cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Ergonomi dan K3
ISSN : 26157732     EISSN : 26157732     DOI : -
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Ergonomi dan K3 diterbikan 2 kali setahun, bulan Maret dan September. Topik makalah untuk jurnal Ergonomi dan K3 meliputi namun tidak terbatas pada: antropometri, biomekanika, fisiologi, lingkungan kerja, ergonomi kognitif, ergonomi budaya, keselamatan dan kesehatan kerja.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016" : 5 Documents clear
Hubungan antara Indikator Pengukuran Kelelahan Kerja dan Metode Cepat Penilaian Risiko Ergonomi Yassierli Yassierli; Dwina Oktoviona; Inayati Ulin Na’mah
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.5 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2016.1.1.1

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap performansi kerja dan keselamatan kerja. Setiap pekerjaan memiliki potensi kelelahan kerja baik itu kelelahan fisik maupun mental. Setiap perusahaan perlu mengetahui tingkat kelelahan yang dialami oleh para pekerja sehingga dapat meminimasi dampak negatif yang mungkin timbul akibat kelelahan kerja. Dalam prosesnya, pengukuran kelelahan kerja tidak dapat dilakukan secara langsung dan dapat mengganggu aktivitas pekerja. Hal ini menyebabkan masih banyak perusahaan yang belum melakukan pengukuran kelelahan pada pekerjanya terlepas apakah pekerjaan yang dilakukannya memiliki risiko kecelakaan yang tinggi. Oleh karena itu, perlu dicari suatu metode pengukuran yang mudah dan cepat sehingga dapat diterapkan pada berbagai perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah metode penilaian cepat risiko ergonomi (ergonomics quick assessment tools) dapat digunakan untuk menggantikan indikator kelelahan kerja dalam mengukur tingkat kelelahan yang dialami pekerja. Pengukuran kelelahan kerja pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan indikator denyut jantung dan kekuatan genggaman tangan. Penilaian risiko ergonomi dilakukan dengan menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Quick Exposure Checklist (QEC). Pengukuran kelelahan kerja dan penilaian risiko ergonomi dilakukan pada dua kelompok pekerjaan. Jumlah partisipan untuk setiap kelompok pekerjaan adalah 12 orang. Pengukuran kelelahan kerja dilakukan sebanyak satu kali sebelum pekerja melakukan aktivitas pekerjaan dan sebanyak empat kali saat jam kerja dengan frekuensi dua jam sekali. Penilaian risiko ergonomi menggunakan REBA dan QEC dilakukan untuk setiap pekerja. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan antara hasil pengukuran kelelahan kerja dengan penilaian risiko ergonomi pada masing-masing kelompok pekerjaan. Hal ini menunjukkan adanya peluang penggunaan metode penilaian risiko ergonomi dalam mengukur kelelahan kerja menggantikan metode pengukuran dengan menggunakan indikator yang ada.
Pengukuran Tingkat Konsentrasi Para Peserta Didik Untuk Meningkatkan Efektivitas Kegiatan Pendidikan di Institusi Pendidikan Kemiliteran ‘X’ Herman R Soetisna; Devi Tania
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.364 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2016.1.1.2

Abstract

Dalam melakukan aktivitasnya, manusia kerap kali mengalami kelelahan baik fisik maupun mental. Fenomena kelelahan ini ditemukan pula pada lingkungan militer, termasuk pada sebuah institusi pendidikan kemiliteran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan peta tingkat konsentrasi peserta didik dalam melakukan aktivitasnya dan inventarisasi faktor-faktor yang diduga mempengaruhinya. Sejumlah 54 peserta didik pada sebuah institusi pendidikan kemiliteran berpartisipasi dalam penelitian ini. Responden berasal dari tiga tingkat (angkatan) dan lima departemen yang berbeda. Tingkat konsentrasi per jam aktivitas (pk 05.00 s.d. 22.00 WIB) diukur dari hari Senin s.d. Jumat menggunakan perangkat lunak yang khusus dibuat untuk penelitian ini. Variabel yang diteliti adalah Reaction Time for Correct Answer (RTCA) yaitu jumlah waktu reaksi dalam menjawab dengan benar dibagi dengan jumlah jawaban benar. Aktivitas per jam juga dicatat untuk melihat bagaimana nilai RTCA berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTCA pada hari Selasa lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Pada pembandingan rata-rata RTCA antar-angkatan dapat disimpulkan bahwa RTCA rata-rata tingkat II dan III lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan tingkat IV, tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat II dan III. Pada pembandingan RTCA rata-rata berdasarkan departemen, ditemukan bahwa RTCA rata-rata Departemen 1 lebih rendah secara signifikan daripada Departemen 2,3, dan 5, dan RTCA rata-rata Departemen 2 lebih tinggi secara signifikan daripada Departemen 3,4, dan 5, tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Departemen 1 dan 4, 3 dan 4, 3 dan 5, serta 4 dan 5. Implikasi dari hasil penelitian dibahas dalam bagian diskusi.
Perancangan Alat Bantu Perakitan Helm untuk Menurunkan Risiko Kerja Operator Ardelia Christabel Tobing; Ignasius Rian; Ria Audina Stefani; Rida Zuraida
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.358 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2016.1.1.3

Abstract

Studi dilakukan di bagian perakitan helm PT SMI yang seluruh prosesnya dilakukan manual dan beberapa proses cukup berisiko bagi operatornya sehingga perlu dievaluasi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur kelelahan subjektif menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) dan risiko kelelahan menggunakan Fatigue Likelihod Scoring (FLS) utuk melihat apakah ada risiko kelelahan yang berlebihan bagi operator. NORDIC Muscoloskletal Questoinnaire (NMQ) digunakan untuk mengetahui ada tidaknya keluhan fisik, dan Job Strain Index (JSI) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) digunakan untuk penilaian risiko postur kerja. Studi dilakukan langsung pada operator perakitan (20 pria, 14 wanita). Hasilnya menunjukkan risiko kelelahan kerja berada pada tingkat menengah (5,823 skala 0-10), dan kesempatan istirahat operator sangat cukup berdasarkan jam kerja. Tetapi aktivitas perakitan ini menimbulkan keluhan fisik di beberapa bagian tubuh berdasarkan survei menggunakan NMQ. Analisis lanjutan menunjukkan aktivitas yang berisiko adalah memotong list dengan nilai JSI 13,5 (berbahaya) dan RULA 6 (perlu perubahan segera), dan menekan seropong dengan nilai JSI 9,75 (berbahaya) dan RULA 5 (perlu perubahan segera). Untuk itu dilakukan perancangan dua alat bantu sehingga risiko JSI turun dua peringkat (risiko tidak pasti) dan RULA turun satu peringkat (perlu investigasi). Pemanfaatan JSI dan RULA dapat membantu perbaikan sistem kerja lebih tepat sasaran untuk pekerjaan fisik dan berulang.
Perancangan Ulang User Interface Mesin Parkir Meter Jakarta Maya Arlini; Triasni M.L. Sibarani; Erlinda Muslim; Boy Nurtjahyo Moch.
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.534 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2016.1.1.4

Abstract

Parkir Meter adalah salah satu alternatif pemerintah DKI Jakarta untuk memperbaiki manajemen parkir. Namun masih ditemui sejumlah masalah usability dalam penggunaan mesin sehingga menyebabkan ketidakpuasan pengguna. Masalah usability berkaitan erat dengan user interface karena user interface adalah bagian paling penting pada mesin yang bisa dilihat dan disentuh oleh pengguna. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dan melakukan perancangan ulang user interface mesin parkir meter Jakarta. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi adalah dengan metode usability testing. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah tingkat usability mesin parkir meter masih sangat rendah dan hasil perancangan ulang user interface terbukti lebih efektif, efisien dan meningkatkan kepuasan pengguna.
Perancangan Fasilitas Kerja dan Perbaikan Postur Kerja pada Aktivitas Manual Material Handling Karyawan Toko Mega Mas Elektronik Makassar Arminas Arminas
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.792 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2016.1.1.5

Abstract

Aktivitas penanganan material secara manual (Manual Material Handling) yang terdiri dari mengangkat, menurunkan, mendorong, menarik dan membawa merupakan sumber utama keluhan karyawan di industri. Peranan manusia sebagai sumber tenaga kerja masih dominan dalam menjalankan proses produksi terutama kegiatan yang bersifat manual. Sikap kerja dalam mengangkat beban seperti yang dilakukan oleh karyawan Mega Mas Elektronik Makassar tergolong belum ergonomis, seperti pada saat mengangkat beban (kulkas) seberat 35 kg dengan posisi tangan memanjang ke atas dengan punggung sebagai tumpuan beban yang apabila aktifitas ini dilakukan secara berulang dapat menyebabkan keluhan pada punggung dan bagian siku karyawan, kesalahan-kesalahan dalam mengangkat beban tersebut dapat mempengaruhi produktifitas kerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentifikas kondisi postur kerja dalam melakukan aktivitas pemindahan material pada Toko Mega Mas Elektronik Makassar. (2) Untuk menganalisis dan membuat rancangan fasilitas kerja yang lebih ergonomis menggunakan analisis RULA, serta untuk meningkatkan efektivitas kerja dari karyawan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif yang dilakukan dengan membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Metode penelitian deskriptif ini digunakan untuk menjawab permasalahan penilaian postur kerja pada devisi kulkas Toko Mega Mas Elektronik. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan metode RULA maka dapat disimpulkan bahwa postur kerja pada bagian. mengangkat kulkas berada pada level resiko 3, yang mengindikasi investigasi dan perubahan postur kerja harus dilakukan secepatnya. Sedangkan kegiatan membawa dan meletakkan kulkas digudang berada pada level resiko 4 yang berarti investigasi dan perubahan postur kerja harus dilakukan segera.

Page 1 of 1 | Total Record : 5