cover
Contact Name
Khusnul Yaqin
Contact Email
khusnul@gmail.com
Phone
+6285691546955
Journal Mail Official
andhamai@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin Kampus Tamalanrea km 10, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pengelolaan Perairan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 26206552     DOI : https://doi.org/10.20956
Core Subject : Science,
Jurnal Pengelolaan Perairan adalah peer-review jurnal yang memuat naskah penelitian dan ulasan dari bidang pengelolaan perairan; meliputi manajemen biologi perikanan (ikhtiologi, planktonologi, biologi ikan, dinamika populasi dan derivatnya), manajemen lingkungan perairan (ekologi perairan, limnologi, pencemaran, ekologi ikan, ekotoksikologi, biologi laut dan derivatnya) dan manajemen ekosistem terpadu (konservasi dan rehabilitasi, pengelolaan perairan, sistem informasi geografi, manajemen ekosistem berbasis masyarakat dan derivatnya
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2020)" : 2 Documents clear
Pentingnya Pendekatan Molekuler dalam Pengelolaan Sumberdaya Perairan Wilma Moka
Jurnal Pengelolaan Perairan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia ilmu pengetahuan saat ini sudah semakin maju dan berkembang, Hal ini didukung oleh berbagai hal termasuk semakin berkembangnya teknologi. Perkembangan teknologi memungkinkan dilakukannya penelitian-penelitian hingga di tingkat molekuler. Tulisan ini bertujuan untuk melihat pentingnya pendekatan molekuler dalam mendukung pengelolaan sumberdaya hayati perairan. Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki kekayaan hayati yang berlimpah. Karena itu dirasakan sangat perlu untuk melakukan berbagai cara untuk mengelolanya. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengelola sumber daya hayati perairan, adalah pendekatan molekuler. Melalui metode ini dapat dilakukan identifikasi jenis, mengetahui kekerabatan dan keragaman genetik organisme. Hal lain yang dapat didapatkan ialah informasi terkait perubahan susunan genetik akibat penyakit serta upaya-upaya penanganan terhadap penyakit tersebut. Informasi-informasi yang didapatkan melalui pendekatan molekuler ini sangat penting untuk dikelola secara dengan baik, sehingga dapat menjadi suatu dasar atau acuan dalam pengelolaan sumber daya hayati perairan.
Pengelolaan Sumberdaya Ikan Bada (Rasbora sp) di Danau Maninjau, Sumatra Barat Gita Natalia Taruk Linggi
Jurnal Pengelolaan Perairan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bada fish is one of the high economic value fish resources that live in Lake Maninjau. Overfishing of bada fish by fishermen without paying attention to aspects of fish biology can lead to population decline. This study aims to analyze the form of bada fish management by looking at its biological aspects. This research was conducted at the Limnology Research Center of the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) Cibinong, Bogor in May-December 2019. Bada fish samples were collected from Lake Maninjau using fishing gear nets, lukah and chart. For the purposes of the analysis, the length and weight of the bada fish were measured and the level of maturity of the gonads. In this study, the t-test (partial) was carried out as an analysis of the parameters of the relationship between length and weight of fish. The results of this study indicate the growth of bada fish in Lake Maninjau based on the results of measurements of length and weight, namely length 21 mm - 124 mm with a weight of 0.01 gr - 13.85 g. The equation of the long relationship weight of female bada fish W = 3.1247L5,4128 , male bada fish W = 3.1296L5,4283 and combined W = 3.163L5,4899. The male dan female bada fish growth pattern is a positive allometric growth pattern. The value of the condition factor was obtained in female and male bada fish, namely 1.3086 and 1.0176. The highest results of bada fishing TKG III and IV were obtained in November. Therefore, it is concluded that the form of management can be carried out by limiting the size of the mesh, prohibiting the operation of non-selective fishing gear, modifying fishing gear, and regulating the catching season.

Page 1 of 1 | Total Record : 2