Majalah Farmaseutik
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 18, No 1 (2022)"
:
15 Documents
clear
Kualitas Hidup dan Biaya Sakit Pasien Dengue di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta
Herjanti Ratnawiningsih;
Dyah Aryani Perwitasari;
Woro Supadmi;
Imaniar Noor Faridah
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i1.70539
Jumlah kasus penyakit infeksi dengue pada tahun 2019 di Kabupaten Bantul mencapai 1.424 orang. Berdasarkan manifestasi klinis dengue terbagi menjadi dengue fever (DF), dengue haemorrhagic fever (DHF) dan dengue shock syndrome (DSS), dapat memberikan dampak pada kualitas hidup dan biaya sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas hidup dan biaya sakit pasien dengue selama menjalani rawat inap. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross-sectional di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta periode Februari - Juli 2021. Kualitas hidup dinilai menggunakan instrumen EQ-5D-5L untuk pasien dewasa dan EQ-5D-Y untuk pasien anak, sedangkan biaya sakit diperoleh dari bagian keuangan rumah sakit yaitu biaya medis langsung. Sebanyak 40 pasien rawat inap dengan dengue berjenis kelamin laki-laki (60%), usia 4-20 tahun (75%) dan menggunakan asuransi BPJS (82,5%). Kualitas hidup pasien menunjukkan bahwa sebesar 80% pasien DF sedikit bermasalah pada dimensi perawatan diri, sebesar 69% dan 100% pada pasien DHF dan DSS sedikit bermasalah pada dimensi rasa sakit/ketidaknyamanan. Rata-rata biaya sakit pada pasien DF, DHF dan DSS masing-masing sebesar Rp 3.192.725 , Rp 2.872.517 dan Rp 5.090.190. Infeksi dengue memberikan dampak pada kualitas hidup pasien dengue. Rata-rata biaya sakit tertinggi pada pasien dengan DSS.
Profil Penggunaan Kosmetika di kalangan Remaja Putri SMK Indonesia Yogyakarta
Ratih Dwi Lestari;
Aris Widayati
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i1.70915
Remaja memiliki kecenderungan senang bereksplorasi dengan mencoba berbagai jenis produk kosmetika. Namun demikian, keamanan harus menjadi pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan produk kosmetika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penggunaan kosmetika di kalangan remaja putri. Penelitian ini bersifat deskriptif, yang merupakan studi pendahuluan (preliminary research) dari studi yang lebih besar tentang perilaku penggunaan kosmetika di kalangan remaja putri. Responden penelitian adalah siswa putri SMK INDONESIA Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan panduan wawancara terstruktur dalam bentuk google form kepada 294 responden. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 19 jenis sediaan kosmetika untuk wajah. Alasan menggunakan kosmetika diantaranya untuk merawat kulit wajah (87%), menambah kepercayaan diri (8%), mengikuti trend (2%), menghilangkan jerawat (1%), agar kulit tidak kusam (1%), dan penghargaan pada diri sendiri (1%). Sumber informasi produk kosmetika diperoleh melalui media sosial (32%), teman (23%), internet (20%), saudara 17%, dan iklan TV (8%). Tempat membeli produk kosmetika diantaranya toko/swalayan (59%), online shop (27%), dan klinik kecantikan (14%). Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan kosmetika di kalangan remaja putri dan aspek keamanan dari kosmetika yang banyak digunakan.
Pengembangan Media Edukasi Berbasis Video Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Penggunaan Multivitamin Untuk SMK Kesehatan di Yogyakarta
S. Ch. Ari Widiastuti Sutjipto;
Yosef Wijoyo;
Nunung Priyatni W.
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i1.70966
Pemberian edukasi kesehatan dengan tema perilaku bersih dan sehat (PHBS) serta penggunaan multivitamin dengan baik melalui media video, akan memberikan manfaat yang sangat besar pada proses belajar mengajar di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) interaksi media edukasi berbasis video yang bertemakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penggunaan multivitamin, 2) Mengungkapkan media edukasi berbasis video perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan multivitamin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan, yang dilakukan dengan pengembangan media berbasis video edukasi. Prosedur pengembangan media pembelajaran dilakukan melalui : 1) Tahap studi pendahuluan antara lain studi literatur dan studi lapangan, 2) Tahap pengembangan dilakukan dengan pembuatan draft desain model atau perancangan yang dibagi menjadi 3 bagian diantaranya a) menyusun materi, b) membuat naskah dan menyiapkan storyboard , c) pengambilan video dan editing video. Selanjutnya penilaian oleh para ahli atau pakar materi, media dan ujicoba terbatas untuk menilai kelaykan media yang dibuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tersusunnya media edukasi berbasis video dengan tema perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penggunaan multivitamin berdasarkan berdasarkan penilaian ahli media diperoleh prosentase sebesar 77,50%, ahli materi diperoleh prosentase sebesar 85,50% dan hasil ujicoba terbatas diperoleh prosentase sebesar 81,07%. Media video edukasi PHBS dan multivitamin termasuk kategori sangat layak
Peran Apoteker dalam Kolaborasi Interprofesi: Studi Literatur
Dea Anita Ariani Kurniasih;
Ita Sinta;
Sinta Syania;
Herlina Andini;
Elsa Pudji Setiawati
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i1.71900
Peran apoteker telah berkembang dari pemberi asuhan kepada pasien, juga sebagai bagian dari tim interprofesi untuk berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan. Adanya kegagalan dalam kolaborasi interprofesi merupakan salah satu penyebab kejadian efek samping obat. Studi literatur ini dilakukan pada bulan September 2021 menggunakan basis data elektronik MEDLINE dengan menggunakan kata kunci “pharmacist” atau “pharmacists” atau “pharmacist role” atau “pharmacist intervention” dan “interprofessional collaborative practice” atau “interprofessional collaboration” atau “inter collaborative practice” dengan kurun waktu tahun 2000-2021 dengan filter clinical trial dan randomized control trial menghasilkan 12 artikel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan intervensi apoteker dapat memberikan pelayanan pada pasien secara sinergis dan mutual dalam tim kolaborasi interprofesi. Kerjasama apoteker dapat membantu mengontrol tekanan darah pasien, menurunkan kunjungan rumah sakit dan rawat inap yang disebabkan oleh asma, meningkatkan manajemen terapi, membantu mengontrol kadar glukosa, tekanan darah dan lipid, meningkatkan kualitas pelayanan pada manajemen terapi penyakit kronis, mengatasi masalah yang berkaitan dengan obat, membantu menurunkan angka terapi irasional pada pasien lansia dan meningkatkan kepatuhan pasien. Penelitian selanjutnya diharapkan adanya penerapan tugas apoteker dalam kolaborasi interprofesi pada penanganan penyakit kronis di Indonesia.
Strategi Perencanaan dan Pengadaan Obat Dalam Penanganan Pandemi Covid-19 di Instalasi Farmasi RSUD Bali Mandara
Gusti Ayu Putu Puspikaryani;
I Gusti Ayu Made Iin Kristanti;
I Made Agus Yogeswara Wibawa
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i1.71902
World Health Organization (WHO) menyatakan penyakit virus Corona-19 sebagai global pandemi. Perencanaan dan pengadaan persediaan obat di instalasi farmasi harus dilakukan secara baik agar rumah sakit terhindar dari masalah kehabisan persediaan obat di gudang farmasi. Penelitian ini melihat penerapan strategi pengendalian persediaan obat di Rumah Sakit dengan menerapkan kombinasi metode ABC, metode konsumsi, dan metode epidemiologi. Pengambilan data dilakukan dari bulan Januari - Juli 2021. Data yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari data sekunder. Dilakukan pengelompokan obat dengan menggunakan Metode ABC ke dalam 3 kelompok, yaitu kelompok A untuk persentase 0 - 70%, kelompok B untuk persentase > 70 - 90%, dan kelompok C untuk persentase > 90 - 100%. Hasil analisis ABC yang dilakukan untuk RSUD Bali Mandara Bulan Januari - Juli tahun 2021 diperoleh obat kelompok A sebanyak 38 item (17,43%), kelompok B sebanyak 43 item (19,72%), dan kelompok C sebanyak 137 item (62,84 %). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan dan pengadaan dengan menggunakan metode ABC, metode konsumsi dan metode epidemiologi cukup efektif untuk mengatasi kekosongan obat Covid-19 dan obat untuk gejala penyertanya.
Analisis Farmakoekonomi (Cost Effectiveness Analysis) Penggunaan Terapi Infus Imunoglobulin Intravena (IVIG) Pada Kasus Coronary Virus Disease (Covid-19)
Issaura Issaura;
Novianti Fatli Azizah;
Renny Nurul Faizah;
Ika Putri Jami'atusholihah;
Shafinaz Nabila Rahmania
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i1.71903
Imunoglobulin Intravena (IV IG) merupakan produk derivatif plasma pendonor yang dapat memberikan proteksi imun secara pasif terhadap berbagai macam patogen. Pada infeksi Covid-19 yang berat, pemberian terapi infus IV IG dapat mengurangi respon inflamasi, antibodi autoreaktif yang mengikat sitokine dan domain variabel antibodi lain (antibodi anti-idiotipik). Selain itu, kehadiran dimer IgG pada IV IG dapat memblokir pengaktifan FcγR pada sel efektor imun. Tujuan untuk menganalisis Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Length of Stay (LOS) penggunaan terapi IV IG sebagai penilaian terhadap urgensitas pemberian terapi IV IG pada pasien COVID-19. Penelitian ditinjau dari perspektif rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan, menggunakan Total Medical Cost dengan efektifitas LOS pasien. Disajikan dengan analisis deskriptif dan analisa farmakoekonomi efektifitas biaya yang dikerjakan secara retrospektif, pada periode waktu 3 bulan (Juni- Agustus 2020) di Instalasi Rawat Inap Intensive Care Unit (ICU) Isolasi Mawar Merah Putih RSUD Kabupaten Sidoarjo. Didapatkan jumlah sampel yang masuk kriteria inklusi 38 pasien. Kelompok pasien tanpa pemberian IV IG (25 pasien) lebih cost effective dibanding kelompok dengan pemberian IV IG, yaitu lebih menghemat Rp. 2.510.741 dengan LOS ICU 11 hari dibanding IV IG merk Gamaras® (4 pasien), dan lebih menghemat Rp 3.702.561 dengan LOS ICU 6 hari dibanding IV IG merk Intratect® (9 pasein). Dengan uji statistik tanpa pemberian IVIG dengan IVIG merk Gamaras® dan Intratect® menunjukkan LOS tidak bermakna (sig>0,05) dan ACER yang berbeda bermakna (sig
Analisis Potensi Interaksi Obat Antidiabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta
Adinda Fitriani;
Siwi Padmasari
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i1.71905
Kombinasi beberapa obat yang diterima pasien diabetes melitus selama terapi dapat memicu timbulnya masalah pada pengobatan salah satunya adalah interaksi obat. Kejadian interaksi obat menyebabkan tidak terkontrolnya kadar glukosa darah sehingga dapat mempengaruhi morbiditas, mortalitas, dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran potensi interaksi obat antidiabetik dan menganalisis hubungan jumlah penggunaan obat antidiabetik terhadap potensi kejadian interaksi obat pasien rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta periode Januari–Desember 2020. Penelitian ini merupakan penelitian analitik non-eksperimental dengan pengambilan sampel secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 60 pasien. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan gambaran karakteristik pasien dan analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-square dilakukan untuk melihat hubungan antara jumlah penggunaan obat pertama kali saat pasien menjalani rawat inap dengan potensi kejadian interaksi obat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa mayoritas pasien berusia 61-80 tahun (55%) dengan jenis kelamin perempuan (53,3%). Pasien DM tipe 2 memiliki penyakit penyerta (88,3%) terbanyak yaitu ulkus diabetik (35,6%). Regimen terapi antidiabetik yang paling banyak adalah tunggal antidiabetik (68,3%) dengan mayoritas menggunakan metformin (45%) dan nonantidiabetik paling banyak digunakan adalah antibiotik seftriakson (16,7%). Pasien mayoritas mendapatkan jumlah obat ≥5 obat (66,7%). Pasien DM tipe 2 paling banyak mengalami potensi kejadian interaksi obat antidiabetik sebanyak 71,7% dengan obat antidiabetik yang paling sering menimbulkan interaksi adalah metformin. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara jumlah penggunaan obat terhadap potensi kejadian interaksi obat p=0,000 (<0,05) dengan odds ratio 16,714.
Gambaran Kipi (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Pada Karyawan Rumah Sakit yang Mendapatkan Imunisasi Dengan Vaksin Sinovac di RSUD Kota Yogyakarta
Adriyanto Rochmad Basuki;
Gita Mayasari;
Esti Handayani
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i1.71908
Imunisasi menggunakan vaksin adalah relatif aman tetapi bukan tanpa efek samping, karena sebagian orang dapat mengalami reaksi setelah imunisasi yang bersifat ringan sampai berat. Reaksi ini disebut dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran KIPI pada karyawan rumah sakit yang mendapatkan imunisasi dengan vaksin Sinovac di RSUD Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pengambilan data secara prospektif. Populasi adalah semua karyawan yang mendapatkan imunisasi dengan vaksin Sinovac pada bulan Januari - Maret 2021 sebanyak 572 orang yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi dengan metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner google form yang disampaikan ke masing-masing responden. Pengolahan data dilakukan dengan analisa univariate. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 54,5% dari responden mengalami gejala KIPI Sinovac, sedangkan sebanyak 45,5% melaporkan tidak mengalami gejala KIPI. Gejala KIPI yang paling banyak muncul dalam penelitian ini adalah nyeri di tempat suntik yaitu sebanyak 243 orang (42,5%). Awitan gejala KIPI muncul pada hari pertama setelah imunisasi. Lama gejala KIPI menetap yaitu selama 1 hari. Gambaran KIPI vaksin Sinovac diharapkan dapat membantu program imunisasi dan dapat memperkuat keyakinan masyarakat akan pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit Covid-19 yang efektif.
Gambaran Pelaporan Inspeksi Berkala Setelah Diberlakukan Sistem Pelaporan Online
Vika Marlyn Yunita Wijayanti
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i1.71909
Pendahuluan: Pelaporan inspeksi berkala sebelumnya dilakukan dengan menggunakan form checklist kemudian data inspeksi dimasukkan ke dalam tabel Excel secara manual. Hal tersebut dinilai tidak efektif karena banyak menggunakan kertas, lembar inspeksi kurang komunikatif, waktu pelaksanaan inspeksi tidak terpantau dan pengelolaan data pelaporan membutuhkan waktu relatif lama. Instalasi Farmasi RSUP Dr Sardjito berinovasi dengan menerapkan inspeksi berkala berbasis online. Penelitian ini bertujuan melihat peningkatan jumlah pelaksanaan inspeksi, ketepatan waktu pelaporan inspeksi, dan kesesuaian pengisian inspeksi berkala setelah pelaksanaan pelaporan inspeksi online. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Sampel yang digunakan adalah 109 ruang yang digunakan sebagai lokasi penyimpanan obat di RSUP Dr Sardjito. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase pelaksanaan inspeksi, ketepatan waktu inspeksi, dan kesesuaian pengisian inspeksi dari google form dan aplikasi. Hasil. Jumlah pelaksanaan inspeksi naik sebesar 5,51% saat menggunakan aplikasi dibandingkan dengan manual. Terjadi peningkatan ketepatan waktu pelaporan inspeksi sebesar 7,7% setelah menggunakan aplikasi online dibandingkan saat menggunakan google form. Terjadi peningkatan kesesuaian pengisian data inspeksi setelah menggunakan google form sebesar 15% sedangkan dengan menggunakan aplikasi meningkat sebesar 34,38%. Kesimpulan. Terjadi peningkatan jumlah dalam pelaksanaan inspeksi, ketepatan waktu pelaporan inspeksi dan kesesuaian pengisian inspeksi berkala setelah pelaksanaan inspeksi berkala online.
Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Covid-19 Terkonfirmasi Dengan Komorbid di Bangsal Ogan RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Periode April-Juni 2021
Yuniar Yuniar;
Aninditha Rachmah Ramadhiani;
Dini Asyifa;
Winda Kirana Ade Putri;
Winta Sari Apriliana
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i1.71910
Latar Belakang: Corona virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus-2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau SARS-CoV-2). Tantangan pengobatan pasien Covid -19 salah satunya adalah pada pasien dengan komorbid. Pemilihan terapi Covid-19 perlu mempertimbangkan interaksi obat Covid-19 dengan pengobatan penyakit komorbid. Mayoritas penderita penyakit penyerta mengalami polifarmasi, sehingga akan meningkatkan potensi terjadinya interaksi obat. Tujuan: tujuan penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui interaksi obat dan mencegah terjadinya interaksi obat yang potensial pada pasien Covid-19 dengan komorbid di bangsal Ogan RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang. Metode: penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan secara prospektif pada pasien Covid-19 terkonfirmasi dengan Komorbid yang dirawat di bangsal Ogan RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode April-Juni 2021. Analisis interaksi obat menggunakan aplikasi Lexicomp. Tingkat keparahan interaksi ditentukan berdasarkan tingkat resiko, tingka tkeparahan, dan tingkat reliabilitas. Hasil: sampel dari penelitian ini berjumlah 23 pasien dengan jumlah potensi interaksi obat 94 interaksi. Persentase penyakit penyerta tertinggi ialah Hipertensi sebesar 48%. Serta persentase penggunaan obat>5 obat sebanyak 100%. Berdasarkan mekanisme, interaksi farmakodinamika 69% kejadian dan interaksi farmakokinetika 31% kejadian interaksi. Berdasarkan tingkat resiko interaksi persentase tertinggi pada kategori C sebesar 77% sehingga diperlukan pemantauan terapi. Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi obat moderate tertinggi dengan persentase 74% kejadian, interaksi minor 21% kejadian, dan interaksi mayor 5% kejadian. Berdasarkan tingkat reliabilitas, persentase tertinggi pada kategori fair dengan 72 interaksi, good 18 interaksi, dan Excellent 5 interaksi.