cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Mikologi Indonesia
ISSN : 25798766     EISSN : 25798766     DOI : -
Jurnal Mikologi Indonesia (JMI) adalah jurnal nasional tentang diversitas Fungi di Indonesia yang mempublikasi artikel penelitian, review, metodologi, dan artikel-artikel taksonomi seperti monograf, jenis baru, catatan baru, checklist yang terkait dengan diversitas dan penyebaran Fungi, termasuk Lichen. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Indonesia. JMI akan mempublikasi setiap manuskrip sesegera mungkin setelah diterima oleh editor dan melalui proses peer review.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020" : 6 Documents clear
Pengaruh Media Pembawa dalam Perbanyakan Spora Fungi Mikoriza Arbuskula Zakiyah Khairani Siregar; Fikrinda Fikrinda; T Alvisyahrin
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.953 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v4i1.84

Abstract

Fungi mikoriza arbuskula (FMA) memiliki simbiosis mutualisme dengan lebih dari 80% spesies tumbuhan terestrial. Material pembawa yang sering dilaporkan efektif digunakan sebagai bahan pembawa inokulan FMA adalah zeolit. Akan tetapi, zeolit harganya lebih mahal dibandingkan material pembawa lain seperti pasir dan arang sekam. Upaya yang dapat dilakukan untuk perbanyakan spora dan mengurangi penggunaan zeolit yaitu mengombinasikan zeolit dengan material pembawa lain berbasis bahan baku lokal dan ekonomis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor (komposisi material pembawa dan jenis FMA) dengan pola 4×2 dan empat ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material zeolit + pasir (1:1) dan zeolit + tanah (1:1) sama efektifnya dengan zeolit 100% untuk perbanyakan spora Acaulospora tuberculata dan Gigaspora gigantea. A. tuberculata menunjukkan tingkat kolonisasi akar (62.68%) lebih tinggi dibandingkan G. gigantea (50.80%) pada semua material pembawa. Tidak ada interaksi yang signifikan antara jenis material pembawa dan jenis spora FMA terhadap jumlah spora dan infeksi akar.
Perbandingan Pertumbuhan Aspergillus fumigatus pada Media Instan Modifikasi Carrot Sucrose Agar dan Potato Dextrose Agar Makhabbah Jamilatun; Nisa Azzahra; Aminah Aminah
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.948 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v4i1.69

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai perbandingan pertumbuhan Aspergillus fumigatus pada media instan modifikasi carrot sucrose agar (CSA) dan potato dextrose agar (PDA). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah cendawan dapat tumbuh pada media modifikasi CSA yang dijadikan media instan dengan menggunakan cendawan uji A. fumigatus, memperoleh media alternatif yang efisien waktu pada saat proses pembuatannya, dan untuk mengetahui morfologi cendawan A. fumigatus pada media instan CSA dan PDA. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan menanam cendawan uji pada media instan modifikasi CSA, media modifikasi CSA, dan media PDA kemudian hasil disajikan dalam bentuk tabel, narasi, dan gambar. Hasil penelitian menunjukan tumbuhnya koloni A. fumigatus pada media instan modifikasi CSA, sehingga media modifikasi ini mampu digunakan sebagai media pertumbuhan cendawan. Dengan adanya media hasil modifikasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap media impor dan dapat digunakan di laboratorium sehingga mampu menekan biaya pemeriksaan.
Kompetisi Pertumbuhan Kapang Dekomposer Asal Jambi pada Media Padat Riza Zainuddin Ahmad; Ratna Stia Dewi
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.517 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v4i1.65

Abstract

Limbah feses merupakan masalah dalam industri peternakan di Indonesia. Pengolahan feses menjadi kompos adalah salah satu jalan pemecahannya. Mikroorganisme khususnya kapang dapat digunakan untuk mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan ketersediaaan unsur hara pada kompos nantinya. Ada 4 jenis isolat kapang asal Jambi yang di seleksi untuk menjadi dekomposer, yaitu Trichoderma asperellum, T. koningiopsis, T. harzianum. dan Gliocladium virens dan 1 isolat Bacillus sp. Di dalam penelitian ini digunakan media agar kentang dekstrosa (Potato Dextrose Agar), untuk menguji mikroorganisme tersebut untuk saling berkompetisi dalam petri. Hasil pengamatan menunjukkan isolat G. virens paling unggul tumbuhnya dari 3 spesies Trichoderma spp. dan Bacillus sp.
Inventarisasi Jamur Makroskopis di Pulau Bawean Jawa Timur Tunjung Nugraheni; Tiska Ayumi Apipah
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.664 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v4i1.83

Abstract

Pulau Bawean merupakan kawasan suaka alam yang berada di antara pulau Jawa dan Kalimantan. Keadaan topografi kawasan memungkinkan ditemukanya jenis-jenis jamur makroskopis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jamur yang ditemukan di pulau Bawean dan mengetahui apakah jamur yang ditemukan memiliki potensi sebagai pangan maupunobat.Pengambilandatadilakukanmenggunakan metodesurveilangsungdilapangan. Lokasi sampling meliputi kawasan suaka margasatwa (SM) yaitu pinggiran hutan dan daerah aliran sungai yang kawasannya cukup lembap, sampling juga dilakukan diluar kawasan SM yaitu di daerah mangrove. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil 20 jenis jamur. Jamur yang ditemukan berasal dari 2 filum, 5 ordo, 11 famili dan 14 genus. Jamur paling banyak ditemukan di kawasan pinggiran hutan dan daerah aliran sungai yaitu sebanyak 17 jenis. Sedangkan pada daerah mangrove hanya ditemukan 3 jenis jamur. Beberapa potensi yang dimiliki oleh jamur yang ditemukan yaitu sebagai bahan obat, pangan dandapatmeningkatkanlajufermentasi.
Ectomycorrhizal Fungi on South Kalimantan Serpentine Soil Rudy Hermawan; Witiyasti Imaningsih; Badruzsaufari Badruzsaufari
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.689 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v4i1.71

Abstract

Serpentine soil contains highly heavy metals, such as manganese, chromium, cobalt, and nickel,which could bean inappropriate growthmediaofmostplants. Someplants thatfound able to grow optimally on South Kalimantan serpentine soil have been known to do association with ectomycorrhizal fungi. This research aimed to obtain and characterize mushrooms assumed as ectomycorrhizal fungi indigenous South Kalimantan serpentine soil. This study used field exploration of fungal fruiting bodies and identified the genus based on morphological characters of fruiting bodies such as shape, size, and ornamentation, which are unique for the genus identification, then compared the characteristics on mushroomexpert.com. The mushrooms were also confirmed of genera assumed as ectomycorrhizal fungi based on mycorrhizas.info. Seven fruiting bodies were obtained and classified as Cantharellus (Ct), Chlorophyllum (Ch1 and Ch2), Lycoperdon (Ly), Ramaria (Rm1 and Rm2), and Thelephora (Tp). The results showed that all of those fruiting bodies belong to Basidiomycetes. There were 4 genera of Cantharellus, Lycoperdon, Ramaria, and Thelephora, assumed as ectomycorrhizal fungi. But Chlorophyllum genus was never reported as ectomycorrhizal fungus
Potensi Cendawan Pelapuk Putih Indonesia Sebagai Agen Biodekolorisasi Limbah Pewarna Sintetik: Artikel Ulasan Oktan Dwi Nurhayat; Sita Heris Anita; Dede Heri Yuli Yanto
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.827 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v4i1.75

Abstract

Limbah pewarna sintetik yang dihasilkan oleh industri tekstil dapat membahayakan ekosistem perairan dan organismenya pada konsentrasi tertentu. Proses dekolorisasi secara biologis menjadi fokus penelitian dalam beberapa tahun terakhir karena prosesnya yang relatif murah dan ramah lingkungan. Cendawan pelapuk putih merupakan salah satu mikroorganisme yang dimanfaatkan untuk memproses limbah pewarna melalui proses enzimatik maupun adsorpsi. Fokus dari review ini adalah untuk membahas cendawan pelapuk putih asal indonesia yang berpotensi sebagai agen biodekolorisasi limbah pewarna industri tekstil. Beberapa spesies cendawan pelapuk putih asal indonesia dari genus Ganoderma, Trametes, Pleurotus, dan Leiotrametes telah dilaporkan memiliki kemampuan mendekolorisasi beberapa jenis pewarna sintetik golongan antrakuinon dan azo. Faktor-faktor seperti jenis cendawan, pH, mediator, aktivitas dan jenis enzim, konsentrasi dan jenis pewarna yang diujikan, waktu inkubasi, dan teknik imobilisasi miselia atau ekstrak enzim ligninolitik berpengaruh terhadap proses dekolorisasi secara biologis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6