cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021): April" : 47 Documents clear
PENGUATAN KELOMPOK IBU-IBU PKK DALAM USAHA PRODUK BEAUTY SPA GUNA MENDUKUNG RINTISAN DESA WISATA Yustina, Denik; Rahayu, Enik; Aprilliyani, Renny; Aryaningtyas, Aurillia Triani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4086

Abstract

Abstrak: Desa Cikaso propinsi Jawa Barat memiliki potensi sumber daya yang cukup besar didukung dengan kondisi alam yang menarik untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, namun pemanfaatan dan pemberdayaannya belum didukung sepenunhnya oleh  masyarakat.  Sehubungan dengan ini salah satu program pendampingan dari STIEPARI Semarang mengadakan pelatihan pembuatan produk kosmetik tradisional/ beauty spa yang diikuti oleh ibu-ibu PKK di Desa Cikaso. Kegiatan dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat sebagai upaya rintisan usaha produk guna mendukung rintisan desa wisata. Tujuan kegiatan ini memberikan pendampingan terhadap pemanfaatan potensi tanaman lokal sebagai bahan kosmetik tradisional. Peserta pelatihan diberi pemahaman secara komprehensif atas konsep kosmetik tradisional sebagai rintisan usaha produk untuk memenuhi kebutuhan souvenir para wisatawan. Adapun metode yang digunakan berkaitan dengan penguatan kompetensi baik secara teori maupun praktik dikemas dalam paket pelatihan berbasis life skill meliputi bidang: pembuatan produk beauty spa, pengelolaan keuangan bisnis beauty spa, serta penguatan kewirausahaan, dan penguatan sadar wisata bagi masyarakat Cikaso. Sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah setempat Kabupaten Kuningan Jawa Barat menerapkan strategi dan pendekatan baru yang diharapkan mampu menstimulus dan menggerakkan roda perekonomian di Desa Cikaso sebagai rintisan desa wisata yang didukung oleh berbagai pihak. Melalui pelatihan life skill untuk mewujudkan usaha produk kecantikan tradisional/ beauty spa sebagai salah satu program andalan dalam meningkatkan kemandirian perekonomian desa wisata. Abstract:  Cikaso Village, West Java Province has considerable resource potential supported by attractive natural conditions to be developed as a tourist destination, but its utilization and empowerment have not been fully supported by the community. In connection with this, one of the mentoring programs from STIEPARI Semarang held training on making traditional cosmetic products / beauty spas which was attended by PKK women in Cikaso Village. Activities are carried out for community empowerment as a pilot product business effort to support pilot village tourism. The purpose of this activity is to provide assistance to the utilization of the potential of local plants as ingredients for traditional cosmetics. The training participants were given a comprehensive understanding of the concept of traditional cosmetics as a pioneering product business to meet the needs of tourists for souvenirs. The methods used are related to strengthening competence both theoretically and practically in a life skill-based training package covering the fields of: making beauty spa products, managing beauty spa business finance, as well as strengthening entrepreneurship, and strengthening tourism awareness for the Cikaso people. In accordance with the local government policy, Kuningan Regency, West Java, is implementing new strategies and approaches that are expected to be able to stimulate and drive the economy in Cikaso Village as a tourism village pilot supported by various parties. Through life skills training to create a traditional beauty spa product business as one of the mainstay programs in increasing the independence of the tourism village economy.
PENINGKATAN MANAJEMEN UMKM MELALUI PELATIHAN AKUNTANSI PEMBUKUAN Isthofaina Astuty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.591 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4193

Abstract

Abstrak: Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah baru terlihat dari sisi jumlahnya saja, dalam aspek finansial, hanya sedikit UMKM yang mengalami perkembangan dalam hal kinerja. Hal ini tak lepas dari ketidaksadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya pengelolaan keuangan unit bisnis. Pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting bagi kemajuan unit bisnis. Pengelolaan keuangan dapat dilakukan melalui akuntansi. Penggunaan akuntansi dapat mendukung kemajuan UMKM khususnya dalam hal keuangan. Peningkatan laba  juga dapat direncanakan dengan menggunakan akuntansi. Tingkat laba yang meningkat, maka perkembangan UMKM akan menjadi lebih baik .Namun, masih banyak UMKM yang belum menggunakan akuntansi dalam menunjang kegiatan bisnisnya. Alasan pelaku UMKM tidak menggunakan akuntansi antara lain adalah akuntansi dianggap sesuatu yang sulit dan tidak penting. Pelaku UMKM merasa kesulitan jika harus menggunakan akuntansi dalam kegiatan bisnisnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu diadakan kegiatan pendampingan bagi pelaku UMKM dalam hal mengelola keuangan dengan menggunakan akuntansi sederhana yang disesuaikan dengan keadaan di UMKM namun tidak menyimpang dari standar dan peraturan yang ada Melalui metode  pendampingan yang dibarengi dengan metode tutorial dan diskusi dengan mitra,  usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) memiliki kemampuan dalam menyusuan pembukuan keuangan. Adanya pendampingan ini pelaku UMKM dapat mengetahui perkembangan unit bisnisnya dan dapat memanfaatkan akuntansi guna mendukung kemajuan UMKM mereka.Oleh karena itu program ini ditujukan untuk meningkatan kemampuan mengelola administrasi keuanga  para pelaku UMKM target dengan metode pendampingan dan tutorial. Di akhir periode program diperoleh kedua UMKM target telah mampu melakukan adminitsrasi keuangan yang sesuai dengan kaidah Akuntasi sederhana, jadi tujuan program 100 % tercapai. Abstract:  The development of MSMEs can only be seen in terms of numbers, in the financial aspect, only a few MSMEs have developed in terms of performance. This cannot be separated from the unconsciousness of MSME players of the importance of financial management of business units. Financial management is an important aspect for the progress of a business unit. Financial management can be done through accounting. The use of accounting can support the progress of MSMEs, especially in terms of finance. An increase in profit can also be planned using accounting. The level of profit increases, the development of MSMEs will be better.However, there are still many MSMEs that have not used accounting to support their business activities. The reason why MSMEs do not use accounting, among others, is that accounting is considered something difficult and unimportant. MSME players find it difficult if they have to use accounting in their business activities. Based on these problems, it is necessary to hold mentoring activities for MSME players in terms of managing finances using simple accounting that is adjusted to the conditions in MSMEs but does not deviate from existing standards and regulations Through the mentoring method accompanied by tutorial and discussion methods with partners, micro-businesses, small and medium enterprises (MSMEs) have the ability to keep financial records. With this assistance, MSME players can find out the development of their business units and can take advantage of accounting to support the progress of their MSMEs. Therefore, this program is aimed at increasing the ability to manage financial administration of the target UMKM people using mentoring and tutorial methods. At the end of the program period, it was obtained that the two target MSMEs were able to carry out financial administration in accordance with simple accounting principles, so that the program objectives were 85% achieved.
MENINGKATKAN SOFTSKILLS MAHASISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI MENGGUNAKAN APLIKASI KAHOOT Trini Handayani; Aji Mulyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.136 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4058

Abstract

Abstrak:  Pendidikan anti korupsi (PAK) di lingkungan kampus merupakan salah satu kurikulum yang diwajibkan pemerintah dalam perkuliahan yang telah di atur dalam Peraturan Meteri Riset dan Teknologi Nomor 33 Tahun 2019 tentang kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan Anti Korupsi sebagai mata kuliah. Adapun metode pelaksanaan pengabdian ini tidak terlepas dari Penetapan; Pelaksanaan; Monitoring dan Evaluasi; Pengendalian; dan Peningkatan. Maka karena itu perlu strategi khusus dalam meningkatan pengetahuan kepada mahasiswa dalam perannya untuk meminimalisir perilaku korupsi di kemudian hari. Khususnya di Fakultas Hukum Universitas Suryakancana pada mata kuliah PAK telah diterapkan strategi pembelajaran dengan menggunakan aplikasi kahoot, yang mana memiliki harapan dan tujuan untuk meningkat pengetahuan PAK dengan dapat merubah sikap perilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Abstract:  Anti-corruption education on campus is one of the curricula required by the government in lectures that have been regulated in Research and Technology Metrics Number 33 of 2019 concerning the obligations of Higher Education to organize Anti-Corruption Education as a course. Implementing this service is inseparable from Stipulation; Implementation; Monitoring and Evaluation; Control; and Improvement. Therefore, it is necessary to have a special strategy for increasing student knowledge to minimize corrupt behaviour in the future. Especially at the Faculty of Law, Suryakancana University, the Anti-corruption education course has implemented a learning strategy using the Kahoot application, which has hopes and goals to increase Anti-corruption education knowledge by changing behaviour according to prevailing values and norms.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MELESTARIKAN LINGKUNGAN MELALUI PENGENALAN LINGKUNGAN PESISIR DAN LAUT (PENA LAUT) BAGI SISWA SD DAN SMP Ferliana Widyasari; Gulam Arafat; Filialdi Nurhidayat; Wiwit Handayani; Fajar Adi; Jaquolina Kusaly
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.69 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4124

Abstract

Abstrak: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tertinggi termasuk keanekaragaman di wilayah pesisir dan lautan. Dalam beberapa waktu terakhir, kualitas pesisir dan Laut mulai menurun yang disebabkan oleh aktifitas alam, dan akibat aktifitas manusia (eksploitasi Sumberdaya alam dan pencemaran lingkungan). Sekolah sebagai tempat pembelajaran menjadi wahana yang sangat strategis untuk sosialisai terkait menjaga dan melestarikan lingkungan. Dalam upaya menanggulangi masalah tersebut khususnya untuk menumbuhkan kesadaran cinta lingkungan pesisir dan laut sejak dini dan diharapkan dapat berdampak positif bagi paradigma konservasi lingkungan di masa yang akan datang Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahan dan pengetahuan tentang lingkungan pesisir dan laut kepada siswa siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, diharapkan dari kegiatan ini akan menimbulkan rasa peduli dan cinta pesisir dan laut.. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah penyampaian materi secara efektif, komunikatif dan menyenangkan diselingi dengan permaianan oleh narasumber, selain itu juga untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan ini dilakukan pemberian Pre test dan Post test kepada peserta. Berdasarkan hasil penilaian Pre test dan post test dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkapan pengetahuan yang signifikan yaitu 79,5% untuk siswa SD dan 59,8% siswa SMP  setelah mendapatkan materi pengenalan lingkungan pesisir dan laut. Abstract: Indonesia has the highest biodiversity including diversity in coastal areas and oceans. In recent times, coastal and marine quality have begun to decline due to natural activities, and due to human activities (exploitation of natural resources and environmental pollution). School as a place of learning is a very strategic vehicle for socialization related to protecting and preserving the environment. In an effort to overcome this problem, especially to raise awareness of love for the coastal and marine environment from an early age and it is hoped that it can have a positive impact on the paradigm of environmental conservation in the future. The purpose of this activity is to provide understanding and knowledge about the coastal and marine environment to elementary and school students. Intermediate First, it is hoped that this activity will generate a sense of care and love for the coast and the sea. The method applied in this activity is the delivery of material in an effective, communicative and pleasant manner interspersed with games by the resource person, besides that to measure the level of success of this activity, giving Pre and post test to the participants. Based on the results of the pre-test and post-test assessments, it can be concluded that there is a significant increase in knowledge, 79.5% for elementary school students and 59.8% for junior high school students after receiving material on the introduction of coastal and marine environments.
EVALUSI PELATIHAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS MOODLE PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS PAKUAN Tjut Awaliyah Zuraiyah; Rochman Marota; Yetty Husnul Hayati; Halimah Tus Sadiah; Dewi Syafrani Arbi Sagala; Akbar Sugih Miftahul Huda; Yuli Wahyuni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.449 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4101

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid 19 melumpuhkan aktivitas masyarakat termasuk didalamnya adalah aktivitas pembelajaran. Sampai saat ini pemerintah belum memberikan izin aktifitas pembelajaran diselenggarakan secara luring. Sehingga pembelajaran daring menjadi pilihan yang harus dilakukan. Dalam menyiapkan pembelajaran daring dibutuhkan suatu kemampuan tertentu yang harus dimiliki oleh dosen dalam menyiapkan bahan pembelajaran yang akan diberikan pada mahasiswa. Untuk itu diperlukan pelatihan Learning Management System (LMS) di Sekolah Vokasi Universitas Pakuan Bogor menggunakan media Zoom Meeting untuk peserta online dan praktik bagi peserta offline dengan menerapkan protokol kesehatan.  Tujuan kegiatan pelatihan LMS berbasis Moodle ini adalah (1) untuk memberikan keterampilan kepada para dosen dalam mempersiapkan materi, tugas-tugas terstuktur dan forum diskusi dari mata kuliah (2) melakukan evaluasi dari pelatihan LMS berbasis Moodle.  Kegiatan pelatihan Learning Management System meliputi tahap: 1) Persiapan dan pendaftaran 2) pelatihan, 3) Simulasi dan diskusi, dan 4) tahap evaluasi dengan pemberian angket pada para peserta.  Fitur fitur yang diberikan pada pelatihan meliputi Profil Matakuliah, Upload Materi, Kuis, Assessment, Forum, Attendace, Feedback, Grading. Sedangkan Fitur tambahan e-learning, yaitu Bank Soal, Convert PPT to Video/ Pdf, Embedded Video, Conference, Label. Evaluasi kegiatan pelatihan diperoleh dari hasil umpan balik pengisian kuisioner peserta pelatihan.  Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa kredibilitas instruktur dan metode pelatihan berpengaruh pada peningkatan kemampuan para dosen dalam menggunakan elearning dan mendukung penyelenggaraan pembelajaran daring pada masa Pademi Covid 19. Abstract:  The Covid 19 pandemic has paralyzed community activities, including learning activities. Until now, the government has not given permission for learning activities to be held offline. So that online learning becomes a choice that must be done. In preparing online learning, a certain ability must be possessed by lecturers in preparing learning materials that will be given to students. For this reason, a Learning Management System (LMS) training is required at the Vocational School of Pakuan University, Bogor using Zoom Meeting media for online participants and practice for offline participants by implementing health protocols. The objectives of this Moodle-based LMS training activity are (1) to provide skills to lecturers in preparing materials, structured assignments and discussion forums from courses (2) to evaluate the Moodle-based LMS training. Learning Management System training activities include the following stages: 1) Preparation and registration 2) training, 3) Simulation and discussion, and 4) evaluation stage by giving questionnaires to participants. The features provided in the training include Subject Profiles, Material Uploads, Quizzes, Assessment, Forum, Attendace, Feedback, Grading. While the additional e-learning features, namely Question Bank, Convert PPT to Video / Pdf, Embedded Video, Conference, Label. Evaluation of training activities is obtained from the results of the feedback filling out the training participants' questionnaires. From the results of data processing, it was found that the credibility of instructors and training methods had an effect on increasing the ability of lecturers to use e-learning and supporting the implementation of online learning during the Covid Pademi 19.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER PKK MELALUI PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KELURAHAN DURI SELATAN Yusmaniar Yusmaniar; Adin Hakim Kurniawan; Ruth Elenora Kristanty; Syarifah Miftahul El Jannah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.946 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4074

Abstract

Abstrak: Banyak kalangan mitra belum menyadari bahaya makanan yang mengandung zat aditif berbahaya dan dilarang karena dapat merusak kesehatan tubuh seperti formalin, boraks dan rhodamin. Mitra wilayah Duri Selatan belum mengetahui secara  sederhana dalam mendeteksi adanya bahan pangan berbahaya tersebut dalam makanan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan pelatihan deteksi bahan tambahan makanan berbahaya bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pendeteksian bahan makanan berbahaya seperti boraks, formalin dan rhodamin. Metode Pengabdian masyarakat yang digunakan melalui penyuluhan dan pelatihan yang meliputi sosialisasi tentang bahaya zat aditif terlarang dalam makanan dan pelatihan membuat alat sederhana untuk mendeteksi adanya boraks dengan menggunakan bahan bumbu dapur kunyit serta alat tusuk gigi. Kegiatan dilanjutkan praktek mendeteksi adanya zat aditif terlarang dalam makanan menggunakan peralatan yang telah dibuat serta alat deteksi formalin dan rhodamin B dalam bentuk reagen test. Kegiatan ini berkontribusi dalam peningkatan taraf kesehatan masyarakat melalui keterampilan memilih bahan pangan aman bagi kesehatan. Mitra sasaran kegiatan pelatihan sebanyak 30 orang terdiri dari ibu-ibu Kader PKK, Tokoh Masyarakat, para pelaku UMKM di Wilayah Duri Selatan. Hasil yang telah dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat terdapat persentase peningkatan pengetahuan tentang bahan makanan berbahaya sebesar 12,10% dengan kategori pengetahuan sangat baik dan peningkatan pemahaman dengan tindakan positif dengan persentase peningkatan sebesar 20,80%. Abstract:  Many partners are not aware of the dangers of foods containing dangerous additives and are prohibited because they can damage body health such as formalin, borax, and rhodamine. The partners of the Duri Selatan region do not know simply how to detect the presence of these dangerous foodstuffs in food. The Community Service Program with training on the detection of hazardous food additives aims to provide knowledge and understanding of the detection of hazardous food substances such as borax, formalin, and rhodamine. The community service method is used through counseling and training which includes socialization about the dangers of banned additives in food and training to make simple tools to detect the presence of borax using turmeric spices and toothpicks. The activity continued with the practice of detecting the presence of prohibited additives in food using the equipment that had been made as well as a formalin and rhodamine B detection tool in the form of a test reagent. This activity contributes to improving the level of public health through the skills to choose food that is safe for health. The target partners of the training activities is 30 persons, They are: PKK cadres, community leaders, UMKM or market traders in the Duri Selatan area of West Jakarta. The results that have been achieved in community service activities are an increase in knowledge of hazardous food ingredients by 12.10% with the category of very good knowledge and an increase in understanding with positive action with an increase in the percentage of 20.80%.
OPTIMALISASI KOMPETENSI CALON GURU MATEMATIKA DI PAPUA MELALUI PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Raoda Ismail; Okky Riswandha Imawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.858 KB)

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kompetensi calon guru matematika di Papua dalam mengintegrasikan konsep matematika ke dalam video pembelajaran yang dapat digunakan oleh peserta didik di Papua sebagai media pembelajaran dalam jaringan maupun luar jaringan di Masa Pandemi Covid-19. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa calon guru yang berada di semester tujuh pada Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Cenderawasih.  Metode yang digunakan adalah Project-based Learning, yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu (1) merumuskan pertanyaan penting; (2) mendesain rencana proyek; (3) membuat jadwal; (4) memantau kemajuan proyek; (5) menilai produk; dan (6) mengevaluasi pengalaman. Hasil dari kegiatan ini adalah 89% calon guru matematika lebih percaya diri akan kompetensi yang harus mereka miliki sebagai calon guru. Hal ini mengindikasikan bahwa kompetensi calon guru matematika di Papua semakin optimal dengan menghasilkan video pembelajaran matematika. Video Pembelajaran ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran oleh peserta didik yang berada di Kota maupun Kabupaten Jayapura di Masa Pandemi Covid-19. Abstract:  This activity aims to optimize the competence of prospective mathematics teachers in Papua in integrating mathematical concepts into instructional videos that can be used by students in Papua as learning media both online and outside the network during the Covid-19 Pandemic. The partners involved in this activity are student teacher candidates who are in the seventh semester of the Cenderawasih University Mathematics Education Study Program. The method used is project-based learning, which consists of several stages, namely (1) formulating important questions; (2) designing the project plan; (3) create a schedule; (4) monitoring project progress; (5) assessing products; and (6) evaluating experience. The result of this activity is that 89% of prospective mathematics teachers are more confident in the competencies they must have as prospective teachers. This indicates that the competence of prospective mathematics teachers in Papua is getting more optimal by producing mathematics learning videos. This Learning Video can be used as a learning medium by students in the City and Regency of Jayapura during the Covid-19 Pandemic.
PENDAMPINGAN BELAJAR MATEMATIKA MEMBUKTIKAN LUAS LINGKARAN DENGAN PENDEKATAN LUAS BANGUN DATAR LAINNYA Hamidah Hamidah; Jaka Wijaya Kusuma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2648.501 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4047

Abstract

Abstrak: Lingkaran merupakan bagian dari geometri yaitu sebagai dasar mempelajari bangun-bangun lain seperti tabung dan kerucut. Namun lingkaran masih menjadi momok bagi siswa dan masih banyak siswa memperoleh nilai tergolong rendah. Tujuan kegiatan yaitu memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan berkesan menggunakan media manipulatif dalam pembelajaran matematika yaitu membuktikan luas lingkaran dengan pendekatan bangun datar lainnya. Metode pengumpulan datanya yaitu metode survey dengan memberikan angket kuesioner kepada siswa setelah kegiatan berlangsung dan dokumentasi berupa foto kegiatan. Subjek pengabdian yaitu siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Tanara Banten yang berjumlah 26 orang. Hasil kuesioner diketahui bahwa rata-rata siswa memberi respon >80% untuk semua pernyataan yang diberikan, artinya dengan adanya kegiatan pembelajaran dengan media manipulatif siswa menjadi lebih percaya diri dalam menyelesaikan soal-soal lingkaran, mengembangkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah, dan melatih kemampuan komunikasi. Pengetahuan siswa terhadap materi luas lingkaran bukan sekedar hapalan tapi pemahaman yang berkesan. Selanjutnya hasil tes akhir menunjukan bahwa nilai matematika siswa meningkatkan drastis dibandingkan dengan tes awal.   Abstract:  Circles are part of the geometry that is the basis of learning other builds such as tubes and cones. But circles are still a scourge for students and many students still get low grades. The purpose of the activity is to provide a meaningful and memorable learning experience using manipulative media in mathematical learning that is to prove the breadth of the circle with other flat-build approaches. The method of data collection is the survey method by providing questionnaire questionnaires to students after the activity and documentation in the form of photos of activities. The subjects of devotion were grade IX students at SMP Negeri 1 Tanara Banten which numbered 26 people. The results of the questionnaire found that the average student responded >80% to all statements given, meaning that with learning activities with manipulative media students become more confident in solving circle questions, developing students' skills in problem-solving, and training communication skills. Students' knowledge of the broad material of the circle is not just memory but a memorable understanding. Furthermore, the final test results show that students' math scores improve drastically compared to the initial test.
MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI (MKM) PADA REMAJA SEBAGAI PENERAPAN PRILAKU MENJAGA KEBERSIHAN DIRI DAN LINGKUNGAN Netty Herawaty Purba; Erika Fariningsih; Liana Devi Oktavia; Murniati Safitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.515 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4111

Abstract

Abstrak: Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) adalah pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi. Akses menggunakan pembalut yang bersih, dapat diganti sesering mungkin selama periode menstruasi, dan memiliki akses untuk pembuangannya, serta dapat mengakses toilet, sabun, dan air untuk membersihkan diri dalam kondisi nyaman dengan privasi yang terjaga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) pada Remaja sebagai Penerapan Prilaku Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi zoom, dan pada kegiatan ini diberikan kuesioner pada pre dan post untuk mengukur pengetahuan remaja tentang MKM pada Remaja sebagai Penerapan Prilaku Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat (pengabmas) yang dilakukan tentang MKM pada Remaja sebagai Penerapan Prilaku Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan didapatkan jumlah responden adalah remaja putri yang sudah mendapatkan menstruasi dengan usia 13-20 tahun sebanyak 32 orang,  dan mayoritas remaja berpendidikan SMA sebanyak 19 orang (58%). Hasil Pre-test didapatkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi mayoritas dengan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 22 orang (70%) dan setelah penyuluhan lewat presentasi dan video interaktif post-test menunjukkan tingkat pengetahuan mayoritas memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 25 orang (78,5%). Abstract:  Menstrual Hygiene Management (MHM) is the management of hygiene and health when women experience menstruation. Women should be able to use sanitary pads, change them frequently during the menstrual period, have access to their disposal, and have access to toilets, soap and water to clean themselves in comfortable conditions with privacy maintained. The aim of this activity is to provide health education about MHM for Adolescents as the Application of Behavior Maintaining Personal and Environmental Hygiene. activities carried out with online media with the zoom application, and we’re given a questionnaire to pre and post to measure adolescent knowledge about MHM. The results of was found that 32 respondents were young women who had menstruated with the age of 13-20 years, and the majority of adolescents had high school education as many as 19 people (58%). The results of the pre-test found that the level of knowledge of young women about MHM was mostly 22 people (70%) and after counseling through post-test presentations and interactive videos showed that the majority level of knowledge had a good knowledge level of 25 people (78, 5%). Abstrak:Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) adalah pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi. Perempuan harus dapat Akses menggunakan pembalut yang bersih, dapat diganti sesering mungkin selama periode menstruasi, dan memiliki akses untuk pembuangannya, serta dapat mengakses toilet, sabun, dan air untuk membersihkan diri dalam kondisi nyaman dengan privasi yang terjaga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) pada Remaja sebagai Penerapan Prilaku Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi zoom, dan pada kegiatan inidiberikan kuesioner pada pre dan post untuk mengukur pengetahuan remaja tentang Menstruasi (MKM) pada Remaja sebagai Penerapan Prilaku Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat (pengabmas) yang dilakukan tentang Menstruasi (MKM) pada Remaja sebagai Penerapan Prilaku Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan didapatkan jumlah responden adalah remaja putri yang sudah mendapatkan menstruasi dengan usia 13-20 tahun sebanyak 32 orang,  dan mayoritas remaja berpendidikan SMA sebanyak 19 orang (58%).Hasil Pre-test didapatkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi mayoritas dengan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 22 orang (70%) dan setelah dilakukan penyuluhan lewat presentasi dan video interaktif post-test menunjukkan tingkat pengetahuan mayoritas memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 25 orang (78,5%).  
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENERAPAN CHSE BAGI PENGELOLA HOMESTAY Dyah Palupiningtyas; Heru Yulianto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.417 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4087

Abstract

Abstrak: Masa era new normal yang diterapkan selama pandemi covid 19 menuntut adanya penerapan protocol kesehatan di semua sector termasuk sector pariwisata. Homestay di desa wisata sebagai bagian dari sector pariwisata pun tidak luput dari penerapan protocol kesehatan yaitu penerapan Cleanliness, Healthy, Safety and Environment (CHSE). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman CHSE kepada pengelola-pengelola homestay di Desa Wisata Mandiraja, kecamatan Moga Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Metode pelaksanaan pengabdian diawali dengan survey awal dilanjukan dengan kegiatan Fokus Grup diskusi kemudian pelatihan terkait pengelolaan pengembangan dan penerapan CHSE dan diakhiri dengan monitoring langsung ke homestay-homestay yang telah diberi pelatihan. Hasil akhir dari kegiatan ini diperoleh bahwa 90% pengelola homestay yang tadinya kurang memahami adanya CHSE menjadi paham dan 100% menyatakan perlu adanya penerapan CHSE pada masa era new normal selama pandemi Covid 19 demi kenyamanan dan keselamatan wisatawan yang dating ke desanya. Abstract:  The period of the new normal era which was implemented during the Covid 19 pandemic requires the application of health protocols in all sectors including the tourism sector. Homestay in tourist villages as part of the tourism sector must also implement a health protocol, namely the application of Cleanliness, Healthy, Safety and Environment (CHSE). The purpose of this community service activity is to provide an understanding of the CHSE to homestay managers in Mandiraja Tourism Village, Moga sub-district, Pemalang Regency, Central Java. The method of implementing the service begins with an initial survey followed by Focus Group discussion activities then training related to the management of the development and implementation of the CHSE and ends with direct monitoring to the homestays that have been given training. The final result of this activity was that most of the homestay managers who previously did not understand the CHSE became aware and 100% stated that there was a need to implement CHSE during the new normal era during the Covid 19 pandemic for the comfort and safety of tourists who came to their villages.