cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015): Juni 2015" : 5 Documents clear
GAYA KEPEMIMPINAN DAN PENGELOLAAN ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN STUDI KASUS TEATER GANDRIK Erwin Sianturi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 1, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.751 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v1i1.2829

Abstract

Bentuk kepemimpinan tunggal, krisis finansial, serta rendahnya loyalitas pemainmerupakan wujud dari mayoritas wajah kelompok teater Indonesia. Ketigafaktor tersebut telah menjadi persoalan klasik yang menyebabkan banyaknya ke-lompok teater Indonesia tidak berkembang bahkan mengalami perpecahan. Namun di tengah banyaknya kelompok teater yang mengalami persoalan tersebut, Gandriksalah satu kelompok teater asal Yogyakarta yang mampu mempertahankan keberlangsungandanproduktivitaskelompoknyaselama32tahun.SehinggauntukmelihatproduktivitasdanefektivitasdariGandrikmakadilakukansebuahpenelitiandenganmelihat dari sisi kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan eksistensinya.Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Sedangkan teori yang digunakan berpijak dari konsep kepemimpinan Blake dan McCanse yang dikombinasikan dengan sudut pandang konsep falsafah kepemimpi-nan Jawa milik Endraswara. Kemudian untuk efektivitas dan sistem pengelolaannyapenelitianini menggunakan konsep Gibson serta Gary Dessler. Perilaku ataugaya kepemimpinan dari suatu kelompok dapat dipelajari dari proses interaksi yang terjadi antara pemimpin, pengikut, dan lingkungan yang selanjutnya dilebur dalamnilai-nilai kebudayaan Jawa yang berlaku. Kemudian untuk efektivitas dan sistempengelolaannya dilihat dari efektivitas jangka pendek, menengah, dan jangka panjangyangdimiliki.Darihasilpenelitianiniditemukanbahwagayakepemimpinanyangada di Gandrik mengacu pada konsep 3A yaitu gaya kepemimpinan Asah,Asih, Asuh. Serta dalam penelitian ini dibuktikan juga bahwa gaya kepemimpinanseseorang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada pada organisasi yangdipimpinnya.Sedangkan sistem pengelolaan yang digunakan sangat terefleksi denganpolakulturmasyarakatJawaitusendiriyaitusistemkekerabatan.Sistemyangmengutamakanrasakekeluargaandangotongroyong.Walaupunsecaraprosesnyabeberapaaspekekonomisosialjugamemengaruhiakankesinambungankelompokdanloyalitas para anggotanya.
Kajian Wisata Seni Budaya Batik Berwawasan Lingkungan Di Desa Jarum Setyo Harwanto
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 1, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v1i1.1322

Abstract

Kajian wisata seni budaya batik berwawasan lingkungan di Desa Jarum merupakan kajian yang dibahas dalam penelitian ini. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan: pertama  Potensi apa saja yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kualitas atraksi wisata budaya batik Desa Jarum, kedua Bagaimana rancangan pengembangan atraksi wisata budaya batik Desa Jarum. Penelitian ini bersifat pengamatan terhadap kawasan yang akan dikembangkan menjadi desa wisata budaya batik, dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa studi pustaka, pengamatan lapangan dan wawancara. Adapun sumber data yang diperoleh dilokasi penelitian dengan mencari nara sumber yang berkompeten, sumber instansi pemerintah juga swasta yang mendukung dan relevan. Analisis data dilakukan dengan metode SWOT yang digunakan untuk mengkaji semua aspek yang mempengaruhi berupa potensi dan permasalahan baik dilingkup internal maupun eksternal, sehingga akan teridentifikasi hubungan sumberdaya industri kreatif dengan sumberdaya lainnya. Fungsi dari analisis SWOT adalah dapat mengetahui apa saja potensi atau kekuatan yang mendukung dalam pengembangan wisata budaya batik di desa Jarum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa wisata jarum memiliki keunggulan potensi seni budaya, seperti budaya batik yang selama ini telah menghidupi banyak pengrajin. Atraksi belajar batik sebagai atraksi utama tidak dapat membuat wisatawan lebih lama tinggal di desa Jarum, sehingga perlu dilakukan pengembangan atraksi lainnya. Dengan kondisi minimnya potensi sumber daya alam, maka direkomendasikan untuk melakukan pengembangan atraksi buatan yang berwawasan lingkungan, memperluas pasar dengan memaksimalkan strategi promosi, dan bekerjasama dengan stakeholder untuk mewujudkan kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Usaha kepariwisataan di desa Jarum akan terus meningkat dengan adanya dukungan dari seluruh masyarakat, sehingga organisasi harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, melakukan inovasi, dan menjaga kualitas layanan serta pengelolaan.   
LANDMARK “MONUMEN YOGYA KEMBALI” STUDI MOTIVASI, PENGAMBILAN KEPUTUSAN, DAN KEPUASAN PENGUNJUNG Ganes Satya Aji
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 1, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.401 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v1i1.2823

Abstract

This research tries to identify factors, factor interpretation, and relationship of thevisitor behavior on landmarks Yogya Kembali Monument (Monjali) in Yogyakarta.Visitor behavior has three dimensions: Motivation, Decision-making, and Satisfaction.Using200respondentwhocollectfromJudmentalSamplingMethodandana-lyzed by Factor Analysis and Arithmetic Mean Test with a quantitative approach. From the analysis conducted to show that the perception of visitors is relatively highso that the motivation to visit because of the learning and aesthetic factors, artisticattraction factors, and recreational factors. Visitor considering, first is facilities andinfrastructure factors, benefits visit factors, and characteristics of visitors and tripsoverview factors to decide to visit. After the visit, visitors were satisfied because ofthe quality of service factors and physical environmental factors given from Monjalimonument. Then the hypothesis tested results indicate that there is a strong enough relationship between the factors that form of variable motivation, decision variab-les, and variable visitor satisfaction.
PENGARUH TAYANGAN LOKASI FILM TERHADAP MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN Jurnal Tata Kelola Seni 50 DALAM “FILM-INDUCED TOURISM” FX. Yatno Karyadi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 1, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.219 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v1i1.2824

Abstract

Bidang pariwisata berkembang dari bentuk-bentuk wisata konvensional kepadabentuk-bentukwisatabaru.Wisatafilmmenawarkankunjungankelokasi-lokasipembuatanfilm sebagai destinasi wisata. Wisata film sering disebut pula denganfilm-induced tourism. Wisata film memanfaatkan potensi alam yang tampak padalayar, budaya di lokasi pembuatan film, dan pengalaman para bintang film saat beradadilokasi-lokasipembuatanfilm.Studiinibertujuanuntukmengungkapkanpengaruhtayanganlokasifilmterhadapminatkunjunganwisatawan.Pengaruhtersebutdiungkapberdasarketertarikanpadalokasifilmdanekspektasimanfaatwisatafilm.Untukmencapaitujuaninidilakukan penelitian kuantitatif deskriptif dengan berlandaskanpada teori perilaku. Penelitian menemukan bahwa tayangan lokasi film memiliki pengaruh positif terhadap minat kunjungan wisatawan.
STRATEGI PEMASARAN MUSEUM WAYANG KEKAYON YOGYAKARTA DALAM MENINGKATKAN JUMLAH Jurnal Tata Kelola Seni 60 PENGUNJUNG Ida Ayu Eva Ratna Juwita
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 1, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1503.604 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v1i1.2828

Abstract

Salah satu kesenian asli Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan olehUNESCO adalah wayang. Hal ini menjadikan keberadaan Museum Wayang KekayonYogyakartamenjadisangatpentingdandiharapkanmampumenjadisumberpembelajaransertadapatdigunakansebagaisalahsatumediapelestarian.Museummeru-pakan sebuah lembaga yang bersifat tetap dan tidak mencari keuntungan. Pada dua dasawarsa terakhir, museum mengalami sebuah perubahan paradigma, yang semulaberorientasi kepada koleksi, menjadi berorientasi kepada pengunjung. Museumdituntut memberikan pelayanan terbaik untuk menarik minat pengunjung dari sisiedukasi maupun rekreasi. Aspek yang perlu diperhatikan dalam konteks perubahanmanajemen museum adalah kebutuhan akan pemasaran. Sehingga museum dapatdikenal masyarakat dan menjadi tempat alternatif wisatawan untuk menghabiskanwaktu luangnya. Strategi pemasaran merupakan penyampaianproduk pada pengun-jung, agar pemasaran yang dilakukan mampu menarik pengunjung untuk berkun-jung ke museum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan melakukanwawancara kepada pihak museum dan penyebaran kuesioner kepada pengunjunguntuk mengumpulkan data. Museum Wayang Kekayon Yogyakarta melakukan strategi pemasaran dengan pameran tetap, wajib kunjung museum, seminar dan talkshow, menjadi anggota Barahmus DIY, dan menggelar acara-acara khusus bertemabudaya. Promosi juga dilakukan dengan cara pembuatan brosur dan melalui mediasosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 5