cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2013): Agrin" : 7 Documents clear
PROFIL USAHA PENYULINGAN MINYAK DAUN CENGKEH DI KABUPATEN BANYUMAS p, Pudji Hastuti; Widarni, Sri; Sundari, Sundari
Agrin Vol 17, No 1 (2013): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2013.17.1.198

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui profil usaha dan pengusaha minyak daaun cengkeh diKabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan di Kecamatan Somagede, Kedungbanteng, Kemranjen, Tambak, danBanyumas pada 7 perusahaan agroindustri minyak daun cengkeh pada Nopember 2011. Metode penelitian yangdigunakan adalah survey dengan teknik pencacahan lengkap (sensus). Metode analisis yang digunakan adalahanalisis biaya, penerimaan, keuntungan (pendapatan), BEP, MOS, Shut-down Point, dan Rentabilitas Ekonomis.Hasil analisis m enunjukan: rata-rata ketel yang digunakan 2 buah, rata-rata biaya produksi Rp66.705.533,00,rata-rata penerimaan sebesar Rp85.500.000,00, rata-rata minyak daun cengkeh yang dihasilkan 1.000 kg danharga jual rata-rata Rp85.500,00 per kg. Keuntungan usaha adalah Rp18.794.467,00. BEP (kg) sebesar 90,01 kgsedangkan BEP (Rupiah) sebesar Rp7.696.171,55. Margin of Safety sebesar 91% atau Rp77.803.828,45 setaradengan 909,99 kg minyak daun cengkeh. Shut-down Point sebesar Rp563.815,11. Rentabilitas Ekonomi adalah28,18%. Hasil analisis untuk profil pengusaha minyak daun cengkeh: pengusaha yang berpendidikan SLTAadalah 42,86%, dan yang berpendidikan SR/SD dan 57,14%. Pengusaha yang berada pada kelompok umurproduktif (15-64 tahun) sebanyak 85,71% dan 14,29% berada pada umur tidak produktif (≥65 tahun).Pengalaman dalam usaha minyak daun cengkeh dengan kisaran 10-36 tahun. Usaha penyulingan minyak dauncengkeh 100% sebagai mata pencaharian pokok sedangkan pekerjaan lain adalah berkebun, jasa angkutan,material, dagang bibit tanaman. Dulkihat dari jenis kelamin, 85,71% pengusaha berjenis kelamin laki-laki dan14,29% perempuan dengan tanggungan keluarga 1-5 orangKata kunci: profil usaha, profil pengusaha, penyulingan minyak daun cengkehSUMMARYThe objective of this study were to determine the profile of businesses and entrepreneur of clove leaf oil inBanyumas. The research was conducted in Sub-districts of Somagede, Kedungbanteng, Kemranjen, Tambak, andBanyumas in 7 clove leaf oil agro-industry companies in November 2011. The research method used was surveyby complete enumeration technique (census). The analytical method used are analysis of costs, revenues, profits(income), BEP, MOS, Shut-down Point, and Ekonomic Rentability. The result of analysis i.e. average boiler usedwere 2 pieces, average cost of production was Rp66,705,533.00, average revenue was Rp85,500,000.00,average clove leaf oil produced were 1,000 kg and the average sales price was Rp85,500.00 per kg. Businessprofit was Rp18,794,467.00. BEP(kg) were 90,01 kg while the BEP( Rupiah) was Rp7,696,171.55. Margin ofSafety was 91 % or Rp77,803,828.45 equivalent to 909,99 kg of clove leaf oil. Shut-down Point wasRp563,815.11. Economic rentability was 28.18% Th .level of educational degree for enterpreneur were 42.86 %graduated from senior high school, and 57.14% graduated from elementary school. 85.71% were in theproductive age group (15-65 years) and 14.29% were non-productive age (> 65 years). Experience in thebusiness of clove oil with a range of 10-36 years, while 100% as the main livelihood. Works beside business inoil of cloves were gardening, transportation services, material, selling goods, and seed sellers. There were85.71% men and 14,29 % woman with dependents 1-5 people from seven entrepreneurs.Key words: business profile, entrepreneur profile, clove leaf oil refining
PENGARUH FORMULA TRICHODERMA HARZIANUM-MIKORIZA DAN PUPUK INORGANIK TERHADAP SERANGAN FUSARIUM OXYSPORUM PADA TANAMAN JAHE MUDA u, Darini S; Rokhminarsi, E.; Januwati, M.
Agrin Vol 17, No 1 (2013): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2013.17.1.194

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui pengaruh formula T. harzianum-mikoriza dan pupuk inorganik terhadapserangan Fusarium oxysporum pada tanaman jahe muda. Penelitian rumah kasa, media tanah Ultisols, dan jenisjahe gajah. Rancangan percobaan Second Order Central Composite Design (SOCCD), analisa menggunakanmetode Respons Surface Methodology (RSM). Perlakuan aplikasi: 1) formula T. harzianum-mikoriza (0, 10, 20,30 dan 40 g/ tanaman); 2) pupuk N, P dan K (0, 25%, 50%, 75%, 100% dari dosis anjuran), dan 3) dosis pupukdaun (0; 0,75; 1,5; 2,25 dan 3,0 g/liter air). Kombinasi sebanyak 20 pot (fraksinasi), dilakukan kombinasi unitdengan fungisida dan tanpa fungisida. Semua unit diinfestasi suspensi konidia F. oxysporum (13,41 x 106konidia/ml). Variabel pengamatan: masa inkubasi, intensitas penyakit, kerapatan populasi T. harzianum, tinggitanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan. Hasil penelitian: formula T. harzianum-mikoriza 23,97g/tan dapatmenekan penyakit layu Fusarium dan berpengaruh baik terhadap pertumbuhan jahe, disamping menekanpemakaian pupuk N, P dan K hingga 51,12% dan pupuk daun 36,91% dari dosis anjuran. Kombinasi tersebutmemberikan masa inkubasi, intensitas penyakit, kerapatan spora per gram tanah, tinggi tanaman, jumlah daun,dan jumlah anakan per rumpun berturut-turut sebesar 65,30 hari setelah investasi Fusarium, 6,31%, 1,4x108spora per gram tanah, 43,8 cm, 14,76 helai dan 17,24 anakan pada tanaman umur 9 minggu, percobaan tanpafungisida. Formula Trichoderma harzianum-mikoriza hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai alternatiffungisida dan pupuk sintetis, yang mudah diaplikasikan oleh petani, setelah dilakukan pengujian lapang.Kata kunci: jahe, Trichoderma harzianum, mikoriza, pupuk sintetisABSTRACTThe study objective was to know the effect of Trichoderma harzianum-Mycorrhizal-fungi formula andsynthetic fertilizer, used on Fusarium oxysporum growth. Pot experiment was conducted in screen house withUltisols as media, to grow Elephant ginger. The SOCCD (Second Order Central Composite Design), andResponse Surface Method (RSM) were employed. Application of formula T. harzianum-mycorrhizal (0%, 25%,50%, 75%, 100%), reduction of fertilizer N, P and K (0%, 25%, 50%, 75%, 100) and doses of fertilizer throughleaf (0%, 25%, 50%, 75%, 100) were tested. There was fractionation way which produced 20 combinations,where then combined with and without fungicide application. All units then invested with pathogen F.oxysporum (13,41x106konidia/ml). The variables measured: period of initial symptom, disease intensity, finalpopulation density of T. harzianum, plant height, leaf number, and number of tillers. The results showed: dosageformula T. harzianum-mycorrhizae 23.97 g per plant was able to suppress Fusarium wilt disease and itimproved growth of ginger and reduce fertilizer dose. The formula without fungicide gave: incubation period,disease intensity, spores density/g of soil, plant height, leaf number, and tillers number/hill, that was,respectively in the order, 30 days after Fusarium investment, 6.31%, 1.4 x108 spores/g of soil, 43.8 cm, 14.76pieces, and 17.24 strands of saplings in 9 weeks old plants. Formula of T. harzianum-mycorrhizal wasconcluded to be used as fungicides and synthetic fertilizers, which easily be applied by the farmer, and can beused after field testing.Key words: ginger, Trichoderma harzianum, mycorrhizae, synthetic fertilizer
PENGARUH PERLAKUAN PRA-KULTUR TERHADAP EFISIENSI REGENERASI IN VITRO LIMA VARIETAS KEDELAI Yesi Safitri; Akari Edy; Setyo Dwi Utomo
Agrin Vol 17, No 1 (2013): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2013.17.1.199

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perlakuan pra-kultur (imbibisi atau pengecambahan)terhadap efisiensi regenerasi in vitro lima varietas kedelai. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium KulturJaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, dari bulan November 2011 sampai dengan Maret 2012.Percobaan ini disusun dalam rancangan acak kelompok yang terdiri atas 6 ulangan. Perlakuan disusun secarafaktorial (5x2); faktor pertama adalah varietas kedelai sebagai sumber eksplan (Anjasmoro, Willis, Kaba,Sinabung, dan Seulawah); dan faktor kedua adalah perlakuan pra-kultur (imbibisi dan pengecambahan). Setiapsatu satuan percobaan terdiri atas lima eksplan yang dikulturkan dalam satu botol. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa rata-rata jumlah tunas adventif per eksplan (RJTA) nyata dipengaruhi oleh perlakuan prakultur;tetapi tidak nyata dipengaruhi oleh varietas dan interaksi antara varietas dan perlakuan pra-kultur. RJTAperlakuan imbibisi yaitu 15,4 tunas per eksplan nyata lebih tinggi daripada perlakuan pengecambahan yaitu 12,9tunas per eksplan. Presentase eksplan yang menghasilkan tunas adventif (PEMTA) pada 30 hari setelah tanamperlakuan imbibisi dan pengecambahan tidak berbeda nyata jika digunakan eksplan varietas Wilis, Sinabung,dan Seulawah. Jika menggunakan eksplan varietas Anjasmoro, PEMTA perlakuan imbibisi nyata lebih tinggidaripada pengecambahan; sebaliknya pada varietas Kaba, perlakuan pengecambahan nyata lebih tinggi daripadaimbibisi. Pada perlakuan imbibisi, PEMTA varietas Anjasmoro (87%) nyata lebih tinggi daripada Kaba (67%);sebaliknya pada perlakuan pengecambahan, PEMTA Anjasmoro (67%) nyata lebih rendah daripada Kaba(87%). Disimpulkan bahwa prosedur regenerasi menggunakan pra-kultur imbibisi atau germinasi termasukefisien.Kata kunci: buku kotiledon, kedelai, imbibisi, pengecambahan, organogenesisABSTRACTThe objective of this study was to evaluate effect of pre-culture treatment on the efficiency of in vitroregeneration of five soybean cultivars. The study was conducted in tissue culture laboratory, College ofAgriculture,University of Lampung from November 2011 – March 2012. The experiment was arranged incompletely-randomized block design with six replications. Treatments consisted of two factors; the first wassoybean cultivars as the source of explants (Anjasmoro, Willis, Kaba, Sinabung, dan Seulawah; the second waspre-culture treatment (imbibitions for 20 hours and germination for 6 days). The results showed that the meansof adventive shoots per explants (MASPE)) was significanty affected by pre-culture treatment; but not affectedby the cultivars and the interaction of the two factors. MASPE of imbibitions treatment (15,4 shoots perexplants) was significantly higher than than that of germination (12,9 shoot per explants). The percentage ifexplants producing adventive shoots (PEPAS) observed on 30 days after planting was notsignificantly differentfor the explants of cultivar Wilis, Sinabung, and Seulawah. If using Anjasmoro as the source of explants, PEPASof imbibitions treatment was significanty higher than that of germination; on the other hand, if using Kaba thegermination treatment was significantly higher than that of imbibiton. At imbibiton treatment, PEPASAnjasmoro (87%) was significantly higher than that of Kaba (67%); on the other hand, at germinationtreatment, PEPAS Anjasmoro (67%) was significantly lower than that of Kaba (87%). It was concluded that thisprocedure of in vitro regeneraton using imbibiton or germination was efficient.Key words: cotyledonary node, soybean, imbibition, germination organogenesis
KAJIAN PUPUK MAJEMUK NPK (30-6-8) DAN PUPUK ORGANIK KUJANG PADA PADI SAWAH VARIETAS INPARI 13 DI DAERAH PENGAIRAN SETENGAH TEKNIS DI PURWAKARTA Karsidi Permadi; Bambang Sunandar
Agrin Vol 17, No 1 (2013): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2013.17.1.195

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dan menentukan takaran pupukmajemuk NPK (30-6-8) tanpa atau ditambah pupuk organik Kujang terhadap pertumbuhan tanaman dan hasilpadi varietas Inpari 13, di daerah pengairan setengah teknis di Kabupaten Purwakarta. Rancangan AcakKelompok digunakan dengan lima perlakuan, yaitu 300 kg/ha pupuk NPK Kujang, 500 kg/ha pupuk organikKujang dan 300 kg/ha pupuk NPK Kujang, 500 kg/ha pupuk organik Kujang dan 400 kg/ha pupuk NPK Kujang,400 kg/ha pupuk NPK Kujang, serta 500 kg/ha pupuk organik Kujang dan 350 pupuk NPK Kujang. Hasilpengkajian menunjukkan bahwa pemberian pupuk majemuk NPK (30-6-8) tanpa atau ditambah pupuk organikKujang tidak meningkatkan pertumbuhan jumlah anakan, kecuali pada pertumbuhan tinggi tanaman dan hasilgabah kering panen. Pada takaran 300 kg/ha pupuk majemuk NPK (30-6-8) tanpa pupuk organik Kujangmendapatkan hasil gabah 7,76 t/ha GKP.Kata kunci: pupuk majemuk NPK (30-6-8), pupuk organik Kujang, Varietas Inpari 13ABSTRACTObjective of this study was to determine the effect of compound fertilizer (30-6-8) without orsupplemented with Kujang organic fertilizer on the growth and yield of rice Inpari 13 in the semi-technicalirrigation in Purwakarta. The study showed that administration of compound fertilizer (30-6-8) without addedorganic fertilizer Kujang had no effect on the number of tillers, whilst that had significantly effect on plantheight and yield of dry grain harvest. At dose of 300 kg /ha, the NPK compound fertilizer (30-6-8) withoutorganic fertilizer Kujang was achieved grain yield 7.76 t/ha GKP.Key words: NPK composite fertilizer (30-6-8), organic fertilizer Kujang, rice variety of Inpari 13
PENGARUH TEPUNG DAUN SIRSAK (Annona muricata) TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN KUMBANG Callosobruchus analis F. PADA BIJI KEDELAI DAN KACANG HIJAU Harinta, Yos Wahyu
Agrin Vol 17, No 1 (2013): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2013.17.1.200

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: (i) pengaruh tepung daun sirsak terhadap mortalitas danperkembangan Callosobruchus analis serta kerusakan dan penyusutan biji kedelai dan kacang hijau, dan (ii)mendapatkan dosis tepung daun sirsak yang paling efektif untuk mengendalikan Callosobruchus analis pada bijikedelai dan kacang hijau. Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Perlakuan terdiriatas kedelai (A) dan kacang hijau (B) dan dosis tepung daun sirsak yakni 1 g/100 g; 2 g/ 100 g; 3 g/ 100 g, dankontrol/tanpa perlakuan. Tiap Perlakuan diulang lima kali. Parameter yang diamati: persentase mortalitasimago, jumlah telur yang diletakkan, jumlah telur yang menetas menjadi imago, persentase kerusakan biji, danpersentase penyusutan bobot biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daun sirsak: (i) berpengaruhterhadap mortalitas dan perkembangan C. analis pada biji kedelai dan kacang hijau, (ii) dapat mengurangiterhadap kerusakan dan penyusutan bobot biji terhadap serangan C. analis. Namun demikian, belum didapatkandosis tepung daun sirsak yang efektif untuk mengendalikan kumbang C.analis. Tepung daun sirsak mulai dosis 2g/100 g biji dapat menurunkan perkembangan kumbang C. analis, serta dapat mengurangi kerusakan danpenyusutan bobot biji akibat kumbang C. analis saat di penyimpanan.Kata kunci : tepung daun sirsak (Annona muricata); Callosobruchus analis F., kematian, perkembangan.ABSTRACTObjectives of this study were to know the effect of soursop leaf on mortality and development ofCallosobruchus analis F., and how damage and reduction on soybean and mungbean grains seed caused by C.analis F, as well., and (to obatain the effective dosage of soursop leaf flour to control C. analis on soybean andmungbean grains. The research was implemented experimentally by using complete randomized design (CRD),by three replicates. Treatment was consisted of soybean and mungbean and the dosage of soursop leaf flour i.e. 1g/100 g , 2 g/100 g, 3 g/100g, and control (without treatment). The observed variables were: the percentage ofthe imago mortality, the percentages of seed damage, and the reduction of the seed weight. The result indicatedthat: (i) the soursop leaf flour gave significant effect on mortality of C.analis on soybean and mungbean, and (ii)reduced damage and decrease of the seed weightdue to C. anali. Unfortunatelly, the effective dosage of thesoursop leaf to control C.analis was not found yet. Flour leaf dosage 2 g/100 g seeds could decreased thedevelopment of C.analis and reduced the percentage of the damage and seed weight loosed caused by humblebeeC.analis in the storage.Key words: the flour of soursop leaf (Annona muricata); Callosobruchus analis F., mortality, development
STRATEGI PETANI SAYUR MENGHADAPI KELANGKAAN PUPUK DI DAERAH SENTRA PRODUKSI SAYUR ALAHAN PANJANG SUMATERA BARAT Nurnayetti, Nurnayetti
Agrin Vol 17, No 1 (2013): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2013.17.1.196

Abstract

Fenomena kelangkaan pupuk pada tahun 2008 berpengaruh terhadap stabilitas petani sayuran di datarantinggi Alahan Panjang Sumatera Barat. Untuk mengatasi masalah tersebut petani menggunakan berbagai carasalah satunya mengurangi area tanam dalam upaya menurunkan biaya produksi diakibatkan oleh harga pupukyang tinggi. Hal ini menyebabkan menurunnya total produksi namun meningkatkan nilai ekonominya karenapermintaan yang tinggi tapi ketersediaan terbatas sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani. Tujuanpenelitian ini adalah menguji pengaruh keterbatasan pupuk terhadap strategi yang dilakukan oleh petani danpendapatannya. Pengujian dilakukan dengan metode survey dan dianalisis secara deskriptif di Desa Air Dingindan Sungai Nanam Alahan Panjang, Solok, Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelangkaanpupuk meningkatkan pendapatan petani karena mampu meningkatkan harga jual produk yang terbatas.Kata kunci: kelangkaan pupuk, produksi, pendapatan petaniABSTRACTScarcity of fertilizer phenomenon in 2008 affect the stability of vegetable farmers in the farming areas ofAlahan Panjang highland at Solok District West Sumatera. To mitigate farmers apply various strategies, such asby reducing the area planted to reduce the cost of production because fertilizer prices jumped sharply aftermissing commercially. Reduction in the extend of impact on the decline in the number of plant production, but onthe other hand with a reduced impact on the production of rising prices because the supply increases whilesupply decreases. Furthermore, it also affects household income from farming. The purpose of assessment is tolook at the impact of shortages of fertilizer on farm household income, as well as farmer’s strategies in the faceof shortages of fertilizer. Assessment conducted surveys and analyzed mathematically and descriptively. Theassessment was conducted in the village of Air Dingin dan Sungai Nanam at Alahan Panjang region, SolokDistrict West Sumatera Province. Scarcity of fertilizer increase farmers income due to high value of productunder limited volume of product.Key Words: Fertilizer scarcity, production, farmer income
UJI SINERGISME MIKROBA DALAM PUPUK HAYATI KEMASAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH DI LAHAN KERING NON MASAM, GRESIK Prihastuti, Prihastuti; Radjit, Budhi S.
Agrin Vol 17, No 1 (2013): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2013.17.1.197

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Bolo, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik pada MK II 2010,bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk hayati komersial terhadap pertumbuhan mikroba tanah danhasil kacang tanah di lahan kering non masam, yang diberikan secara tunggal maupun ganda. Penelitiandilakukan dengan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Ada 6 (enam) jenis pupuk hayati komersialyang digunakan, dengan dosis pemakaian sesuai anjuran dari produsen masing-masing. Varietas kacang tanahyang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas Jerapah, ditanam dalam plot 4 m x 4 m, dengan jarak tanam4 cm x 10 cm, 1 biji/lubang. Hasil penelitian menunjukkan, aplikasi agensia hayati mampu menaikkan totalmikroba tanah hingga sepuluh kali-nya, tanpa memperhatikan jenis mikroba yang mampu berkembang. Aplikasiagensia hayati yang mengandung mikroba penambat N non simbiotik, bakteri pelarut P, dan mikrobadekomposer memberikan hasil paling tinggi sebesar 21,40 % dibanding dengan kontrol. Aplikasi agensia hayatisecara ganda di lahan kering non masam tidak menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan aplikasitunggal, baik dalam peningkatan populasi mikroba tanah maupun hasil biji kacang tanah.Kata kunci: sinergisme, agensia hayati, kacang tanah, hasil biji, mikrobaABSTRACTThe experiment was conducted at Bolo, Ujung Pangkah, Gresik district, in dry season 2010. Thepurposed of the study was to determine the effect of bio-fertilizer applications wether that in single or double onnon-acid dry land to the growth of soil microbes and yield of peanuts. A randomized block design with threereplications was used in this experiment. The treatment consist of 6 (six) types of commercial bio-fertilizers, withthe dosage recommended of each manufacturer. Jerapah variety was planted at plot size 4 m x 4 m, plantspacing 40 x 10 cm, one seed per hole. The results showed that the application of bio-fertilizer was capable toincrease total soil microbial up to ten times, regardless of the microbial types. The application of biologicalagent which contain non symbiotic N fixation microbial, P solubilizing bacterial, and decomposers microbialhad ability to increase the seed yield by 121.40% compared to control. In double application of biologicalagents in non-acid dry land was not showed better results than single application, both in improving soilmicrobial population or the yield.Key words: synergism, biological agent, peanut, seed yield, microbe

Page 1 of 1 | Total Record : 7