cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer
ISSN : 20854822     EISSN : 25796089     DOI : -
Program Studi Magister Teknik Elektro UMB menerbitkan Jurnal InComTech sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi dan penggiat lainnya dalam bidang telekomunikasi dan computer (Information and Communication Technology/ICT) untuk menerbitkan karya tulisnya. Bidang-bidang yang menjadi bahasan jurnal ini meliputi teknologi, bisnis dan regulasi di bidang ICT, seperti (namun tak terbatas), teknologi IP, Wireless technology, Internet of Things, Microwaves, digital broadcasting, Fiber optik, strategi bisnis ICT, sumber daya manusia ICT, perencanaan bisnis, regulasi NGN, security in ICT, cyberlaw.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2014)" : 5 Documents clear
Analisis Penerapan Internet Televisi Sebagai Media Penyebarluasan Informasi Digital Pembangunan Daerah Irfan Irfan
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v5i1.1135

Abstract

Studi ini membahas tentang kesiapan penerapan internet televisi untuk optimalisasi penyebarluasan informasi pembangunan daerah. Dari sisi Pemerintah Daerah terutama yang memiliki area yang cukup luas dan terdiri dari pulau-pulau, keberadaan internet televisi memberi peluang untuk lebih bisa menyebarluaskan informasi pembangunan daerahnya secara efektif dan efisien, namun demikian perlu dilihat bagaimana kesiapan pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Hal ini berkaitan dengan semakin maraknya penggunaan gadget yang dapat mengakses internet secara cepat, selain itu dukungan infrastruktur BTS (Base Transciever Station) yang sudah masuk sampai ke pelosok desa. Oleh karena itu dalam studi ini akan dilihat kesiapan Pemerintah Daerah (Kabupaten Kotabaru) dalam menerapkan teknologi internet televise dengan cara pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada Pegawai Badan komunikasi, informasi, arsip dan sandi daerah kabupaten Kotabaru. Dalam studi ini dihasilkan index kesiapan Badan komunikasi, informasi, arsip dan sandi daerah kabupaten Kotabaru dalam hal kesiapan menerapkan teknologi internet televisi untuk optimalisasi penyebarluasan informasi pembangunan daerah.
Strategi Alternatif Manajemen Spektrum Dan Penataan Alokasi Pita Frekuensi 1800 MHz Untuk Penerapan Teknologi LTE Teten Dian Hakim
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v5i1.1133

Abstract

Trafik pengguna mobile data untuk layanan akses internet senantiasa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun terutama untuk penggunaan layanan mobile broadband dibanding dengan layanan fixed broadband. Kenaikan trafik mobile broadband secara eksponensial ini dipicu dengan munculnya berbagai macam aplikasi, android, jejaring sosial dan media content yang ditambah lagi dengan pertumbuhan berbagai macam perangkat smartphone, tablet, dan mobile PC yang menawarkan beraneka ragam fitur dan teknologi terkini. Teknologi LTE (Long Term Evolution) yang di-standarisasi oleh 3GPP (Third Generation Partnership Project) sebagai organisasi standar internasional merupakan teknologi yang memberikan kecepatan data dan kapasitas yang besar. Dengan akses DL 100 Mbps dan UL 50 Mbps untuk standar teknologi LTE release 8. Sehingga menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kenaikan trafik dari pengguna layanan mobile broadband. Dengan menggunakan metodologi dalam tahapan-tahapan pada proses RIA (Regulatory Impact Analysis), hal ini digunakan untuk memilih dan menentukan stategi alternatif tool spectrum management yang dipergunakan dan juga opsi refarming yang paling efektif termasuk dampak dari setiap masing-masing opsi tersebut. Metoda pendekatan voluntary spectrum redeployment dan penerapan netral teknologi yang dilakukan secara transparan dan terbuka melalui konsultasi publik dengan melibatkan stakeholder merupakan strategi alternatif spectrum management yang bisa diterapkan untuk melakukan proses refarming di pita frekuensi 1800 MHz di Indoensia. Dan instrumen spectrum management ini juga digunakan untuk melakukan penataan menyeluruh pita frekuensi 1800 MHz sehingga didapatkan jumlah total lebar bandwidth yang ideal dan kanal alokasi frekuensi yang berdekatan atau contiguous sehingga dapat digunakan dalam penerapan teknologi LTE.
Analisa Quality of Service IP Telephony dengan Metode Low Latency Queuing Miftah Rahman Syahrial
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v5i1.1134

Abstract

Voice over IP pada era modern sekarang ini sudah sangat krusial. Teknologi ini bisa mengatasi permasalahan yang muncul dalam telepon analog atau telepon tradisional ini adalah ketika pengguna, terutama perusahaan, ingin melakukan komunikasi jarak jauh dari pusat ke kantor cabang dimana cost alias biaya yang muncul ketika berkomunikasi dari pusat dan cabang berlangsung lama. Dalam penerapannya, telekomunikasi yang menggunakan teknologi internet, mengalami beberapa hambatan terutama dalam hal packet loss dan delay. Thesis ini membandingkan metode manajemen kongesti Quality of Service (QoS) low latency queuing (LLQ) dengan metode-metode lainnya seperti First in First out (FIFO) dan Class Based Weighted Fair Queuing (CBWFQ). Metode low latency queuing (LLQ) dirancang untuk memprioritaskan paket suara (voice) dan meminimalisir waktu tempuh (delay) yang akan dipakai oleh paket data. Hal ini bisa dicapai karena metode ini adalah gabungan dari metode CBWFQ dan metode Priority Queuing (PQ) yang dirancang untuk memprioritaskan paket suara tapi tidak dirancang untuk memprioritaskan paket data. Hasil yang didapat cukup memuaskan, waktu tempuh (delay) paket suara yang diperoleh dari LLQ untuk ITU-T G.114 (recommended delay untuk one-way connection VoIP) adalah 0,001 detik untuk delay minimumnya dan 0,142 detik untuk delay maksimumnya, dimana jaringan test bed yang dipakai oleh paket data dibuat untuk mencerminkan congested network, sedangkan metode-metode lain seperti FIFO dan CBWFQ melebihi acceptable delay yang direkomendasikan oleh ITU-T G.114. Sedangkan pengaruh implementasi LLQ terhadap codec yang dijalankan tidak banyak berubah, untuk delay yang dihasilkan codec G.729br8 cukup stabil dan delay dari codec G.711ulaw masih cenderung meningkat terkait dari lamanya sesi percakapan walaupun masih sesuai standar yang diterapkan oleh ITU-T.
Analisis Penerapan Project Management Information System (PMIS) Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM) Studi Kasus PT. INDOSAT, Tbk Rizal, Arizal
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v5i1.1131

Abstract

Project Management Information System (PMIS) adalah suatu sistem alat dan teknik yang digunakan dalam manajemen proyek untuk menyampaikan informasi. PMIS digunakan untuk membandingkan baseline dengan actual project dari setiap kegiatan, mengelola material dan merecord catatan untuk tujuan pelaporan. PMIS digunakan untuk menggantikan pekerjaan proyek yang selama ini dilakukan secara manual. Masalahnya adalah apakah Project Management Information System yang telah diimplementasikan sekarang ini dapat memenuhi harapan dari Project Implementator ? Apakah PMIS ini dapat membantu mempercepat pekerjaan proyek ?Kendala-kendala selama ini sewaktu melakukan pekerjaan dokumen project adalah delay dalam hal pengumpulan hasil uji terima yang disebabkan oleh jarak pengiriman, banyaknya dokumen yang harus diproses dalam waktu bersamaan, banyaknya lembaran dokumen yang harus melalui proses approval dan inisiasi pejabat terkait, sehingga membutuhkan waktu dan effort yang tidak sedikit. Semua dokumen tersebut dikerjakan secara manual, baik dalam penyusunan maupun pemeriksaan awal. Permasalahan yang terkandung didalam pertanyaan diatas adalah object penelitian yang diharapkan dapat memberikan jawaban. Penelitian dilakukan dengan melakukan survey kepada pemakai PMIS yang sebelumnya menggunakan sistem secara manual. Penelitian ini menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Penggunaan model TAM didasarkan pada kenyataan bahwa sejauh ini TAM merupakan sebuah konsep yang dianggap paling baik dalam menjelaskan perilaku user terhadap sistem teknologi informasi baru. Populasi dalam penelitian ini adalah vendor-vendor yang terkait, staf admin project dan project Manager. Analisa dilakukan dengan SEM (Structural Equation Modelling) dengan software AMOS (Analysis of Moment Structures) version 6.0.
Desain Sistem SCADA Untuk Peningkatan Pelayanan Pelanggan Dan Efisiensi Operasional Sistem Tenaga Listrik di APJ Cirebon Muhammad Soleh
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v5i1.1132

Abstract

Pada sistem kelistrikan terdapat banyak macam-macam pelanggan dengan tingkat yang berbeda-beda, hal tersebut dapat menimbulkan kerumitan dalam pengoperasian dan pelayanan. Sistem tersebut dibangun dari keadaan yang sederhana, yang kemudian berkembang sesuai kebutuhan beban. Sampai pada saat ini sistem dirasakan sudah demikian besar dan sudah demikian komplek. Setiap aktifitas membutuhkan peningkatan pelayanan pelanggan dan efisiensi opersionalnya. Terdapat dua hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan tersebut. Pertama komumikasi data untuk pengolahan informasi, kedua teknologi komunikasi yang dapat mentransver data-data untuk operasi sistem. Dalam situasi seperti ini, pengelolaan secara konvensional jelastidak dapat mengcover kebutuhan sehingga dapat berakibat terhadap mutu pelayanan. Perkembangan teknologi dan informasi telah membawa era baru dalam semua aspek kehidupan. Dalam sistem ketenagalistrikan perkembangan informasi juga membawa pengaruh yang sangat besar. Pengelolaan sistem ketenagagalistrikan di negara-negara maju telah menggunakan sistem SCADA berbasis digital telah memberikan alternative pengeloaaan yang sangat efektif dan efesien. Pada Penelitian ini SCADA digunakan sebagai software untuk mengolah data pada Rekloser sistem SCADA dengan tujuan untuk Peningkatan Pelayanan Pelanggan dan Efisiensi Operasional Ketenagalistrikan di Wilayah Area pelayanan jaringan Cirebon.

Page 1 of 1 | Total Record : 5