cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016" : 8 Documents clear
Efektivitas dan Efisiensi Implementasi OVOP dalam Pengembangan IKM Gerabah di Kasongan Aris Wahyudi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.956 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i1.1811

Abstract

Penerapan One Village One Product (OVOP) di Indonesia mengadopsi OVOP di Jepang. Diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, OVOP merupakanpendekatan dalam mengembangkan Industri Kecil Menengah (IKM), khususnya IKM bidang kerajinan, dengan produk unggulan tertentu termasuk di Kasongan dengan produk unggulan gerabah. Dengan mengacu pada keberhasilan OVOP di Jepang, penerapanOVOP di Kasongan tidak bisa lepas dari prinsip dasar OVOP. Penerapan OVOP diKasongan juga merupakan salah satu strategi pengembangan Klaster IKM Gerabah diKasongan melalui peningkatan daya saing sehingga efektivitas dan efisiensiimplementasinya harus dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis danmengevaluasi implementasi program OVOP di Kasongan yang selanjutnya dihasilkanrekomendasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menitikberatkan padametode triangulasi dalam menganalisis data. Metode pengumpulan data primer dilakukanmelalui wawancara semi terstruktur dengan narasumber baik dari unsur pengelola OVOPdi Kasongan dan unsur IKM Gerabah di Kasongan peserta program. Data hasil wawancaradireduksi ke dalam tabel dan kemudian dianalisis. Data sekunder berasal dari datadokumentasi dan studi pustaka. Dari analisis data ditemukan bahwa implementasi ProgramOVOP di Kasongan belum dilengkapi dengan buku petunjuk teknis OVOP dan sangatbergantung pada keberadaan seorang tokoh. Prinsip Local but Global, prinsip Self relianceand creativity, dan prinsip Human resource development yang seharusnya ada ternyatabelum sepenuhnya dilakukan. Dengan kata lain, implementasi Program OVOP diKasongan belum sesuai dengan prinsip dasar OVOP. Ketidaksesuaian ini menjadikanProgram OVOP belum efektif dan efisien sebagai sebuah strategi pengembangan IKMsebagaimana yang diharapkan oleh Kementerian Perindustrian. Dalam hal ini,implementasi Program OVOP di Kasongan belum efektif dan efisien dari aspek pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. The implementation of One Village One Product (OVOP) in Indonesia adopts OVOP in Japan. Initiated by Ministry of Industry of the Republic of Indonesia, OVOP is the approach in developing Small and Medium Industries, particularly in the field of handicraft with certain featured product, including Kasongan with pottery as its featured product. By referring to the success of OVOP in Japan, the implementation of OVOP in Kasongan cannot be separated from the basic principles of OVOP. The implementation of OVOP in Kasongan is one of development strategies for cluster of Small and Medium Industries in the field of Pottery in Kasongan through the improvement of competitiveness, so effectiveness and efficiency of its implementation must be evaluated. This research aims to analyze and evaluate the implementation of OVOP program in Kasongan which then results in the recommendation. This research used the qualitative approach which focuses ontriangulation method in analyzing data. The method of primary data collection wasimplemented through a semi-structured interview with informants from the management ofOVOP in Kasongan and Small and Medium Industries of Pottery in Kasongan as theparticipants of program. The data of interview were reduced into table and analyzed. Thesecondary data are from documentation and literature review. From the data analysis, it isfound that the implementation of OVOP Program in Kasongan is not yet completed with thebook of technical instruction of OVOP and it highly depends on the existence of a figureThe principles of Local but Global, Self-reliance and creativity, and Human resourcedevelopment should exist, but they are not yet fully implemented. In other words, theimplementation of OVOP program in Kasongan is not yet in accordance with the basic principles of OVOP. This inconsistency makes OVOP Program ineffective and inefficient asa development strategy of Small and Medium Industries as expected by Ministry of IndustryIn this case, implementation of OVOP Program in Kasongan is not yet effective and efficientviewed from the aspects of goal achievement, integration, and adaptation.
Strategi Pengelolaan Kelompok MusikPerkusi Drumblek Gempar di Salatiga Ferry Susanto
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.697 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i1.1816

Abstract

Penulisan tesis mengenai Strategi Pengelolaan bertujuan untuk mengidentifikasi strategiyang digunakan oleh Drumblek Gempar, kemudian menganalisis faktor internal daneksternal serta memformulasikan strategi pengelolaan musik perkusi Drumblek Gempar.Metode penelitian mengenai Strategi Pengelolaan Drumblek Gempar ditentukan oleh empatlangkah yaitu, menentukan lingkup penelitian yang terdiri dari lokasi penelitian, objek penelitian, dan subjek penelitian. Langkah kedua melakukan teknik pengumpulan data yangterdiri dari dua poin yaitu pengumpulan data primer dan pengumpulan data skunder. Ketiga,menentukan variabel yang dilakukan melalui dua faktor yaitu faktor internal (kekuatan dankelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman). Langkah terakhir yaitu melakukananalisis data dan metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis SWOT. Hasilpenelitian pertama berdasarkan matriks IE strategi pengelolaan pada drumblek Gemparmelalui matriks IE menunjukan pada posisi IV yaitu Growth and Build, strategi umum yangdigunakan adalah sebagai daya tarik Kota Salatiga melalui kesenian drumblek. Keduaberdasarkan kuadran analisis SWOT menunjukan kuadran I Expansion, yaitu bahwa situasiyang sangat baik karena ada kekuatan yang dimanfaatkan untuk meraih peluang yangmenguntungkan. Hal tersebut mengarah pada variabel kekuatan poin tertinggi yaitudrumblek Gempar merupakan drumblek tertua yang ada di Salatiga. Lalu pada variabelpeluang poin tertinggi yaitu sebagai daya tarik Kota Salatiga melalui kesenian drumblek. Thesis writing on Management Strategy aims to identify the strategies used by drumblekGempar, then analyze the internal and external factors and formulate a drumblekpercussion management strategy Gempar. The method of research on drumblekmanagement strategy Gempar determined by four steps, namely, determine the scope ofresearch consisting of research sites, research objects, and research subjects. The secondstep performs data collection techniques consisting of two points: primary data collectionand secondary data collection. Third, determine the variables made through two factors:internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats).The last step is to analyze data and the method used is qualitative with SWOT analysis. The first result based on IE matrix management strategy on drumblek Gempar through IE matrix shows in position IV that is Growth and Build, general strategy used is as appeal of Salatiga City through drumblek art.
Kepercayaan Interpersonal: Keberlanjutan Pengelolaan Organisasi Papermoon Puppet Theatre I Putu Ardiyasa
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.44 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i1.1812

Abstract

Bagaimana membangun kepercayaan organisasi seni pertunjukan? Sebagai organsiasi yang memberdayakan “jasa” pertunjukan, pengelolaan organisasi selalu mengacu pada kehadiran penonton, sehingga sangat membutuhkan hadirnya kepercayaan penonton kepada organisasi yang berkelanjutan. Organisai seni pertunjukan cenderung tidak memperhatikan aspek kepercayaan, organisasi lebih fokus pada karya. Oleh sebab itu, penelitian ini mengajukan suatu klasifikasi model kepercayaan interpersonal pada keberlanjutan pengelolaan organisasi Papermoon Puppet Theatre. Sembilan orang narasumber diwawancarai untuk mendapatkan informasi terkait topik penelitian tersebut. Hasilnya menunjukkan terdapat kepercayaan internal dan eksternal organisasi. Terdapat tiga aspek penting yang harus diberdayakan dalam membangun kepercayaan, yaitu seniman, kesenian, dan masyarakat. How to build the trust of a performing arts organization? As an organization that empowers the services of the show, organizational management always refers to the presence of the audience, thus requiring the presence of trust in the audience to a sustainable organization. The performing arts organizations tend not to pay attention to the aspect of trust, the organization focuses more on the work. Therefore, this study proposes a classification of interpersonal trust models on the sustainability of the Papermoon Puppet Theater organization. Nine resource persons were interviewed for information related to the research topic. The results show there are internal and external organizational confidence. There are three important aspects that must be empowered in building trust, namely artists, art, and society.
Strategi Bauran Promosi dalam Sosialisasi Lagu Anak: Studi Kasus Album Penyanyi Cilik Naura Dwi Okta Renanda
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1651.544 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i1.1817

Abstract

Perkembangan lagu anak di Indonesia mengalami dinamika yang berbeda dari tahun ke tahun. Era 90-an merupakan puncak dimana lagu anak mendapat perhatian yang lebih dari masyarakat Indonesia. Namun kondisi tersebut berbeda dengan keadaan lagu anak sekarang. Sudah tidak banyak lagi penyanyi-penyanyi cilik yang tampil di televisi dan berkurangnya lagu-lagu yang sesuai untuk anak yang kaya akan pesan pendidikan dan nasionalis. Hal ini dikarenakan sudah tidak banyak label rekaman yang memberikan wadah bagi penyanyi cilik dan adanya anggapan bahwa lagu anak kurang laku. Objek penelitian ini adalah album penyanyi cilik Naura dengan topik strategi promosi dan sosialisasi lagu anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi bauran promosi album penyanyi cilik Naura dan mengetahui tanggapan masyarakat terhadap album penyanyi cilik Naura. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan data tambahan sebagai pelengkap dari data kuantitatif berupa pemaparan presentase. Data kualitatif didapat dari 3 orang narasumber dan data kualitatif diperoleh dari 34 responden yang merupakan followers Instagram Naura. Hasil yang diperoleh, manajemen Naura menggunakan semua alat bauran promosi, meliputi periklanan, promosi penjualan, publisitas, penjualan perseorangan dan pemasaran langsung. Sedangkan alat promosi utama yang digunakan adalah pemasaran langsung yang difokuskan pada penggunaan media sosial. Hal ini disebabkan karena mayoritas peggemar Naura adalah anak-anak dan remaja yang memiliki akun media sosial. The development of children's songs in Indonesia experienced different dynamics from year to year. The 90's is the peak where the children's song gets more attention from the people of Indonesia. But the condition is different from the state of the child's song now. There are not many singers-singers who appear on television and reduced the appropriate songs for children who are rich in educational and nationalist messages. This is because there are not many record labels that provide a container for the little singers and the assumption that the child's song is less salable.The object of this research is Naura little singer album with the topic of promotion strategy and socialization of children song. This study aims to examine the promotion mix strategy of Naura's little singer album and to know the public response to Naura's little singer album. The approach taken in this research is qualitative method with additional data as complement of quantitative data in the form of presentation of percentage. Qualitative data were obtained from 3 resource persons and qualitative data were obtained from 34 respondents who were followers Instagram Naura. The results obtained, Naura's management uses all promotional mix tools, including advertising, sales promotion, publicity, individual sales and direct marketing. While the main promotional tool used is direct marketing that is focused on the use of social media. This is because the majority of Naura's fans are children and adolescents who have social media accounts.
Pengaruh Nilai Iklan yang Dipersepsikan dan Getok Tular terhadap Minat Wisata Kota Yogyakarta Dimediasi oleh Citra Destinasi Mustika Syarifuddin
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.252 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i1.1813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh nilai iklan yang dipersepsikan dan getok tular (wom) terhadap minat wisata kota di Kota Yogyakarta dengan dimediasi oleh citra destinasi. Penelitian ini dilakukan di Kota Yogyakarta dengan mensurvei 386 responden wisatawan domestik. Teknik pengambilan sampelnya dengan sistem acak menggunakan sampling daerah (cluster). Metode analisis datanya menggunak an analisis regresi sederhana bertahap dan analisis mediasi. Hasil penelitian ini menemukan adanya pengaruh signifikan dan positif antara nilai iklan yang dipersepsikan dan getok tular terhadap citra destinasi. Penelitian ini menunjukkan pula bahwa adanya pengaruh signifikan secara langsung maupun tidak langsung antara nilai iklan yang dipersepsikan dan getok tular terhadap minat wisata Kota Yogyakarta melalui citra destinasi sebagai variabel pemediasi komplementer. Abstract The purpose of this study was to examine the influences of perceived advertising value and word of mouth on intentions of city visit Yogyakarta is mediating by destination image. This research was conducted in the city of Yogyakarta with 386 respondents by surveying domestic tourists. Sample collection techniques with a system using a random sampling area (cluster). Methods of data analysis using stages of simple regression and mediation analysis. The results of this study found a significant and positive influ ence between perceived advertising value and word of mouth on the destination image. This study also shows that significant influence, directly or indirectly between it perceived value advertising and word of mouth to the intentions of city visit Yogyakarta through the destination image as a variable complementary mediator.
Pengembangan Strategi Tata Kelola Museum Omahku Memoriku Topan Indraseni Gunawan
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.209 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i1.1814

Abstract

Pada tahun 2010 terjadi letusan Gunung Merapi yang mengeluarkan abu vulkanik mencapai 600 derajat celcius yang telah menghancurkan desa dan rumah tinggal warga sekitar. Setelah letusan tersebut masyarakat menyediakan jasa Lava Tour dan Museum Omahku Memoriku salah satu destinasi wisata di dalam Lava Tour. Museum Omahku Memoriku sebagai tempat untuk mengenang ganasnya letusan Gunung Merapi, terletak di Dusun Petung Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Koleksi yang dipamerkan dalam museum ini diantaranya sepeda motor, gamelan, kerangka hewan dan perlengkapan rumah yang telah rusak. Tujuan penelitian ini menjelaskan tata kelola serta memperoleh formulasi strategi museum Omahku Memoriku dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk memahami persepsi stakeholders museum sehingga dapat dirumuskan variabel-variabel internal dan eksternal dari museum. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analanisis SWOT. Pendekatan ini digunakan untuk membantu menganalisis variabel internal dan eksternal di dalam pengelolaan museum Omahku Memoriku sehingga diperoleh formulasi strategi tata kelola. Temuan di lapangan mengindikasikan berdasarkan matriks IE (internal-external) menunjukkan bahwa tata kelola museum Omahku Memoriku pada posisi Growth and Build (tumbuh dan bina) selanjutnya berdasarkan kuadran analisis SWOT ada pada posisi expansion atau perluasan. Berdasarkan posisi tersebut maka strategi tata kelola Museum Omahku Memoriku menggunakan kekuatan dan peluang untuk mengambil setiap keunggulan yang ada yaitu, bekerja sama dengan hotel dan pemandu wisata, membuat proposal untuk mendatangkan investor ataupun dapat menggunakan dana CSR, dan toko cenderamata dan kantin dapat diubah menjadi kafe karena area sekitar mendukung untuk itu. In 2010 there was an eruption of Mount Merapi volcanic ash reached 600 degrees Celsius which has destroyed villages and homes residents around. After the eruption the community provides services Lava Tour and Museum Omahku Memoriku one tourist destination on the Lava Tour. Museum Omahku Memoriku as a place to commemorate the ferocious eruption of Mount Merapi, located in Petung Hamlet Village Kepuharjo Village, District Cangkringan, Sleman. Collections exhibited in this museum include motorcycles, gamelan, animal skeletons and home supplies that have been damaged. The purpose of this study describes the governance as well as get the formulation of museum strategy Omahku Memoriku by using descriptive qualitative research methods to understand the perceptions of museum stakeholders so that can be formulated internal and external variables of the museum. The approach used is a quantitative approach with SWOT analanisis, this approach is used to help analyze internal and external variables in the management of museum Omahku Memoriku so obtained formulation of governance strategy. The findings in the field indicate that based on the IE matrix (internal-external) shows that the management of museum Omahku Memoriku in the position of Growth and Build then based on SWOT analysis quadrant is in Expansion or expansion position. Based on that position, the Museum Omahku Memoriku governance strategy uses the strength and the opportunity to take every advantage that is, in cooperation with hotels and tour guides, make proposals to bring in investors or to use CSR funds, and the cendramata and canteen stores can be converted into cafes because the surrounding area supports it.
Strategi Pemasaran Travel Organizer Berbasis Online ‘Fade Journey’ Steffi Stefani Sianipar
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1881.567 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i1.1810

Abstract

Seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata dan semakin berkembangnya media sosial memberikan peluang besar bagi agen perjalanan untuk menawarkan paket perjalanan melalui online, seperti sosial media. Fade Journey adalah salah satu travel organizer yang menawarkan travel tour di Yogyakarta, lewat online. Tentu saja, bisnis berbasis online mendapatkan berbagai manfaat salah satunya adalah media promosi gratis, namun jangan lupa bahwa banyak pemain besar yang tidak hanya memiliki modal besar, namun sudah terlibat dalam sektor pariwisata ini cukup lama di Yogyakarta, sehingga mereka memiliki jaringan yang luas dan dikenal baik oleh masyarakat. Artikel ini mencoba menganalisa situasi dan kondisi persaingan yang dihadapi Fade Journey, dengan melihat juga faktor internal dan eksternal yang akan mempengaruhi bisnis yang masih sangat muda ini. Data diperoleh dengan metode observasi dan kuesioner. Kemudian data dianalisis dengan model Five Porter's Forces, SWOT Matrix, Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) dan IE Matrix. Dari hasil analisisnya, penulis mendapatkan kesimpulan strategi generik yang diambil oleh Fade Journey yang tepat yaitu untuk melakukan diferensiasi, penetrasi pasar dan pengembangan produk. Karena dari analisis Matrix IE, Fade Journey ada di kuadran „Growth and Build‟. Mengingat kondisi tersebut, penulis menyarankan Fade Journey untuk menembus pasar dengan mempromosikan tidak hanya mengandalkan media online, serta menggunakan strategi diversifikasi konsentris dengan menambahkan fasilitas layanan lainnya seperti pemesanan tiket penerbangan dan kereta api, yang akan membuatnya lengkap. Solusi perjalanan bagi wisatawan. Implementasi strategi dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan dari kerangka kerja 7-S - Mc. Kinsey yang telah dijelaskan pada artikel ini. Along with the development of tourism sector and the growing use of social media provides a big opportunity for travel agencies to offer travel packages via online. Fade Journey is one of the travel organizer that offers travel tour in Yogyakarta, via online. Of course, online-based businesses offer various benefits for the perpetrators, one of them is the free promotion media, but do not forget that many big players have been involved in this tourism sector long enough in Yogyakarta, so they has a wide network and well known by the public. This article will try to analyze the situation and competitive conditions faced by Fade Journey, by looking at internal and external factors that will affect the business as well that is still very young. Data were obtained by observation and questionnaire methods. Then the data are analyzed with Five Porter's Forces model, SWOT Matrix analysis, Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) and IE Matrix. From the results of the analysis, the authors get the conclusions that the generic strategy that is to differentiate, market development and product development taken by Fade Journey is right. Because from the IE Matrix analysis, Fade Journey is in the Growth and Build quadrant. In view of these conditions, the authors suggest Fade Journey to penetrate the market by promoting not only relying on online media, as well as using a concentric diversification strategy by adding other service facilities such as booking airline and trains tickets, will making it a complete travel solution for tourists. Implementation of the strategy can be done with the stages of The 7-S framework - Mc. Kinsey that has been described in this article.
Model Gaya Kepemimpinan dalam Kelompok Musik Kiai Kanjeng Muhammad Tahdianoor
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.166 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i1.1815

Abstract

Banyak faktor yang membuat Kiai Kanjeng memiliki banyak prestasi. Salah satu faktor pentingnya adalah gaya kepemimpinan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dalam memimpin Kiai Kanjeng. Karena itu peneliti tertarik untuk mengidentifikasi karakteristik gaya kepemimpinan dan merumuskan model gaya kepemimpinan Cak Nun dalam memimpin Kiai Kanjeng. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah kualitatif. Hasil analisis data berdasarkan teori gaya kepemimpinan dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan mewancarai beberapa narasumber yang dianggap penting dalam penelitian ini. Berdasarkan analisa data dalam penelitian ini, karakteristik gaya kepemimpinan yang identik dengan Cak Nun secara keseluruhan cenderung memenuhi katagori gaya kepemimpinan transformasional. Gaya kepemimpinan Cak Nun yang berbeda-beda berimplikasi pada kesolidan anggota, kreatif, eksis dan mempunyai penggemar yang militan sehingga Kiai Kanjeng mampu bertahan sampai sekarang. Model gaya kepemimpinan Kiai Kanjeng yang dipimpin oleh Cak Nun yaitu, otokrasi, demokrasi, kendali bebas (laissez faire) dan partisipatif, tergantung pada kegiatan Kiai Kanjeng. Kiai Kanjeng from a standing start (1993) to the present (2016) already has been many achievements. It is the result of the leadership style by Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) led Kiai Kanjeng. Thus the researchers are interested in identifying the characteristics of leadership style and formulate a model of leadership style in leading Cak Nun Kiai Kanjeng. Bernard M. Bass suggests that transformational leadership is the leader to encourage, motivate and innovate the members to do something beyond their own ability to improve the life of the group. The method used is a qualitative researcher. The results of data analysis are based on the theory of leadership style with a case study approach. Further data collection is done by observation, documentation and interviewed several sources that are considered in this study. Based on data analysis in this study, the characteristics of leadership style that is synonymous with Cak Nun meet category leadership style autocracy, democracy, free rein (laissez faire), participative and transformational in accordance with the activity. Cak Nun's leadership style is different implications for the solidity member, creative, exist and has fans that are militants so Kiai Kanjeng is able to survive until now. Cak Nun implements smoking-control leadership style transformational in schedulingduration exercise, discipline personnel and development staff resources (managerial). Cak Nun applies autocrary-transformational leadership style in addressing the invitation and when determining the strat-stoping song and song capabilities in the development ao lead- singger and composition/arrangement. Cak Nun apply transformational leadership style, autocrary and democratic in prepariation for staging. Cak Nun implements free rein, democratic, transformational leadership style when staging evaluation. Overall, there is a leadership style that is the same in each process, the transformational leadership style.

Page 1 of 1 | Total Record : 8