cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 2 (2024): Agrin" : 5 Documents clear
Stabilitas Mutu Sensoris Selama Penyimpanan dan Pendugaan Umur Simpan Pie Carica Astuti, Santi Dwi; Ayuningtyas, Laksmi Putri; Prihananto, V.; Dewi, Ervina Mela; Merbawinarni, Resti
Agrin Vol 28, No 2 (2024): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2024.28.2.863

Abstract

Pie carica adalah sejenis kue kering yang terdiri atas adonan luaran atau kulit (pie shells) dan isian yang berupa selai carica yang memiliki bentuk seperti piring. Pie carica terbuat dari bahan tepung terigu yang disubstitusi dengan tepung mocaf, margarin, gula halus, telur, vanili, garam, buah carica, gula pasir, tepung maizena, nutrijell, natrium benzoat, dan pewarna. Proses pembuatan pie carica diawali dengan membuat adonan kulit, selanjutnya dicetak, dan dioven hingga setengah matang lalu diisi dengan isian yang berupa selai carica. Produk pie carica ini belum diketahui umur simpannya. Sehingga penelitian ini ditujukan untuk menduga umur simpan pie carica dengan kemasan dan pada penyimpanan RH yang berbeda. Selain itu, penelitian ini juga ditujukan untuk mengetahui perubahan sifat sensori selama penyimpanan 5 hari tanpa kemasan pada suhu ruang.Penetapan kemasan dan umur simpan produk sangat diperlukan untuk memastikan kualitas produk selama penyimpanan. Penetapan umur simpan yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode akselerasi berdasarkan pendekatan kadar air kritis. Variabel-variabel yang diamati meliputi kadar air awal produk (g H2O/g padatan), kadar air kritis (g H2O/g padatan), kadar air kesetimbangan (g H2O/g padatan), kemiringan/slope kurva sorpsi isotermis, konstanta permeabilitas uap air kemasan (g/m2.hari.mmHg), luas permukaan kemasan (m2), berat kering produk dalam kemasan (g padatan), tekanan uap air jenuh (mmHg). Data yang diperoleh dihitung menggunakan aplikasi Ms. Excel kemudian data dimasukkan kedalam persamaan model Bell dan Labuza.Setelah diketahui semua variabel maka hasil umur simpan pie carica dapat diketahui. Umur simpan pie carica pada RH 75% dengan kemasan aluminium foil adalah 48 hari dan dengan kemasan plastik polypropylene adalah 27 hari. Umur simpan pie carica pada RH 80% dengan kemasan aluminium foil adalah 44 hari dan dengan kemasan plastik polypropylene adalah 25 hari. Umur simpan pie carica pada RH 85% dengan kemasan aluminium foil adalah 41 hari dan dengan kemasan plastik polypropylene adalah 23 hari
PERTUMBUHAN TIGA VARIETAS SELADA (Lactuca sativa L.) DENGAN BERBAGAI MEDIA TANAM PADA SISTEM HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE (DFT) Widarawati, Rosi Widarawati; Kusnaman, Djeimy; Nurwidodo, Prasetiyo Dwi
Agrin Vol 28, No 2 (2024): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2024.28.2.828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendapatkan media tanam yang terbaik terhadap pertumbuhan 3 varietas tanaman selada pada sistem hidroponik deep flow technique.; 2) Mengetahui pertumbuhan varietas selada yang terbaik pada hidroponik deep flow technique; 3) Mengetahui interaksi media tanam dengan ketiga varietas selada pada sistem hidroponik deep flow technique. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari - Mei 2024 di Greenhouse milik bapak Eko, Dusun Gupakan, Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan ketinggian tempat 38 mdpl dan analisis tanaman di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan penelitian yang digunakan, yaitu Rancangan Acak Terbagi (split plot) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis media tanam, yaitu rockwool, spons dan cocopeat. Faktor kedua adalah varietas selada yaitu, Grand Rapids, Lectus F1 dan Bisi SL 02. Hasil penelitian menunjukkan media tanam spons menjadi media tanam terbaik pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun. Varietas selada Bisi SL 02 menunjukkan bahwa varietas tersebut adalah varietas terbaik pada variabel jumlah daun, sedangkan interaksi antara media tanam dan varietas selada berpengaruh nyata terhadap variabel luas daun minggu ke-1.Kata Kunci: selada, hidroponik, rockwool, spons, cocopeat, varietas.
APLIKASI HERBISIDA NABATI AIR KELAPA (Cocos nucifera L.) TERHADAP GULMA PADI SISTEM TABELA DI LAHAN RAWA LEBAK Harun, M. Umar; Bela, Triwulan Maryanita; Agustina, Heni; Yakup, Yakup; Sopiana, Rina
Agrin Vol 28, No 2 (2024): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2024.28.2.806

Abstract

Salah satu kendala budidaya padi di lahan rawa lebak yaitu gulma yang berrmacam jenis dari kelompok rerumputan, teki dan berdaun lebar sehingga menjadi penghambat pertumbuhan padi. Untuk mengatasi gulma tersebut maka penggunan herbisida nabati sudah mulai dikembangkan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang prospek air kelapa yang difermentasi dengan ragi dan EM4 untuk diolah menjadi herbisida nabati, dan mendapatkan dosis herbisida nabati asal air kelapa tersebut untuk mengendalikan gulma padi sawah di rawa lebak. Penelitian ini berbahan dasar dari fermentasi air kelapa, bawang putih, EM4 dan ragi selama dua minggu. Larutan fermentasi air kelapa tersebut diencerkan menjadi perlakuan 25%, 50%, dan 75 % serta control yaitu 0%. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga ulangan. Aplikasi herbisida nabati diakukan dengan menggunakan knapsack sprayer yang dilakukan dengan 3 kali aplikasi yaitu pada umur padi 20 HST, 40 HST dan 60 HST. Adapun basis penyemprotan herbisida nabati adalah 400 L/Ha. Petak sampel berdimensi luas 6,25 m² atau volume semprot larutan herbisida nabati 250 mL/petak. Varietas padi yang digunakan adalah ciherang dengan system tanam tabur (Tabela). Hasil pengamatan awal diperoleh informasi bahwa keragaman gulma sebelum aplikasi terdiri dari famili Cyperacea yaitu Cyperus difformis, Cyperus iria dan Fimbristylis miliacea dan satu dari famili Poaceae yaitu Echinochloa crus-galli. Dosis 75% herbisida nabati dapat memicu perubahan warna daun gulma, dan fitotoksisitas pada gulma Fimbristylis miliacea akan tampak setelah 47 HST. Ada tiga jenis gulma yang belum mati yaitu gulma Cyperus difformis,gulma Cyperus iria, dan Echinochloa crus-galli. Berdasarkan hasil analisis regresi, peningkatan konsentrasi herbisida nabati berpengaruh terhadap penurunananbobot segar dan bobot kering gulma pada petak sampel.Kata kunci: air kelapa, herbisida nabati, gulma padi, rawa lebak
PEMANFAATAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH IKAN UNTUK PERBAIKAN SIFAT FISIK ULTISOL Aryanti, Ervina
Agrin Vol 28, No 2 (2024): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2024.28.2.837

Abstract

Tanah ultisol merupakan jenis tanah yang kurang subur dan memiliki masalah dalam aspek fisik, kimia, dan biologi tanah. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan biochar dari sekam padi serta pupuk organik cair (POC) yang berasal dari limbah ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis optimal pemberian biochar dari sekam padi dengan penambahan POC limbah ikan dalam memperbaiki sifat fisik tanah ultisol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan berbagai variasi dosis biochar dan POC limbah ikan. Total terdapat lima perlakuan yang diulang empat kali, sehingga terdapat total 20 unit percobaan. Perlakuan-perlakuan tersebut sebagai berikut: P0 =Tanpa perlakuan; P1 = 25 gram biochar/polybag + 45 mL POC/polybag; P2 = 50 gram biochar/polybag + 45 mL POC/polybag; P3 = 75 gram biochar/polybag + 45 mL POC/polybag; dan P4 = 100 gram biochar/polybag + 45 mL POC/polybag. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi warna tanah, tekstur, kadar air, porositas, dan bobot isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis biochar dari sekam padi dengan tambahan POC limbah ikan dapat memperbaiki karakteristik fisik tanah ultisol, yaitu warna tanah, porositas, dan bobot isi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dosis terbaik adalah pada perlakuan dengan pemberian 100gram biochar dari sekam padi ditambah dengan 45 mL POC limbah ikan.Kata kunci: biochar, fisik tanah, limbah ikan, ultisol
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PAITAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PEPAYA PADA MEDIA TANAM BERBEDA Ibrahim, Roy
Agrin Vol 28, No 2 (2024): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2024.28.2.772

Abstract

Pengembangan areal tanaman pepaya berupa adanya penyediaan bibit yang sehat, potensinya unggul dan tepat waktu. Media tanam sangat menentukan tingkat keberhasilan dari suatu tanaman untuk tumbuh dengan baik. Jenis tanah gambut dan podsolik merah kuning (PMK) merupakan lahan marginal dengan produktivitas rendah. Pupuk organik yang digunakan yaitu paitan yang merupakan tanaman liar yang kurang dimanfaatkan dan pupuk sintetik NPK Mutiara 16:16:16 sebagai pupuk majemuk yang mengandung unsur hara nitrogren, fosfor, dan kalium. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui interaksi POC paitan dengan pupuk NPK terhadap bibit tanaman pepaya (Carica papaya) dan mengetahui penggunaan media tanam berbeda terhadap pertumbuhan bibit tanaman pepaya (Carica papaya). Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk organik cair (POC) paitan terdiri dari 3 taraf yaitu P0: tanpa POC paitan, P1: POC paitan 100 mL/L, dan P3: POC paitan 200 mL/L. Faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu N0: tanpa pupuk NPK, N1: pupuk NPK 2,5 g/polybag, dan N2: pupuk NPK 5 g/polybag. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Penelitian dilakukan pada media tanam berbeda yaitu media tanam gambut dan PMK. Data yang diperoleh dianalisa statistika menggunakan analisis of variance dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test. Untuk mengetahui perbedaan media tanam dilakukan uji t pada taraf ? 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk organik cair paitan dengan pupuk NPK dapat meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun dengan dosis terbaik 200 mL/L paitan dan 2,5 g/polybag NPK pada kedua media tanam. Tanaman bibit pepaya tidak memberikan respon terhadap perbedaan media tanam Gambut dan PMK.Kata kunci : bibit pepaya, paitan, pupuk organik cair, pupuk NPK

Page 1 of 1 | Total Record : 5