cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2022)" : 16 Documents clear
Profil Klinis Pasien Pengguna Warfarin Pada Poli Jantung RSUD Dr. Soeselo Kabupaten Tegal Fita Rahmawati; Ismi Arsyi Arsyi Aulia; I Dewa Putu Pramantara
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.62470

Abstract

Warfarin merupakan antikoagulan oral yang biasa diresepkan untuk mencegah dan mengobati kejadian tromboemboli. Warfarin memiliki jendela terapi yang sempit, variabilitas luas dalam dosis-respons antar individu, dan sejumlah besar interaksi terhadap obat dan makanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil klinis pasien pengguna warfarin pada Poli Jantung RSUD dr Soeselo Kabupaten Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunakan tehnik consecutive sampling pada bulan 15 Juni – 6 Agustus 2020 di Poli Jantung RSUD  dr.Soeselo Kabupaten Tegal. Sejumlah 97 pasien memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini. Profil klinis pasien yang menggunakan warfarin diperoleh melalui penelusuran rekam medik dan wawancara terstruktur.  Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan rerata usia pasien 53,5 tahun dengan usia paling banyak pada rentang 60-80 tahun (38%). Proporsi perempuan lebih banyak (70%) dengan mayoritas tingkat pendidikan pada level tingkat dasar (66%). Indikasi terbanyak penggunaan warfarin adalah Atrial Fibrilasi (91%) dengan durasi penggunaan warfarin paling banyak pada rentang waktu hingga 6 bulan (36%) diikuti penggunaan warfarin lebih dari 25 bulan (31%). Pada penelitian ini International Normalized Ratio (INR) yang mencapai rentang terapeutik hanya sebesar 11%, sedangkan efek samping obat terjadi pada 10% pengguna warfarin.  Informasi gambaran profil penggunaan warfarin sangat diperlukan untuk menentukan strategi lebih lanjut dalam upaya meningkatkan luaran terapi pasien. 
Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Antibiotik Profilaksis Terhadap Kejadian Infeksi Luka Operasi Pada Pasien Bedah Digestif di Salah Satu Rumah Sakit Tipe B Kabupaten Sleman Dhannia Fitratiara; Ika Puspitasari; Titik Nuryastuti
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.63691

Abstract

Infeksi Luka Operasi (ILO) adalah penyebab infeksi nosokomial yang sering terjadi pada luka bekas sayatan setelah operasi. Penggunaan antibiotik profilaksis bedah dapat efektif mengurangi tingkat ILO dengan pemilihan antibiotik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis, mengetahui angka kejadian ILO, mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis terhadap kejadian ILO, dan mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian ILO pada pasien bedah digestif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional deskriptif-analitik dengan desain cross sectional melibatkan pasien bedah digestif yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam medik pasien rawat inap selama periode 1 Januari-31 Desember 2019 di salah satu RS tipe B Kabupaten Sleman. Terdapat 110 pasien menjalani bedah digestif yang masuk dalam kriteria inklusi pada penelitian ini. Rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis berdasarkan metode Gyssens (kategori 0) pada penelitian ini sebesar 20,9% (23 pasien). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketidakrasionalan penggunaan antibiotik profilaksis dengan kejadian ILO (P=0,712). Faktor risiko ILO yang teridentifikasi berdasarkan analisis bivariat adalah komorbiditas, prosedur operasi bersamaan, dan sifat operasi. Sedangkan analisis multivariat menunjukkan bahwa prosedur operasi bersamaan memiliki hubungan yang bermakna dengan angka kejadian ILO. Individu dengan prosedur operasi bersamaan memiliki risiko hampir 8 kali lebih tinggi untuk mengalami ILO (OR 7,625; CI 95% 1,370-42,423; p = 0,020).
Pengaruh Kecepatan Pencampuran Terhadap Sifat Fisik Lotion Nano-Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang (Musa balbisiana Colla) dan Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L. Kuntze) Dian Eka Ermawati; Alfia Andhika Putri
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i2.59209

Abstract

Kulit pisang kepok (M. balbisiana Colla) dan daun teh hijau (C. sinensis L. Kuntze) memiliki aktivitas antioksidan. Teh hijau mengandung katekin 20-30% meliputi epikatekin, epikatekin-3-galat, epigalokatekin, dan epigalokatekin-3-galat dengan nilai IC50 21,44 µg/mL. Kulit pisang kepok mengandung galokatekin, epikatekin, dan katekin. Aktivitas antioksidan pisang kepok yaitu 94,25% dengan nilai IC50 64,03±2,78 ppm yang tergolong sangat aktif. Pemakaian ekstrak sebagai zat aktif kosmetik memiliki pharmaceutical elegance rendah, sehingga ekstrak diformulasikan dalam SNEDDS (Self Nano-Emulsifying Drugs Delivery System). Maserasi kulit pisang kepok dan daun teh hijau menggunakan pelarut etanol 96%. Komponen formula SNEDDS (minyak kemiri : tween 80 : PEG 400) perbandingan 1:6:1; 1:7:1 dan 1:8:1. Orientasi ekstrak yang ditampung dalam sistem antara 100-500 mg. SNEDDS dengan loading ekstrak maksimal didispersikan dalam basis lotion kemudian dilakukan pecampuran dengan variasi kecepatan pencampuran (mortir, homogenizer kecepatan 500 dan 1000 rpm). Pengamatan sifat fisik dan kimia lotion meliputi viskositas, pH, daya sebar dan daya lekat. Analisa statistik menggunakan One Way Anova. Pengujian lotion dilakukan selama 12 hari dan data dianalisa menggunakan Paired T-Test. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa variasi kecepatan pencampuran berpengaruh signifikan terhadap daya sebar dan daya lekat, namun tidak berpengaruh terhadap viskositas dan pH lotion. Homogenizer dengan kecepatan 1000 rpm merupakan metode terbaik untuk lotion nano ekstrak etanol kombinasi kulit pisang kepok dan daun teh hijau karena memenuhi persyaratan sifat fisik dan kimia yang baik selama penyimpanan.
Optimasi Proporsi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus undatus (Haw.) Britton & Rose dan Titanium Dioksida dalam Formulasi Lipstik dengan Pewarna Alam Marlyn Dian Laksitorini; Veronica Intani Suherndra; Roni Ferdian; Mimiek Murrukmihadi
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i2.65423

Abstract

Kandungan antosianin dalam ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus undatus (Haw.) Britton & Rose) memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam sediaan lipstik. Kulit buah naga merah memiliki berat mencapai 30-35% berat buah. Namun demikian, pemanfaatan limbah kulit buah naga sebagai sumber pewarna alam belum dieksplorasi secara maksimal. Lipstik berfungsi untuk memperindah warna bibir sekaligus sebagai pelindung bibir dari cahaya matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proporsi ektrak kulit buah naga ( 8-10% b/b) dan titanium dioksida (5-7% b/b)agar diperoleh lipstik dengan densitas warna dan angka sun protecting factor (SPF) yang optimal. Penambahan titanium dioksida berefek positif terhadap densitas warna lipstik. Optimasi dengan Design Expert® menunjukan bahwa kombinasi ekstrak etanolik kulit buah naga merah sebesar 9,5%  dan titanium dioksida sebesar 5,5 % terhadap bobot lipstik diprediksi akan memberikan nilai densitas warna dan SPF yang paling optimum. Pembuatan produk dengan formula optimum pada skala kecil memiliki nilai SPF yang tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan nilai prediksi sedangkan densitas yang dihasilkan formula optimum sedikit lebih tinggi dari nilai prediksi. Lipstik yang dibuat menurut formula optimum memiliki titik lebur dan nilai pH  yang memenuhi syarat namun memiliki tingkat kekerasan yang lebih tinggi dan daya oles lebih rendah dari produk pembanding. Secara umum, lipstik dari formula optimum menghasilkan warna pastel merah muda. Pengembangan ekstrak kulit buah naga merah sebagai pewarna alami sediaan lipstik perlu disempurnakan agar diperoleh kestabilan warna ekstrak.Kata kunci: lipstik, pewarna alami, ekstrak kulit buah naga merah, formula optimum
Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Dusun Sumberan Sedayu Bantul Tentang Pencegahan Covid-19 Bulan Januari 2021 Mesi Damayanti; Octariana Sofyan
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i2.70171

Abstract

Covid-19 saat ini menjadi permasalahan serius di dunia dengan jumlah kasus yang selalu meningkat. Survei awal peneliti menunjukkan masih terdapat warga Dusun Sumberan berlatar belakang pendidikan dasar dan berdasarkan hasil wawancara banyak warga yang tidak mengetahui pencegahan Covid-19 secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Sumberan Sedayu Bantul tentang pencegahan Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectionals  dan sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Dusun Sumberan yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 90 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tertutup yang terdiri dari data diri responden dan pernyataan terkait pencegahan Covid-19. Data dianalisis dengan menggolongkan tingkat pendidikan dan penilaian persentase tingkat pengetahuan terhadap hasil jawaban responden. Hasil yang didapat yaitu tingkat pengetahuan responden dengan kategori kurang sebanyak 33%, cukup sebesar 36% dan baik sebesar 31%. Data pendidikan dan pengetahuan yang didapat kemudian diolah menggunakan SPSS dengan uji kendall’s tau. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan dengan nilai sig 0,000 (< 0,05) dimana semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pula tingkat pengetahuan yang dimiliki, dan sebaliknya. Hubungan yang terjadi termasuk dalam kategori cukup dengan nilai koefisien korelasi 0,413.
Review and Comparison of Food Drug Administration (FDA) and Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) on Good Manufacturing Practice (GMP) Implementation Farida Nur Aziza
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i2.73520

Abstract

A government is responsible for ensuring public health and safety. One of the approaches is to establish a regulatory body that governs health-related items such as pharmaceuticals and other human health-related products. These regulatory bodies exist to ensure that goods satisfy high standards of quality, safety, and efficacy. This article investigates several aspects of regulatory bodies' regulation and Good Manufacturing Practice (GMP) standards controlled by two regulatory organizations, the Food and Drug Administration (FDA) and the Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA). Both regulatory agencies appear to have some items controlled and fairly specific product authorization guidelines. It is apparent that both regulatory authorities have some comparable notions in common when it comes to GMP implementation, product registration, mutual recognition agreements, and MoU implementation.

Page 2 of 2 | Total Record : 16