cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia
ISSN : 2302187X     EISSN : 26563614     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia adalah publikasi ilmiah berkala yang terbit dua kali dalam satu tahun (September dan Maret) dan menggunakan sistem peer-riview dalam seleksi makalah. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia menerima naskah publikasi tentang hasil penelitian, survei dan telaah pustaka yang erat kaitanya dengan bidang kefarmasian dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2020): JPFI" : 7 Documents clear
Hubungan Tingkat Pendidikan Masyarakat Terhadap Pengetahuan dalam Penggunaan Antibiotik Oral di Apotek Kecamatan Koto Tangah Padang Ringga Novelni
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JPFI
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jl. Kamboja Simpang Baru-Panam, Pekanbaru, Riau 28293 Telp. (0761) 588006, Fax. (0761) 588007 e-mail: editor-jpfi@stifar-riau.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v9i2.804

Abstract

Antibiotics are drugs that are widely used for therapeutic treatment of infections, but now the purchase of antibiotics without a doctor's prescription at pharmacies has become a global problem, especially in developing countries. This study aims to determine the relationship of community education level to knowledge in the use of oral antibiotics in pharmacies in Koto Tangah District, Padang. The method used is descriptive correlative with cross-sectional approach. The population in this study were all people who visited the pharmacy in Koto Tangah District. The sampling technique uses non-random sampling technique that is purposive sampling of 100 respondents who have met the inclusion and exclusion criteria. Measuring instruments in this study used a questionnaire about knowledge in the use of oral antibiotics. Based on the results of the chi-square statistical test between the level of knowledge and the level of education obtained p = 0,000. This shows the p value is not greater than 0.05, and the relationship between the level of public education with knowledge in the use of Oral Antibiotics with the Spearman correlation test is 0.53, so it can be concluded that there is a relationship between the level of public knowledge and the level of public education in use of oral antibiotics.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Apoteker di Klinik-Klinik Pratama Kota Pekanbaru: ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA APOTEKER DI KLINIK-KLINIK PRATAMA KOTA PEKANBARU Erniza Pratiwi
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JPFI
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jl. Kamboja Simpang Baru-Panam, Pekanbaru, Riau 28293 Telp. (0761) 588006, Fax. (0761) 588007 e-mail: editor-jpfi@stifar-riau.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v9i2.805

Abstract

Every employee in a company needs to get satisfaction at work which can also have an impact on improving employee performance. Job satisfaction is an attitude in the form of a reflection of the employee's feelings towards the whole job which consists of various aspects. Someone who is satisfied in their work will have high motivation, commitment to the organization and work participation so that they will continue to improve their performance. The purpose of this study was to find out what are the factors that influence the job satisfaction of pharmacists in the clinics of pratama of Pekanbaru. This study is a descriptive analytic study with a cross-sectional study design using a job satisfaction questionnaire. The sample in this study was a pharmacist who worked in the pratama clinics totaling 55 people taken by simple random sampling technique. The results obtained showed that the most dominant factors affecting the pharmacist's job satisfaction in the clinics of Pratama Kota Pekanbaru were job security (78.91%), fair treatment (78.84%), relationships between colleagues (78.04%) , salary and promotion (77.30%), working conditions (77.16%) and relationship with the leader (76.00%).
Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Dagusibu Obat di Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu Setya Enti Rikomah
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JPFI
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jl. Kamboja Simpang Baru-Panam, Pekanbaru, Riau 28293 Telp. (0761) 588006, Fax. (0761) 588007 e-mail: editor-jpfi@stifar-riau.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v9i2.851

Abstract

Masyarakat banyak yang melakukan swamedikasi untuk mengobati penyakitnya. Dalam pelaksanaan swamedikasi banyak yang belum mendapatkan informasi lengkap terkait dengan obat yang diterima. DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program Gerakan Keluarga Sadar Obat untuk mencapai pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat dengan benar. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase pengetahuan (baik, cukup dan kurang) masyarakat tentang DAGUSIBU obat dan untuk mengetahui apakah data sosiodemografi (umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan) dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat. Penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner sebagai data primer dan pengambilan sampel menggunakan metode cross sectional. Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah masyarakat kelurahan Tanah Patah yang melakukan DAGUSIBU obat dan bersedia menjadi responden, berumur 20-35 tahun dan komunikatif. Kriteria inklusinya yaitu masyarakat yang melakukan DAGUSIBU obat namun mengajukan pindah kelurahan dan KTP belum Tanah Patah. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat kelurahan Tanah Patah tentang DAGUSIBU obat dikatakan baik, dengan persentase 46,63% dari 193 responden, berdasarkan sosiodemografi responden usia 26-35 tahun berpegetahuan baik dengan persentase 30,05%, perempuan berpengetahuan baik dengan persentase 29,02%, pendidikan SMA berpengetahuan baik dengan persentase 31,08% dan pekerjaan swasta berpengetahuan baik dengan persentase 35,22%.
Simulasi Molecular Dynamic (MD) Senyawa Analog Kalkon Sebagai Inhibitor Untuk Sel Kanker Paru A549 Neni Frimayanti
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JPFI
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jl. Kamboja Simpang Baru-Panam, Pekanbaru, Riau 28293 Telp. (0761) 588006, Fax. (0761) 588007 e-mail: editor-jpfi@stifar-riau.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v9i2.852

Abstract

Senyawa kalkon merupakan senyawa yang berasal dari alam yang sudah terbukti memiliki aktivitas sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan senyawa analog kalkon yang telah di-docking sebagai inhibitor bagi kanker paru A549. Penelitian ini menggunakan 3 senyawa analog kalkon yang diperoleh dari penelitian sebelumnya dengan menggunakan gefitinib sebagai kontrol positifnya. Studi simulasi molecular dynamic ini dilakukan menggunakan komputer dengan software MOE 2007.09. Data hasil simulasi berupa nilai energi konformasi (kcal/mol), ikatan hidrogen, dan kesamaan asam amino yang menunjukkan kestabilan interaksi ligan senyawa kalkon terhadap asam amino pada reseptor. Hasil molecular dynamic menunjukkan bahwa dari 3 senyawa yang disimulasikan senyawa 5 adalah yang paling stabil karena memiliki nilai energi konformasi yang rendah yaitu -4.050,14 kcal/mol dan terdapat dua asam amino yang membentuk ikatan hidrogen dengan sisi aktif reseptor yaitu Arg655 dan Tyr100, serta memiliki 6 residu asam amino yang sama dengan hasil docking.
Perbedaan Daya Antioksidan Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) yang Diekstraksi dengan Metode Perkolasi dan Soxhletasi Mauizatul Hasanah Hasanah
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JPFI
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jl. Kamboja Simpang Baru-Panam, Pekanbaru, Riau 28293 Telp. (0761) 588006, Fax. (0761) 588007 e-mail: editor-jpfi@stifar-riau.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v9i2.945

Abstract

Antioksidan adalah suatu aktivitas senyawa yang banyak terdapat di dalam tumbuhan, dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Aktivitas antioksidan suatu ekstrak tumbuhan dipengaruhi oleh jumlah senyawa antioksidan yang terdapat di dalamnya. Metode ekstraksi bisa mempengaruhi perolehan ekstrak dan jumlah senyawa kimia yang diperoleh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode perkolasi dan soxhletasi. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan mengamati absorbansi perendaman DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) di dalam antioksidan dari ekstrak dan dibandingkan dengan vitamin C sebagai pembanding. Persen inhibisi penghambatan DPPH dari ekstrak perkolasi dan ekstrak Soxhletasi diamati pada berbagai konsentrasi yaitu 160, 110, 60 dan 10 ppm, lalu dihitung nilai IC50 sebagai parameter daya antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan perolehan rendemen ekstrak berturut-turut untuk ekstrak perkolasi sebesar 19,46% dan ekstrak Soxhletasi sebesar 15,21%. Pada ekstraks perkolasi didapatkan persen inhibisi berturut-turut adalah 43,70%, 29,04%, 14,03%, 6,13% dan pada ekstraks Soxhletasi didapatkan persen inhibisi 39,27%, 27,50%, 12,23%, 4,92%. Dari hasil perhitungan persen inhibisi didapatkan nilai IC50 dari masing-masing metode yaitu dari metode perkolasi 189,85 ppm dan metode soxhletasi 209,90 ppm, sedangkan vitamin C mempunyai nilai IC50 19,77 ppm. Hasil analisa statistik uji-T terjadi perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara ekstrak perkolasi dan soxhletasi, dengan daya antioksidan ekstrak perkolasi lebih tinggi dari ekstrak Soxhletasi.
Hubungan Faktor Usia dan Konsumsi Minuman Berkafein (Kopi dan Teh) dengan Kejadian Pre Eklampsia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Bululawang Kabupaten Malang: HUBUNGAN FAKTOR USIA DAN KONSUMSI MINUMAN BERKAFEIN (KOPI DAN TEH) DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULULAWANG KABUPATEN MALANG Susana Setyowati
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JPFI
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jl. Kamboja Simpang Baru-Panam, Pekanbaru, Riau 28293 Telp. (0761) 588006, Fax. (0761) 588007 e-mail: editor-jpfi@stifar-riau.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v9i2.974

Abstract

Pre eklampsia adalah gejala yang timbul pada ibu hamil, pre eklampsia perlu untuk diwaspadai adanya komplikasi yang mungkin terjadi bisa mengalami kejang (eklampsia), penurunan perfusi uteroplasenta atau penurunan aliran darah ke ari-ari. Di Jawa Timur kasus preeklampsia/eklampsia 36,29%,. Namun hal ini kejadian preeklampsia dapat dikurangi dengan cara deteksi dini apabila ibu hamil rutin melakukan kunjungan ke tenaga kesehatan terlatih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya Hubungan Faktor Usia dan Konsumsi Minuman Berkafein (Kopi dan Teh) dengan Kejadian Pre Eklampsia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Bululawang Kabupaten Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah 213 ibu hamil dan sampel dalam penelitian ini 30 ibu hamil. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan wawancara, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan perhitungan regresi yaitu regresi linear berganda. Hasil penelitian yaitu variabel Faktor Usia (X1) mempunyai nilai thitung sebesar 8,483 > ttabel 0,05 (2,045) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Faktor Usia (X1) dengan kejadian pre eklampsia (Y). Variabel Konsumsi Minuman Berkafein (Kopi dan Teh) (X2) mempunyai nilai thitung sebesar 3,464 > ttabel 0,05 (2.045) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Konsumsi Minuman Berkafein (Kopi dan Teh) (X2) dengan kejadian pre eklampsia (Y). Nilai Fhitung sebesar 44,301 > Ftabel 0,05 (3,35) artinya adanya hubungan yang signifikan antara variabel Faktor Usia (X1) dan Konsumsi Minuman Berkafein (Kopi dan Teh) (X2) dengan kejadian pre eklampsia (Y). Nilai R Square dari variabel X1 dan X2 yaitu sebesar 0,766 yang artinya faktor usia (X1) dan konsumsi minuman berkafein (kopi dan teh) (X2) ada pengaruh terhadap kejadian pre eklampsia sebesar 76,6% sedangkan 23,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
PENENTUAN KADAR TOTAL FENOLIK, TOTAL FLAVONOID DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk): antioxidant Rahma Dona
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JPFI
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jl. Kamboja Simpang Baru-Panam, Pekanbaru, Riau 28293 Telp. (0761) 588006, Fax. (0761) 588007 e-mail: editor-jpfi@stifar-riau.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v9i2.975

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) is a family of Myrtaceae which has been used by the community as traditional medicine. The purpose of this research is determine total phenolic and total flavonoid level and test antioxidant activity of Karamunting Leaves. Determination of total phenolic using gallic acid standard by the Folin Ciocalteu method. The results obtained total phenolic in water fraction of 99 mgGAE/g, ethanol extract 94,1 mgGAE/g, ethyl acetate fraction 83,3 mgGAE/g and n-hexane fraction 41,4 mgGAE/g. Determination of total flavonoid using standard quersetin with AlCL3 complex formation method, the results obtained total flavonoid in water fraction of 156,8 mgQE/g, ethanol extract 192,6 mgQE/g, ethyl acetate fraction 89,4 mgQE/g and n-hexane fraction 31,3 mgQE/g. Determination of antioxidant activity was determined by DPPH radical capture test (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl), the results obtained in water fraction with IC50 value 15,02 µg/mL, ethanol extract 14,06 µg/mL, ethyl acetate fraction 14,48 µg/mL with very strong activity of antioxidant, whereas in the n-hexane fraction was categorized as weak antioxidant activity with an IC50 value of 264,02 µg/mL.

Page 1 of 1 | Total Record : 7