cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Media Agribisnis (MeA)
ISSN : 25487027     EISSN : 25416898     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Media Agribisnis (MEA) dipublikasikan dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini mempublikasikan paper ilmiah hasil penelitian dan review bidang ilmu ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas meliputi ekonomi produksi agribisnis, efisiensi dan risiko agribisnis, perubahan teknologi dan kelembagaan agribisnis, penyuluhan dan pengembangan kapasitas pelaku agribisnis, pembiayaan agribisnis dan usaha kecil, perdagangan produk agribisnis, agroindustri dan rantai pasok agribisnis serta aspek penting lainnya yang terkait dengan pengembangan agribisnis.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019): Oktober" : 5 Documents clear
Dampak Penerapan Teknologi Budidaya Terhadap Kesejahteraan Petani Padi Rizki Gemala Busyra
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 4, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.742 KB) | DOI: 10.33087/mea.v4i2.50

Abstract

Jambi Province has implemented rice cultivation technology for food security includes land optimization, improved cropping patterns, provision of superior seeds, appropriate fertilization doses, control of Plant Disturbing Organisms and harvesting. Tanjabtim Regency has implemented rice cultivation technology including rice cultivation twice a year known as GertakTanpaDusta and Planting rice with twice harvests. This Study focused on the application of rice cultivation technology. The success of the application of rice cultivation technology in increasing both of cropping index and rice production requires an evaluation to see its impact, it is necessary to know how much is this technology in increase farmers' income by increasing the farmer welfare. This study aimed to determine the impact of the application of rice cultivation technology on the farmer welfare. This study used the model estimation method is 2SLS, by building 3 structural equations and 1 identity equation. The results showed that the application of rice cultivation technology will improve the farmer welfareas seen from the increase of land area, rice productivity and income of rice farmers.Keyword :Cultivation Technology,Welfare, Farmer AbstrakDalam menciptakan ketahanan pangan pada komoditas padi, maka Provinsi Jambi melakukan penerapan teknologi budidaya padi yang meliputi optimalisasi lahan, perbaikan pola tanam, penyediaan benih unggul, dosis pemupukan yang tepat, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan pemanenan. Kabupaten Tanjabtim telah menerapkan teknologi budidaya padi diantaranya penanaman padi dua kali setahun yang dikenal dengan Gertak Tanpa Dusta (Gerakan Serentak Tanam Padi Dua Kali Setahun) dan Penanaman padi dengan dua kali panen yang dikenal dengan Senam Dupa (Sekali Tanam Dua Kali Panen). Pada Penelitian ini penelitihanya berfokus pada penerapan teknologi budidaya padi berupa program Getak Tanpa Dusta. Keberhasilan penerapanteknologi budidaya padi meningkatkan indeks pertanaman dan produksi padi memerlukan evaluasi untuk melihat dampaknya, maka perlu mengetahui seberapa besar teknologi ini dalam meningkatkan pendapatan petani yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan teknologi budidaya padi terhadap kesejahteraan petani padi.Penelitian ini menggunakan metode estimasi model yang digunakan adalah 2 SLS, dengan membangun 3 persamaan struktural dan 1 persamaan identitas. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penerapan teknologi budidaya padi meningkatkan kesejahteraan petani yang dilihat dari peningkatan areal, produktivitas padi dan pendapatan petani padi.Kata Kunci : Teknologi Budidaya, Kesejahteraan, Petani Padi
PENDAPATAN USAHA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis sp) DALAM KERAMBA JARING APUNG DI DESA PEMATANG JERING KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA KABUPATEN MUARO JAMBI Wiwin Alawiyah; Rizky Yuliasari
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 4, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.235 KB) | DOI: 10.33087/mea.v4i2.52

Abstract

Pematang Jering Village, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi Regency is one of the villages that develops the fisheries sector in the floating net cages with high production yields. The purpose of this study is to describe the cultivation of tilapia in fish (KJA), as well as calculate the income of farmers in tilapia fish farming (KJA) in Pematang Jering Village, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi Regency. This study uses a survey method carried out in Pematang Jering Village where the village is a place to grow tilapia. The number of samples taken in this study were 33 farmer households (RTP) of the total population in the village of Pematang Jering as many as 165 (RTP). By using the simple random sampling method chosen randomly by lottery, it can provide equal opportunities for members of the population to be selected as samples. From the results of the study showed that the average total cost was Rp.98,870,758.95 /period. Consisting of fixed costs Rp.5,933,088.64 /period and variable costs Rp.92,937,670.31 /period. The average income received by farmers amounted to Rp.179,933,380 /period, with an average income of Rp.81,062,621.05 /unit (KJA) in one maintenance period. Keywords: Income, Farming, Parrot fishABSTRAKDesa Pematang Jering Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi merupakan salah satu desa yang mengembangkan sektor perikanan dalam Keramba Jaring Apung (KJA) dengan hasil produksi cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan usaha budidaya ikan nila dalam (KJA), serta menghitung pendapatan petani usaha budidaya ikan nila dalam (KJA) di Desa Pematang Jering Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan metode survey dilaksanakan di Desa Pematang Jering  dimana desa tersebut merupakan tempat membudidayakan ikan nila. Jumlah sampel yang di ambil dalam penelitian ini adalah 33 rumah tangga petani (RTP) dari seluruh jumlah populasi yang ada di Desa Pematang Jering sebanyak 165 (RTP). Dengan penggunaan metode simple random sampling yang dipilih secara acak dengan cara di undi, maka dapat memberikan peluang yang sama bagi anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya adalah sebesar Rp.98.870.758,95/periode. Terdiri dari biaya tetap Rp.5.933.088,64/periode dan biaya tidak tetap Rp.92.937.670,31/periode. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp.179.933.380/periode, dengan rata-rata pendapatan Rp.81.062.621,05/ unit (KJA) dalam satu periode pemeliharaan.Kata Kunci: Pendapatan, Budidaya, Ikan Nila
Kontribusi Pendapatan Usahatani Tanaman Sela Dalam Meringankan Biaya Produksi Tanaman Kelapa Sawit Muda Siti Abir Wulandari
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 4, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.528 KB) | DOI: 10.33087/mea.v4i2.53

Abstract

Salahsatu kebijakan sektor perkebunan Provinsi Jambi tahun 2019 adalah peremajaan kelapa sawit dengan luas replanting kelapa sawit di Provinsi Jambi adalah 15.177 ha. Sesuai program pemerintah pusat, target peremajaan kelapa sawit di Propinsi Jambi pada tahun 2018 seluas 20 ribu hektar. Tersebar di enam kabupaten yakni Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Bungo, Merangin dan Tebo. Program peremajaan tanaman sawit diupayakan melalui bantuan dana hibah sebesar Rp 25 juta per hektaredan sisanya didanai kredit perbankan.Bantuan ini berasal dari Kementerian Keuangan melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. Selain itu petani dianjurkan untuk melakukan usahatani tanaman sela selama masa tunggu kelapa sawit berproduksi.Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besar biaya yang dibutuhkan untuk usahatani kelapa sawit, mengitung besar biaya yang dibutuhkan untuk usahatani tanaman sela, menghitung pendapatan usahatani tanaman sela selama 5 tahun ( 1 periode = 3 bulan) serta menghitung  besar kontribusi tanaman sela untuk menutupi biaya tanaman kelapa sawit.Penelitian ini di laksanakan di  Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi, dipilihnya lokasi penelitian ini karena Kecamatan Sungai Bahar merupakan tempat penanaman kelapa sawit pertama di Provinsi Jambi oleh sebab itu Kecamatan Sungai Bahar menjadi contoh bagi petani eks Perkebunan Inti Rakyat (PIR-Trans) dan petani plasma dalam melakukan peremajaan di seluruh Provinsi Jambi. Jenis data yang di kumpulkan dalam penelitian ini berdasarkan waktu adalah jenis data cross section (satu waktu tertentu), dan jenis data menurut skala pengukuran adalah data rasio. Sumber data yang digunakan berasal daridata primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dari hasil penelitian disederhanakan  dengan cara tabulasi dan persentase, kemudian dianalisis secara deskriptif. Kemudian dilanjutkan dengan analisis pendapatan usahatani kelapa sawit dan  tanaman sela. Kajian ekonomi selama 5 tahun dan melakukan uji beda dua rata-rata. Dari hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa :Biaya yang dibutuhkan untuk usahatani kelapa sawit usia muda yaitu sebesar Rp. 73.410 /ha/bln denga rata-rata luas lahan 2,8 Ha. Biaya yang dibutuhkan untuk usahatani tanaman sela yaitu sebesar Rp. 289.079/ha/bln.Rata-rata pendapatan usahatani tanaman sela yaitu sebesar Rp 7.139.003/ha/bln. Pendapatan usahatani tanaman sela berkontribusi 100 % dalam untuk menutupi biaya tanaman kelapa sawit kaena seluruh biaya operasional tanaman kelapa sawit muda tertutupi oleh pendapatan tanaman sela.  Kata Kunci : Usahatani, Kelapa sawit, Replanting, Tanaman sela,
PERBEDAAN PENDAPATAN PETANI KARET YANG MEMASARKAN KE PASAR LELANG DAN LUAR PASAR LELANG DI DESA TELUK KUALI KECAMATAN TEBO ULU KABUPATEN TEBO Nida Kemala; Yopi Gustian
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 4, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.813 KB) | DOI: 10.33087/mea.v4i2.55

Abstract

This research aimed to describe the rubber marketing activities  to the inside and outside of the aution market, to determine farmers income who sell rubber   to the inside and outside the aution market and to know the income differences  between both the farmers who sell to the inside and outside the inside in Teluk Kuali Village, Tebo District Ulu. This research was conducted in the Teluk Kuali Village there is a rubber inside as a reasan. There were 31 farmers as a sample. The results showed that there were a significant differences of income between farmers selling rubber products to the inside and outside the inside, viewed as sig. t (2-tailet) = 0,00 < α = 0.05. The income of farmers who sell bokar to the inside is Rp. 1,336,407 Ha/Month while farmers who sell bokar outside the inside are Rp. 952,962 Ha / Month.                                                                                                             Keywords: Difference, Income, Rubber                                                                                                                   ABSTRAK                                                     Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kegiatan pemasaran bokar ke pasar lelang dan luar pasar lelang dan mengetahui besarnya pendapatan petani yang menjual hasil bokar ke pasar lelang dan luar pasar lelang serta mengetahui perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang dan luar pasar lelang di Desa Teluk Kuali Kecamatan Tebo Ulu.Penelitian dilaksanakan di Desa Teluk Kuali, dengan alasan karena di Desa terdapat pasar lelang karet. Jumlah sampel penelitian sebanyak 31 RTP. Hasil penelitian menunjukan terdapat adanya perbedaan pendapatan antara petani yang menjual hasil bokar ke pasar  lelang dan luar pasar lelang di Desa Teluk Kuali Kecematan Tebo Ulu Kabupaten Tebo, dilihat dari sig. t (2-tailet) = 0,00    = 0,05. Besar pendapatan petani yang menjualkan bokar ke pasar lelang Rp.1.336.407 Ha/Bln sedangkan petani yang menjualkan bokar ke luar pasar lelang sebesar Rp. 952.962 Ha/Bln.                                                                             Kata Kunci : Perbedaan, Pendapatan, Karet
KAJIAN EKONOMI USAHATANI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) DI KELURAHAN BAGAN PETE KECAMATAN ALAM BARAJO Rogayah Rogayah; Evi Kurniati
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 4, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.482 KB) | DOI: 10.33087/mea.v4i2.57

Abstract

Bagan Pete Village Alam BarajoSubditrict JambiCity Is one of the centers ofpeanut farmingin Jambi City.However,the farmer never details the costsincurred and never calculates the amount ofreceipts ina single harvest. The purpose of this study was to describe peanut farming and analyze the income of peanut farming in Bagan Pete Village,Alam  Barajo Subdistrict, Jambi City.This Study used a Survey method carried out in the Bagan Pete Sub-District of Alam BarajoSubdistrict wherethe kelurahan was farmers whocultivated peanut.The number of samplestaken in this study were 35 farmer households (RTP)oe the entire populatianin Bagan Pete Village by census. The results ofyhestudy showthat theaverage total cost is Rp 1,589,505 /Mt. Consisting of fixed costs of Rp 63,662/Mt and variable costs of Rp1,525,989/ Mt. The everage income obtained by farmers is Rp 4,498.000/Mt,whit and average income of Rp 2,908,238/Mt,Keywords : Kajian Ekonomi ,Usahatani Kacang Tanah Abstrak           Kelurahan bagan pete Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi merupakan salah satu sentra usahatani kacang tanah di Kota Jambi. Namun petani belum membuat perincian biaya-biaya yang dikeluarkan serta menghitung jumlah penerimaan dalam satu kali musim tanam.Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan kegiatan usahatani kacang tanah serta menganalisis pendapatan usahatani kacang tanah dengan menggunakan metode servay. Jumlah sampel sebanyak 35 rumah tangga petani(RTP) atau seluruh jumlah populasi yang ada dengan cara sensus.           Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya adalah sebesar Rp1.589.505-,/Mt yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp63.662-,/Mt dan biaya tidak tetap sebesar Rp1.525.986-,/Mt. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp 4.498.000-,/Mt dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 2.908.238,-/MtKata Kunci:Kajian Ekonomi, Usahatani, Kacang tanah

Page 1 of 1 | Total Record : 5