cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer
ISSN : 20854822     EISSN : 25796089     DOI : -
Program Studi Magister Teknik Elektro UMB menerbitkan Jurnal InComTech sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi dan penggiat lainnya dalam bidang telekomunikasi dan computer (Information and Communication Technology/ICT) untuk menerbitkan karya tulisnya. Bidang-bidang yang menjadi bahasan jurnal ini meliputi teknologi, bisnis dan regulasi di bidang ICT, seperti (namun tak terbatas), teknologi IP, Wireless technology, Internet of Things, Microwaves, digital broadcasting, Fiber optik, strategi bisnis ICT, sumber daya manusia ICT, perencanaan bisnis, regulasi NGN, security in ICT, cyberlaw.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2016)" : 5 Documents clear
Analisa Propagasi Gelombang Continuous Wave Pada Radio Amatir di Frequency 21 MHz Marza Ihsan Marzuki; Bambang Irawan
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v7i2.1169

Abstract

Ionosfer merupakan lapisan atmosfer bumi pada ketinggian ratusan kilometer di atas permukaan laut. Sebagai zantara yang dirambati gelombang electromagnetic, ionosfer berupa plasma, yakni gas yang terdiri atas electron-electron dan ion-ion positif pasangannya dalam keseimbangan dinamik. Ketinggian lapisan ionosfer mempengaruhi besarnya frekuensi yang dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer. Perhitungan dua parameter komunikasi radio HF, yakni frekuensi maksimum dan waktu terbaik untuk berkomunikasi. Dengan menggunakan perumusan Multi Quasi Parabolic tersebut dilakukan perhitungan dengan menggunakan asumsi jari-jari bumi di ekuator yaitu 6378.3888 kilometer, dari hasil analisa tersebut didapat bahwa frekuensi maksimum radio HF bergantung kepada kerapatan electron dan ketinggian (h) lapisan ionosfer serta jarak komunikasi (d), untuk komunikasi radio jarak jauh diperlukan frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan komunikasi jarak dekat, untuk komunikasi jarak jauh diperlukan tiang antenna yang lebih tinggi, komunikasi radio pada malam hari lebih rentan terhadap gangguan oleh obyek di sekitar antenna sehingga diperlukan tiang antenna yang lebih tinggi.
Studi Transisi Saluran Transmisi Planar – Substrate Integrated Waveguide Alaydrus, Mudrik
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v7i2.1170

Abstract

Perkembangan sistim komunikasi wireless mendorong dipergunakannya spectrum frekuensi yang tinggi untuk mendapatkan peluang memberikan sistim dengan kecepatan transfer data yang tinggi. Substrate Integrated Waveguide (SIW) adalah saluran transmisi yang mampu menghantarkan sinyal frekuensi tinggi dengan kerugian yang kecil, tetapi memiliki kemampuan mengintegrasikan banyak komponen. Untuk melewatkan sinyal dari saluran planar ke SIW diperlukan struktur transisi yang memiliki factor refleksi yang kecil. Di penelitian ini pertama-tama dilakukan studi dasar struktur SIW dengan variasi besaran pentingnya, yaitu efek dari diameter silinder metal d dan jarak pitch antar silinder p dan studi terhadap macam-macam jenis dan bentuk transisi yang telah diperkenalkan berbagai publikasi dan dilakukan telaah terhadap realibilitasnya dan kemungkinan pengembangannya.
Kajian Tekno Ekonomi Migrasi Jaringan Berbasis xDSL ke FTTx GPON di Daerah Perkotaan Heryanto Heryanto
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v7i2.1166

Abstract

Penelitian dan pengembangan teknologi dibidang telekomunikasi menghadapi tantangan utamayaitu meningkatnya kebutuhan bandwidth secara signifikan dari tahun ketahun. Permasalahan yang dihadapi di Indonesia saat ini adalah sebagian besar jaringan telekomunikasi broadband masih mengunakan DSL berbasis kawat tembaga sebagai media utama akses jaringan. Kondisi ini jika tidak diantisipasi oleh operator penyedia jasa jaringan telekomunikasi, memungkinkan terjadinya bottleneck ketika bertambahnya kebutuhan akan konvergensi layanan telekomunikasi seperti triple-play service. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kajian tekno ekono mimigrasi jaringan akses untuk sebagai dasar pemilihan teknologi beserta aspek ekonominya yang dapat memenuhi tuntutan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian tekno-ekonomi terhadap migrasi jaringan DSL berbasis tembaga keteknologi jaringan FTTx GPON pada daerah perkotaan menggunakan metode STEM (Strategic Telecom Evaluation Model). Metode tersebut berbasis pada pembagian kelas densitas rumah tangga pada area tertentu menjadi empat kelas kepadatan yaitu; sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah. Dari hasil kajian diperoleh untuk daerah dengan kepadatan rumah tangga sangat tingi dan tinggi jaringan akses layak secara teknologi dan ekonomi untuk migrasi dari jaringan berbasis kabel tembaga kelayanan berbasis kabel optic FTTx GPON, untuk daerah dengan kepadatan sedang dilayani oleh dua teknologi yaitu VDSL dan GPON, sedangkan untuk daerah kepadatan rendah hanya dilayani oleh teknologi VDSL. Dengan demikian operator dapat menggunakan hasil kajian ini untuk mendukung pengambilan keputusan dalam rangka migrasi jaringan akses.
Identifikasi Perceived Quality Pelayanan Perizinan Dinas Penerbangan dan Maritim Berdasarkan Pendekatan Kepuasan Masyarakat di Lingkungan Direktorat Jenderal SDPPI Sugianto Antoni Sitorus
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v7i2.1167

Abstract

Dalam konsep New Public Management (NPM), birokrasi pemerintah sebagai pemberi pelayanan kepada masyarakat dituntut untuk lebih mengedepankan aspek hasil (results) dibandingkan dengan sekedar kontrol terhadap pembelanjaan anggaran dan kepatuhan terhadap prosedur. Bagi lembaga pelayanan publik, reformasi pada bidang aparatur negara ini berimplikasi secara mendasar pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Pelayanan publik merupakan hal penting dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan program pemerintah. Pelayanan publik menjadi bagian dari birokrasi yang harus direformasi sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 (RPJPN 2005-2025). Salah satu fungsi pemerintah dalam pelayanan publik adalah perizinan. Perizinan merupakan pemberian legalitas kepada seseorang atau pelaku usaha atau kegiatan tertentu baik dalam bentuk izin maupun tanda daftar usaha. Perizinan frekuensi radio merupakan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI). Pelayanan publik yang prima menjadi faktor kunci keberhasilan pemerintah dalam terwujudnya pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kualitas pelayanan tersebut mencakup waktu pelayanan yang cepat, akurat dan memberikan kepastian hukum. Pada tulisan ini akan dicoba dibahas lebih lanjut mengenai teknik pengukuran persepsi kualitas pelayanan (Perceived Service Quality) metode Structural Equation Modelling (SEM) atau model persamaan struktural, yaitu suatu analisis yang dapat digambarkan sebagai kombinasi antara regresi berganda dan analisis faktor untuk menduga hubungan yang tidak bebas tetapi saling berhubungan secara bersama-sama.
Analisa Strategi Implementasi Green Computing pada Perguruan Tinggi Yuli Ermawati
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v7i2.1168

Abstract

Aktifitas pendidikan tidak terlepas dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). TIK tidak lagi hanya sebagai pendukung akan tetapi menjadi salah satu keunggulan kompetitif bagi dunia pendidikan. disamping kemudahan yang diperoleh dengan penggunaan peralatan TIK baik komputer maupun laptop terdapat pula efek yang ditimbulkan oleh peralatan TIK, sebenarnya perlatan TIK tidak ramah lingkungan dikarenakan banyaknya energi yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan TIK dan juga limbah yang dihasilkan oleh peralatan TIK tersebut. Diuniversitas Baturaja (UNBARA) sendiri terjadi peningkatan biaya pemakaian energi listrik yang cukup tajam dalam tiga tahun terahir. Untuk mengatasi problem tersebut perlu adanya upaya dan strategi yang harus diterapkan sehingga terciptanya Gren Computing dalam kegiatan sehari-hari dilingkungan kampus. Dalam penelitian ini penulis mengganalisis kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman pada institusi (Universitas Baturaja) dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menujukkan kondisi UNBARA saat ini berada pada kuadran 1 pada matriks internal eksternal yakni pada posisi Grow. Strategi yang dikembangkan adalah SO (Strength-Opportunitiy) adalah menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, yaitu : menggunakan produk peralatan TIK yang memiliki usia pakai lebih panjang, menggunakan virtualisasi, lebih menggunakan laptop dibanding komputer, pengembangan sistem pembelajaran berbasis E-Learning, penambahan infrastruktur TIK sesuai kebutuhan, pengembangan kualitas SDM melalui pelatihan TIK dan workshop.

Page 1 of 1 | Total Record : 5