cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. A.Yani, Km. 06 Desa Panggung, Pelaihari, Kalimantan Selatan
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Agro-Industri
ISSN : 24074624     EISSN : 25985884     DOI : 10.34128/jtai
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Teknologi Agro-Industri diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Industri Pertanian Politeknik Negeri Tanah Laut dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang pengolahan hasil, aktivitas senyawa aktif, proses, teknik sistem, dan lingkungan industri khususnya pada bidang Agro-Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2016)" : 6 Documents clear
OPTIMASI PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI BUNGA KAMBOJA TERHADAP LILIN AROMATERAPI DARI LILIN SARANG LEBAH Dwi Sandri; Fatimah Fatimah; Erfanur Adlhani; Lisda Erlinda
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.597 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v3i1.8

Abstract

Aromaterapi adalah salah satu teknik pengobatan atau perawatan menggunakan aroma harum yang terdapat pada minyak atsiri. Minyak atsiri dapat dipadukan dengan lilin sebagai media relaksasi. Lilin yang digunakan dapat diperoleh dari sarang lebah madu. Sejauh ini di daerah Tanah Laut para petani lebah madu tidak memanfaatkan kembali sarang lebah setelah dipanen. Pemanfaatan sarang lebah dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan dibuat menjadi lilin lebah aromaterapi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kondisi optimum penambahan minyak atsiri aroma kamboja serta menganalisis kualitas lilin lebah aromaterapi. Penelitian ini dilakukan dengan optimasi penambahan minyak atsiri bunga kamboja sebanyak 1%, 2%, 3%, 4%. Berdasarkan pengujian lilin lebah aromaterapi yang terbaik yaitu aromaterapi kamboja dengan penambahan minyak atsiri sebanyak 1%.Kata kunci : aromaterapi, lilin lebah, minyak atsiri, kamboja
PENENTUAN FORMULASI DAN UMUR SIMPAN SOSIS BUAH DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TAPIOKA Nina Hairiyah; Jubaidah Jubaidah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.961 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v3i1.9

Abstract

Sosis merupakan produk olahan daging yang dihaluskan dan dicampur dengan rempah-rempah. Sosis tidak dapat di konsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat, karena ada sebagian orang yang tidak memakan daging (vegetarian), alergi ataupun tidak mampu membeli. Salah satu hal yang dapat dilakukan agar seluruh masyarakat dapat mengkonsumsi sosis adalah dengan mengganti bahan baku daging menjadi buah. Di Kabupaten Tanah Laut buah-buahan yang pemanfaatannya belum optimal antara lain adalah buah pisang, buah naga dan buah pepaya, sehingga pada penelitian ini akan dioleah sosis berbahan baku buah pisang, buah naga dan buah pepaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi terbaik dari pembuatan produk sosis buah. Analisis yang dilakukan pada produk sosis buah yaitu uji organoleptik dan uji umur simpan dengan metode ESS. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa sosis buah dengan formulasi terbaik adalah produk sosis buah pisang, buah naga dan buah pepaya pada perlakuan C (T50% = 50 g tapioka : 50 g buah) dengan perolehan nilai kesukaan rata-rata tertinggi. Produk sosis buah dapat bertahan selama 15 hari dengan penyimpanan di dalam freezer.Kata kunci: Sosis, sosis buah, buah pisang, buah naga, buah pepaya, uji organoleptic, uji umur simpan
PENGARUH PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI, WAKTU PENGUKUSAN DAN SUHU TERHADAP PEMBUATAN SNACK MIE KERING RAINBOW Rizki Amalia; Hamdan Auli
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.129 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v3i1.10

Abstract

Snack mie kering merupakan makanan ringan siap saji yang dikemas dan biasanya menggunakan bahan pewarna untuk menjaga konsistensi warna pada produk mie. Penggunaan pewarna sintetik dapat mengakibatkan efek samping yang menunjukkan sifat karsinogenik, sehingga penggunaan pewarna alami menjadi upaya untuk mencegah penggunaan pewarna sintetik yang berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pewarna alami terhadap kualitas inderawi snack mie kering rainbow pada aspek warna dan mengetahui pengaruh variasi suhu dan waktu pengukusan terhadap tingkat kesukaan masyarakat pada snack mie kering rainbow. Tahapan pembuatan snack mie kering rainbow terdiri dari tahap pencampuran, pembentukan lembaran, pembentukan mie, pengukusan dan penggorengan. Hasil terbaik untuk kualitas organoleptik pewarna alami diperoleh pada perlakuan 30% dengan skor 8,1 untuk warna hijau (B30), skor 7,4 untuk warna jingga (T30) dan skor 3,6 untuk warna kuning (J30). Pengaruh suhu dan waktu pengukusan terbaik terhadap tingkat kesukaan panelis adalah suhu 800C selama 30 menit pada aspek tekstur, aroma dan rasa sedangkan pada aspek warna pengaruh suhu dan waktu pengukusan terbaik adalah suhu 800C selama 20 menit berdasarkan hasil uji tingkat kesukaan, uji ANOVA dan uji DMRT.Kata kunci : pewarna alami, snack mie kering rainbow
OPTIMASI MANISAN BUAH PEPAYA KERING Herlina Wati; Jaka Darma Jaya; Ema Lestari
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.755 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v3i1.6

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) adalah salah satu jenis tanaman buah-buahan yang daerah penyebarannya berada di daerah tropis. Manisan buah adalah buah-buahan yang direndam dalam larutan gula selama beberapa waktu. Manisan kering yang setelah air gula pekat yang dikeringkan dibawah sinar matahari atau menggunakan oven pengering. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi terbaik dari pembuatan produk manisan buah papaya. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa manisan buah papaya kering dengan perlakuan terbaik adalah H16 perendaman 30 menit, gula 30% dan perebusan 10 menit. Analisis yang dilakukan pada produk manisan buah pepaya kering yaitu uji organoleptik dan uji umur simpan produk. Hasil uji organoleptik diolah menggunakan uji ANOVA. Produk manisan buah pepaya kering dapat bertahan selama 15 hari di dalam freezer.Kata kunci: buah pepaya, manisan, manisan buah, manisan kering
PROSES PEMBUATAN TEH HERBAL DAUN SUKUN DENGAN OPTIMASI PROSES PENGERINGAN DAN PENAMBAHAN BUBUK KAYU MANIS DAN CENGKEH Muhammad Zainuddinnur; Meldayanoor Meldayanoor; Nuryati Nuryati
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.136 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v3i1.11

Abstract

Teh herbal adalah sebutan untuk ramuan bunga, daun, biji, akar, atau buah kering yang biasanya digunakan sebagai minuman yang berhasiat obat. Salah satu jenis tanaman yang daunnya dapat dimanfaatkan dalam pembuatan teh herbal adalah sukun, hal ini tentunya dapat menjadi sebuah peluang dalam pembuatan sebuah produk yang dapat menunjang kesehatan. Tujuan dari optimasi ini adalah untuk mendapatkan produk teh daun sukun terbaik. Rancangan produk teh herbal daun sukun ini menggunakan 3 tahap, yaitu optimasi proses pengeringan, pengujian kualitas teh daun sukun terbaik yang dihasilkan dan tingkat penerimaan masyarakat terhadap optimasi penambahan bubuk kayu manis dan cengkeh dengan menggunakan parameter uji kualitatif senyawa fenol dan tannin, uji kadar air, uji kadar abu, dan uji organoleptik. Analisis data yang digunakan adalah uji F (ANOVA) yang dilanjjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa produk terbaik terdapat pada daun tua dengan pengeringan oven dan komposisi daun sukun 87%, bubuk kayu manis 8,7 %, dan bubuk cengkeh 4,3 %.Kata Kunci: teh, teh herbal, daun sukun
OPTIMASI PEMBUATAN KURTO (KURMA TOMAT) Muhammad Rustam Effendi; Nuryati Nuryati; Jaka Darma Jaya
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.136 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v3i1.7

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan salah satu sayuran yang sangat terkenal di Indonesia. Namun pemanfaatannya hanya sebatas sebagai lalapan dan bahan tambahan dalam masakan. Tomat juga bisa untuk diolah berbagai macam produk olahan misalnya, manisan, selai,sirup, saos, dll. Tujuan penelitian ini untuk optimasi pembuatan kurto (kurma tomat) dan untuk mendapatkan kurto terbaik dengan analisis kadar air dan vitamin C. Optimasi pembuatan kurto menggunakan gula pasir dan gula merah. Parameter pengujian kurto meliputi kadar air, vitamin C, dan uji organoleptik. Uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis data yang digunakan uji Anova (uji F) yang dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil yang diperoleh menunjukkan perlakuan terbaik adalah optimasi penambahan gula pasir dan gula merah adalah penambahan gula merah 30 g + 5 g gula pasir.Kata Kunci : Tomat, Manisan, Kurto

Page 1 of 1 | Total Record : 6