cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20866968     EISSN : 26219816     DOI : -
Core Subject : Health,
Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is an national journal published by Faculty of Pharmacy and Science University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is aimed at being a medium for research results dissemination and scientific paper exchanges on the pharmaceutical field among academics, practitioners, regulators, and public. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is issued two times annually, i.e., in April, and October.The Editor receives rigorous research manuscripts that have not been offered for publication elsewhere. Since its first issue published in 2010. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian has become a CrossRef Member since 2019. Therefore, all articles published by Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian will have unique DOI number with p-ISSN 2086-6968 dan e-ISSN 2621-9816
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2020)" : 5 Documents clear
Standardisasi Ekstrak Etanol 70% Buah Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) Idah Rosidah; Zainuddin Zainuddin; Kurnia Agustini; Olivia Bunga; Lestari Pudjiastuti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.082 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v7i1.4175

Abstract

Labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) merupakan tanaman sayur yang dapat digunakan untuk obat tradisional dan memiliki aktivitas sebagai antikolesterol, antihipertensi, antidiabetes maupun antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan mutu ekstrak buah labu siam sebagai bahan baku obat yang berasal dari bahan alam. Standardisasi ekstrak buah labu siam dilakukan terhadap parameter spesifik dan non-spesifik menurut metode standardisasi yang dipersyaratkan. Hasil parameter spesifik ekstrak buah labu siam menunjukkan kadar sari larut air 2,74 ± 0,07%, kadar sari larut etanol 2,75 ± 0,05%, kadar senyawa fenolik 0,36 ± 0,04 mg EAG/g ekstrak dan kadar pektin (bobot equivalen 4.083,51 ± 635,30 mg/eki, kadar metoksi 0,35 ± 0,03% dan kadar galakturonat 2,00 ± 0,19%). Parameter non-spesifik ekstrak buah labu siam menunjukkan kadar air 7,62 ± 0,53%, susut pengeringan 4,49 ± 0,42%, bobot jenis 1,408 ± 0,001 g/ml, abu total 6,33 ± 0,15%, abu tidak larut asam 0,76 ± 0,14%, kadar logam berat As, Cd, Hg dan Pb tidak terdeteksi. Total cemaran mikroba ektrak 7,5 x 103 koloni/g dan angka kapang khamir 20* koloni/g. Berdasarkan data diatas disimpulkan ekstrak etanol 70% buah labu siam memenuhi persyaratan secara umum untuk ekstrak tumbuhan obat.
Studi Interaksi Obat Antiretroviral Pada Pasien HIV/Aids Rawat Jalan di RSUD Raden Mattaher Jambi Jelly Permatasari; Deny Sutrisno; Riski Herdiyanti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.207 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v7i1.4325

Abstract

HIV/ AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immunodeficiency Syndrome) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, menyebabkan tubuh mudah terinfeksi virus lain dan munculnya berbagai penyakit lain. Selain mendapatkan terapi antiretroviral pasien juga menerima terapi lain sehingga berpotensi terjadinya interaksi obat. Interaksi obat dapat memepengaruhi farmakokinetik dan farmakodinamik obat, sehingga meningkatkan atau menurunkan salah satu kadar obat yang berinteraksi didalam aliran darah, kadar obat yang tinggi di dalam aliran darah beresiko menimbulkan toksisitas, sebaliknya kadar obat yang terlalu rendah menyebabkan terapi yang tidak optimal atau kegagalan terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi interaksi obat antiretroviral pada pasien HIV/AIDS rawat jalan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada data rekam medik pasien HIV/AIDS di RSUD Raden Mattaher jambi tahun 2017-2018. Hasil penelitian ini menunjukan potensi interaksi obat tertinggi tenofovir dan efavirenz sebanyak 134 kasus (23%), dengan tingkat keparahan interaksi obat, mayor terdapat 162 kasus (19%), moderate 574 kasus (71%), dan minor 74 kasus (9%), dan diperoleh mekanisme interaksi farmakodinamik sebanyak 747 kasus (87%) dan mekanisme interaksi farmakokinetik sebanyak 109 kasus (13%).
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 96% Daun, Buah dan Kulit Terap (Artocarpus odorratissimus) Menggunakan Metode Cuprac Hafiz Ramadhan; Duratul Baidah; Novi Puji Lestari; Kristina Anes Yuliana
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.773 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v7i1.4331

Abstract

Antioksidan adalah zat penghambat reaksi oksidasi akibat radikal bebas penyebab timbulnya penyakit. Radikal bebas adalah suatu atom atau molekul yang sangat reaktif dan dapat menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh, sehingga menyebabkan sel-sel tersebut kehilangan fungsi dan strukturnya. Efek negatif radikal bebas terhadap tubuh tersebut dapat dicegah dengan senyawa antioksidan. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan yaitu Terap (Artocarpus odorratissimus). Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antioksidan daun, buah dan kulit buah terap yang diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% menggunakan metode CUPRAC (Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity). Pengujian aktivitas antioksidan meliputi pembuatan reagen CUPRAC, penentuan panjang gelombang maksimum dan pengukuran absorbansi ekstrak yang direaksikan dengan reagen CUPRAC menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Kontrol positif yang digunakan sebagai pembanding yaitu kuersetin. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun, buah dan kulit buah terap memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 102,250 ppm untuk daun (kategori sedang), IC50 84,957 ppm untuk bagian buah (kategori kuat), dan kulit buah memiliki nilai IC50 160,894 ppm (kategori lemah).
Gambaran Rasionalitas Penggunaan Zinc dan Probiotik Pada Pasien Diare Pediatrik Suci Fitriani Sammulia; Suhatri Suhatri; Susi Safitri
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.509 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v7i1.4409

Abstract

Penyakit diare sampai saat ini masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian terbesar di dunia. Diare menyerang hampir seluruh usia, dan kebanyakan dialami oleh anak berusia di bawah lima tahun atau balita. Penatalaksanaan diare akut anak menurut World Gastroenterology Organisation terdiri dari terapi rehidrasi oral, terapi suplemen zinc, diet, probiotik, dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan zinc dan probiotik pada pasien diare pediatrik yang dirawat di Rumah Sakit X Kota Batam periode 2017-2018. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif retrospektif, data diperoleh dari rekam medik pasien. Sampel diambil sebanyak 61 rekam medik dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita diare didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (33 pasien) dibanding perempuan (28 pasien) dengan kejadian tertinggi pada rentang usia 1 bulan- 12 bulan yakni (23 pasien). Persentase rasionalitas penggunaan zinc yaitu sebesar 67,21% dan tidak rasional sebesar 32,79%. Sementara itu, persentase rasionalitas penggunaan probiotik adalah sebesar 59,01% dan tidak rasional sebesar 40,98%.
Pengembangan Formula Masker Gel Peel Off Ekstrak Etanol 70% Akar Kelakai (Stenochlaena palustris (Burn. F) Bedd.) Dyera Forestryana; Aristha Novyra Putri; Nor Aida Liani
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.642 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v7i1.4423

Abstract

Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.F) Bedd.) merupakan tanaman yang tumbuh liar di Kalimantan Selatan. Ekstrak etanol dari akar kelakai diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan dengan IC50 sebesar 19,06 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula masker gel peel off dengan berbagai variasi polimer pembentuk film yaitu PVA dan HPMC. Masker gel peel off dibuat dengan memvariasikan konsentrasi pembentuk film PVA (10-16%), HPMC (3-7%) dan kombinasi dari PVA (7-11%) dan HPMC (1-3%). Evaluasi uji masker gel peel off yang dilakukan meliputi viskositas, daya sebar, waktu mengering dan pH dan dianalisis dengan metode ANOVA single factor dengan taraf kepercayaan 95% sebelum dan sesudah uji stabilitas freeze thaw. Variasi konsentrasi PVA dan HPMC berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap viskositas dan waktu mengering namun tidak berpengaruh secara signifikan (>0.05) terhadap daya sebar dan pH dari sediaan masker gel peel off ekstrak etanol 70% akar kelakai sebelum dan sesudah uji stabilitas freeze thaw. Formula optimum diperoleh dengan menggunakan PVA dengan konsentrasi16% karena memiliki nilai viskositas, daya sebar, pH dan waktu mengering yang paling baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5