cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau
ISSN : 25034766     EISSN : 25978837     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal akuakulktur sungai dan danau merupakan jurnal ilmiah yang diperuntukkan untuk bidang ilmu perikanan budidaya khusus tema kajian perairan sungai dan danau. Jurnal ini memuat artikel ilmiah hasi-hasil penelitian lingkup bidang ilmu perikanan budidaya yang dapat bersumber dari para penulis dari berbagai instansi. Jurnal ini dibentuk oleh tim redaksi Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Batanghari bersama dengan tim mitra bestari. Jurnal akuakultur sungai dan danau diterbitkan sebanyak 2 (dua) kali dalam satu tahun yakni pada bulan April dan Oktober setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): Oktober" : 5 Documents clear
PENGARUH PADAT PENEBARAN YANG BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN BAUNG (Mystus numerus) M Sugihartono; Muarofah Ghofur; Satrio .
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.776 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v1i1.8

Abstract

AbstractBaung fish is an endogenous fish of Indonesia. This is a fresh water fish. One of those effort to anticipate the decrease of the aquaculture product itself is  to develop the aquaculture sustainability. The problem of hatching baung fish larvae are the low survival rate and the growth of larvae in high density farmed. Therefore, it needs a study about stock density of baung fish baung fish juvenile.  This study used Random Design analysis with different treatment of stocking density, they were 10 fishes/L (treatment A), 15 fishes/L (Treatment B), 20 fishes/L (Treatment C), and 25 fishes/L (Treatment D). The result showed that the different stocking density was affected the survival rate and the growth of Baung fish.  Keywords : Baung Fish, Stocking density, Survival rate, Growth. AbstrakIkan baung (Mystus numerus) adalah ikan asli Indonesia. Ikan ini banyak hidup di air tawar. Salah satu upaya pengembangan usaha perikanan dalam mengantisipasi penurunan hasil tangkapan dari perairan umum adalah melakukan pengembangan usaha budidaya perikanan secara berkesinambungan. Salah satu kendala dalam pembenihan ikan baung adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva pada pemeliharaan dengan padat tebar yang tinggi dalam wadah terkontrol. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian tentang padat tebar pemeliharaan benih ikan baung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan padat penebaran yang berbeda yaitu 10 ekor/Liter air (Perlakuan A) , 15 ekor/liter air (Perlakuan B), 20 ekor/liter air (Peerlakuan C) dan 25 ekor/liter air (Perlakuan D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat penebaran yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan baung. Kata kunci : Ikan Baung, padat penebaran
PERBEDAAN DEBIT AIR PADA SISTEM RESIRKULASI TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus B) Muarofah Ghofur; M Sugihartono; Julianto .
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.919 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v1i1.9

Abstract

AbstractThis study aimed to obtain of survival rate and growth for catfish larvae were mainten in recirculation system with different water discharge . Benefit of this research are increase to aquaculture production especially catfish larvae.The experiment was conducted on March to August 2016 in Regional Technical Implementation Unit Taman Anggrek  Telanaipura Subdistrict of Jambi Province. This study used Random Design Analisys with 4 treatments and 3 replicates respectively treatment A: without circulation (control), treatment B: 10 ml / sec of water, treatment C: 20 ml / sec of water, treatment D: 30 ml / sec of water.The parameter were observated of Survival rate and Water Quality. The data have been obtained were tabulated and analyzed in accordance with the perpose of research, and then analysis of variance (ANOVA) at the 95% confidence interval.The result showed that different water discharge significant effect on survival rate catfish larvae. Percent of best survival rate for catfish larvae amounted to 95.33% at the discharge of water 30 ml / sec (treatment D). Keywords: Water Discharge, Recirculation System, Survival Rate, Catfish AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva Ikan Lele Dumbo (C. gariepinus.B) yang dipelihara dalam sistem resirkulasi dengan debit air yang berbeda.  Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan hasil produksi perikanan terutama dari komoditas ikan lele dumbo (C.gariepinus.B).Penelitian ini rencananya akan dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Agustus tahun 2016 di Unit Pelaksana Teknis Daerah Instalasi Taman Angrek Kecamatan Telanaipura Provinsi Jambi. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan dan 3 (tiga)  ulangan, masing – masing perlakuan tersebut adalah :perlakuan A : tanpa sirkulasi ( kontrol ), perlakuan B : 10   ml/detik air, perlakuan C : 20   ml/detik air, perlakuan D : 30   ml/detik air.Parameter penelitian yang diamati adalah: Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan dan Kualitas Air. Data yang telah diperoleh kemudian ditabulasi dan dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian, kemudian dilakukan analisis ragam (ANOVA) pada selang kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan debit air memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup larva ikan lele dumbo. Persentase kelangsungan hidup yang terbaik untuk larva ikan lele dumbo adalah sebesar 95,33 % pada debit air 30 ml/detik (perlakuan D). Kata kunci : Debit Air, Sistem Resirkulasi, Kelangsungan Hidup, Ikan Lele Dumbo
Kinerja Produksi Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang Clarias gariepinus var sangkuriang Desa Pudak Kecamatan Muaro Kumpeh Kabupaten Muara Jambi Eko Harianto
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.981 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v1i1.10

Abstract

AbstractAfrican catfish is a commodity that has prospective market and economic value. Grow out techniques are relatively simple allowing implementation of this technique on swamp land with high productivity. This study aimed to give specific information about fish productivity and its economic analysis. The study was conducted from May to August 2016 in the Pudak Village, District of Muara Kumpeh Muara Jambi. Sangkuriang fry from BPBAT Sungai Gelam with an average length of 2.3-2.7 cm and weight of 0.150-0.1725 gram were reared for 90 days using in 200×300×150 cm3 hapa nets with a density of 250 fish/m2. Fry were fed at satiation three times daily (08.00; 17.00; 21.00) with commercial pellet feed (CP 32-35%). Productivity offish reared by farmers in this swamp area show good result with survival rate, specific growth rate, feed conversion, and the coefficient of variationis 93.78%; 7.75%; 1.03; and 0.02 respectively. Average weight of fish catfish in each sampling during rearing period is 0.0150 g, 60.067 g, 101.233 and 124.567 gr. Value of R/C, breakeven point (BEP), BEP in volume is 1.46, Rp4,121,656.371 and 94.97 kg/cage respectively with production cost per kg is Rp. 10,968. Keywords: African catfish, grow out, productivity AbstrakIkan lele termasuk komoditas yang memiliki peluang pasar yang prospektif dan bernilai ekonomis tinggi. Aplikasi teknik pembesaran yang relative sederhana memungkinkan penerapan teknologi pembesaran pada lahan rawa dengan produktivitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk Informasi spesifik kinerja produksi pembesaran ikan lele sangkuriang dan análisis ekonomi dalam usaha budidaya tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2016 di Desa Pudak Kecamatan Muaro Kumpeh Kabupaten Muara Jambi Provinsi Jambi. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih lele Sangkuriang dengan panjang rata-rata 2,3-2,7 cm dan bobot rata-rata 0,150-0,1725 gram, berasal dari pemijahan induk BPBAT Sungai Gelam. Pemeliharaan benih lele sangkuriang menggunakan wadah hapa berukuran 200 cm x 300 cm x 150 cm. Pemeliharaan dilakukan selama 90 hari. Benih dipelihara dengan kepadatan 250 ekor/m2. Pakan yang diberikan berupa pelet komersil kadar protein pakan 32-35%, pemberian pakan dilakukan 3 kali dalam sehari yaitu pukul 08.00, pukul 17.00, dan pukul 21.00 dengan cara ad satiation (sekenyangnya). Kinerja produksi Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus var sangkuriang) yang dipeliharan oleh pembudidaya di daerah penelitian pada daerah rawa menunjukkan hasil yang baik untuk kategori budidaya pembesaran ikan, nilai derajat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, konversi pakan, dan koefisien keragaman masing-masing sebesar 93,78% ; 7,75%; 1,03; dan 0.02. Pada akhir pemeliharaan bobot rata-rata ikan lele sangkuriang selama empat kali periode sampling masing masing sebesar 0,0150 gr, 60,067 gr, 101,233 gr dan 124,567 gr. Nilai R/C sebesar 1,46, Break even point (BEP) pada usaha pembesaran ikan lele sangkuriang di Desa Pudak ini sebesar Rp 4.121.656,371, BEP berdasarkan volum penjualan dalam bentuk ekor diperoleh nilai BEP sebesar 94.97 kg/karamba, Harga pokok penjualan  yaitu Rp 10,968/kg.Kata kunci  :  Ikan lele sangkuriang, Kinerja produksi, Pembesaran ikan, Pertumbuhan
EFEKTIFITAS BIODEKOMPOSER SAAT PENGANGKUTAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias. gariepinus Var. Sangkuriang ) DENGAN KEPADATAN TINGGI PADA TRANSPORTASI TERTUTUP UNTUK KEBUTUHAN BUDIDAYA Sunardi .; Syahrizal Syahrizal; Zainal Arifin
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.499 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v1i1.11

Abstract

AbstrackThe process of transporting the seed often led to a decline in the quality and performance of the seed. The presence of fish during transport of metabolic processes led to a decline in water quality mainly an increase in ammonia (NH3) is also a factor that causes the occurrence of stress and death. Biodekomposer able to maintain water quality, therefore the necessary research on the usage of Biodekomposer in the process of transport of seeds of catfish in 2 liters of water in a sealed bag. The design of the study was a randomized Complete Design with 5 treatments and 3 replicates, such treatment is A Treatment: seed: catfish tail/100 l water, b: seeds catfish tail/200 liters of water, C: seed catfish tail/400 liters of water, D: seed catfish tail/600 liters of water, each 10 grams of biodekomposer entered treatment in the media. K: seed treatment catfish tail/100 liters of water without biodekomposer. The results showed that the survival rate between different treatment real (P 0.5%) with graduation < life the highest on treatment A (91,17%) and B (85,87%) the lowest treatment D and K respectively of 25.56 18.58% and%. These fish are living in the water quality of the initial temperature rataan 27, 05oC; 7.01 Ph; DO 5.0 ppm; 0.18 ppm of CO2 and Ammonia 0.0453 ppm. Kualiatas water after arriving at your destination with a travel time of 8 hours has decreased from the treatment A-D and K temperature 25.05 – 26.50 oC; pH 6.60-6.01; DO-3.56 out 2.50 ppm; CO2 0,61-0.78 ppm and 0,0508-moniak 0,087 ppm. Keywords: Biodekomposer, transport, sangkuriang catfish AbstrakProses pengangkutan benih sering menyebabkan terjadinya penurunan kualitas dan peforma benih. Adanya proses metabolisme ikan selama pengangkutan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air terutama peningkatan ammonia (NH3) juga merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya stres dan kematian. Biodekomposer mampu menjaga kualitas air, oleh sebab itu diperlukan penelitian tentang pengunaan Biodekomposer pada proses transportasi benih ikan lele dalam 2 liter air dalam kantong tertutup. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuan tersebut adalah: Perlakuan   A: benih ikan lele 100 ekor/l  air, B: benih ikan lele 200 ekor/liter air, C:  benih ikan lele 400 ekor/liter air, D: benih ikan lele 600 ekor/liter air, masing-masing perlakuan  dimasukan 10 gram biodekomposer dalam media air. Perlakuan K: benih ikan lele 100 ekor/liter air tanpa biodekomposer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup antar perlakuan berbeda nyata (P<0,5%) dengan kelulusan hidup tertingi pada perlakuan A (91,17%) dan B (85,87%) yang terendah pada perlakuan D dan K masing-masing sebesar 25,56% dan 18,58 %. Ikan ini hidup berada dalam kualitas air awal pada suhu rataan 27,05oC; pH 7,01;  DO 5,0 ppm; CO2 0,18 ppm dan Amoniak 0,0453 ppm. Kualiatas air setelah sampai di tujuan dengan lama perjalanan 8 jam mengalami penurunan dari perlakuan A-D dan K suhu 25,05 – 26,50 oC;  pH 6,60-6,01; DO 3,56-2,50 ppm; CO2 0,61-0,78 ppm dan moniak 0,0508-0,087 ppm. Kata kunci : Biodekomposer, transportasi, Ikan lele sangkuriang
TEPUNG DAUN SINGKONG (Monihot utilissima) TUA SEBAGAI SUMBER PROTEIN ALTERNATIF DALAM FORMULA PAKAN IKAN LELE (Clarias gariepinus) Syahrizal Syahrizal; Muarofah Ghofur; . Safratilofa; Rahmat Sam
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.178 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v1i1.7

Abstract

AbstractThe feed as a source of energy for the growth of fish is a component of the most important costs 40-89% and the quality should be good. The solution is through research. Research in the form of meal cassava leaves (Monihot utilissima) parents as a source of alternative protein substitute for fish meal in feed formulation catfish (Clarias gariepinus). The design used Complete Random Design with 4 treatments and 3 repetitions. The results showed that for the growth and the survival between treatments were not significant (P <0.5), meaning that all treatments were no differences can be categorized and feed ingredients of flour cassava leaves can replace most of the presence of meal fish  in fish feed formulas African catfish. Growth of the best catfish are on treatment A (55% meal cassava leaf: 00% fish meal) with daily growth of 8.27 grams was 2.61% and the B (40%% meal cassava leaves: 15% meal fish) 5.28 gram with daily growth is 1.86%, followed by C (15%%  meal cassava leaves: 15% meal fish ) 1:51% and D (0% meal cassava leaves : 55% meal fish ) 1:33%. Catfish survival rate was not significant (P <0.5), and relatively equally well A (96.17%), B (94.77) and C (95.92) and the best in treatment for D (96.37 ). As users are advised to wear formulations in treatment B (40% meal fish and 15%  meal cassava leaves old). Keywords: Catfish, Ffeed, Meal fish, Meal cassava leaves AbstrakPakan sebagai sumber energi bagi pertumbuhan ikan  merupakan komponen biaya yang paling besar 40-89%  dan kualitasnya harus baik. Solusinya melalui penelitian. Penelitian berupa tepung daun  singkong (Monihot utilissima) tua sebagai sumber protein alternatif penganti tepung ikan dalam formulasi pakan ikan lele (Clarias gariepinus). Rancangan digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk pertumbuhan dan kelulusan hidup antar perlakuan tidak signifikan (P < 0,5), artinya semua perlakuan  tidak ada perbedaan dan dapat dikatagorikan bahan pakan dari tepung daun singkong dapat mengantikan sebagian keberadaan tepung ikan dalam formula pakan ikan lele dumbo. Pertumbuhan ikan lele terbaik terdapat pada perlakuan A (55% tepung daun singkong : 00% tepung ikan) 8,27 gram dengan pertumbuhan harian adalah 2.61% dan  pada B (40%  % tepung daun singkong : 15% tepung ikan) 5,28 gram dengan pertumbuhan harian adalah 1.86%, diikuti C (15% % tepung daun singkong :15% tepung ikan) 1.51% dan D (0 % tepung daun singkong : 55% tepung ikan) 1.33%. Tingkat kelangsungan hidup ikan lele tidak signifikan (P < 0,5), dan  relatif sama baiknya A (96,17%), B (94,77) dan C (95,92) dan terbaik pada perlakuan untuk D (96,37). Sebagai pengguna disarankan memakai formulasi pada perlakuan B (40% Tepung ikan dan 15% tepung daun singkong tua). Kata kunci: Ikan lele, Pakan, Tepung ikan, Tepung  Daun Singkong Tua

Page 1 of 1 | Total Record : 5