cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2011): Agrin" : 9 Documents clear
TOLERANSI VARIETAS PADI GOGO TERHADAP KONDISI KEKERINGAN BERDASARKAN KADAR AIR TANAH DAN TINGKAT KELAYUAN Rahayu, Ahadiyat Yugi
Agrin Vol 15, No 1 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.1.113

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat toleransi varietas padi gogo pada kondisiketersediaan air yang terbatas berdasarkan kadar air tanah dan tingkat kelayuan. Percobaan dilakukan untukmengevaluasi varietas Silugonggo, Kilimutu, Gajah mungkur, Dodokan, Way rarem, Jatiluhur, Ciherang,Cisokan, Situ Bagendit, Situ Patenggang, Gilirang, Cirata, Batulegi, Way Ampo Buru dan Danau Tempeberdasarkan ketersediaan air pada fase pertumbuhan berbeda yaitu pemberian air sampai akhir fase vegetatif danpemberian air sampai pertengahan fase generatif dan setelah itu dihentikan menggunakan pendekatan Uji t. Hasilmenunjukan bahwa antar varietas dengan penghentian pemberian air setelah fase pertumbuhan setengahgeneratif lebih cepat mengalami kelayuan ± 1,87 hari dengan kadar air tanah lebih tinggi ± 0,8 % dibandingkandengan penghentian air setelah fase vegetatif. Varietas Kalimutu, Cisokan, Situ Patenggang dan Gilirangmemiliki tingkat toleransi tinggi terhadap kekeringan yang mampu bertahan lama lebih dari delapan hari padakondisi kadar air rendah (10%).Kata kunci: varietas padi gogo, ketersediaan air, kadar air tanah, tingkat kelayuan ABSTRACTObjective of the study was to know the drought level of upland rice varieties under limited wateravailability based on soil water content and wilting level. Silugonggo, Kilimutu, Gajah mungkur, Dodokan, Wayrarem, Jatiluhur, Ciherang, Cisokan, Situ Bagendit, Situ Patenggang, Gilirang, Cirata, Batulegi, Way AmpoBuru dan Danau Tempe under application of water during vegetative stage and up to a half generative stage andthen ceased were evaluated by t test. Results showed that among varieties obtained the faster level of wilting of ±1.87 days but higher soil water content of ± 0.8 % under unavailability of water after a half of generative stagethan the end of vegetative, respectively. Kalimutu, Cisokan, Situ Patenggang dan Gilirang varieties had a highlevel tolerance on drought which could stay life longer (> 8 days) under low soil moisture content of 10%.Key words: upland rice variety, water availability, soil water content, wilting level
TANGGAPAN PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL DUA KLON TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) TERHADAP DOSIS PEMUPUKAN UREA, SP-36, DAN KCl Sugiatno, Sugiatno
Agrin Vol 15, No 1 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.1.118

Abstract

Produktivitas minyak nilam secara nasional masih rendah, rata-rata hanya 97,53 kg/ha/tahun. Upayauntuk meningkatkan produktivitas minyak nilam salah satunya adalah dengan penggunaan klon nilam ungguldan pemupukan yang berimbang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan pertumbuhan dandaya hasil dua klon tanaman nilam terhadap berbagai dosis pupuk urea, SP-36, dan KCl. Penelitian dilaksanakandi Kebun Percobaan BPTP Lampung, Natar Lampung Selatan dari bulan Mei hingga November 2007. Penelitiandisusun secara faktorial (2 X 6) dalam rancangan kelompok teracak sempurna dengan 3 ulangan. Faktor pertamaadalah dua klon tanaman nilam terdiri atas Klon Tapaktuan dan Sidikalang. Faktor kedua adalah dosis pupukurea, SP-36, dan KCl per hektar yang terdiri atas 0 kg urea + 0 kg SP-36 + 0 kg KCl (D0), 125 kg urea + 50 kgSP-36 + 50 kg KCl (D1), 187,5 kg urea + 75 kg SP-36 + 75 kg KCl (D2), 250 kg urea + 100 kg SP-36 + 100 kgKCl (D3), 312,5 kg urea + 125 kg SP-36 + 125 kg KCl (D4), dan 375 kg urea + 150 kg SP-36 + 150 kg KCl(D5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pertumbuhan dan daya hasil tanaman nilam klon Tapaktuan lebihbaik daripada klon Sidikalang, (2) pemupukan urea, SP-36, dan KCl pada tanaman nilam dengan dosis D4(312,5 kg urea + 125 kg SP-36 +125 kg/ha KCl ) memberikan pertumbuhan dan daya hasil tertinggi, dan (3)rendemen minyak nilam tertinggi dicapai oleh klon Sidikalang pada dosis pupuk D5 (375 kg Urea + 150 kg SP-36 +150 kg/ha KCl).Kata kunci: Klon tanaman nilam, dosis pupuk, pertumbuhan, daya hasil ABSTRACTPatchouli oil’s productivity in Indonesia is still low, it’s about 97,53 kg/ha/year. One of the way that canbe done to increase it’s productivity is by using superior clone and balance fertilizer. The objective of thisresearch is to study growth and yield responds of two clones of patchouli plant to urea, SP-36, and KCl dosage.This research was conducted at BPTP Lampung research field in Natar, South Lampung from May to November2007. The experiment was factorial design (2X6 factors) with randomized completely block design with threereplications. The first factor was clone of patchouli plant that is Tapaktuan and Sidikalang. The second factorwas urea, SP-36, and KCl dosage, consist of 0 kg urea + 0 kg SP-36 + 0 kg KCl/ha (D0), 125 kg urea + 50 kgSP-36 + 50 kg KCl/ha (D1), 187,5 kg urea + 75 kg SP-36 + 75 kg KCl/ha (D2)l 250 kg urea + 100 kg SP-36 +100 kg KCl/ha (D3), 312,5 kg urea + 125 kg SP-36 + 125 kg KCl/ha (D4), and 375 kg urea + 150 kg SP-36 +150 kg KCl/ha (D5). Result shows that (1) the growth and the yield’s level of patchouli plant from Tapaktuan’sclone is better than Sidikalang’s clone, (2) the fertilizing of urea, SP-36, and KCl in patchouli plant with D4dosage (312,5 kg urea + 125 kg SP-36 +125 kg/ha KCl ) gives the highest result of growth and yield’s level ofthe patchouli plant, and (3) the highest patchouli oil’s content is gain by Sidikalang’s clone with D5 dosage (375kg Urea + 150 kg SP-36 +150 kg/ha KCl).Key words: patchouli plant clone, fertilizer dosage, plant growth, yield
VARIASI VIRULENSI ISOLAT Fusarium oxysporum f.sp.cepae PADA BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH Nugroho, Bambang; Astriani, Dian; Mildaryani, Warmanti
Agrin Vol 15, No 1 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.1.114

Abstract

Penyakit moler yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp.cepae merupakan penyakit utama bawangmerah yang selalu ditemukan di setiap daerah penanaman dengan intensitas penyakit yang bervariasi. Variasi inididuga berkaitan dengan variasi virulensi patogennya dan variasi ketahanan varietas bawang merah. Beberapaisolat patogen diuji pada beberapa varietas bawang merah untuk mengetahui variasi virulensinya dan ketahananbawang merah terhadap penyakit moler. Lima varietas bawang merah yaitu Tiron, Filip, Kuning, Thailan, danBiru diinokulasi dengan empat isolat patogen yang berasal dari Kulonprogo (isolat Kp), Bantul (isolat Bt),Brebes (isolat Br), dan Nganjuk (isolat Ng). Sebelum inokulasi dengan cara perendaman umbi bibit dalamsuspensi mikrokonidium patogen konsentrasi 106, umbi didisinfeksi dengan perendaman dalam kloroks 1%selama 1 menit, dicuci dengan akuades steril, dan dikeringanginkan semalam. Umbi yang sudah diinokulasikemudian ditanam dalam polibeg yang berisi medium tanam yang berupa campuran tanah:pupuk kandang sapi2:1 v/v. Isolat Bt menunjukkan virulensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan 4 isolat yang lain pada semuavarietas bawang merah yang diuji. Isolat Bt menyebabkan penyakit dengan intensitas yang lebih tinggi, danmenyebabkan kematian total pada varietas Kuning. Varietas Filip dan Biru adalah varietas yang paling tahan,sebaliknya varietas Kuning adalah yang paling rentan terhadap penyakit moler.Kata kunci: variasi virulensi, Fusarium oxysporum f.sp.cepae, resistensi, bawang merah ABSTRACTMoler (shallot twisting disease) caused by Fusarium oxysporum f.sp.cepae is a major disease on shallotthat is always found in every shallot plantation with various disease intensity. The variation of disease intensitymay be related to variation of virulence of the pathogen and the resistance of shallot varieties. Several isolatesof the pathogen were tested on several shallot varieties to know the variation of their virulence as well as theresistance of the shallot varieties. Five varieties of shallot i.e. Tiron, Filip, Kuning, Thailan, and Biru wereinoculated with four isolates of the pathogen originated from Kulonprogo (Kp isolate), Bantul (Bt isolate),Brebes (Br isolate), and Nganjuk (Ng isolate). Before inoculation by deeping the bulbs in 106/ml microkonidiumsuspension for 30 minutes, the bulbs were disinfected with 1% NaOCl for about 1 minute, washed with sterilizedaquadest, and air dryed overnight. The inoculated bulbs were then planted in polybags containing plantingmedium of soil:organic fertilizer 2:1 v/v. Bt isolate showed the higher virulence compared to 4 other isolates onall varieties tested. The isolate gave the higher disease intensity, and it caused total plant death on Kuningvariety. Filip and Biru varieties were the most resistant, whilst Kuning variety was the most susceptible to thedisease.Key word: variation of virulence, Fusarium oxysporum f. sp. cepae, resistance, shallot 
PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PENINGKATAN HASIL PADI GOGO VARIETAS SITU PATENGGANG Sunjaya Putra
Agrin Vol 15, No 1 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.1.119

Abstract

Peningkatan produksi padi dalammendukung ketahanan pangan dapat dilakukan melalui pemanfaatanlahan kering dengan menanam padi gogo varietas unggul baru dan pengaturan jarak tanam. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui jarak tanam optimal yang dapat meningkatkan hasil padi gogo varietasSitu Patenggang di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di lahan kering Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak,Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada bulan Januari-April 2008. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalahpadi gogo varietas Situ Patenggang, pupuk NPK dosis 200 kg/ha, Urea 100 kg/ha dan NPK cair 3 l/ha. Metodepenelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri atas enam perlakuan dan empat ulangan. Macamperlakuan yaitu ; 1) Jarak tanam tegel (25x25 cm), 2) Jarak tanam tegel (20x20 cm), 3) Jarak tanam legowo(30x25 x12,5 cm), 4) Jarak tanam legowo (30x20x10 cm), 5) Jarak tanam legowo (30x25xlarikan), dan 6) Jaraktanam legowo (30x20xlarikan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam legowo (30x25x larikan),legowo (30x25x12,5), legowo (30x20xlarikan), dan legowo (30x20x10) dapat meningkatkan hasil padi gogovarietas Situ Patenggang masing-masing sebanyak 27,3%, 34%, 36,6% dan 44,9% dibandingkan dengan hasilproduksi padi gogo di Indonesia dan 1,4 %, 7%, 8,8% dan 15,4% di Jawa Barat. Jarak tanam legowo(30x20x10) dapat menghasilkan padi gogo sebanyak 3,29 ton/ha. Sedangkan hasil terendah diperoleh denganmenggunakan jarak tanam tegel (25x25 cm) sebanyak 2,22 ton/ha.Kata Kunci : jarak tanam, padi gogo, produksi ABSTRACTIncreasing rice production in support of food security can be done through the utilization of dry landplanted with upland rice and plant spacing. The purpose of this research is to determine plant spacing effect toincreased upland rice yield of Situ Patenggang varieties in dry land. Research conducted in the upland villageof North Nagrak, Nagrak Sukabumi district in West Java in January-April 2008. Materials used in the studywere Situ Patenggang upland rice, NPK fertilizer dose of 200 kgha-1, urea 100 kgha-1 and NPK liquid 3 lha-1.Method of research using randomized block design of six treatments and 4 replications. Kinds of treatment,namely: 1) Spacing of square (25x25 cm), 2) Spacing of square (20x20 cm), 3), Spacing of legowo (25x30x 12.5cm), 4) Spacing of legowo (30x20x10 cm), 5) Spacing of legowo (30x25xspreed), and 6) Spacing of legowo(30x20xspreed). The results of experience conclused that spacing of legowo (30x25x spreed), legowo (30x25x12,5), legowo (30x20x spreed), and legowo (30x20x10) can increased yield of upland rice Situ Patenggangrespectively of 27.3%, 34%, 36.6% and 44 , 9% compared with upland rice yield in Indonesia and 1.4%, 7%,8.8% and 15.4% in West Java. The spacing of legowo (30x20x10) can produce about 3.29 tonnesha-1. While, thelowest result obtained by using the spacing of square (25x25 cm) about 2.22 tonnesha-1.Keywords : plant spacing, upland rice, yield
PENGARUH DOSIS BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS PADI Darta Mulyana; Sakhidin Sakhidin; Achmad Iqbal
Agrin Vol 15, No 1 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.1.115

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietaspadi. Penelitian ini merupakan percobaan lapang dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Faktorpertama berupa varietas padi (sebagai sub perlakuan) : PP1 Pioneer, IR-64, dan Cianjur; faktor ke dua berupadosis bokashi (sebagai perlakuan utama) : 0 t/ha, 10 t/ha, 20 t/ha, dan 30 t/ha. Hasil penelitian menunjukkanbahwa bobot gabah kering per ha tertinggi (4,15 t) ditunjukkan oleh varietas PP1 Pioneer. Pemupukan bokashidengan dosis 20 t/ha memberikan bobot gabah kering per ha tertinggi (4,70 t). Jumlah anakan produktif tertinggi(25,00) dicapai varietas Cianjur dengan dosis bokashi 20 t/ha.Kata kunci : padi, varietas, dosis bokashi ABSTRACTThe objective of research was to study the effect of bokashi dosages on growth and yield of three varietiesof rice. This research was laid out as a Split Plot Design in a factorial combination of 2 factors. The first factorwas varieties (as sub treatment) : PP1 Pioneer, IR 64, and Cianjur; the second one was bokashi dosages (asmain treatment): 0 t/ha, 10 t/ha, 15 t/ha, and 20 t/ha. The result showed that the highest dry weight of grain perha (4,15 t) was given by PP1 Pioneer. Application of 20 t bokashi/ha gave the highest dry weight of grain per ha(4,70 t). The highest number of tiller (25,00) was achieved Cianjur variety by application of 20 t bokashi/ha.Key words : rice, varities, dosages of bokashi
PENGARUH PUPUK NPK BERLAPIS ZEO-HUKALSI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DI TANAH PASIR PANTAI BUGEL KULON PROGO Syukur, Syukur; Sulakhudin, A.; Sunarminto, B. H.
Agrin Vol 15, No 1 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.1.120

Abstract

Tanah pasir pantai memiliki kesuburan yang rendah karena sebagian besar hara hilang akibat prosespelindian. Untuk mengurangi kehilangan hara di tanah pasir pantai dapat dilakukan dengan melapisi pupuk NPKdengan humat-kalsium dan zeolit. Penelitian ini merupakan percobaan pot yang dilakukan di rumah kaca JurusanTanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada dari bulan September sampai Oktober 2009. Tujuanpenelitian adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk NPK yang dilapisi dengan zeolit dan humatkalsium(pupuk NPK Zeo Hukalsi) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah pasir pantaidan menentukan dosis optimunnya. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor perlakuanyang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah jenis pupuk NPK, terdiri dari NPK Zeo Hukalsi dan NPKkonvensional (phonska). Faktor kedua adalah dosis pupuk terdiri dari 0%, 50%, 100%, dan 150% dosisrekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NPK Zeo Hukalsi dapat meningkatkan tinggi tanamandengan dosis yang optimum adalah 50% rekomendasi. Sedangkan pengaruh NPK Zeo Hukalsi terhadappeningkatan berat basah dan kering trubus bawang merah optimum pada dosis 100% rekomendasi.Kata kunci: pupuk NPK, humat, zeolit, bawang merah, tanah pasir pantai. ABSTRACTCoastal sandy soils, in general, have low fertility and are easier subject to leaching. To reduce nutrientloss in sandy soil NPK fertilizers can be coated with humic-calcium and zeolite. The objectives of these potexperiment conducted in glass house of Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Gadjah MadaUniversity from September to Oktober 2009 were to study the effects of NPK coated with zeo-hucalsi dosages ongrowth and the production of shallot of coastal sandy soil and to determine its optimum dose. Experimentaldesign used was completely randomized design. The first factor was the kinds of NPK fertilizer, consisted of ZeoHucalsi coated NPK and noncoated NPK. The second factor was the fertilizer dosages consisted of 0%, 50%,100%, and 150% of recommended doses, replicated three times. The results showed that Zeo Hucalsi coatedNPK caused of increasing plant height with optimum recommended dosage was 50%. The study also found thatZeo Hucalci NPK fertilizer of 100% recomendated dosage increased the wet and dry weight of shallot.Key words: NPK fertilizer, humic, zeolit, shallot, coastal sandy soil
UJI PENDAHULUAN KLON-KLON HASIL SILANGAN BAWANG MERAH PADA MUSIM PENGHUJAN DI LEMBANG Putrasamedja, Sartono
Agrin Vol 15, No 1 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.1.116

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan beberapa klon yang dapat beradaptasi tinggi dan berproduksibaik. Materi yang dicoba terdiri dari sembilan perlakuan dan tiga varietas 2003/12, 2003/15, 2003/16, 2003/17,2003/18, 2003/23, 2003/24, 2003/26, 2003/27 serta Betok, Bauji dan Bima Brebes. Rancangan percobaan yangdigunakan adalah Rancangan Acak Kelompok masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Penelitian dilaksanakandikebun percobaan Balitsa pada ketinggian 1250 m dpl dengan jenis tanah Andosol ph 5,1 – 6,2. Hasil penelitianmenunjukan bahwa klon 2003/18 mampu beradaptasi dengan produksi 6,517 ton/Ha dengan jumlah anakan rataarat8 anakan dan klon 2003/24 dengan produksi 6,317 ton/Ha dengan jumlah anakan rata-rata 9 anakan.Kata kunci : bawang merah, persilangan, klon. ABSTRACTMaterial to fridl nine clonal and tree local varieties to control 2003/12, 2003/15, 2003/16, 2003/17,2003/18, 2003/23, 2003/24, 2003/26, 2003/27 and Betok, Bauji, Bima Brebes. The objective of this research wasto evaluation the adaptation and to assess the shallot clone performance to adaptation to hight please and thanclonal selected to use follow evaluate the adaptation trial were changed in condomised black design with treeregulation were planted at the experimental garden at Balitsa ata the hight 1250 m from sea level at theAndosail ph 5,1 – 6,2. The result showed that cloons 2003/18 good performance potential product : 6.517ton/Ha and average 8 sprout every hill and cloon 2003/23 : 6, 317 ton/Ha and 9 sprout every hill.Key word : shallot, hibridization clone
ISOLASI DAN UJI EFEKTIFITAS IN VITRO MIKROBA PELARUT FOSFAT ISOLAT AJIBARANG Tamad, Tamad; Maryanto, Joko
Agrin Vol 15, No 1 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.1.121

Abstract

Kelarutan P yang rendah dalam tanah dapat ditingkatkan antara lain dengan memanfaatkan mikrobapelarut fosfat (MPF). MPF menghasilkan sejumlah asam organik (sitrat, oksalat, glukonat, laktat dan fumarat)yang mampu melarutkan P. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat MPF lokal yang unggul dalammelarutkan P dari Batuan Fosfat (BF) deposit Ajibarang. Penelitian ini merupakan percobaan faktor tunggal,yaitu MPF dengan 10 isolat bakteri dan 10 isolat fungi. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan AcakLengkap dengan tiga ulangan. Berdasarkan karakteristik kemampuan mengasamkan media tumbuh, lajutumbuh dan daya melarutkan P (zone bening dan P terlarut) maka: a) isolat dari sumber akar tanaman lebihunggul dibanding asal tanah sekitar perakaran, b) isolat dari tanaman padi dan jagung lebih unggul dibandingdari tanaman lainnya dan c) isolat kelompok bakteri lebih unggul dibanding kelompok fungi. MPF dengan dayalarut P dari BF tertinggi ialah isolat bakteri dari akar padi dan jagung dengan daya larut 1,2 sampai 1,3 ppmP/hari.Kata kunci: mikroba pelarut fosfat, batuan fosfat, isolat Ajibarang ABSTRACTThe low solubility of P in soil could be enhance by using microorganisms. This due to the organic acids(citrate, oxalate, gluconate, lactate and fumarate) produce by soil microorganisms could increase the solublityof P. The organic acid could form chelate with Al, Fe and Ca, result in the release of P. The research aimed isto get Phosphate Solubilizing Microorganisms (PSM) isolat well on solubilizing P of Ajibarang Rock Phosphate(RP). The single factor of this research is PSM (ten bactery and ten fungy). The research was arranged inComplete Randomized Design with three repeated. The base of acidity capability, rate of growth andsolubilizing of P, so isolate PSM: a) from rhizoplane is better than isolate from rhizosphere, b) from paddy andcorn better than anather plant and c) bactery isolate better than fungy isolate. Isolate PSM with highestsolubilizing of P from RP is bactery isolate from paddy and corn root. Phosphorus soluble from RP by thatisolate is between 1.2 to 1.3 ppm P/day.Key words: phosphate solubilizing microorganisms, rock phosphate, Ajibarang isolate
PENYIMPANAN BENIH PADI MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS PENGEMAS Rahayu, Siti; Wanita, Yeyen Prestyaning; Kobarsih, Mahargono
Agrin Vol 15, No 1 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.1.117

Abstract

Penelitian penyimpanan benih padi menggunakan berbagai jenis pengemas bertujuan untuk mengetahuipengaruh tiga jenis bahan pengemas dan lama penyimpanan terhadap kadar air dan daya berkecambah benihpadi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Desember 2009. Menggunakan benih padi varietas Cimelati(tipe SS), hasil panen oleh kelompok tani Ngudi Rahayu di dusun Tangkilan, Sumbermulyo, Bambanglipuro,Kabupaten Bantul bulan April 2009. Benih padi dikemas menggunakan tiga macam jenis pengemas yaitu 1)kantong plastik ketebalan 0,8 mm; 2) Kaleng bertutup dan 3). Kaleng kedap udara. Sampling dilakukan setiapbulan, untuk menganalisis kadar air dan daya kecambah benih padi dan pada awal dan akhir pengamatandianalisis benih yang terinfeksi kapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tiga jenis bahanpengemas benih padi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap kadar air benih padi. Demikian jugadaya kecambah benih padi selama penyimpanan tidak berbeda nyata selama penyimpanan menggunakan tigajenis pengemas. Sehingga tiga jenis bahan pengemas tersebut dapat digunakan sebagai pengemas padapenyimpan benih padi. Pengemasan menggunakan kaleng kedap udara dapat direkomendasi sebagai bahanpengemas benih padi, hal ini disebabkan karena setelah penyimpanan selama tujuh bulan kadar air benih padi<13% dan daya kecambahnya > 90%, dan pada akhir pengamatan benih yang terinfeksikapang 72% (lebihrendah dari dua kemasan yang lain) dengan demikian benih padi tersebut masih layak untuk dijadikan benihkarena sesuai SNI.Kata kunci : benih padi, pengemas, padi, penyimpanan ABSTRACTResearch about paddy seed storage using many types of packaging aimed to determine the effect of threetypes of packaging materials and storage time on moisture content and germination of paddy. Thiis researchconducted in April-December 2009. Paddy seed variety wasCimelati (type SS), the harvest months of April 2009by a farmer’s group Ngudi Rahayu in Tangkilan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul regency. Packagedpaddy seeds using three types of packaging: 1) plastic bags of thickness 0.8 mm; 2) cans lids and 3). Airtightcans. Sampling was done every month, to analyze the moisture content and germination of paddy seed and fungiinfection of paddy seed on befor and after storage. The results showed that the use of three types of packagingmaterials paddyseeds showed no significant difference to the water content of paddy seed. Similarly,germination of paddy seeds during storage was not significantly different during storage using three types ofpackaging. So that three types of packaging materials can be used as the packaging on the storage of paddyseeds. Airtight can packaging used can be recommended as paddy seed packaging materials, it is because afterstorage for seven months, the water content of rice seedlings <13% and power kecambahnya> 90%, and fungiinfection 72% so the paddy seed is still suitable as seed because liked ISO standard.Key words: rice seeds, package, storage

Page 1 of 1 | Total Record : 9