cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Mikologi Indonesia
ISSN : 25798766     EISSN : 25798766     DOI : -
Jurnal Mikologi Indonesia (JMI) adalah jurnal nasional tentang diversitas Fungi di Indonesia yang mempublikasi artikel penelitian, review, metodologi, dan artikel-artikel taksonomi seperti monograf, jenis baru, catatan baru, checklist yang terkait dengan diversitas dan penyebaran Fungi, termasuk Lichen. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Indonesia. JMI akan mempublikasi setiap manuskrip sesegera mungkin setelah diterima oleh editor dan melalui proses peer review.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017" : 6 Documents clear
Potensi Simbiosis Cendawan Endofit pada Beberapa Tanaman Pangan dan Hortikultura DN Seviani; Gayuh Rahayu; Iman Hidayat
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46638/jmi.v1i1.8

Abstract

Produktivitas tanaman pangan dan hortikultura seperti kedelai, sorgum manis, cabai, dan Chinese cabbage diduga dapat ditingkatkan melalui simbiosis dengan cendawan endofit. Cendawan endofit koleksi IPB Culture Collection strain IYT30, IYT50, IYT64, IYT65, dan IYT102 belum diketahui potensi endosimbiosisnya. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi simbiosis cendawan endofit tersebut terhadap tanaman pangan dan hortikultura yaitu kedelai, sorgum manis, cabai, dan Chinese cabbage pada sistem interaksi kultur aksenik. Endosimbiosis diamati dengan adanya kolonisasi cendawan endofit pada jaringan akar, serta pertumbuhan tanaman inangnya (tinggi tajuk, jumlah daun, panjang akar, dan bobot kering biomassa). Hasil penelitian menunjukkan akar kedelai dan sorgum manis tidak dapat bersimbiosis dengan cendawan endofit pada kondisi uji. Oleh sebab itu pertumbuhan tanaman lebih dipengaruhi faktor-faktor selain simbiosis. Pada akar cabai dan Chinese cabbage, kolonisasi hanya mencapai ruang antar sel jaringan korteks, kecuali pada perlakuan IYT64 pada tanaman cabai dimana kolonisasi sampai ke dalam sel. Tanaman yang diinteraksikan dengan cendawan menunjukkan respon yang tidak konsisten pada semua parameter pertumbuhan.
Identifikasi Jenis Cendawan pada Kelelawar (Ordo Chiroptera) di Kota Tangerang Selatan R Fathoni; Nani Radiastuti; F Wijayanti
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46638/jmi.v1i1.11

Abstract

Kelelawar merupakan salah satu spesies mamalia yang memiliki habitat cukup berdekatan dengan aktivitas manusia dan mampu terbang dalam jarak jauh. Habitat kelelawar dengan kondisi lembab, suhu rendah dan intensitas cahaya rendah berpotensi sebagai distribusi mikroba dan menyebabkan penyakit yang disebabkan oleh cendawan dan khamir yang ditemukan di kelelawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cendawan pada habitat kelelawar. Metode tangkapan menggunakan kelelawar untuk ditangkap dan dilepaskan dengan mist net dan sampel diambil secarapurposive sampling. Sampel yang dikumpulkan adalah rambut hidung dan air liur di mulut kelelawar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 jenis cendawan dan 2 spesies khamir diidentifikasi seperti Aspergillus niger, A. fumigatus, Fusarium sp., Mucor sp., Candida sp. dan Rhodotorula sp. Cendawan dan khamir yang ditemukan di kelelawar belum diketahu efek negatif terhadap kesehatan, namun beberapa genera cendawan memiliki patogen potensial pada organisme hidup lainnya.
Catatan Tentang Scleroderma pseudostipitatum Petch, Scleroderma verrucosum (Bull.) Pers., and Scleroderma nitidum Berk. (Gasteromycetes) Mien A Rifai
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46638/jmi.v1i1.9

Abstract

Jamur Scleroderma pseudostipitatum yang hidup di tropik dikukuhkan sebagai jenis sendiri, dibedakan dari Scleroderma verrucosum yang berasal dari daerah beriklim sedang karena memiliki basidiospora yang lebih besar ditutup oleh duri-duri yang lebih pendek tetapi lebih gemuk, serta juga oleh peridium lebih kuning yang dihias dengan sisik berbeda susunan dan warnanya. Sejumlah catatan, gambar, dan pertelaan Scleroderma pseudotipitatum dan Scle-roderma nitidum Berk. serta juga kunci untuk mendeterminasinya disajikan.
Jamur Makro Berpotensi Pangan dan Obat di Kawasan Cagar Alam Lembah Anai dan Cagar Alam Batang Palupuh Sumatera Noverita Noverita; E Sinaga; Tatang M Setia
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46638/jmi.v1i1.10

Abstract

Telah dilakukan Penelitian di Kawasan Cagar Alam Lembah Anai dan Cagar Alam Batang Palupuh, Sumetera Barat, dengan tujuan mendapatkan data jenis-jenis jamur makro di kedua kawasan tersebut, dan data-data jenis jamur makro yang berpotensi baik sebaga bahan pangan dan obat, menggunakan metode koleksi langsung dengan memodifikasi jalur menggunakan plot. Dalam eksplorasi ini telah ditemukan sebanyak 112 jenis makrofungi (63 jenis di Ka-wasan Cagar Alam Lembah Anai, 58 jenis di Kawasan Cagar Alam Batang Palupuah). Jamur makro yang ditemukan didominasi dari bangsa Aphylloporales dengan jenis-jenisnya antara lain Amauroderma rugosum, Cymatoderma sp., Fomitopsis sp., Ganoderma spp., Hetero-basidion annosum, Microphorus spp., Polyporus spp., Rigidoporus spp., dan Trametes spp. Kelompok berikutnya yang mendominasi adalah dari bangsa Agaricales, dengan jenis-jenisnya antara lain Amanita spp., Agaricus spp., Clytocibe spp., Entoloma spp., Filoboletus spp., Hygrocybe spp., Lepiota spp., Omphalina spp., Marasmius spp., Marasmiellus spp., dan Russula spp. Jenis-jenis yang berpotensi sebagai sumber pangan dari kawasan ini adalah Auricularia auricula, Auricularia delicata, Agaricus spp., Boletellus spp., Calvatia excipu-liformis, Cantharellus cibarius, Cookeina speciosa, Fistulina sp., Hygrocybe sp., Lentinus sajor-caju, Marasmiellus ramealis, Russula fragilis, dan Pluteus cervinus. Sementara jenis-jenis yang berpotensi sebagai bahan obat adalah Amauroderma rugosum, Ganoderma lucidum, Ganoderma pfeifferi, Ganoderma resinaceum, Microphorus spp., Polyporus spp., Trametes spp., dan Xylaria spp.
Inventarisasi Penyakit Tanaman Pisang Koleksi Kebun Plasma Nutfah, Cibinong Science Center-BG Indira Riastiwi
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46638/jmi.v1i1.12

Abstract

Kebun Plasma Nutfah Pisang Cibinong Science Center (CSC) merupakan koleksi pisang ha-sil dari eksplorasi ke seluruh wilayah Indonesia. Koleksi ini kemudian diperbanyak untuk pe-nelitian lebih lanjut. Dalam proses pengelolaannya monitoring kesehatan tanaman pisang per-lu dilakukan untuk meningkatkan kualitas koleksi tersebut. Untuk keperluan tersebut dilaku-kan inventarisasi terhadap jenis-jenis penyakit yang menyerang tanaman koleksi, dengan ha-rapan untuk mempertahankan kualitasnya sebagai bahan dasar penelitian lebih lanjut. Pe-nelitian diawali dengan (1) Identifikasi kerusakan tanaman pisang dengan menggunakan hasil modifikasi metode Forest Health Monitoring (FHM), kemudian dilanjutkan dengan (2) me-ngukur intensitas serangan dan luas serangan pada tanaman pisang. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa koleksi pisang di kebun plasma nutfah CSC terserang penyakit Layu Fusarium (2,9%), penyakit bercak Cordana (2%), penyakit Black Sigatoka (5,62%) dan penyakit Yel-low Sigatoka (4,68%). Luas serangan terjadinya penyakit sebesar 30,89%.
Isolasi Spora Tunggal Iman Hidayat
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46638/jmi.v1i1.13

Abstract

-

Page 1 of 1 | Total Record : 6