cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 32 Documents clear
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PURCHASE INTENTION PRODUK BERAS PORANG DI KOTA TANGERANG SELATAN Arsyi, Baginda; Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas; Suhartini
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Changes in the consumption patterns of modern society show an increasing interest in healthier foods. Consumers are becoming increasingly selective in determining the foods they will consume. One product that is being widely discussed is porang rice. Porang rice is believed to have lower calorie and glucose content with higher fiber content compared to rice, making it good for diabetics or those on a diet program.  This study aims to determine the determinants that influence the intention to buy porang rice products in South Tangerang City using a theoretical framework based on the extended theory of planned behavior (TPB) model. This research uses a quantitative approach with the structural equation model-partial least square (SEM-PLS) analysis method with SmartPLS 4.0 software. The method of determining the sample in this study using non-probability sampling techniques with purposive sampling method with a total research sample of 100 respondents. The results showed that the variables of product knowledge and awareness of health had a positive and significant effect on attitudes towards porang rice, but product knowledge had a positive but insignificant effect on purchase intention. variables of awareness of health, subjective norms, perceived behavioral control and attitudes towards porang rice had a positive and significant effect.  
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PERTANIAN: PERSEPSI, IMPLEMENTASI, TANTANGAN, DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEARIFAN BUDAYA LOKAL PERTANIAN DI KECAMATAN WATES Muhammad Fachry Nauval; Kliwon Hidayat; Asihing Kustanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Pemanfaatan teknologi pertanian di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, telah memberikan dampak positif bagi petani, seperti peningkatan produktivitas panen, efisiensi waktu dan tenaga, pengurangan biaya produksi, serta minimnya risiko serangan hama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengkaji persepsi, implementasi, tantangan, dan dampak teknologi pertanian terhadap kearifan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Kecamatan Wates memanfaatkan teknologi pertanian seperti greenhouse, irigasi tetes, dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen. Namun, masih terdapat tantangan dalam pemanfaatan teknologi pertanian seperti tantangan teknis (keterbatasan akses dan pengetahuan), ekonomis (biaya investasi tinggi), dan infrastruktur (keterbatasan jalan dan listrik). Meskipun demikian, petani tetap melestarikan kearifan budaya lokal, seperti pitungan Jawa dan tradisi cok bakal, yang diintegrasikan dengan teknologi modern, sehingga keduanya dapat berjalan berdampingan tanpa mengurangi nilai budaya lokal.

Page 4 of 4 | Total Record : 32