cover
Contact Name
Rina Setiana
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@ui.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 14104490     EISSN : 23549203     DOI : https://doi.org/10.7454/jki
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI, or Nursing Journal of Indonesia) contributes to the dissemination of information related to nursing research and evidence-based study on urban nursing issues in low-middle income countries. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing areas such as Nursing Education, Clinical Practice, Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing, with a focus on urban nursing issues in low-middle income countries. JKI is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles, synthesized literature, and best practice reports or case reports that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. JKI adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 26 No 2 (2023): July" : 8 Documents clear
Anxiety, Depression, Loneliness, Spirituality, and Social Support in Older People During the COVID-19 Pandemic Esti Widiani; Nurul Hidayah; Abdul Hanan
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i2.1093

Abstract

The COVID-19 pandemic has resulted in the threat of death. Some older people feel they are not ready to face the end of their lives, so psychosocial problems arise, such as loneliness, anxiety, and depression. This research study aims to explore some psychosocial aspects, namely spirituality, social support, depression, anxiety, and loneliness in the elderly during the pandemic. The research design was cross-sectional. The total sample was 142 people selected using the purposive sampling method. Data collection used various scales to look at spirituality, depression, anxiety, and loneliness. The results showed that median spirituality and social support scores were high. The median depression and loneliness scores were mild. The average anxiety score for the elderly was normal. Based on the Pearson and Spearman correlation tests, relationships were shown between spirituality and anxiety scores, social support and anxiety scores, anxiety and depression scores, and loneliness and depression scores. The elderly need spirituality and social support when facing the end of life, and during the COVID-19 pandemic, to prevent the emergence of psychosocial problems. Social support and high spirituality must be maintained, even though the pandemic has subsided, in case such a health crisis occurs again.   Abstrak Kecemasan, Depresi, Kesepian, Spiritualitas, dan Dukungan Sosial pada Lansia Saat Pandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 mengancam banyak jiwa. Sebagian dari lansia merasa belum siap menghadapi akhir kehidupan seperti kematian sehingga muncul masalah psikososial seperti kesepian, cemas, dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek psikososial lansia yaitu spiritualitas, dukungan sosial, depresi, kecemasan, dan kesepian selama pandemi COVID-19. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 142 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan berbagai kuisioner untuk melihat spiritualitas, depresi, kecemasan, dan kesepian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median skor spiritualitas dan dukungan sosial termasuk tinggi. Nilai median depresi dan kesepian tergolong ringan. Rata-rata skor kecemasan lansia adalah normal. Berdasarkan uji korelasi Pearson dan Spearman, ditunjukkan hubungan antara skor spiritualitas dan kecemasan, skor dukungan sosial dan kecemasan, skor kecemasan dan depresi, serta skor kesepian dan depresi. Lansia membutuhkan spiritualitas dan dukungan sosial dalam menghadapi akhir kehidupan maupun saat pandemi COVID-19 untuk mencegah munculnya masalah psikososial. Dukungan sosial dan spiritualitas yang tinggi harus tetap dijaga, walaupun pandemi COVID-19 sudah mereda, agar mampu bertahan jika krisis kesehatan muncul kembali. Kata Kunci: depresi, dukungan sosial, kecemasan, kesepian, spiritualitas
Family Caregivers’ Preparedness with Death And Dying: An Ethnographic Study Erna Rochmawati; Rick Wiechula
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i2.1095

Abstract

Death and dying is a complex process and influenced by belief and culture. Understanding the cultural practice is therefore important to enable providing quality end-of-life care. This paper focus in reporting how family caregivers prepare and deal with death and dying within palliative care context. This study was a contemporary ethnographic study that deriving data from observations and informal interviews. Field observation and informal interviews were conducted over three months with 21 patients’ relatives. Data was analyzed using ethnographic data analysis framework. Dealing with death and dying relates to how this was experienced and managed by the patient’s relatives. Three subthemes emerged: secret, ritual practices at end- of-life, and respect. Ritual practices at end-of-life demonstrate how religious and cultural influence during the event. The findings of the current research have identified the practice during death and dying of family caregivers that include fulfilment of patient’s wishes. An understanding of integral cultural element to death and dying is important to enable providing quality palliative care and end-of life care.   Abstrak Kesiapan Keluarga dalam Kematian dan Akhir Hayat: Penelitian Etnografi. Kematian dan akhir kehidupan adalah proses yang kompleks, dan dipengaruhi oleh kepercayaan dan budaya. Oleh karena itu, memahami praktik budaya penting untuk dapat memberikan perawatan akhir kehidupan yang berkualitas. Penelitian ini berfokus dalam melaporkan bagaimana keluarga mempersiapkan dan menangani kematian dan kematian dalam konteks perawatan paliatif. Penelitian ini merupakan penelitian etnografi kontemporer yang mengambil data dari observasi dan wawancara informal. Observasi lapangan dan wawancara informal dilakukan selama tiga bulan dengan 21 kerabat pasien. Analisis data menggunakan kerangka analisis data etnografi. Berurusan dengan kematian dan sekarat berkaitan dengan bagaimana hal ini dialami dan dikelola oleh kerabat pasien. Tiga subtema muncul; rahasia, praktik ritual di akhir kehidupan dan rasa hormat. Praktik ritual di akhir hayat menunjukkan bagaimana pengaruh agama dan budaya selama acara berlangsung. Temuan penelitian saat ini telah mengidentifikasi bagaimana praktik selama kematian dan sekarat pengasuh keluarga. Pemahaman tentang elemen budaya integral kematian dan sekarat penting untuk memungkinkan memberikan perawatan paliatif berkualitas dan perawatan akhir hidup. Kata kunci: agama/spiritualitas, akhir kehidupan, etnografi, keluarga yang merawat, kematian dan akhir hayat, praktik ritual
The Impact of Stress on The Work Performance of COVID-19 Isolation Room Nurses at Hospitals in Timor Antonius Rino Vanchapo; Anggorowati Anggorowati; Ni Made Merlin
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i2.864

Abstract

The incidence of Corona Virus Disease (COVID-19) in East Nusa Tenggara has increased tremendously since April 2020. This has caused nurses to experience anxiety and stress due to fears of a shortage of special COVID-19 inpatient rooms. This study aimed to analyze the correlation between stress and the work performance of the COVID-19 isolation room nurses in mainland Timor. This cross-sectional study involved 278 nurses who worked in the COVID-19 isolation rooms of three hospitals on Timor Island. The Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) and the Nurse Work Performance Sheet were applied to obtain the data. The results demonstrated that 64 respondents exhibited severe stress which 53 showed poor performance and 11 displayed adequate performance. There was a relationship between work stress and the work performance of the COVID-19 isolation room nurses (p-value = 0.001). This study did not measure other variables that are most likely correlated with work performance, but the result indicates the need for treatments for the nurses who work in such rooms to prevent worse conditions.Abstrak Dampak Stres terhadap Performa Kerja Perawat di Ruang Isolasi COVID-19 di Rumah Sakit di Timor. Kejadian Corona Virus Disease (COVID-19) di Nusa Tenggara Timur telah meningkat pesat sejak April 2020. Hal ini menyebabkan perawat mengalami kecemasan dan stres akibat kekhawatiran akan kekurangan ruang rawat inap khusus COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres dan performa kerja perawat ruang isolasi COVID-19 di daratan Timor. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 278 perawat yang bekerja di ruang isolasi COVID-19 pada tiga rumah sakit yang berada di Pulau Timor. Skala Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) dan Lembar Performa Kerja Perawat digunakan untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64 responden mengalami stres berat. Sebanyak 53 responden menunjukkan performa kerja yang buruk dan 11 responden menunjukkan performa kerja yang memadai. Terdapat hubungan antara stres kerja dengan performa kerja perawat ruang isolasi COVID-19 (p-value = 0.001). Penelitian ini tidak mengukur variabel lain yang kemungkinan besar berkorelasi dengan performa kerja, tetapi hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya penanganan bagi perawat yang bekerja di ruang isolasi untuk mencegah kondisi yang lebih buruk terjadi. Kata Kunci: COVID-19, performa kerja, stress
Parents' Attitudes and Stress Levels Associated with Assisting Children's Distance Learning in Westren Indonesia Dina Musila; Florensia Dewi Rahayu Wulan Prasetya; Maria Arnetta Friesca Indriani; Lia Kartika; Agustin Lamtiur
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i2.1099

Abstract

The Indonesian government implemented distance learning to reduce the viral spread during the coronavirus disease (COVID-19) pandemic. A preliminary study based on interviews with 10 parents found that some parents had problems accessing the internet during their children’s online classes and that they used an excessive amount of data. Parents also had difficulty dividing their time between working and assisting their children with their online learning. This study aimed to determine parents’ attitudes and stress levels associated with assisting their children’s distance learning in western Indonesia. A descriptive research method was utilized, and the research population consisted of parents with school-age children undergoing distance learning in western Indonesia. The accidental sampling technique was used, and 384 respondents were involved. The research instrument was a questionnaire. Univariate analysis was used to analyze the data. The results showed that 1.6% of the respondents had a low stress level, 49.7% had a medium stress level, and 48.7% had a high stress level. The results also revealed that more than half of the respondents (51.3%; n=197) had a positive attitude toward assisting their school-age children during distance learning. Given that this study involved a substantial sample of parents, the findings have implications for academic institutions and community leaders in western Indonesia and similar region. The findings indicate that efforts could be made to educate parents about their stress and attitudes associated with distance learning and the effects these have on their children’s learning.Abstrak Perilaku dan Stres Orang Tua dalam Mendampingi Anak yang Menjalani Pembelajaran Jarak Jauh. Pemerintah menetapkan pembelajaran jarak jauh untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Sebuah studi pendahuluan yang melibatkan sepuluh orang tua, ditemukan bahwa beberapa orang tua memiliki masalah dalam mengakses jaringan selama kelas online dengan penggunaan kuota yang berlebihan. Orang tua juga kesulitan membagi waktu untuk bekerja dan mendampingi anak dalam pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap dan tingkat stres orang tua dalam mendampingi pembelajaran jarak jauh anak di Indonesia bagian barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan populasi penelitian orang tua dengan anak usia sekolah yang menjalani pembelajaran jarak jauh di Indonesia Barat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling sebanyak 384 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat stres rendah (1,6%), stres sedang (49,7%), dan stres tinggi (48,7%). Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki sikap positif terhadap pendampingan anak usia sekolah selama pembelajaran jarak jauh, yaitu sebanyak 197 responden (51,3%). Penelitian ini melibatkan sampel orang tua yang cukup besar, sehingga temuan-temuan yang ada memiliki implikasi bagi institusi akademis dan tokoh masyarakat di Indonesia bagian barat dan wilayah serupa. Upaya-upaya dapat dilakukan untuk mengedukasi orang tua mengenai stres dan sikap mereka terkait pembelajaran jarak jauh dan dampaknya terhadap pembelajaran anak-anak mereka. Kata Kunci: orang tua, pembelajaran jarak jauh, perilaku, stres
Factors Determining Commitment to Health-Promoting Behavior During COVID-19 Dheni Koerniawan; Sanny Frisca
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i2.1130

Abstract

Forming new behaviors during the COVID-19 pandemic required individual commitment. Based on Pender’s health promotion model (HPM), factors affecting commitment to new behaviors include benefit perception, barriers, self-efficacy, related activities, as well as interpersonal and situational influences. This study aims to determine the determinant factors that affected commitment to health-promoting behavior and habits during the COVID-19 pandemic. This study randomly assigned online questionnaires to 186 people in Palembang. The instruments used in this study were developed by the author based on Pender’s HPM. Path analysis with the SEM-PLS approach was used to analyze determinant factors of community commitment. The results of the analysis showed that the following influenced commitment: benefit variables (β = 0.192; p = 0.011), previous activities (β = 0.134; p = 0.031), interpersonal influence (β = 0.214; p = 0.005) and situational influence (β = 0.326; p = 0.000), barriers (β = -0.068; p = 0.247), and self-efficacy (β = 0.079; p = 0.256). All the predictors contributed to a commitment value of 40.6%. It can be concluded that enhancing perceived benefits and focusing on previously completed activities, and external factors, interpersonal and situational influence, may strengthen commitment to developing healthy behavior. Moreover, good self-efficacy based on previous practice can lower perceived barriers, which hinder commitment. Therefore, nurses need to focus on identifying individual internal and external factors to bolster commitment while lowering barriers.Abstrak Faktor-faktor Penentu Komitmen terhadap Perilaku Promosi Kesehatan selama COVID-19. Membentuk perilaku baru di masa pandemi COVID-19 memerlukan komitmen individu. Berdasarkan Pender’s health promotion model (HPM), faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen terhadap perilaku baru meliputi persepsi manfaat, hambatan, efikasi diri, aktivitas terkait, serta pengaruh interpersonal dan situasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penentu yang mempengaruhi komitmen terhadap perilaku dan kebiasaan promosi kesehatan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menyebarkan kuesioner online secara acak kepada 186 orang di Palembang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dikembangkan penulis berdasarkan Pender’s HPM. Path analysis dengan pendekatan SEM-PLS digunakan untuk menganalisis faktor-faktor penentu komitmen masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa komitmen dipengaruhi oleh hal-hal berikut: variabel manfaat (β = 0,192; p = 0,011), aktivitas sebelumnya (β = 0,134; p = 0,031), pengaruh interpersonal (β = 0,214; p = 0,005) dan pengaruh situasional (β = 0,326; p = 0,000), hambatan (β = -0,068; p = 0,247), dan efikasi diri (β = 0,079; p = 0,256). Seluruh prediktor menyumbang nilai komitmen sebesar 40,6% sehingga dapat disimpulkan bahwa meningkatkan manfaat yang dirasakan dan fokus pada aktivitas yang telah diselesaikan sebelumnya, dan faktor eksternal, pengaruh interpersonal dan situasional, dapat memperkuat komitmen untuk mengembangkan perilaku sehat. Selain itu, efikasi diri yang baik berdasarkan praktik sebelumnya dapat menurunkan hambatan yang dirasakan, yang menghambat komitmen. Oleh karena itu, perawat perlu fokus dalam mengidentifikasi faktor internal dan eksternal individu untuk meningkatkan komitmen sekaligus menurunkan hambatan. Kata Kunci: model promosi kesehatan, new normal, perilaku komitmen, promosi kesehatan
“E-Matching Card” to Improve Cooperation and Cognitive Abilities Among Nursing Students Elsye Maria Rosa; Sri Sundari; Eny Retna Ambarwati; Galuh Suryandari; Erna Rochmawati; Farid Suryanto
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i2.1136

Abstract

One of the learning models that can help students is the cooperative learning model (cooperative learning). Cooperative learning is a group learning method that makes students active in groups. They are expected to work together and discuss the tasks given by the lecturer. One type of cooperative learning model is making a match. Students make a matching learning model using learning cards can increase student activity so that this model is expected to be able to improve learning outcomes. The purpose of this research is to build a learning model using the student make a match approach’s learning cards to enhance nursing and midwifery students’ comprehension, interprofessional communication, and collaboration. The research method used was a pretest–posttest control group design. This research was conducted at one nursing education institution in Yogyakarta among fourth semester students totaling 60 within two months. The findings of this study are that learning using games creates an atmosphere that reduces student stress and facilitates student learning by increasing understanding, interprofessional communication, and collaboration among students (p-value=0.000). The conclusion of this study is that learning card games can improve students’ knowledge and teamwork/cooperation skills.   Abstrak "E-Matching Card" untuk Meningkatkan Kerjasama dan Kognitif Mahasiswa Keperawatan. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Pembelajaran kooperatif merupakan metode pembelajaran kelompok yang menjadikan siswa aktif, dalam kelompok diharapkan dapat bekerja sama dan berdiskusi menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Salah satu jenis model pembelajaran kooperatif adalah membuat kecocokan. Model pembelajaran "make a match" menggunakan kartu pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas siswa sehingga model ini diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model pembelajaran dengan pendekatan "Make a Match Learning Cards" untuk meningkatkan pemahaman, komunikasi interprofessional, dan kolaborasi mahasiswa keperawatan dan kebidanan. Metode penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu institusi pendidikan keperawatan di Yogyakarta pada mahasiswa semester IV yang berjumlah 60 orang dalam waktu 2 bulan. Temuan penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan game menciptakan suasana yang mengurangi stres siswa dan memfasilitasi pembelajaran siswa dengan meningkatkan pemahaman, komunikasi interprofessional, dan kolaborasi antar siswa (nilai p = 0,000). Hal ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan kerjasama tim dalam mempelajari model permainan kartu pembelajaran pada mahasiswa keperawatan lebih baik daripada mereka yang tidak mempelajari model permainan kartu pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan permainan kartu dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan keterampilan kerjasama tim. Kata Kunci: kartu belajar, kartu mencocokkan, keperawatan, kerjasama, kognitif
Front Matter (Title Page, Table of Content, General Information, and Editorial Team) Jurnal Keperawatan Indonesia
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i2.1365

Abstract

-
Back Matter (Submission Guide, Author Guidelines, Subscription Form) Jurnal Keperawatan Indonesia
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i2.1366

Abstract

-

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 3 (2025): November Vol 28 No 2 (2025): July Vol 28 No 1 (2025): March Vol 27 No 3 (2024): November Vol 27 No 2 (2024): July Vol 27 No 1 (2024): March Vol 26 No 3 (2023): November Vol 26 No 2 (2023): July Vol 26 No 1 (2023): March Vol 25 No 3 (2022): November Vol 25 No 2 (2022): July Vol 25 No 1 (2022): March Vol 25, No 1 (2022): March Vol 24, No 3 (2021): November Vol 24 No 3 (2021): November Vol 24 No 2 (2021): July Vol 24, No 2 (2021): July Vol 24, No 1 (2021): March Vol 24 No 1 (2021): March Vol 23, No 3 (2020): November Vol 23 No 3 (2020): November Vol 23, No 2 (2020): July Vol 23 No 2 (2020): July Vol 23, No 1 (2020): March Vol 23 No 1 (2020): March Vol 22, No 3 (2019): November Vol 22 No 3 (2019): November Vol 22, No 2 (2019): July Vol 22 No 2 (2019): July Vol 22, No 1 (2019): March Vol 22 No 1 (2019): March Vol 21 No 3 (2018): November 2018 Vol 21 No 2 (2018): Juli Vol 21 No 1 (2018): Maret Vol 20 No 3 (2017): November Vol 20 No 2 (2017): Juli Vol 20 No 1 (2017): Maret Vol 19 No 3 (2016): November Vol 19 No 2 (2016): Juli Vol 19 No 1 (2016): Maret Vol 18 No 3 (2015): November Vol 18 No 2 (2015): Juli Vol 18 No 1 (2015): Maret Vol 17 No 3 (2014): November Vol 17 No 2 (2014): Juli Vol 17 No 1 (2014): Maret Vol 16 No 3 (2013): November Vol 16 No 2 (2013): Juli Vol 16 No 1 (2013): Maret Vol 15 No 3 (2012): November Vol 15 No 2 (2012): Juli Vol 15 No 1 (2012): Maret Vol 14 No 3 (2011): November Vol 14 No 2 (2011): Juli Vol 14 No 1 (2011): Maret Vol 13 No 3 (2010): November Vol 13 No 2 (2010): Juli Vol 13 No 1 (2010): Maret Vol 12 No 3 (2008): November Vol 12 No 2 (2008): Juli Vol 12 No 1 (2008): Maret Vol 11 No 2 (2007): September Vol 11 No 1 (2007): Maret Vol 10 No 2 (2006): September Vol 10 No 1 (2006): Maret Vol 9 No 2 (2005): September Vol 9 No 1 (2005): Maret Vol 8 No 2 (2004): September Vol 8 No 1 (2004): Maret Vol 7 No 2 (2003): September Vol 7 No 1 (2003): Maret Vol 6 No 2 (2002): September Vol 6 No 1 (2002): Maret Vol 5 No 2 (2001): September Vol 5 No 1 (2001): Maret Vol 2 No 8 (1999): Desember Vol 2 No 7 (1999): September Vol 2 No 6 (1999): Mei Vol 2 No 5 (1998): Oktober Vol 1 No 4 (1998): Juli Vol 1 No 3 (1997): Desember Vol 1 No 2 (1997): Juli Vol 1 No 1 (1997): Januari More Issue