JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Articles
39 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 4 (2022)"
:
39 Documents
clear
Analisis Pemasaran Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang
Yuhnes Ave Kana;
Adi Suyatno;
Anita Suharyani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.4
Penjualan tandan buah segar di Kecamatan Binjai Hulu dalam jual beli TBS pada petani kelapa sawit terdapat perbedaan saluran pmasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah; 1) Untuk mengetahui saluran pemasaran kelapa sawit tandan buah segar (TBS) di Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang; 2) Untuk mengetahui fungsi-fungsi pemasaran, besar margin dan biaya pemasaran yang dilakukan oleh pelaku pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran kelapa sawit di Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang; dan 3) Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi petani kelapa sawit dalam memilih saluran pemasaran. Penelitian dilakukan pada tahun 2021 di Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang. Pemilihan lokasi dilakukan dengan metode penelusuran (tracer study). Analisis data dilakukan dengan memperoleh dilapangan dari petani dan pedagang terlebih dahulu dikelompokan analisis kualitatif dan kuantitafi; 1) saluran pemasaran; 2) Fungsi pemasaran, margin pemasaran, biaya pemasaran; dan 3) Teknik analisis deskriptif faktor yang mempengaruhi petani kelapa sawit dalam memilih slauran pemasaran. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan sampel acak seederhana (simple random sampling) yaitu 97 petani terdiri dari 52 petani plasma, 45 petani swadaya dan 33 pedagang pengumpul serta 1 pabrik yang terkait dengan pedagang besar. Pengumpulan data menggunakan teknik; 1) wawancara; 2) observasi; dan 3) kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan komunikasi langsung dengan petani kelapa sawit, dan pedagang pengumpul. Hasil penelitian ini menunjukan saluran pemasaran dari produsen sampai konsumen terdapat dua saluran pemasaran yaitu dimana saluran pemasaran I, petani, pedangang pengumpul dan pabrik sedangkan saluran pemasaran II petani langsung ke pabrik tetapi dalam saluran pemasaran yang kedua dapat dikategorikan sebagai saluran nol tingkat. Hasil marjin pemasaran pada saluran petani plasma di Kecamatan Binjai Hulu sebesar Rp. 1.170/kg dan petani plasma sebesar Rp. 1.800/kg. Dari 2 metode yang digunakan dalam menganalisis pemasaran kelapa sawit di Kecamatan Binjai Hulu pemasaran yang paling efisien adalah pada saluran petani langsung ke Pabrik dan alasan pelaku pemasaran dalam menjual TBS kelapa sawit yang menjadi tujuan penjualan petani swadaya dan petani plasma karena langganan, pelayanan dan jarak.
Analisis Loyalitas Dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Konsumen Dalam Pembelian Pie Pisang Di Kota Bandar Lampung
Salsabila Thea Rahmani;
Suriaty Situmorang;
Muhammad Irfan Affandi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.28
Berbagai macam produk pie pisang yang dijual menyebabkan persaingan antar agroindustri pie pisang di Kota Bandar Lampung, sehingga para pemilik agroindsutri pie pisang perlu lebih cermat untuk memenangkan persaingan yang dihadapinya dalam memperebutkan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis loyalitas konsumen dan faktor-faktor yang memengaruhi jumlah pembelian pie pisang oleh konsumen di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan di dua agroindustri pie pisang, yaitu Yussy Akmal dan Askha Jaya pada bulan Juni-Agustus 2021. Sampel penelitian berjumlah 110 orang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan piramida loyalitas dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen pie pisang Yussy Akmal dan Askha Jaya termasuk kategori loyal (commited buyer) dan faktor-faktor yang memengaruhi pembelian pie pisang Yussy Akmal adalah harga pie pisang Yussy Akmal, harga pie pisang merek lain, jumlah pendapatan, jumlah anggota keluarga, dan selera konsumen.
Analisis Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Ubi Kayu Di Kabupaten Tulang Bawang Barat
Khrisna Indrawan Syahyani;
Wan Abbas Zakaria;
Ktut Murniati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.19
Penelitian bertujuan mengkaji kesejahteraan rumah tangga dan faktor yang mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga petani ubi kayu di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sampel diambil berdasarkan metode acak sederhana. Lokasi penelitian di Kecamatan Tulang Bawang Tengah dan Kecamatan Tulang Bawang Udik. Lokasi penelitian dipilih secara purposive. Responden berjumlah 70 petani. Waktu pengambilan data dilakukan bulan Januari - Maret 2021. Pengukuran kesejahteraan dan faktor yang memengaruhi kesejahteraan keluarga petani diukur berdasarkan kesejahteraan Sajogyo dan model binnary logit. Berdasarkan kesejahteraan Sayogyo, sebagian besar rumah tangga petani ubi kayu di Kabupaten Tulang Bawang Barat sudah sejahtera. Rumah tangga petani yang dikategorikan hidup berkecukupan dan layak (sejahtera) sebesar 95,71 persen dan yang dikategorikan nyaris miskin (belum sejahtera) sebesar 4,29 persen. Faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan rumah tangga petani ubi kayu di Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah pendidikan dan pengeluaran diluar pangan.
COVID-19 PANDEMIC IMPACT ON HYDROPONIC LETTUCE BUSINESS INCOME OF MURIA FARM KUDUS
Rheza Ivan Farrell
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The impact of covid-19 pandemic was experienced in almost every business sector, including the hydroponic lettuce sector at Muria Farm Kudus. Since most consumers of hydroponic lettuce are businesses in the culinary sector that are affected by the implementation of lockdown and social distancing, causing restaurants, cafes, and restaurants to be limited seated or unable to fully operate. This study aimed to analyze business income and profitability before and during the Covid-19 pandemic and analyze whether there are differences in the level of business income and business profitability before and during the Covid-19 pandemic. The research method was a case study with a quantitative approach with purposive site selection. The study was conducted using secondary data related to the company's costs, sales, and revenue as well as primary data by interviewing using a questionnaire and determining respondents purposively. The method of data analysis was quantitative descriptive using the calculation of Total Cost, Total Revenue, and Net Revenue and profitability using the calculation of Gross Profit Margin and Net Profit Margin. The data were then analyzed using Kolmogorov-Smirnov normality test and independent sample t test. The results showed that there is no significant difference between Muria Farm's hydroponic lettuce business income before and during the Covid-19 pandemic however there is a significant difference between business profitability before and during the Covid-19 pandemic.
Kelayakan Finansial dan Pemasaran Usahatani Kakao di Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran
Soraya Alaini;
Dyah Aring Hepiana Lestari;
Suriaty Situmorang
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.33
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan pemasaran usahatani kakao di Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini dilakukan pada Agustus-Oktober 2020 di Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran yang dipilih secara sengaja/purposive. Sampel yang digunakan adalah 32 petani di Desa Teba Jawa dan 31 petani di Desa Pesawaran. Responden lembaga pemasaran dipilih dari lembaga pemasaran yang terlibat langsung dalam pemasaran kakao. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kelayakan finansial dan analisis pemasaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tingkat bunga 6% dan umur ekonomis 20 tahun, usahatani kakao di Kecamatan Kedondong layak karena nilai NPV sebesar Rp85.069.862,86; IRR sebesar 58,63%; Gross B/C 2.41; Net B/C 11.87; dan PP 4.24. Ada empat saluran pemasaran kakao. Margin pemasaran untuk saluran 2 lebih tinggi dan lebih bervariasi daripada saluran 1, 3, dan 4. RPM saluran 3 lebih merata daripada saluran 1 dan 2, dan Producer share saluran 4 lebih tinggi dari saluran 1, 2, dan 3
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ternak Sapi Potong Di Pasar Tanah Merah
Lutfiyah lutfiyah;
Andrie Kisroh Sunyigono
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.24
Ternak sapi potong adalah salah satu sumber bahan pangan yang dipelihara untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging. Hasil perhitungan Neraca Bahan Makanan (NBM) sejak tahun 1990 hingga 2014, konsumsi daging sapi cenderung meningkat. Sentra populasi sapi potong terbesar terletak di Jawa Timur dengan kontribusi 29,47% dimana didalamnya terdapat empat kabupaten di pulau Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasardan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ternak sapi potong di Pasar Tanah Merah Bangkalan. Analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan analisis struktur pasar yang meliputi pangsa pasar (market share), konsentrasi rasio (CR4) dan IHH (Indeks Hirschman Herfindahl), diferensiasi produk, hambatan masuk pasar dan tingkat pengetahuan pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasar ternak sapi potong bersifat pasar persaingan sempurna dan memilki ciri antara lain; Terdapat banyak penjual dan pembeli, penjual adalah price taker, tidak ada campur tangan pemerintah dalam pembentukan harga, mudah masuk pasar, barang yang diperjual belikan homogen, dan pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar. hasil uji F diperoleh simpulan bahwa secara simultan harga ternak sapi potong (X1), pendapatan (X2), jumlah tanggungan keluarga (X3), dan umur (X4), berpengaruh siginifikan terhadap jumlah permintaan ternak sapi potong (Y). Sedangkan dari uji T diperoleh bahwa secara parsial variabel pendapatan (X2) berpengaruh siginifikan terhadap jumlah permintaan ternak sapi potong (Y) di Pasar Tanah Merah Bangkalan.
Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Dan Faktor Yang Berkorelasi Dengan Konsumsi Kopi Wulan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso
Kunti Rachma Aulia;
Luh Putu Suciati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.15
Kopi Robusta banyak dinikmati oleh masyarakat. Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu sentra kopi di Jawa Timur. Kecamatan Maesan daerah penghasil kopi kedua di Bondowoso. Kopi Wulan merupakan produk dari Kecamatan Maesan Bondowoso yang memiliki potensi untuk dikembangkan, ditinjau dari segi agrokilmat wilayahnya namun belum memiliki pasar yang luas. Petani Kopi Wulan juga telah mendapatkan pembinaan terkait pengelolaan pasca panen kopi petik merah dan teknik pasca panen dan pengolahan kopi semi wash. Tujuan penelitian ini 1) mengetahui tingkat kepuasan konsumen, 2) mengetahui tingkat kepentingan atribut, dan 3) mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang berkorelasi dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap Kopi Wulan. Lokasi penelitian di Jawa Timur. Penentuan responden menggunakan quota sampling 40 responden. Analisis data menggunakan CSI (Customers Satisfaction Index), IPA (Importance Performance Analysis), dan Korelasi Rank Spearman. Hasil analisis diperoleh tingkat kepuasan konsumen sebesar 83,97% (sangat memuaskan). Atribut aksesibilitas dan promosi pada kuadran I (perlu diprioritaskan). Atribut pada kuadran II yaitu cita rasa, higienitas, dan kemasan. Kuadran III yaitu aftertaste dan kesesuaian harga. Kuadran IV atribut aroma. Variabel yang berkorelasi dengan kepuasan konsumen adalah jenis kelamin (X1) dan pendapatan (X4). Sedangkan usia (X2), pendidikan (X3), pekerjaan (X5), dan lokasi (X6) tidak berkorelasi dengan kepuasan konsumen.
Nilai Multiplier Pendapatan Agribisnis Padi (Oryza Sativa) Terhadap Perekonomian di Kabupaten Klaten
Siska Ardiana;
Wiludjeng Roessali;
Titik Ekowati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.5
Penelitian tentang nilai multiplier pendapatan telah dilaksanakan bulan Juli-September 2021 di Kabupaten Klaten. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan Kabupaten Klaten merupakan lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan agribisnis padi, menganalisis pengeluaran yang dibelanjakan untuk sehari-hari, pengeluaran dari biaya produksi yang menghasilkan pendapatan serta nilai multiplier pendapatan dari petani padi dan pelaku usaha agribisnis padi terhadap perekonomian di Kabupaten Klaten. Analisis pengeluaran yang dibelanjakan untuk konsumsi sehari-hari menggunakan rumus MPC, pengeluaran biaya produksi menghasilkan pendapatan menggunakan rumus PSY, nilai multiplier pendapatan menggunakan rumus multiplier pendapatan. Agribisnis padi di Kabupaten Klaten terdiri dari penyediaan sarana produksi pertanian, pengolahan lahan, pembibitan dan penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen. Nilai MPC dan PSY pelaku agribisnis padi sudah baik memiliki nilai antara 0 dan 1. Nilai pengganda pendapatan pelaku agribisnis padi mampu meningkatkan perekonomian di Kabupaten Klaten karena memiliki nilai lebih dari 1.
Analisis Efisiensi Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Tebu di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati
Andhika Ayu Anggrainingrum;
Edy Prasetyo;
Wiludjeng Roessali
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.38
Kabupaten Pati merupakan salah satu sentra produksi tebu di Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi tebu dan menganalisis tingkat efisiensi teknis, efisiensi alokatif dan efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi.Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan petani tebu dibakukan sebagai responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara berdasarkan kuesioner yang telah dipersiapkan. Responden penelitian ini diambil melalui sensus dengan jumlah responden sebanyak 53 petani. Pengaruh faktor produksi terhadap produksi tebu dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas. Efisiensi teknis menggunakan pendugaan Maximum Likelihood. Efisiensi alokatif melalui perbandingan nilai produk marginal dengan harga input. Efisiensi ekonomi hasil perkalian efisiensi teknis dengan efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi teknis tercapai pada faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk organik, pupuk ZA dan pestisida amegrass menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produksi tebu di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Faktor produksi yang belum mencapai efisiensi secara alokatif yaitu luas lahan, bibit, pupuk ZA, dan pestisida amegrass, sedangkan faktor produksi yang tidak efisiensi secara alokatif yaitu pupuk organik. Hasil perkalian nilai efisiensi teknis dengan efisiensi harga menunjukkan bahwa faktor produksi usahatani tebu di Kecamatan Kayen belum efisien secara ekonomi.Kata kunci: faktor-faktor produksi, efisiensi, usahatani tebu.