cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2018): Juni 2018" : 5 Documents clear
Manajemen Risiko Tradisi Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta Yohana Maya Lalita
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.284 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i1.3079

Abstract

Abstrak Jurnal ilmiah ini menganalisis manajemen risiko dalam tradisi kirab pusaka Malam 1 Suro di Keraton Surakarta, Jawa Tengah. Tradisi ini memiliki nilai-nilai keunggulan yang sesuai dengan Pancasila serta memiliki relasi dengan alam. Tetapi, tradisi ini juga rentan terhadap ancaman bencana fisik maupun nonfisik, sehingga membutuhkan manajemen risiko yang baik untuk mengatasi masalah ini. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan studi pustaka. Strategi manajemen risiko terkait dengan pengelolaan dan pelestarian bisa melibatkan banyak pihak. Respons berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam menanggulangi risiko tersebut. Selain itu, ada potensi yang ditemukan untuk mengembangkan manajemen tradisi ini dan berdampak untuk ekonomi yang berkelanjutan. Abstract This scientific journal analyzes the risk management in Malam 1 Suro heritage procession in Surakarta Palace, Central Java. This tradition has values of excellence that are in accordance with Pancasila values and it has relations with nature. However, this tradition is also vulnerable to the threat of physical and non-physical disasters so it requires good risk management to overcome this problem. The author uses qualitative methods with making interviews and literature. Risk management strategies related to management and preservation can involve many divisions. The response of various divisions is needed in overcoming these risks. In addition, there is a potentiality which is found in developing the management of this tradition and it has an impact on a sustainable economy.
Analisis Persepsi dan Harapan Pelanggan Terhadap Kualitas Layanan Galeri Sangkring Art Space Anggiansyah Anggiansyah
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.141 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i1.3080

Abstract

Abstrak Berbicara mengenai galeri sebagai salah satu jasa yang bergerak di bidang seni, erat kaitannya dengan pembahasan tentang kualitas layanannya. Setiap galeri yang ingin maju dan berkembang, dituntut untuk selalu meningkatkan dan menjaga kualitas layanannya dengan baik. Sebab, hanya dengan cara meningkatkan atau menjaga kualitas layanan yang baik, maka hubungan dengan para pelanggan dapat dipertahankan secara terus-menerus. Sangkring Art Space (SAS) merupakan salah satu galeri seni yang ada di Yogyakarta. Sejak awal berdiri hingga saat ini, SAS rutin mengadakan pameran untuk memenuhi kebutuhan para perupa (pelanggan) yang berpameran di SAS. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis kualitas layanan yang disediakan Galeri SAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu metode penelitian survei dengan alat SERVQUAL oleh Parasuraman dkk (1988). Rancangan penelitian yang digunakan ialah studi potong lintang (cross-sectional) dan populasi yang diminati ialah pelanggan Galeri SAS. Metode pengambilan sampel dilakukan secara tidak acak (non-probability sampling), yaitu berjumlah 40 orang responden, terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa berusia di atas 25 tahun yang berpameran di Galeri SAS. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan hasil, nilai ekspektasi sebesar 5.61 dan nilai persepsi sebesar 5.54. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahwa ekspektasi melebihi persepsi pelanggan. Artinya kualitas layanan yang disediakan SAS tidak memenuhi ekspektasi pelanggan. Abstract Talking about galleries as one of the services of engaged in arts, is closely related to the discussion of the quality of its services. Every gallery that wants to progress and develop, is required to always improve and maintain the quality of its services well. Because, only by maintaining good service quality, relationships can be maintained with customers continuously. Sangkring Art Space (SAS) is one of the art galleries in Yogyakarta. Since its inception until now, SAS regularly holds exhibitions to meet the needs of artists (customers) who exhibit in SAS. This study is focused on analyzing the quality of services provided by the SAS gallery. This study uses a quantitative approach, namely survey research methods with SERVQUAL tools by Parasuraman et al (PZB, 1988). The study gallery was used as a crosssectional study and SAS gallery customers. The sampling method was conducted by non-probability sampling, which amounted to 40 respondents, consisting of men and women aged over 25 years who exhibited in the SAS gallery. Based on this study, results were found, the expectation value was 5.61 and the perception value was 5.54. Thus it can be concluded that expectations exceed customer perceptions. This means that the quality of services provided by SAS does not meet customer expectations
Motivasi dan Persepsi Penonton Hellprint United Day 2018 di Bandung Yayat Ahmad Hidayat
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.093 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i1.3081

Abstract

Abstrak Hellprint United Day adalah event festival musik metal tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Hellprint Official dan Supermusic.id di Bandung. Munculnya ide untuk menyelenggarakan event ini dikarenakan banyaknya penggemar musik metal di Kota Bandung, termasuk adanya komunitas metal underground. Menurut data dari Hellprint Official bahwa pada penyelenggaraan Hellprint 2013 penyelenggara mampu menjual tiket terhadap 38.000 penonton dan itu merupakan penonton terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan Hellprint. Jika ditinjau dari perspektif bisnis, jumlah tersebut mengindikasikan adanya potensi ekonomi pada industri musik metal di Bandung di bidang pertunjukan. Akan tetapi menurut Hellprint Official pula bahwa pada beberapa penyelenggaraan berikutnya terjadi penurunan jumlah penonton yang faktor penyebabnya belum diketahui secara pasti. Untuk menangani masalah ini pada penyelenggaraan Hellprint United Day VI tahun 2018, penyelenggara melakukan beberapa inovasi pada beberapa faktor, di antaranya desain panggung, venue pertunjukan, fasilitas penonton, dan line up artis. Inovasi dilakukan untuk menjaga motivasi dan persepsi positif penonton demi keberlangsungan event. Peneliti telah melakukan penelitian kualitatif terhadap penonton Hellprint United Day VI 2018 melalui metode studi kasus. Artikel ini ditulis untuk menjelaskan motivasi dan persepsi penonton sehingga menjadi masukan bagi penyelenggaraan berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silaturahmi adalah motivasi utama penonton. Sedangkan desain dan artistik panggung adalah hal yang dipersepsikan positif oleh mayoritas penonton. Abstract Hellprint United Day is an annual metal music festival event that is regularly held by the Official Hellprint and Supermusic.id in Bandung. The idea of holding this event was due to the many metal music fans in Bandung, including the underground metal community. According to data from the Hellprint Official that the holding of Hellprint 2013 organizers were able to sell tickets to 38,000 spectators and that was the largest audience in the history of Hellprint. If viewed from a business perspective, this number indicates the economic potential of the metal music industry in Bandung in the field of performances. However, according to the Hellprint Official, there are also a decrease in the number of spectators whose exact causes are unknown. To deal with this problem in the holding of Hellprint United Day VI in 2018 the organizers made several innovations on several factors, including stage design, venue performances, audience facilities, and artist line ups. Innovation is done to maintain motivation and audience positive perceptions for the continuity of the event. The researcher has conducted qualitative research on the Hellprint United Day VI 2018 audiences through a case study method. This article was written to explain the motivation and perceptions of the audience so that it became an input for the next implementation. The results of the study show that friendship is the main motivation of the audience. While the design and artistic stage are things that are positively perceived by the majority of the audiences.
Pengembangan Strategi Pengelolaan Sanggar Srengenge Mas Bantul Janu Riyanto
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.21 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i1.3082

Abstract

Abstrak Penelitian Pengembangan Strategi Pengelolaan Sanggar Srengenge Mas, Bantul, DIY bertujuan mengidentifikasi strategi yang digunakan selama ini dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Di samping untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta memformulasikan pengembangan strategi yang digunakan Sanggar Srengenge Mas. Metode penelitian yang digunakan meliputi empat tahap. Tahap pertama menentukan lingkup penelitian yang terdiri dari objek penelitian dan subjek penelitian. Langkah kedua, melakukan teknik pengumpulan data. Langkah ketiga menentukan variabel yang mencakup faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman). Langkah keempat atau terakhir, melakukan analisis data dengan menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian berdasarkan matrik IE, Sanggar Srengenge Mas berada di posisi V, yakni Hold and Maintain (pertahankan dan pelihara). Strategi umum yang dipakai adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Hasil penelitian kedua, berdasarkan kuadran analisis SWOT Sanggar Srengenge Mas berada di kuadran I sehingga diperlukan pemilihan strategi berupa penggunaan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan mendukung strategi ofensif guna menciptakan peluang. Hasil penelitian ketiga, berdasarkan hasil Kuadran Analisis SWOT Sanggar Srengenge Mas menunjukkan posisinya berada pada kuadran I yaitu Ekspansion mendukung strategi ofensif. Abstract Research on the Management Strategy Development of the Srengenge Mas Studio, Bantul, DIY aims to identify the strategies that have been used so far in achieving the stated objectives. Besides analyzing internal and external factors and formulating the development of strategies used by Srengenge Mas Studio. The research method used includes four steps. The first step determines the scope of the study which consists of the object of research and research subjects. The second step is to carry out data collection techniques. The third step determines variables that include internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats). The fourth or final step is to analyze the data using qualitative methods using SWOT analysis. The results of the study are based on the IE matrix, Sanggar Srengenge Mas is in position V, namely Hold and Maintain (keep up and maintain). The general strategies used are market penetration and product development. The results of the second study, based on the SWOT analysis quadrant Srengenge Mas Studio, were in quadrant I, so a strategy was needed in the form of using each force to deal with each threat by supporting an offensive strategy to create opportunities. The results of the third study, based on the results of the Srengenge Mas SWOT Analysis Quadrant, show that their position is in quadrant I, namely expansion, supporting offensive strategies.
Segmentasi Pasar Ganda dalam Konser Malam Gembira: Merayakan Karya Cipta Guruh Soekarno Putra Gisela Anindita
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.282 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i1.3078

Abstract

Abstrak Komunikasi marketing adalah sebuah strategi dalam penyampaian informasi mengenai sebuah produk, jasa, ataupun kegiatan. Dalam komunikasi marketing, salah satu hal terpenting ialah segmentasi pasar. Target komunikasi dapat dibagi melalui demografis dan psikologis. Dalam artikel ini akan mendeskripsikan bagaimana ambiguitas target komunikasi marketing dapat terjadi pada Konser Malam Gembira: Merayakan Karya Cipta Guruh Soekarno Putra (KMG)pada tahun 2017. Secara garis besar, target komunikasi marketing KMG terbagi menjadi dua, yakni generasi X (kelahiran 1961-1980) dan generasi peralihan Y (1981-1997) dan Z (1998-2011). Hasilnya adalah karena adanya pengaruh perbedaan generasi dalam manajemen KMG itu sendiri. Nama Guruh Soekarno Putra, konsep acara, dan media sosial yang digunakan dalam strategi komunikasi marketing pun menimbulkan ambiguitas, sehingga target market yang dicapai terlalu luas dan menimbulkan ketidak-teraturan pada saat acara tersebut. Abstract Marketing communication is a strategy to give information about a product, service, or any activity. In marketing communication, one of the most important thing is a market segmentation. Communication target audience can be devided by demographic and psychology. This article will be describe about how ambiguity of communication target audience on Konser Malam Gembira: Merayakan Karya Cipta Guruh Soekarno Putra (KMG) 2017 can be occur. In larger scale, communication target audience KMG divide in to two, the X generation (born between 1961-1980) and transitional generation between Y (born between 19811997) and Z (1998-2011). The result found that the ambiguity is occur because of differencess between both generation inside the KMG organization itself. The name of Guruh Soekarno Putro, the concept of the concert, an social media that used in marketing communication strategy also make a ambiguity, thus maket the marketing target too widely and raises the chaotic at the concert.

Page 1 of 1 | Total Record : 5