cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.inada@uki.ac.id
Editorial Address
Redaksi Jurnal Inada, Pusat Studi Wanita, Gedung LPPM Lantai 2 Universitas Kristen Indonesia Jl. Mayjen Sutoyo, No. 2 Cawang, Jakarta Timur 13630 Telp (021) 8009190 ext 244 Email: jurnal.inada@uki.ac.id
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar
ISSN : 26223937     EISSN : 26208229     DOI : https://doi.org/10.33541/ji
Jurnal Inada adalah jurnal ilmiah yang fokus pada kajian perempuan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) berupa hasil penelitian maupun hasil pemikiran konseptual yang mencakup isu kekerasan, diskriminasi, stereotipisasi maupun keterkaitan perempuan dengan isu lingkungan, perubahan iklim, energi, politik, ekonomi, tenaga kerja, pendidikan, kesehatan, teknologi, media dan komunikasi, agama dan budaya, dan isu lain yang berhubungan dengan perempuan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2018): DESEMBER" : 6 Documents clear
Faktor yang Memengaruhi Asertivitas Perempuan di Kabupaten Nias Eustalia Wigunawati
Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Vol. 1 No. 2 (2018): DESEMBER
Publisher : Pusat Studi Wanita, Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.909 KB) | DOI: 10.33541/ji.v1i2.936

Abstract

Abstrak: Masyarakat Kabupaten Nias merupakan penganut budaya patriarki. Perempuan masih dianggap sebagai pelengkap bagi laki-laki dan bukan individu yang berdaya. Kondisi ini membuat perempuan rentan mengalami kekerasan. Kekerasan yang dialami perempuan menggambarkan seorang yang tidak memiliki asertivitas. Asertivitas penting dimiliki oleh perempuan dalam menghadapi banyak situasi yang kurang menguntungkan. Apa yang menyebabkan perempuan di Nias kurang memiliki asertivitas? Artikel ini mencoba menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi asertivitas perempuan di Kabupaten Nias. Adapun faktor yang mempengaruhi asertivitas antara lain jenis kelamin, budaya, pendidikan, situasi tertentu yang dialami, dan harga diri. Adapun tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai faktor-faktor yang memengaruhi asertivitas perempuan di Nias. Harapannya, kajian ini dapat menjadi langkah awal dalam melakukan intervensi untuk meningkatkan asertivitas perempuan di Nias. Kata Kunci: Asertivitas, Perempuan, Nias, Patriarki Abstract: Key Words: The Nias District community is a follower of patriarchal culture. Women are still considered to be complementary to men and not empowered individuals. This condition makes women vulnerable to violence. Violence experienced by women describes a person who does not have assertiveness. Asertivity is important for women to face in many disadvantaged situations. What causes women in Nias District to have low assertiveness? This article tries to describe the factors that influence women's assertiveness in Nias District. The factors that influence assertiveness include gender, culture, education, certain situations experienced, and self-esteem. The purpose of this article is to find out an overview of the factors that influence women's assertiveness in Nias District. The hope, this study can be the first step in intervening to improve women's assertiveness in Nias. Key words: Asertivity, Women, Nias, Patriarchal
Delivering Justice for Women Victims of Conflicts: How Judicial Mechanisms Perpetuated Gender Inequality in Timor-Leste Sorang Saragih; Mita Yesyca
Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Vol. 1 No. 2 (2018): DESEMBER
Publisher : Pusat Studi Wanita, Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.869 KB) | DOI: 10.33541/ji.v1i2.938

Abstract

Abstrak: Timor-Leste adalah salah satu kisah sukses operasi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terlepas dari lamanya operasi tersebut dilakukan. Intervensi PBB di Timor-Leste bersifat khusus karena PBB menetapkan dua mekanisme peradilan selama operasi perdamaian berjalan, yaitu Serious Crime Unit (SCU) atau Unit Kejahatan Serius dan Komisi Kebenaran (CAVR). Baik SCU maupun CAVR memiliki mandat yang berbeda dengan tujuan bersama untuk mengatasi pelanggaran HAM yang terjadi di Timor-Leste. Tulisan ini bertujuan untuk mengkritik kedua mekanisme tersebut, khususnya mengenai bagaimana inisiatif ini mengusahakan keadilan bagi perempuan korban konflik di Timor-Leste. Kritik berfokus pada mandat, tindakan dan otoritas mereka. Berdasarkan ketiga aspek ini, kesimpulan yang dihasilkan adalah mekanisme –mekanisme ini gagal memberikan keadilan bagi para perempuan korban di Timor-Leste. Kata Kunci: Timor-Leste, operasi perdamaian PBB, pelanggaran HAM, mekanisme peradilan, SCU, CAVR, perempuan korban Abstract: Timor-Leste is one of few success stories of the United Nations (UN) peacekeeping operations despite its long period. The UN intervention in Timor-Leste is unique because it established two justice mechanisms during the peacekeeping operations, namely the Serious Crime Unit (SCU) and the Truth Commission (CAVR). Both SCU and CAVR have different mandates with a common objective to address human rights violations committed in Timor-Leste. This paper tries to criticize these two mechanisms, particularly on how these initiatives delivered justice for women victims of conflict in Timor-Leste. The critique focuses on their mandate, performance, and authority. Based on these three aspects, it is concluded that these mechanisms failed to deliver justice to women victims in Timor-Leste. Key Words: Timor-Leste, UN peacekeeping operation, human rights violations, justice mechanism, SCU, CAVR, women victims
Sa Ada di Sini: Perempuan Papua di Antara Adat dan Negara Ryan Richard Rihi; Yosua Hiluka
Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Vol. 1 No. 2 (2018): DESEMBER
Publisher : Pusat Studi Wanita, Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.763 KB) | DOI: 10.33541/ji.v1i2.943

Abstract

Review Film "Sa Ada di Sini: Perempuan Papua di Antara Adat dan Negara"
Perempuan dalam Masyarakat Papua: Suku Kamoro dan Muyu Antie Solaiman
Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Vol. 1 No. 2 (2018): DESEMBER
Publisher : Pusat Studi Wanita, Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.834 KB) | DOI: 10.33541/ji.v1i2.906

Abstract

Abstrak: Tulisan ini menilik dua jenis komunitas suku, Kamoro dan Muyu, atau dua ‘warna’ perempuan yang penulis anggap dapat mewakili keseluruhan perempuan Papua. Penulis beberapa kali mengunjungi Papua dalam satu dekade terakhir, pada kesempatan tersebut penulis tinggal dan beraktivitas bersama masyarakat Kamoro dan Muyu. Kedua komunitas tersebut tinggal di tanah Papua, yang secara administratif ada di Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua. Dengan melihat kepada kondisi dan konteks sosial-budaya yang melatari posisi perempuan Papua di tengah masyarakatnya, penulis ingin memberikan penggambaran yang jelas bagaimana sesungguhnya kesulitan yang dialami perempuan Papua sebagai warga negara.Kata Kunci: Perempuan, Papua, Kamoro, MuyuAbstract: This article looks at two ethnic communities, Kamoro and Muyu, or two ‘colours’ of women whom the writer considers as representative of all Papuan women. The author has several times visited Papua in the past decade, on that occasion the author lived and did activities together with the Kamoro and Muyu people. Both communities live in the land of Papua, which administratively are in the West Papua and Papua Provinces. By looking at the condition and socio-cultural context which underlie the position of women in the midst of their society, the author wants to give a clear description on how difficult it is the real situation faced by Papuan women as citizens.Key Words: Papua, Women, Kamoro, Muyu
Tiga Babak Kekerasan dalam Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Putu Agung Nara Indra Prima Satya
Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Vol. 1 No. 2 (2018): DESEMBER
Publisher : Pusat Studi Wanita, Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.152 KB) | DOI: 10.33541/ji.v1i2.944

Abstract

Review Film "Tiga Babak Kekerasan dalam Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak"
Transformasi Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Lokal: Sebuah Refleksi Penelitian Aksi Partisipatif terhadap Perempuan di Akar Rumput, Papua dan Papua Barat Selviana Yolanda
Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Vol. 1 No. 2 (2018): DESEMBER
Publisher : Pusat Studi Wanita, Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.217 KB) | DOI: 10.33541/ji.v1i2.899

Abstract

Abstrak: Tulisan ini adalah refleksi atas penelitian aksi partisipatif bersama perempuan Papua dan Papua Barat. Melihat kembali dan mengakui sejarah bangsa Papua merupakan langkah penting untuk rekonsiliasi dan pemulihan kolektif di Papua. Karenanya, tulisan diawali dengan ulasan ringkas tentang latar belakang sejarah dan situasi konflik di Papua. Keluasan dan menyejarahnya kekerasan yang dialami perempuan Papua memberi gambaran akan pentingnya metode penelitian yang dapat memulihkan dan memberdayakan perempuan korban kekerasan di Papua dan Papua Barat. Akhirnya, pendekatan yang berasal dari akar rumput beserta catatan-catatan kritis dan rekomendasi dari riset aksi partisipatif sangat perlu diperhatikan oleh para penyusun kebijakan dan berbagai stakeholder yang terkait dalam perencanaan dan inisiatif pembangunan di Papua. Kata Kunci: Perempuan, Papua, Papua Barat, Penelitian Aksi Partisipatif, refleksi Abstract: The article is a reflection on the Participative Action Research done with the Papuan and West Papuan women. Looking back and acknowledging the history of Papuans is an important step for reconciliation and collective healing in Papua. Because of that, this article starts with a brief review about the historical background and conflict situation in Papua. The breadth and history of violence experienced by Papuan women show how important is a research method which is able to heal and empower women victims of violence in Papua and West Papua. Finally, an approach coming from the grass-root along with critical notes and recommendations from the research is very much needed to be considered by policy makers and various related stakeholders in the planning and development initiative in Papua. Key Words: Women, Papua, West Papua, Participative Action Research, reflection

Page 1 of 1 | Total Record : 6