cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2014): Agrin" : 10 Documents clear
PENINGKATAN PRODUKSI PADI SAWAH VARIETAS INPARI 18 DENGAN PEMBERIAN PUPUK NPK KUJANG DAN JERAMI PADI INSITU Permadi, Karsidi; Sunandar, Bambang; Sunandar, Nandang
Agrin Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.211

Abstract

Pada saat ini  luas lahan produktif sawah irigasi teknis semakin berkurang, padahal sawah irigasi teknis memberikan sumbangan terbesar dalam penyediaan produksi beras nasional. Perkembangan penduduk terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2020 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 280 juta jiwa. Kebutuhan pangan terutama  beras tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan penduduk. Dalam kecukupan beras ini diperlukan peningkatan produksi padi sawah irigasi teknis yang masih tersedia.  Salah satunya  dengan inovasi teknologi pemupukan yang efesien, efektif, dan ramah lingkungan tidak mencemari lingkungan.  Penggunaan pupuk anorganik disertai dengan penambahan jerami padi secara insitu  agar diperoleh hasil padi lebih tinggi dan produktivitas lahan meningkat. Pengkajian bertujuan untuk mengetahui pemupukan berdasarkan rekomendasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan, komponen hasil dan hasil padi varietas Inpari 18. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK), tiga perlakuan dengan 5 ulangan. Susunan perlakuan adalah a). Pemupukan berdasarkan rekomendasi hasil analisis PUTS (perangkat uji tanah sawah) + jerami padi insitu, b). Pemupukan berdasarkan rekomendasi PT Pupuk Kujang + jerami padi insitu, dan c). Pemupukan berdasarkan rekomendasai Katam (kalender tanam) + jerami padi insitu. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pemupukan berpengaruh nyata terhadap peubah pertumbuhan tinggi tanaman saat panen, jumlah gabah isi/malai, jumlah gabah hampa/malai, bobot 10 malai gabah isi dan hasil gabah kering panen. Pemupukan berdasarkan rekomendasi hasil PUTS + jerami padi insitu mendapatkan hasil gabah padi tertinggi sebesar 7,92 t ha-1 GKP dengan kenaikkan hasil gabah mencapai 1,12 t ha-1 GKP. Hasil gabah terendah dicapai oleh pemupukan berdasarkan rekomendasi Katam + jerami padi insitu  sebesar 6,80 t ha-1 GKP. Kata kunci: Varietas Inpari 18, pupuk NPK Kujang, jerami padi insitu ABSTRACTTRecentyhe productive land area of technical irrigation rice field became decreased, whereas technical irrigation field rice contributes the most provision of national rice production. The development of the population continues to increase every year. In 2020 the population of Indonesia is estimated to reach 280 million people. The needs of food, especially rice cannot keep pace with population growth. Thus, it is necessary to increase the production of rice in available technically irrigated rice field. It could be done one of with the innovation technology of efficient, effective, and environmentally friendly fertilization. The use of inorganic fertilizers with rice straw in situ added in order to obtain higher rice yields and to increase the land productivity. The assessment aimed to determine fertilization based on recommendations which could improve the growth, yield and yield components of Inpari 18 rice. The design used was randomized block design (RBD), three treatments with five replications. The compositions of the treatment were a). Fertilization based on the results of the PUTS (paddy soil testing device) analysis + rice straw in situ, b). Fertilization based on PT Pupuk Kujang recommendation + rice straw in situ, and c). Fertilization by Katam (planting calendar) recommendation + rice straw in situ. The study showed that fertilization significantly affected the height plant growth variables at maturity, number of filled grain / panicle, number of empty grains / panicle, weight of 10 filled grain panicle and dry grain yield harvest. Fertilization based on the PUTS results of + rice straw  in situ achieved the highest rice grain yield of 7.92 t ha-1 GKP with increasing grain yield reached 1.12 t ha-1 GKP. Lowest grain yield achieved by fertilizing based on Katam + rice straw in situ of 6.80 t ha-1 GKP. Key words: Inpari 18 Varieties, Kujang NPK fertilizer, rice straw in situ
KERAGAAN DERAJAT TOLERANSI BEBERAPA GALUR- GALUR CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) TERHADAP PENYAKIT VIRUS KUNING KERITING DI DAERAH ENDEMI Gunaeni, Neni; Kirana, Rinda; Sofiari, Eri
Agrin Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.212

Abstract

Penyakit virus kuning keriting termasuk dalam grup Gemini sub grup Begomovirus sampai saat ini masih merupakan virus utama yang menyerang cabai dan dapat menurunkan hasil sampai 100 %. Penanaman varietas toleran tidak hanya mengurangi kerugian oleh pathogen tetapi mengurangi biaya penggunaan pestisida dan keamanan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaan derajat toleransi sebelas galur cabai asal AVRDC dan tiga varietas komersial di Indonesia terhadap penyakit virus kuning keriting. Penelitian dilaksanakan di daerah endemi penyakit virus kuning keriting Desa Gondowangi, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang dan Desa Kersana, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes pada bulan Juli sampai Desember 2010. Variabel pengamatan dilakukan terhadap insiden dan intensitas gejala virus, penampilan fenotipik dan genotip yang resisten.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Diperoleh galur cabai yang mempunyai tingkat konsistensi terhadap penyakit kuning keriting yaitu satu galur cabai PP 0537 – 7558 mempunyai tingkat ketahanan resisten/Toleran (tahan/toleran), satu galur  0735 – 56041 – 1  WTG  moderat resisten  (agak tahan), empat galur   0735 – 5623 WTG, Lado, Lembang-1 dan TM – 999 moderat suceptible (agak peka) dan dua galur  0737 – 7651 – B dan 0707 – 7512 – B suceptible (peka). Kata kunci : Capsicum annuum L., keragaan derajat toleransi, penyakit virus kuning keriting ABSTRACTPepper Yellow Leaf Curl Virus disease included in the subgroup Gemini group Begomovirus is still a major viruses that attack peppers and can reduce yield up to 100 %. Using resistance varieties are not only could yield reduce loss but also reduce pesticide used environmental sefty. The Objective   of this study was to determine the concictency level of resistance of eleven lines introduced from AVRDC, and three commercial varieties of Indonesia. The experiment was conducted in endemic areas of Pepper Yellow Leaf Curl Virus disease (Gondowangi Village, Sawangan Distric Magelang and Kersana Village, Brebes) from July to December 2010. Variables observations were made on the incidence and intensity of symptoms of the virus, the appearance of phenotypic and genotypic resistant. The results showed that : Hot pepper line that have acquired a level of consistency to the disease that is one line of Pepper yellow Leaf Curl Virus PP 0537 - 7558 has a resistance level of resistant / tolerant, one lines of 0735 - 56041-1 WTG moderate resistant, four line 0735 - 5623 WTG, Lado, Lembang-1 and TM - 999 suceptible moderate and two lines 0737-7651 - B and 0707-7512 - B suceptible. Key words : (Capsicum annuum L.), diversity level tolerance, Pepper Yellow Leaf Curl Virus
DAMPAK BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP EROSI DAN TINGKAT BAHAYA EROSI DI SUB DAS CISANGKUY Abraham Suriadikusumah; Ganjar Herdiansyah
Agrin Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.208

Abstract

Penelitian ini didasari oleh semakin berkurangnya lahan hutan di Sub DAS Cisangkuy, yang berubah menjadi lahan pertanian. Luas Sub DAS Cisangkuy yaitu 34.024 Ha.Tujuan dari penelitian ini untuk : 1) mengetahui perubahanluas dari setiap jenis penggunaan lahan di Sub DAS Cisangkuy, 2) Mengetahui perubahan penggunaan lahan yang dapat meningkatkan laju erosi rata-rata dan tingkat bahaya erosi di Sub DAS Cisangkuy.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, deskriptif, dan survai lapangan menggunakan metode survai fisiografis secara bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama kurun waktu 15 tahun (1997-2011),terjadi penurunan luas jenis penggunaan lahan hutan 9.849Ha (65,76%) dan sawah 2.221 Ha (11,6%) dari area total Sub DAS Cisangkuy, terjadi peningkatan pada luas jenis penggunaan lahan perkebunan 8.172 Ha (73,57%), ladang 66 Ha (1,17%), kebun campuran 1.431 Ha (45,94%), permukiman 2.401 Ha (59,24%). Terjadi peningkatan besar erosi rata-rata dari 45,24ton/ha/tahun pada tahun 1997 menjadi 303 ton/ha/tahun pada tahun 2010,terjadi peningkatan tingkat bahaya erosi dengan indeks bahaya erosi dari 1,84 (sedang) pada tahun 1997 menjadi 14,03 (sangat tinggi) pada tahun 2010 di Sub DAS Cisangkuy. Kata kunci : penggunaan lahan, erosi, tingkat bahaya erosi, sub Das Cisangkuy ABSTRACTThe research was based on the diminishing of land forest in the Cisangkuy Sub Watershed converted to land agricultural. Area in the Cisangkuy Sub Watershed is 34.024 ha. The research aims to : 1) know the area change of each type of land use in the Cisangkuy Sub Watershed, 2) Knowing the changes in land use can increase the average erosion rate and erosion rate in the Cisangkuy Sub Watershed. This research used qualitative methods, descriptive and field survey by physiographic approach survey. The result showed that during the period of 15 years (1997-2011), there were a decreasing in land use forest area of 9.849 ha (65,76%) and rice field area of 2.221 ha (30,93%) of the total in theCisangkuy Sub Watershed, an increasing in land use plantation area of 8.172 ha (73,57%), field area of 66 ha (1,17%), garden area of 1.431 ha (45,94%), village area of 2.401 ha (59,24%). An increase in the erosion ofthe average of 45,24 tonnes/ha/year in 1997 to 303 tonnes/ha/year in 2010, an increase in the rate of erosion with erosion hazard index of 1.84 (average) in 1997 to14.03(very high) in 2010 in the Cisangkuy Sub Watershed. Keywords: land use, erosion, the level of erosion hazard, Cisangkuy sub watershed
SELEKSI MUTAN ANTIBIOSIS Bacillus subtilis B315 UNTUK PENGENDALIAN Ralstonia solanacearum Pr7 Nur Prihatiningsih; Triwidodo Arwiyanto; Bambang Hadisutrisno; Jaka Widada
Agrin Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.213

Abstract

Bacillus subtilis B315 adalah bakteri antagonis terhadap patogen tanaman seperti Ralstonia solanacearum penyebab penyakit layu bakteri.  Salah satu mekanisme antagonisme adalah antibiosis.  Mutan antibiosis dibuat untuk membuktikan bahwa B. subtilis B315 mempunyai mekanisme antibiosis dalam mengendalikan R. solanacearum.  Tujuan penelitian adalah untuk menyeleksi mutan antibiosis B. subtilis B315 dibandingkan dengan B. subtilis B315 tipe alaminya, 2) mendeteksi sifat antibiosis dari  B. subtilis B315.  Metode yang digunakan adalah eksperimen melalui mutagenesis dengan EMS, seleksi mutan berdasarkan pengujian antibiosis, waktu generasi, pola nutrisi dan konsistensi koloni.  Sifat antibiosis dideteksi dengan ekstraksi metabolit sekunder.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutagenesis dengan EMS yang optimum adalah pada waktu 274,7 menit dengan kematian maksimum 81,7%, Terdapat tiga kelompok mutan antibiosis yaitu yang tidak menghambat R. solanacearum, menghambat dengan zona hambatan 1-3 mm dan menghambat  dengan zona hambatan >3 mm. Mutan antibiosis terpilih yang kehilangan sifat  menghambat, namun waktu generasi dan pola nutrisi serta konsistensi koloni sama dengan B. subtilis B315 tipe alami adalah mutan M16.  Sifat antibiosis B. subtilis B315 ditunjukkan dengan metabolit sekunder yang diekstrak dengan metanol, menghasilkan puncak spot yang berbeda dengan mutan antibiosis M16. Kata kunci: Bacillus subtilis B315, mutan antibiosis, pengendalian, Ralstonia solanacearum  Pr7 ABSTRACT            Bacillus subtilis B315 is an antagonistic bacterium against plant pathogens such as Ralstonia solanacearum that causes bacterial wilt disease.  One of the antagonistic mechanisms is antibiosis. Antibiosis mutant is made to prove that B. subtilis B315 has an antibiosis mechanism in controlling R. solanacearum.  Aims of the research were 1) to select the B. subtilis B315 antibiosis mutant compared with B. subtilis B315 wild type, and  2) to detect antibiosis characters owned by B. subtilis B315.  The method used was an experiment through mutagenesis with EMS, mutant selection based on antibiosis test, generation time, nutrition pattern and colony consistency.  Antibiosis characters were detected by extraction of secondary metabolites.  Results of the research performed that optimal mutagenesis with EMS was at 274.7 minutes by maximum lethality of 81,7%.  There were 3 groups of antibiosis mutants i.e. not inhibiting R. solanacearum, inhibition with 1-3 mm of inhibiting zone, and inhibition with >3 mm of inhibiting zone.  The selected antibiosis mutant lost its inhibiting character, but the generation time and the nutrition pattern  and the colony consistency similar to B. subtilis B315 wild type was the M16 mutant.  Antibiosis characters of B. subtilis B315 were shown by secondary metabolites extracted with methanol to produce the peak spot that was different from the M16 antibiosis mutant. Key words: Bacillus subtilis B315, antibiosis mutant, control, Ralstonia solanacearum  Pr7 
KEBERADAAN HAMA DAN PENYAKIT PENTING TANAMAN KENTANG PADA BEBERAPA SISTEM BUDIDAYA Herminanto Herminanto; A. Munadjat; T. Widjojoko
Agrin Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.209

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hama dan penyakit penting serta hasil tanaman kentang yang diusahakan dengan sistem budidaya berbeda. Kegiatan dilaksanakan di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga mulai bulan Mei – September 2013.  Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan masing-masing diulang enam kali.  Perlakuan terdiri atas K0 = kontrol, K1 = kentang semi organik (NPK anorganik, pupuk kandang kotoran ayam, pestisida organik), K2 = kentang organik (pupuk kandang kotoran ayam, POC, trichokompos, pestisida organik), K3 = kentang konvensional (NPK anorganik, pestisida sintetik).  Variabel yang diamati meliputi: jenis dan populasi hama penting, intensitas serangan hama, jenis dan populasi musuh alami hama, jenis patogen penting, intensitas penyakit, dan bobot umbi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiga sistem budidaya kentang ditemukan hama penting pada umbi kentang yaitu uret (Holotrichia spp.) dan orong-orong (Gryllotalpa spp.) dengan intensitas serangan ringan. Dijumpai patogen jamur Phytophthora infestans yang menyebabkan penyakit hawar daun kentang dan bakteri Ralstonia solanacearum sebagai penyebab penyakit layu bakteri dengan intensitas penyakit yang ringan. Hasil panen kentang organik mencapai 17,94 ton/ha, kentang petani (konvensional) 17,40 ton/ha, dan kentang semi organik sebesar 17,69 ton/ha. Kata kunci: kentang, sistem budidaya, hama-penyakit penting ABSTRACTA research has been conducted to know important pests and diseases and yield of potatoes palnteed on different cultivation systems.  It was done at Serang Village Karangreja Sub district Purbalingga Regency, starting from May to September 2013.  The research used randomized complete block design (RCBD) set in four treatments of cultivation systems and six replicates.  The treatments consisted of K0 = control, K1 = semi organik (inorganik NPK, chicken manure, liquid organik fertilizer or LOF, trichocompost, organik pesticide), K2 = organik (chicken manure, LOF, trichocompost, organik pesticide), and K3 = conventional (inorganik NPK, synthetic pesticides).  Variables observed were sort and populations of crucial pests found, pest attack intensity, natural enemies, sorts of important pathogens, disease intensity, and tuber weight. Results of the research performed that the pests found on the three cultivation systems were grubs (Holotrichia spp.) and mole crickets (Gryllotalpa spp.) invading tubers at light attack intensities. The fungus Phytophthora infestans causing leaf blight disease and the bacterium Ralstonia solanacearum causing tuber damage were also discovered in light disease intensity.  Yields of organic, conventional and semi organic potatoes respectively reached 17.94, 17.40, and 17.69 tones/hectare. Key words: potatoes, cultivation systems, important pests and diseases 
PERUBAHAN KEKERASAN KOMPON KARET DENGAN BAHAN PENGISI ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA DAN NANO SILIKA SEKAM PADI Marlina, Popy; Pratama, Filli; Hamzah, Basuni; Pambayun, Rindit
Agrin Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.214

Abstract

Produk karet sering mengalami kerusakan, terutama terjadinya pengerasan pada saat penyimpanan, pengangkutan dan penggunaannya.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan mutu kompon karet setelah pengusangan.  Perlakuan kompon karet yang digunakan dalam penelitian ini adalah arang aktif tempurung kelapa 10 phr dan nano silika sekam padi 40 phr) dan metode yang digunakan adalah metode akselerasi.  Variasi perlakuan yang diteliti dalam pengukuran umur simpan adalah suhu penyimpanan (60 oC, 70 oC dan 80 oC) dan lama penyimpanan (1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7 hari).  Parameter mutu yang digunakan untuk menentukan keberterimaan produk adalah nilai kekerasan kompon karet.  Peningkatan kekerasan kompon karet pada suhu penyimpanan  60oC dengan kisaran nilai kekerasan sebesar 53-56 Shore A, suhu 70oC kisaran nilai kekerasan 53-57 Shore A dan 80oC kisaran nilai kekerasan 53-59 Shore A. Kata kunc : kompon karet,  arang aktif tempurung kelapa, nano silika sekam padi ABSTRACTThe rubbery products are easily hardened during storage, transportation and usage.  The objective of the research was to  study changes in quality. Treatment of rubber compound used in this study is coconut shell activated charcoal and nano silica 10 phr 40 phr rice husk).  Variation in the observed treatment measurements ageing is storage temperature (60oC, 70oC and 80oC) and storage time (1, 2, 3, 4, 5, 6 and 7 days).  Quality parameters used to determine the acceptability of the product is the value of hardness rubber compound. Increased hardness rubber compound at 60 ° C with a storage temperature range of values of 53-56 Shore A hardness, 70 ° C range of 53-57 Shore A hardness values and hardness value of 80 ° C range 53-59 Shore A. Key words : Rubber compound, coconut shell activated charcoal and rice husk silica nano
KONSISTENSI HASIL GABAH DAN UMUR PANEN PADA BEBERAPA GALUR HARAPAN PADI SAWAH Ishaq, Iskandar
Agrin Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.210

Abstract

Uji multilokasi dan adaptasi galur harapan merupakan salah satu tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan varietas unggul baru. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh genotipe padi sawah yang memiliki karakter produktivitas hasil tinggi dan berumur genjah secara  konsisten. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan adalah sebanyak 10 galur harapan (GH) dan 2 varietas pembanding (Dodokan dan Silugonggo),  diulang sebanyak 4 kali.  Lokasi penelitian di Kabupaten Cianjur (Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang dan di Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur) pada MK-I 2009, sedangkan pada MK-I 2010 dilaksanakan di Kabupaten Bandung (Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran) dan di Kabupaten Indramayu (Desa Bogor, Kecamatan Sukra). Analisis data menggunakan sidik ragam (ANOVA) dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 0,95. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah anakan produktif, umur berbunga 50% (hari), umur  masak/panen (hari), jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir gabah, dan hasil per ha. Hasil penelitian menunjukkan,  bahwa  terdapat beberapa galur harapan (GH) padi sawah yang memiliki konsistensi hasil tinggi dan berumur genjah serta berpotensi dilepas sebagai varietas unggul baru padi sawah, yaitu GH-D (B11742-RS*2-3-MR-34-1-1-3); GH-K (B11742-RS*2-3-MR-34-1-4-3); GH-B (B11283-6C-PN-5-MR-2-3-Si-1-2-1-1); dan GH-C (B11283-6C-PN-5-MR-2-3-Si-1-3-1-1). Karakteristik morfologis dan agronomis GH tersebut dapat dideskripsikan :  berumur  <88 hari, tinggi tanaman <115 cm,  memiliki jumlah anakan produktif 16-24, umur berbunga <33 hari,  jumlah gabah >145 butir per malai,  jumlah gabah isi >92 butir per malai, bobot 1000 butir gabah 25,5-27,0 g, dan hasil panen >8,07 t per ha. Kata kunci: padi sawah, umur genjah, hasil, galur harapan, konsistensi ABSTRACTMultilocation and adaptation test is one of the promising lines steps to be done to get new varieties. The purpose is to obtaining  for consistency high yield potential and  early maturing rice genotype consistencynally. The experiment used randomized block design (RBD). The treatments were 10 promising lines and 2 check varieties (Dodokan and Silugonggo), repeated 4 times. Research locates in Cianjur Regency (Cisarandi Village, Warungkondang  District and Mekarsari Village, Cianjur District) on Dry Season-I 2009, while the Dry Season-I 2010 held in Bandung Regency (Kamasan Village, District Banjaran) and in Indramayu Regency (Bogor Village, Sukra District). Data was analysed using analysis of variance (ANOVA) followed by a test of least significant difference (LSD) at level 0.95. Observed variable include: plant height (cm), number of productive tillers, days to flowering of 50% (days), harvesting time (days), number of grains per panicle, weight of 1000 grains, and the yield per hectare.  The results showed, that there were some promising lines having consistency both  high productivity and early maturing rice potential to be released as new high variety for specific region of West Java, namely promising lines  B11742-RS * 2-3-MR-34-1- 1-3; B11742-RS * 2-3-MR-34-1-4-3; B11283-PN-6C-5-MR-2-3-Si-1- 2-1-1 and B11283-PN-6C-5-MR-2-3-Si-1-3-1-1. Morphological and agronomic characteristics of  promising lines can be described as follows:  has maturated <109 days,  plant height <115 cm,  the number of  productive tillers 16 - 24,  flowering <33 days,  number of grains >145 grains per  panicle,  1000 grain weight from 25.5 to 27.0 g, and  yields >8.07 t per ha. Key words: rice, early mature, yield, lines, consistency 
ADAPTASI DAN PRODUKSI KLON-KLON KENTANG HARAPAN DI DATARAN MEDIUM MAJALENGKA Handayani, Tri; Kurniawan, Helmi; Sofiari, Eri
Agrin Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil dan adaptasi klon-klon kentang harapan introduksi di dataran medium. Penelitian dilakukan di Desa Sukasari Kidul, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka dengan ketinggian 600 m dpl.  Materi yang ditanam sebanyak 11 klon introduksi dan 2 varietas kentang (Granola dan MB 17). Hasil pengujian menunjukkan semua klon dan varietas yang ditanam memperlihatkan pertumbuhan vegetatif yang baik. Penyakit yang terdeteksi di lapangan antara lain layu bakteri Ralstonia solanacearum, penyakit akibat virus (mosaik), dan kudis. Sedangkan hama yang muncul di lapangan adalah trips dan penggorok daun Liriomyza huidobrensis.  Klon-klon  CIP-391846.5; CIP-395192.1 dan CIP-396311.1 mempunyai produksi ubi di atas 350 gram per tanaman. Klon-klon tersebut mampu beradaptasi di dataran medium Majalengka dan berpotensi untuk dilanjutkan dalam uji daya hasil lanjutan.Kata kunci:  daya hasil, Solanum tuberosum L., suhu tinggi ABSTRACTThe objective of this trial was to evaluate the yield and adaptation of potato clones at medium altitude. The trial was carried out in Sukasari Kidul, Argapura Sub-district, Majalengka, West Java at 600 m asl. The material were planted as many as 13 advance clones and varieties of potatoes. The result showed that all the clones have good vegetative growth. The disease was detected in the field were bacterial wilt (Ralstonia solanacearum), viral diseases (mosaic), and scab, while pests in the field were trips and Liriomyza huidobrensis. Clones CIP-391846.5; CIP-395192.1 and CIP-396311.1 have the tuber production above 350 grams per plant. Those clones are potential to continue in the advanced yield trials. Key words:  yield, Solanum tuberosum L., high temperature
Cover Depan Agrin: Jurnal Penelitian Pertanian Vol. 18 Edisi 1 Jurnal Agrin, Faperta
Agrin Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.899

Abstract

Cover Depan Agrin: Jurnal Penelitian Pertanian Vol. 18 Edisi 1
Cover Belakang Agrin: Jurnal Penelitian Pertanian Vol. 18 Edisi 1 Jurnal Agrin, Faperta
Agrin Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.900

Abstract

Cover Belakang Agrin: Jurnal Penelitian Pertanian Vol. 18 Edisi 1

Page 1 of 1 | Total Record : 10