JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Articles
36 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 1 (2023)"
:
36 Documents
clear
Analisis Struktur Biaya dan Keuntungan Usaha (Studi Kasus pada Agroindustri Kopi Bubuk Cap Kapal Lampung dan Agroindustri Kopi Bubuk Cap Intan di Kota Bandar Lampung)
Ktut Murniati;
Eka Kasymir;
Dwi Ayu Lestari
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.14
Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebab dapat diolah menjadi kopi bubuk. Banyaknya permintaan terhadap kopi bubuk menyebabkan munculnya agroindustri kopi bubuk. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada agroindustri kopi bubuk Cap Kapal Lampung dan agroindustri kopi bubuk Cap Intan di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, keuntungan usaha, saluran pemasaran, dan peran jasa layanan penunjang pada kedua agroindustri kopi bubuk. Pengumpulan data dilakukan dari bulan Desember 2021 sampai dengan bulan Januari 2022. Struktur biaya diperoleh dari persentase pada setiap komposisi biaya terhadap total biaya yang dikeluarkan. Komponen biaya terbesar pada struktur biaya kedua agroindustri kopi bubuk adalah biaya bahan baku. Keuntungan usaha diperoleh dari pengurangan antara pendapatan dengan total biaya produksi. Kedua agroindustri kopi bubuk memberikan keuntungan setiap bulan sehingga kedua agroindustri kopi bubuk layak untuk dikembangkan. Saluran pemasaran diketahui untuk melihat bagaimana saluran distribusi yang digunakan kedua agroindustri kopi bubuk. Saluran pemasaran pada agroindustri kopi bubuk Cap Kapal Lampung terdiri dari tiga saluran pemasaran, sedangkan pada agroindustri kopi bubuk Cap Intan terdiri dari dua saluran pemasaran. Peran jasa layanan penunjang diketahui untuk melihat pemanfaatan jasa layanan penunjang dalam mendukung kegiatan yang dilakukan kedua agroindustri kopi bubuk. Agroindustri kopi bubuk Cap Kapal Lampung memanfaatkan enam jasa layanan penunjang, sedangkan agroindustri kopi bubuk Cap Intan memanfaatkan tujuh jasa layanan penunjang.
Formulasi Strategi Pengembangan Bisnis Hidroponik CV ABC Menggunakan Pendekatan SWOT dan QSPM
Daffa Sandi Lasitya;
Hayatin Sapitri;
Suntari Nur , Cahyani;
Achmad Kharisudin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.4
Setiap unit usaha baik berukuran besar maupun kecil tentunya menghadapi persaingan bisnis yang ketat. Perusahaan harus mampu memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan pelayanan yang memuaskan agar dapat memenangkan persaingan bisnis. Adapun upaya yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan suatu strategi. Strategi yang dikembangkan dapat memaksimalkan keuntungan melalui keunggulan kompetitif dan minimalisir keterbatasan bersaing. Adapun tujuan penelitian yaitu menyusun strategi pengembangan usaha yang maksimal dalam menghadapi persaingan melalui matriks faktor internal dan eksternal, matriks SWOT, dan QSPM. Penelitian menggunakan data primer yang berasal dari hasil wawancara terhadap pemilik CV ABC beserta pihak manajemen yang menangani bagian produksi, pemasaran, dan administrasi usaha. Berdasarkan analisis faktor internal dan faktor eksternal diperoleh hasil CV ABC berada pada kuadran V yang menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi hold and maintain. Sedangkan jika ditinjau dari hasil matriks grand strategy menunjukkan bahwa CV ABC berada pada posisi S-O, yang berarti perusahaan dapat mempertahankan kekuatan yang dimiliki dan memanfaatkan peluang yang ada untuk melakukan perbaikan. Berdasarkan analisis QSPM, CV ABC berada pada strategi 1 yang mengindikasikan bahwa perusahaan perlu memprioritaskan dan memfokuskan kegiatan usaha untuk mengoptimalkan pemasaran digital. Kata Kunci : CV ABC, QSPM, Strategi, SWOT
Analisis Faktor-Faktor Ketahanan Keluarga pada Keluarga Pekerja Migran Indonesia di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang
Elok Anggraini
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.28
Saat seorang anggota keluarga memilih untuk bekerja keluar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia akan menimbulkan berkurangnya peran anggota keluarga di dalam rumah tangga. Tujuan penelitian menganalisis faktor-faktor ketahanan kelurga pada keluarga perempuan pekerja migran di Desa Sukowilangun dan menganalisis indikator yang berpengaruh dalam variabel ketahanan keluarga perempuan pekerja migran di Desa Sukowilangun. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang didukung dengan penjelasan kualitatif. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Adapun lokasi penelitian di Desa Sukowilangun dipilih dengan beberapa pertimbangan sebagai lokasi penelitian. Jumlah responden berjumlah 130 orang yang telah kembali ke Indonesia, telah menikah dan memiliki anak. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis korelasional yang mencari hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Metode Analisis menggunakan Analisis Structural Equation Model (SEM). Faktor- faktor ketahanan keluarga pada keluarga perempuan pekerja migran di Desa Sukowilangun meliputi Landasan legalitas dan keutuhan keluarga, ketahanan fisik, ketahanan sosial psikologis dan ketahanan sosial budaya. Diantara faktor tersebut, faktor yang paling dominan yaitu Landasan Legalitas dan Keutuhan Keluarga. Indikator yang paling kuat dan dominan dalam membentuk variabel yaitu Keterbukaan dalam Pengelolaan Keuangan, Kesehatan Keluarga, Keharmonisan Keluarga, dan Keeratan Sosial memiliki ketegori tinggi dan responden cenderung berusaha mempertahankan perkawinannya.
Strategi Pengembangan Usahatani Kedelai di Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan
Farrazzaqina Idris;
Rusli M. Rukka;
A Amrullah;
Muslim Salam;
Rasyidah Bakri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.19
Kebutuhan masyarakat akan kedelai terus meningkat namun tidak didukung dengan peningkatan produksi dalam negeri. Perlunya strategi dalam pengembangan usahatani kedelai untuk memenuhi permintaan pasar lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usahatani kedelai di Kecamatan Bontoramba dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities. dan Threats). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam secara terstruktur dengan bantuan pedoman wawancara. Perpaduan nilai IFAS sebesar 3,53 dan nilai EFAS sebesar 3,37. Posisi strategi pengembangan usahatani kedelai terletak pada kuadran III (strategy turn-around), artinya usahatani kedelai menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain pihak menghadapi beberapa kendala internal. Fokus strategi dilakukan dengan meminimalkan masalah-masalah internal sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik
Analisis Posisi dan Strategi Pemasaran Buah Naga di Kabupaten Timor Tengah Utara
Lambertus Nesi Bria;
Genoveva Afoan Naif;
Anselma Ose Funan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.10
Kabupaten Timor Tengah Utara merupakan salah satu kabupaten di daerah tertinggal yang memproduksi buah naga cukup baik. Buah naga telah diusahakan sejak tahun 2017. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis posisi dan strategi pemasaran buah naga di Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini merupakan penelitian survei secara langsung dengan memilih jumlah petani buah naga yang tersebar di dua wilayah yaitu Kecamatan Insana, dan Kecamatan Kota Kefamenanu. Pengumpulan data penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Hasil penelitian juga menunjukan posisi buah naga berada pada kuadran II bintang (Star) pada tahun 2020 dan 2021. Tahun 2020 buah naga memiliki tingkat pertumbuhan pasar sebesar 15,53 dan pangsa pasarnya sebesar 3,23. Sedangkan pada tahun 2021 tingkat pertumbuhan pasar sebesar 11,93 dan pangsa pasarnya sebesar 1,46. Posisi ini mengindikasikan bahwa buah naga memiliki tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif tinggi. Sedangkan strategi pemasaran menunjukan bahwa terdapat empat strategi yaitu produk itu sendiri, harga jual, promosi, dan tempat/lokasi.
Analisis Strategi Pemasaran Media Sosial Equine Black Garlic Menggunakan Model Dagmar
Octaviana Nofiarno Putri;
Totok Pujianto;
Efri Mardawati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.33
Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran memiliki produk unggulan berupa black garlic yang dikembangkan oleh Dosen dan Mahasiswa Program Studi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemasaran pada media sosial dan memperoleh strategi pemasaran yang dapat diterapkan pada media sosial Instagram Equine. Tahap analisis data pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu analisis data kualitatif dari hasil wawancara dan analisis data kuantitatif dari hasil implementasi strategi pemasaran selama 2 periode (1 periode = 4 hari implementasi). Hasil analisis menunjukan bahwa tahap conviction menjadi prioritas untuk saat ini karena dapat mempengaruhi audiens sehingga terjadi konversi pembelian, sedangkan pada tahapan awareness perlu dimaksimalkan performanya. Hasil penelitian menunjukan peningkatan pada tanda suka (likes) dan peningkatan 10 followers, mendapatkan rata-rata 25 komentar (comment), total 78 konten tersebar (share), total 10 konten tersimpan (save), dan mendapat konversi penjualan sebanyak 6 jar.
Kajian Sistem Pemasaran Hasil Perikanan di Pelabuhan Nusantara (PPN) Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur
M. Khairul Anam;
Ika Purnamasari;
Dian Nur Oktari
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.1
Pemasaran ikan khususnya pada perikanan skala kecil seringkali belum mencapai kondisi yang ideal. Hal ini terjadi karena adanya penguasaan jalur pemasaran oleh beberapa pelaku perikanan. Tujuan penelitian untuk Mengidentifikasi Produksi komoditas hasil dari tangkapan nelayan dan menganalisis sistem pemasaran di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Metode dalam pengambilan sampel untuk subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil menunjukkan bahwa saluran pemasaran tipe I adalah yang paling efisien dibandingkan saluran tipe II dan saluran tipe III, karena saluran pada tipe I nilai margin nya lebih rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai Margin Pemasaran (MP), yaitu makin rendah margin pemasaran, maka makin efisien kegiatan pemasaran dilakukan. Selain itu nilai persentase producer’s share nya > 50%. Selain itu, Strategi yang diperoleh untuk meningkatkan strategi pemasaran hasil tangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Jawa Timur adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan sebagai berikut; Meningkatkan produksi, mengoptimalkan peran sumber daya manusia untuk meningkatkan pemasaran produk di pasar (S1- O1), peningkatan kontinuitas dan penyebaran yang lancar (S2-O3), tingkatkan pangsa pasar dengan sistem optimasi penjualan dan pemasaran yang kuat (S3-O3), Pemberdayaan sumberdaya manusia untuk memperlancar pemasaran hasil tangkapan (S1-03), mengoptimalkan kualitas ikan sesuai permintaan pasar untuk mencapai harga pasar (S3-04), Sosialisasi tenaga kerja untuk memahami peran Pemerintah dalam menjamin keselamatan nelayan. (S4-O2).
Analisis Efisiensi Teknis dan Efisiensi Ekonomi Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan
Linda Ayu Vivi Andriyani;
Titik Ekowati;
Agus Setiadi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.24
Penelitian tentang analisis efisiensi teknis dan efisiensi ekonomi usahatani bawang merah dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2021 di Kecamatan Panekan, Magetan. Penentuan lokasi dipilih secara purposive dengan pertimbangan Kecamatan Panekan merupakan daerah penghasil bawang merah di Kabupaten Magetan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh lahan, bibit, pupuk, pestisida, tenaga kerja terhadap jumlah produksi serta menganalisis efisiensi teknis dan efisiensi ekonomi usahatani bawang merah. Metode yang digunakan yaitu metode survey. Sampel diambil dengan teknik Probability Sampling. Penentuan responden menggunakan teknik Simple Random Sampling. Jumlah responden yang dijadikan sampel yaitu 100 petani yang berasal dari 3 desa, yaitu desa Turi 29 petani, Desa Panekan 37 petani, dan Desa Manjung 34 petani. Analisis data menggunakan fungsi produksi stochastic frontier. Hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabellahan, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja terhadap jumlah produksi bawang merah. Variabel bibit, pupuk dan pestisida secara parsial berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi, sementara variabel lahan dan tenaga kerja tidak signifikan terhadap hasil produksi. Hasil analisis efisiensi teknis menunjukkan bahwa nilai mean efisiensi usahatani bawang merah yaitu 0,811 artinya usahatani di lokasi penelitian belum efisien secara teknis. Efisiensi alokatif yaitu sebesar 0,310 menunjukkan bahwa usahatani bawang merah belum efisien secara alokatif. Nilai efisiensi ekonomi yaitu sebesar 0,244 mengindikasikan bahwa usahatani bawang merah di Kecamatan Panekan belum efisien secara ekonomi.
Persepsi Petani Padi Sawah Irigasi dan Tadah Hujan terhadap Perubahan Iklim di Kabupaten Lampung Selatan
Ibrohim Saputra;
Fembriarti Erry Prasmatiwi;
Zainal Abidin;
Agus Setiawan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.15
Perubahan iklim yang terjadi saat ini sangat berdampak pada sektor pertanian. Mayoritas petani yang merupakan tokoh utama dalam sektor pertanian tidak mengetahui dan memahami kondisi perubahan iklim, sehingga banyak petani yang kurang tanggap terhadap perubahan iklim. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengetahuan dan persepsi petani padi sawah lahan irigasi dan tadah hujan terhadap perubahan iklim. Penelitian dilakukan di Kecamatan Palas, Kecamatan Candipuro, dan Kecamatan Sidomulyo dari bulan Juni sampai September 2020. Sampel penelitian berjumlah 100 orang petani dengan rincian 50 orang petani padi irigasi dan 50 petani padi tadah hujan. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani padi lahan irigasi dan tadah hujan tidak mengetahui dan memahami tentang perubahan iklim, hanya 10 persen petani irigasi dan 8 persen petani tadah hujan yang mengetahui tentang perubahan iklim. Mayoritas cukup setuju bahwa kondisi iklim saat ini berbeda dengan kondisi iklim 10 tahun terakhir dan mereka setuju adanya perubahan iklim berdampak pada usahatani padi yang mereka usahakan.Kata kunci: Iklim, Irigasi, Persepsi, Perubahan, Tadah Hujan
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) DI DESA BONO, KECAMATAN BOYOLANGU, KABUPATEN TULUNGAGUNG
Daris Ida Nurlaila;
Syafrial - Syafrial;
Deny - Meitasari
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.6
Salah satu sentra produsen belimbing manis di Jawa Timur terdapat di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Belimbing manis menjadi salah satu komoditas unggulan di wilayah tersebut. Terdapat kendala dalam pemasaran seperti tingginya margin pemasaran, rendahnya nilai farmer’s share, serta panjangnya saluran pemasaran yang dapat mempengaruhi tingkat efisiensi pemasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan saluran pemasaran dan distribusi belimbing manis mulai dari petani yang ada di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung hingga konsumen akhir. (2) mengidentifkasi fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh masing-masing lembaga pemasaran yang ada di daerah penelitian. (3) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran komoditas belimbing manis yang ada di daerah penelitian. Alat analisis yang digunakan meliputi margin pemasaran, farmer’s share, rasio keuntungan atas biaya pemasaran, analisis efisiensi harga, analisis efisiensi operasional serta pengukuran indeks shepherd’s method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi pemasaran berdasarkan alat analisis tersebut secara umum telah efisien. Terdapat tujuh saluran pemasaran belimbing manis, dimana saluran pemasaran yang paling efisien ditemukan pada saluran pemasaran VII (saluran tingkat nol) dan VI (saluran tingkat satu) dengan nilai indeks ME secara berurutan adalah 22,57 dan 11,31.