cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Media Pertanian
ISSN : 25031279     EISSN : 25811606     DOI : -
urnal Media Pertanian dipublikasikan dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan artikel review bidang ilmu Agronomi secara luas.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018): Oktober" : 7 Documents clear
KARAKTERISTIK FISIK BUBUK KOPI DAN MUTU ORGANOPLEPTIK SEDUHAN BUBUK KOPI LIBERIKA TUNGKAL KOMPOSIT (LIBTUKOM) PADA BEBERAPA METODE FERMENTASI Ridawati Marpaung; Kocu Arianto
Jurnal Media Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.603 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v3i2.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik bubuk kopi dan mutu organoleptik seduhan bubuk kopi liberika pada berbagai metode fermentasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Mekar Jaya Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Waktu penelitian dilakukan selama 6 bulan.        Penelitian ini diuji dengan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar air bubuk kopi,warna, cita rasa, aroma, kepahitan, dan kesukaan. Dari hasil pengujian uji Tau Kendall terhadap, menunjukkan bahwa metode fermentasi kering berpengaruh nyata terhadap warna, rasa dan aroma seduhan bubuk kopi, tetapi perpengaruh tidak nyata terhadap kepahitan dan tingkat kesukaan. Panelis lebih menyukai  seduhan bubuk kopi pada perlakuan fermentasi kering dengan lama  fermentasi  6 dan 8 hari.Kata kunci : Fermentasi kering, Kopi Liberika,  Mutu organoleptik. The aim of this research were  to identify  the characteristic fisic of coffee powder and organoleptic quality of liberican coffee liquid in dry fermentation with different time.The research location will do in Mekar Jaya village, Betara district, Tanjung Jabung Barat Regency  to be search in 6 months. This is an unformetted trial research and had 5 treatment kinds e.g. : Control (without fermentation), dry  fermentation 2 days, dry fermentation 4 days, dry fermentation 6 days nad dry fermentatioan 8 days.Tau Kendal test was appled in this research to analised the parameter. The paramater evaluation were water content, colour, smell, taste, bitterness, and  preference liquid of coffee. Tau Kendal test was appled in this research and the result  showed that the dry fermentation method was significantly effected to the color of coffee powder liquid, taste and smell, but  nonsignificantly effected in preference bitterness, and its preference. Panelis  prefer   coffee powder liquid  showed that the   treatment  dry fermentation for 6 and 8 days keyword: dry fermentation, time, liberican coffee, organoleptic quality.
PENYAKIT Vascular Streak Dieback (VSD ) PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao, L. ) SERTA PERSENTASE SERANGANNYA yuza defitri
Jurnal Media Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.958 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v3i2.70

Abstract

Kakao merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi diantara tanaman perkebunan yang lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa Negara melalui ekspor dan mendorong ekonomi daerah terutama di pedesaan.Untuk peningkatan produksi tanaman kakao di Desa Betung Kecamatan Kumpeh Ilir, perlu diketahui keadaan tanaman kakao yang terserang penyakit dan berapa persentase serangan penyakit tersebut. Hal ini berguna untuk melakukan teknik pengendalian penyakit pada tanaman kakao.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Penyakit Vascular Streak Dieback(VSD ) serta berapa persentase serangan Penyakit Vascular Streak Dieback (VSD ) tersebut.Penelitian dilakukan dengan metode Simple Random Sampling. Pengambilan sampel tanaman dilakukan secara acak di perkebunan kakao rakyat. Lalu kumpulkan data dengan menghitung seluruh tanaman baik yang sehat maupun yang sakit sehingga didapat persentase tanaman terserang penyakit. Sampel bagian tanaman kakao yang terserang penyakit Vascular Streak Dieback(VSD) di identifikasi di Laboratorium Dasar Unbari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase serangan penyakit Vascular Streak Dieback (VSD)yang disebabkan oleh jamur Oncobasidium theobromae pada lahan yang tidak dirawat adalah 80 % yang berarti serangan penyakit ini termasuk berat karena lebih setengahnya buah kakao terserang penyakit. Sedangkan pada lahan yang dilakukan perawatan intensif serangan penyakit Vascular Streak Dieback (VSD)hanya 30 % ini berarti serangan penyakit ringan.Kata Kunci : Penyakit Streak Dieback(VSD ), Oncobasidium theobromaeABSTRACTCocoa is one of the plantation commodities that have high economic value among other plantation crops and plays an important role as a source of foreign exchange through export and encourages regional economics, especially in rural areas.To increase the production of cocoa crops in Betung Village, Kumpeh Ilir District, it is necessary to know the condition of cocoa plants that have the disease and what percentage of the disease attack. It is useful to perform disease control techniques on cocoa plants.This study aims to find out about Vascular Streak Dieback Disease (VSD) and how many percentages of attacks Vascular Streak Dieback disease (VSD).The research was done by Simple Random Sampling method. Crop sampling was done randomly at smallholder cocoa plantations. Then collect the data by counting all the plants both healthy and sick to get the percentage of plants attacked by using the formula P = n / N x 100%. The sample of the cocoa plant affected by Vascular Streak Dieback disease (VSD) was identified in the Unbari Basic Laboratory.The result showed that there were the attackingof foul fruit disease caused by a Oncobasidium theobromae fungus on passing in land was 80 % which was means it was hard level of disease as more than half cocoafruit were foul. While it showed a light of disease attacking on unpassing in land its only 30 %.Key words : Vascular Streak Dieback(VSD ), Oncobasidium theobromae
Pertumbuhan dan Produktivitas Lahan Tumpang Sari Tanaman Pinang (Areca catechu L.) dan Kopi (Coffea sp.) Nasamsir Nasamsir; Harianto Harianto
Jurnal Media Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.48 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v3i2.64

Abstract

ABSTRAKTumpang sari tanaman pinang dengan tanaman kopi merupakan sebuah kombinasi efektif untuk pemanfaatan lahan. Penanaman kopi dapat dilakukan di antara barisan pinang, sehingga menghasilkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas lahan yang optimal. Penelitian dilakukan di Desa Parit Tomo, Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dengan kondisi lahan gambut, dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai nisbah kesetaraan lahan (NKL) pada tanaman tumpang sari pinang dengan kopi serta menentukan model tanam tumpang sari pinang dengan kopi. Penelitian ini menggunakan metode survey pada lahan-lahan petani yang ditanami pinang dan kopi monokultur dan pinang ditumpangsarikan dengan kopi. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja karena pada lokasi-lokasi tersebut terdapat budidaya tumpang sari pinang dengan kopi. Peubah yang diamati yaitu; jarak tanam (m), tinggi batang (m), lingkar batang (cm), ketebalan daun (mm), warna daun, intensitas cahaya (fc), suhu (0C), dan produktivitas lahan (ton ha-1). Untuk menjawab hipotesis yang diajukan, data yang diperoleh di lapangan dilakukan analisis statistika dengan metode deskriptif dalam bentuk tabulasi dan analisis inferensi dengan uji Z berpasangan dengan taraf ? 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan, nilai nisbah kesetaraan lahan (NKL) > 1 (1,84), menggambarkan bahwa sistem tumpang sari pinang dan kopi lebih menguntungkan dibandingkan sistem tunggal dan model pola tanam tumpang sari yang baik menurut penulis adalah model 2 .Kata kunci :, tumpang sari, jarak tanam, nisbah kesetaraan lahan ABSTRACTIntercropping areca plants with coffee plants is an effective combination for land use. Coffee planting can be done between rows of areca plants, resulting in optimal plants growth and productivity of the land. The research will be conducted in Parit Tomo, Betara, Tanjung Jabung Barat, with the condition of peatland. This research will be conducted from April to Mei 2018. This study aims to determine the value of land equivalent ratio (LER) in the intercropping of areca plants with coffee plants and determine the model of cultivation intercropping of areca plants with coffee plants. This research used survey method on farmers' land planted monoculture and intercropping with areca plants and coffee plant. The location of this study was chosen intentionally because at these locations there is a cultivation of intercropping with areca plants and coffee plants. The observed variables are; planting distance (m), stem height (m), stem circumference (cm), leaf thickness (mm), leaf color, light intencity (fc), temperature (0C), and land productivity (ton ha-1). To answer the proposed hypothesis, the data obtained in the field is done statistical analysis with descriptive method in the form of tabulation and inference analysis with paired sample Z-test ? 0,05%. The results showed that land equivalent ratio (LER) was > 1 (2,39), illustrating that the areca plants with coffee plants intercropping system was more profitable than a monocropping system and intercropping model which was good according to the authors was model 2.Keywords : intercropping, planting distance, land equivalent ratio
Karakteristik Tanah Area Pasca Penambangan Di Desa Tanjung Pauh Ida Nursanti
Jurnal Media Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.357 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v3i2.73

Abstract

The post-mining soil has poor chemical and physical properties and has a very low fertility rate. The objective of this research is to know the land post-mining characteristics related to planting medium. Implementation of research in Tanjung Pauh Village and soil Laboratory. The research was conducted by survey method and soil laboratory test. Data analysis of the diversity of post-mining soil characteristics is presented in table form and discussed descriptively. Post-mine soil chemical and physical characteristic: soil acidity level in very acidic position pH 4, Al saturation of high criterion equal to 52,86%, iron content 1,51% high criterion, Cation Exchange Capacity of 15,21 cmol (+) kg-1 is low, Saturation saturation of 49.44% is moderate, C-organic is very low that is equal to 0.16%, C / N value of soil 1.46 is very low, N total 0, 11%, P available 9,20 mg kg-1 and K total of soil 0,15 mg kg-1 are each classified as low. The post-mining land has poor physical and chemical characteristics of soil as planting medium. Keywords: soil chemistry, physical soil, Post MineABSTRAKTanah pasca penambangan memiliki sifat kimia dan fisik yang kurang baik serta memiliki tingkat kesuburan yang sangat rendah. Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik tanah pasca tambang terkait sebagai media tanam. Pelaksanaan penelitian di Desa Tanjung Pauh dan Laboratorium tanah. Penelitian dilaksanakan dengan metode survey dan uji laboratorium tanah. Analisis data keragaman karakteristik jenis tanah pasca penambangan disajikan dalam bentuk tabel dan dibahas secara deskriptif. Karakteristik kimia dan fisik tanah pasca tambang: tingkat kemasaman tanah berada pada posisi sangat masam pH 4, kejenuhan Al kriteria tinggi sebesar 52,86%, kadar besi 1,51% kriteria tinggi, KTK (Kapasitas Tukar Kation) tanah sebesar 15,21 cmol(+)kg -1 tergolong rendah, Kejenuhan Basa (KB) sebesar 49,44% tergolong sedang, C-organik sangat rendah yaitu sebesar 0,16%, Nilai C/N tanah 1,46 tergolong sangat rendah, N total 0,11%, P tersedia 9,20 mg kg-1 dan K total tanah 0,15 mg kg-1 masing-masing tergolong rendah.Tanah pasca penambangan memiliki karakteristik fisik dan kimia tanah yang kurang baik sebagai media tanam.Kata kunci : Kimia tanah, fisik tanah, Pasca Tambang
PENGGUNAAN JAMUR ENTOMOPATHOGEN (Beauveria bassiana ) UNTUK MENEKAN TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snell.) DI KEBUN RAKYAT DESA BETUNG KABUPATEN MUARO JAMBI Hayata Hayata
Jurnal Media Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.221 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v3i2.66

Abstract

ABSTRACTOne of the barriers in the cacao caltivation is attacking of hama penggerek Buah Kakao (PBK) that caused by conopomorpha cramerella.Inflicted Damage caused by PBK larvae was look like broken and wrinkled seeds, and there was a dark color on its skin that caused the decreasing of products weight and its quality.To control this BPK pests of cocoa could C Cramerella, generally farmers used chemical insecticide. The continously use of this insecticide was feared a bigger trouble such as pest resistance, environmental pollution, and product refusing caused by the pesticide leftover over the standard. Biological control using entomopatogen was one of PHT. Concept. The useness of entomopatogen such as beauveria bassiana fungi as a controller agent is one way to avoid the negative impacts of chemicals toward to the environment .B. bassiana Fungi possess the high reproductive capacity, easily produced and it is able to produce a long surviving spores on a unfavorable condition. B. bassiana has a high potential in controlling various types of pest. Beside, this fungi shows easily obtained, it also easy propagated so that it can be reduces the control cost.The useness of B. bassiana fungi as a cacao pest control that will be conducted in small cocoa plantations in the Kebun Sembilan village will show how its ability in reducing the cacao pest population.The research uses completly randomsed block design which rice media with B. bassiana as a treatment factor. The result should has relation with cacao quality.Key word: Conopomorpha cramerella , beauveria bassiana , attacking intensitas.ABSTRAKSalah satu kendala dalam pengembangan tanaman kakao adalah serangan hama penggerek buah kakao (PBK) yang disebabkan oleh Conopomorpha cramerella. Kerusakan yang ditimbulkan oleh larva PBK berupa rusak dan mengeriputnya biji, timbulnya warna gelap pada kulit biji yang mengakibatkan turunnya berat dan mutu produk. Untuk mengendalikan hama penggerak buah kakao C. cramerella tersebut umumnya petani menggunakan insektisida kimia. Penggunaan insektisida secara terus-menerus dikhawatirkan menimbulkan masalah yang lebih berat, antara lain terjadinya resistensi hama, pencemaran lingkungan, dan ditolaknya produk akibat residu pestisida yang melebihi ambang toleransi.Pengendalian hayati dengan menggunakan entomopatogen merupakan salah satu dari konsep PHT. Penggunaan entomopatogen jamur Beauveria bassiana sebagai agen pengendali merupakan salah satu cara untuk menghindari dampak negatif dari bahan kimia terhadap lingkungan. Jamur B. bassiana mempunyai kapasitas reproduksi yang tinggi, mudah diproduksi dan pada kondisi yang kurang menguntungkan dapat membentuk spora yang mampu bertahan lama di alam. B. bassiana memiliki potensi yang besar dalam mengendalikan berbagai jenis hama. Selain mudah didapat, jamur ini mudah diperbanyak sehingga dapat menurunkan biaya pengendalian. Pengunaan jamur B. bassiana untuk pengendalian penggerek buah kakao yang akan dilakukan di perkebunan kakao rakyat di desa kebun sembilan akan memperlihatkan bagaimana kemampuan jamur tersebut dalam menekan populasi penggerek buah kakao. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan faktor perlakuan berat media beras nasi yang terkandung B. bassiana. hasil akhirnya adalah kualitas buah kakao.Kata kunci : Conopomorpha cramerella, Beauveria bassiana, Intensitas serangan,
PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT (Elais guineensis Jacq.) ASAL PEREMAJAAN TUMBANG TOTAL DAN SISIPAN Rudi Hartawan; Edy Marwan; Ali Suharjo
Jurnal Media Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.754 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v3i2.67

Abstract

Produktivitas tanaman kelapa sawit terus menurun setelah mencapai usia 25 tahun. Peremajaan merupakan solusi untuk mengembalikan produktivitas tanaman. Beberapa metode peremajaan digunakan oleh petani swadaya yang disesuaikan dengan kebutuhan dan modal yang tersedia. Metode peremajaan yang umum dilakukan adalah tumbang total dan sisipan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan kelapa sawit asal peremajaan tumbang total dan sisipan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan peremajaan tumbang total dan lahan peremajaan sisipan yang berada di Desa Panca Mulya kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman kelapa sawit varietas Tenera berumur dua tahun yang di tanaman pada lahan peremajaan tumbang total dan sisipan dengan metode pengambilan sampel systematic sampling dan peubah yang diamati adalah fisik tanaman, pH tanah, intensitas cahaya, suhu, dan kelembaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik peremajaan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, dan tanaman kelapa sawit dapat tumbuh baik pada lahan peremajaan tumbang total. Pertumbuhan yang lebih baik pada tanaman kelapa sawit diindikasi dengan semakin besar diameter batang maka lebih baik, semakin rendah tinggi tanaman maka lebih baik, semakin banyak jumlah pelepah maka lebih baik, semakin terang warna daun maka lebih baik, dan semakin tipis ketebalan daun maka lebih baik. Tindakan agronomi yang biasa dilakukan adalah pengendalian gulma dan pemupukan. Tindakan lain seperti pengendalian hama dan penyakit, kastrasi, dan pembuangan bunga dompet jarang dilakukan.
TEKNIK PENGEMASAN BENIH KAKAO (Theobroma cacao L) DALAM PENYIMPANAN Nengsih, Yulistiati; Hartawan, Rudi
Jurnal Media Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.455 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v3i2.69

Abstract

Cocoa seeds are included in recalcitrant seeds that have the characteristic of aging and regrowth of seeds during storage, viability of seeds decreases when their water content is decreased (12-31%) and can not stand to be stored at low temperature and humidity. For the provision of quality seeds need to be mastered technology seed storage properly. The aim of this research is to get the proper packing technique in maintaining viability of cocoa seed (Theobroma cacao L) during storage. The research will be conducted from Pebruari to Juni 2018, at Batanghari University Basic Laboratory. The design used is the Randomized Complete environment with the treatment of cardboard packaging with several ventilation holes: P0 = cardboard without ventilation, P1 = 2% ventilation box, P2 = 4% ventilation box, P3 = 6% ventilation box and P4 = cardboard box 8 %. The observed variables were: percentage of moisture content, percentage of seeds germinated in storage, percentage of sprout gain after storage, germination rate after storage, percentage of moldy seeds in storage and identification mushrooms. To see the effect, F test was done at 5% level, then continued with Duncan test at α 5%. The result of the research showed that the treatment of the packing ventilation had an effect on the percentage parameter of moldy and germinated seed in storage and seed viability and vigor. In the treatment between ventilation, did not show any difference, but economically recommended the use of ventilation by 8%. Until storage on day 12 of the treatment of packaging vents can withstand the fungus attack 17.19% compared to control. The amount of ventilation does not show ability to withstand viability and vigor after storage. The fungus identified in seed storage is Fusarium spp. and Aspergillus spp Keywords: Recalcitrant, viability, moisture content of seeds AbstrakBenih kakao termasuk benih rekalsitran yang mempunyai sifat  mengalami penuaan dan kemunduran benih selama penyimpanan, viabilitas benih menurun apabila diturunkan kadar airnya (12-31%) dan tidak tahan disimpan pada suhu dan kelembaban rendah. Untuk pengadaan benih berkualitas perlu dikuasai teknologi penyimpanan benih secara tepat. Penelitian  bertujuan untuk mendapatkan teknik pengemasan yang tepat dalam mempertahankan viabilitas benih kakao (Theobroma cacao. L) selama penyimpanan. Penelitian  dilaksanakan pada bulan Pebruari  sampai  Juni 2018, di Laboratorium Dasar Universitas Batanghari. Rancangan yang digunakan adalah rancangan lingkungan Acak Lengkap dengan perlakuan kemasan kardus dengan beberapa lubang ventilasi yaitu : P0= kardus tanpa ventilasi, P1= kardus ventilasi 2%, P2= kardus ventilasi 4%, P3= kardus ventilasi 6 % dan P4= kardus ventilasi 8%. Peubah yang diamati adalah:  Kadar air benih, persentase benih yang berkecambah dalam penyimpanan, persentase daya kecambah setelah penyimpanan, kecepatan berkecambah setelah penyimpanan, persentase benih  berjamur dalam penyimpanan dan identifikasi jamur. Untuk melihat pengaruh perlakuan, dilakukan uji F pada taraf 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ventilasi pengemasan berpengaruh terhadap peubah persentase benih berjamur dan berkecambah dalam penyimpanan serta viabilitas dan vigor benih. Pada perlakuan antar ventilasi, tidak menunjukkan adanya perbedaan, akan tetapi secara ekonomis dianjurkan penggunaan ventilasi sebesar 8%. Sampai penyimpanan pada hari ke-12 perlakuan ventilasi kemasan dapat menahan serangan jamur 17,19% dibandingkan kontrol. Jumlah ventilasi tidak menunjukkan mampu menahan viabilitas dan vigor setelah penyimpanan. Jamur yang teridentifikasi dalam penyimpanan benih adalah Fusarium spp. dan Aspergillus spp. Kata kunci : Rekalsitran, viabilitas, kadar air benih

Page 1 of 1 | Total Record : 7