cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
ISSN : 26147203     EISSN : 25799932     DOI : -
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2579-9932 (online), ISSN: 2614-7203 (print), diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: November 2020" : 13 Documents clear
Menerapkan Konsep Hidup Menjadi Anak-anak Terang Berdasarkan Efesus 5:1-21 bagi Remaja GPdI Samiri, Serui, Papua Siska Arista Tino; Pestaria Happy Kristiana
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 2: November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i2.204

Abstract

Youth are part of God's church. However, it cannot be denied that adolescence is known as a time of storms and pressure, which if not handled properly will make teenagers live in the wrong relationships and way of life. This article aims to provide an understanding of life as children of light according to Ephesians 5: 1-21 to the youth of GPdI in the Samiri Region, Serui, Papua, so that they realize that being a new human being must relate to life as bright children who have left their deeds. dark in the past. By using the interpretation of the text of Ephesians 5: 1-21, this research resulted in two things, namely: spiritual characteristics and personality characteristics.AbstrakRemaja adalah bagian dari gereja Tuhan. Namun tidak adapat dipungkiri bahwa masa remaja dikenal sebagai masa badai dan tekanan, yang jika tidak ditangani dengan baik akan membuat para remaja hidup dalam pergaulan dan cara hidup yang salah. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai hidup sebagai anak-anak terang menurut Efesus 5:1-21 kepada para remaja GPdI Wilayah Samiri, Serui, Papua, supaya mereka menyadari bahwa menjadi manusia baru haruslah berhubungan dengan hidup sebagai anak-anak terang yang meninggalan perbuatan gelap di masa lalu.Dengan menggunakan metode tafsir teks Efesus 5:1-21, maka penelitian ini meng-hasilkan dua hal, yakni: karakteristik spiritual dan karakteristik kepribadian.
Memahami Karya Allah melalui Penyandang Disabilitas dengan Menggunakan Kritik Tanggapan Pembaca terhadap Yohanes 9:2-3 Vincent Kalvin Wenno; Molisca Ivana Patty; Johanna Silvanna Talupun
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 2: November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i2.141

Abstract

Disability is an imbalance of interactions between biological conditions and the surrounding social environment. Disability is never separated from understanding normality. However, a normality that results in normal can harm the personal lives of people with disabilities. Likewise with theology and Christianity tends to ignore the reality of persons with disabilities with biased interpretations of the Bible. John 9: 1-40 gives another dimension, Jesus healed and even defended people with disabilities. This text gives hope for the good treatment of Jesus for persons with disabilities. However, the reality in this life is not like that. For this reason, this study deals with the text of John 9: 1-40 using a critique of the reader's response to finding out, first, the response of persons with disabilities to the text, and secondly the meaning of God's work through persons with disabilities. This research focuses on diverse groups of people with disabilities at the Yayasan Cergas, Maluku.AbstrakDisabilitas merupakan ketidakseimbangan interaksi antara kondisi biologis dan lingkungan sosial sekitar. Disabilitas memang tidak pernah terlepas dari pemahaman normalitas. Akan tetapi, normalitas yang menghasilkan norma-lisme dapat memberikan dampak negatif bagi kehidupan pribadi penyandang disabilitas. Begitu juga dengan teologi dan kekristenan yang cenderung mengabaikan realitas penyandang disabilitas dengan berbagai penafsiran Alkitab yang bias. Yohanes 9:2-3 memberikan dimensi lain, Yesus menyem-buhkan, bahkan membela kaum disabilitas. Teks ini memberikan pengha-rapan akan perlakuan yang baik dari Yesus bagi penyandang disabilitas. Namun, kenyataan dalam kehidupan sekarang tidak seperti demikian. Untuk itu, studi ini menggumuli teks Yohanes 9:2-3 menggunakan suatu kritik tanggapan pembaca untuk mengetahui, pertama, respon penyandang disabi-litas terhadap teks tersebut, dan kedua, pemaknaan karya Allah melalui diri penyandang disabilitas. Penelitian ini berfokus pada kelompok penyandang disabilitas yang beragam pada Yayasan Cergas, Maluku
Pengembangan Spiritualitas Pelayan Mimbar melalui Konseling Pastoral Franke Beni Vani Tumurang
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 2: November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i2.167

Abstract

The acceleration of the world and Christianity is so rapid that disruption, innovation, and pluralism have spread to the world of church ministers. Quantity is like a blanket that covers quality. The moral and spiritual quality of pulpit ministers is often surprising because of the shallow depth of quality. Through pastoral counseling service strategies, it is believed to be a solution to developing the moral and spiritual qualities of church ministers. The research used was non-observational, descriptive qualitative research to examine the appropriate strategy for overcoming the problem gap in pulpit ministers' moral and spiritual development. The research results found that several strategies are considered to be able to overcome the inequality problem discussed.AbstrakAkselerasi dunia dan kekristenan begitu pesat, disrupsi, inovasi dan kemaje-mukan merambah sampai ke dunia pelayan-pelayan gereja. Kuantitas seperti sebuah selimut yang menutupi kualitas. Kualitas moral dan spiritual para pelayan mimbar seringkali mengejutkan karena dangkalnya kedalaman kua-litas, lewat strategi pelayanan konseling pastoral diyakini bisa menjadi solusi untuk mengembangkan kualitas moral dan spiritual para pelayan gereja. Penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif deskriptif non-observasi dengan maksud meneliti apa strategi yang tepat dalam mengatasi gap masalah pada pengembangan moral dan spiritual pelayan mimbar. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat beberapa strategi yang dianggap bisa menjadi yang mengatasi masalah kesenjangan yang dibahas.

Page 2 of 2 | Total Record : 13