya bervariasi antara 0,002704 satuan skala ukur sampai dengan 0,042086 satuan skala ukur.
Front Cover and Preface Vol. 6 No. 1 Editorial Team
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.i-iv

Abstract

Environmental Impact Analysis in the Cement Industry with Life Cycle Assessment Approach Rika Chairani; Aulia Risky Adinda; Dennis Fillipi; Muhamad Jatmoko; I Wayan Koko Suryawan
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.139-146

Abstract

The cement industry is one type of industry that has implications for the emergence of environmental pollution problems and a decrease in environmental quality due to dust pollution. The cement industry can also increase air temperature and noise in operational activities by using machines. In addition, the impact of the cement industry is the decline in the quality of soil fertility due to clay mining. Thus, an analytical study is needed that can be used as one of the policy bases in the operational process of the cement industry. This study aims to conduct an analysis of environmental loads at each stage in the product life cycle, make decisions to identify environmental loads, and evaluate the environmental impact of a product that plays an important role in sustainable development. This method is known as Life Cycle Assessment (LCA). In this study, the boundary system used is cradle to gate with a three-scenario approach. The first uses 100% coal fuel, the second uses 90% coal fuel, and the third uses 10% rice husk biomass. Then the analysis was carried out using the OpenLCA software. The results of the analysis showed that the most significant emission load was carbon dioxide of 1229.31 kg CO2eq. The third scenario produces the lowest carbon dioxide emission load compared to other methods of 849.1 kg.
Perancangan Antena Mikrostrip Array Menggunakan Metode Truncated Corner dengan U-Slot pada Frekuensi 2,3 GHz Maria Immaculata Lisa Prasetyani; Syah Alam; Indra Surjati
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.85-92

Abstract

Antena merupakan komponen penting dalam sistem komunikasi nirkabel yang terus berkembang pada penggunaan frekuensi 2,3 GHz untuk aplikasi 4G/LTE. Antena mikrostrip merupakan salah satu jenis antena yang memiliki kelebihan ukuran yang kecil sehingga mudah diterapkan. Namun antena mikrostrip memiliki beberapa kekurangan yaitu bandwith yang sempit, gain yang kecil, dan keterarahan yang kurang baik. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan antena mikrostrip yang bekerja pada frekuensi 2,3 GHz untuk aplikasi 4G/LTE dengan menggunakan metode truncated corner, metode array, dan penambahan U-slot. Metode truncated corner digunakan agar antena menghasilkan polarisasi melingkar sehingga keterarahannya menjadi lebih baik. Metode array digunakan untuk memperoleh nilai gain yang maksimal, sedangkan penambahan U-slot bertujuan untuk memperkecil nilai return loss dan Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) serta untuk mereduksi dimensi patch antena. Antena dirancang menggunakan microstrip line, bahan substrat FR4-Epoxy dengan nilai konstanta dielektrik 4,3, loss tangent 0,0265, dan ketebalan 1,6 mm. Dari hasil penelitian diperoleh desain antena mikrostrip truncated corner array 4 elemen dengan beban U-slot memiliki polarisasi melingkar.
Optimasi Rasio Konsentrasi Dish Engine Menggunakan Metode Root Cause Analysis Agri Suwandi; Teguh Prastyo; Dwi Rahmalina
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.109-114

Abstract

Pemanfaatan teknologi concentrated solar power di Indonesia memiliki peluang yang tinggi karena potensi panas matahari di Indonesia yang ideal. Model dish engine dari concentrated solar power memiliki banyak kelebihan, khususnya terkait dari efisiensi yang tinggi, rasio konsentrasi yang paling tinggi, serta dimungkinkannya untuk penggunaan mandiri. Terlepas dari berbagai kelebihan tersebut, teknologi dish engine masih sebatas tahap prototipe belum mencapai tahap implementasi skala besar. Tantangan utamanya adalah capaian rasio konsentrasi yang lebih rendah dari teori. Penelitian ini bertujuan menggunakan root cause analysis yang digabungkan dengan Design Failure Mode Effect Analysis (DFMEA) dan Expanded Failure Mode Effect Analysis (EFMEA) untuk menemukan penyebab utama dari masalah utama terkait dengan desain dish engine. Permasalahan tersebut disebabkan oleh posisi mesin stirling pada desain dish engine yang dikembangkan memiliki banyak kelemahan, khususnya terkait area bayangan yang membuat rasio konsentrasi di bawah 0,99. Hasil kajian menunjukkan bahwa shading area merupakan masalah inti dari rendahnya rasio konsentrasi pada dish engine yang dikembangkan. Sebagai solusi, model desain alternatif adalah dengan menggunakan model indirect receiver. Model indirect receiver mampu meminimalkan area bayangan pada concentrator dan membuat nilai rasio konsentrasi mencapai 0,992. Penerapan model indirect receiver mampu menurunkan kerugian energi akibat adanya bayangan dari 6811 kWh menjadi 4086,4 kWh.
Analisis Unjuk Kerja Sistem Kendali Daya Terpusat pada Jaringan Homogen Femtocell Anggun Fitrian Isnawati; Khulqi Rasyid; Mas Aly Afandi
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.15-24

Abstract

Sistem kendali daya sangat berkaitan dengan masalah interferensi antar user pada jaringan homogen femtocell. Kendali daya juga dapat menjaga baterai perangkat supaya hemat dalam penggunaan daya. Bentuk kendali daya terpusat (centralized power control atau disingkat CPC) digunakan dalam penelitian ini dengan analisis unjuk kerja berdasarkan metode penyelesaian menggunakan algoritma solusi yang layak (feasible solution). Dengan menguji kelayakan nilai vektor daya, solusi yang layak dapat dicapai jika user mempunyai nilai daya non-negatif (non-negative power vector), yang berarti bahwa SINR target dapat tercapai dan sistem dapat diterapkan. Studi ini difokuskan pada single channel dan multi-channel yang diterapkan pada multi-user. Hasilnya menunjukkan bahwa saat kondisi sistem tersebut feasible maka semua daya user bernilai positif dan semua user mampu mencapai signal to noise ratio (SINR) target yang ditentukan yakni 13 dB untuk skema 5 user dan 9,5 dB untuk skema 10 user. Pada kondisi infeasible, daya user pada power vector ada yang bernilai negatif dan beberapa user tidak mencapai SINR target. Pada penggunaan channel bersama, penambahan user akan menurunkan SINR yang diterima user. Semakin kecil ukuran user group maka semakin tinggi SINR yang dapat dicapai. Hal ini dikarenakan interferensi antar user yang semakin kecil.

Page 2 of 3 | Total Record : 23