cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 95 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2023): April" : 95 Documents clear
PEMBERDAYAAN KELOMPOK DASAWISMA MELALUI PEMANFAATAN TOGA BERBASIS IPTEK DAN APLIKASI TEMUAN ILMIAH Fihrina Mohamad; Prisca Safriani Wicita; Ysrafil Ysrafil; Denny Indra Setiawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.12918

Abstract

Abstrak: Kelurahan Ipilo merupakan salah satu kelurahan di Kota Gorontalo yang umumnya masih memiliki pekarangan yang luas untuk pemanfaatan TOGA. Berdasarkan pengamatan, beberapa ibu rumah tangga telah menanam TOGA, namun belum memahami manfaat TOGA secara ilmiah dan belum memahami cara penggunaan TOGA. Oleh karena itu, permasalahan yang muncul adalah kecenderungan masyarakat untuk memilih obat tradisional masih rendah dibandingkan dengan obat sintetik, yang diketahui jika obat sintetik dikonsumsi dalam jangka panjang memiliki efek samping yang sangat berpengaruh terhadap status kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat sejumlah 30 peserta yang terdiri atas kelompok Dasawisma dan anggota PKK di kelurahan Ipilo Kota Gorontalo ¬untuk mengoptimalkan TOGA. Kegiatan ini dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama; Edukasi berupa penyuluhan dan demonstrasi, tahap kedua; monitoring dan evaluasi, tahap ketiga; Tindak lanjut hasil monev berupa pendampingan dan fasilitasi kepada anggota Dasa Wisma, kader dan Kelompok UP2K PKK Kel. Ipilo dalam pembuatan produk herbal serta praktek nyata kewirausahaan melalui kegiatan bazar. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain (1) adanya peningkatan pemahaman masyarakat kelurahan Ipilo mengenai khasiat ilmiah TOGA berdasarkan hasil pre-test (86%) dan post-test (99%); (2) adanya peningkatan kepercayaan penggunaan obat tradisional dibandingkan dengan obat sintetik dalam pengobatan sendiri berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi baik secara langsung maupun melalui Whatsapp Group "Keluarga Herbal Sehat"; (3) adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam berinovasi untuk mengolah TOGA menjadi produk yang bernilai ekonomis, berupa produk makanan berbahan tanaman obat (daun ceri) yaitu puding susu ceri dan minuman susu jagung ceri; dan (4) adanya fasilitasi bagi masyarakat untuk mendapatkan sertifikat Keamanan Pangan. Abstract: Ipilo Village is one of the villages in Gorontalo City which generally still has a large yard for the use of TOGA. Based on observations, several housewives have planted TOGA, but do not understand the benefits of TOGA scientifically and do not understand how to use TOGA. Therefore, the problem that arises is that the tendency of people to choose traditional medicines is still low compared to synthetic drugs, which is known if synthetic drugs are consumed in the long term it has side effects that greatly affect health status. This community service aims to provide training and assistance to the community, especially the Dasawisma group and PKK members in Ipilo Village to optimize TOGA. This activity is carried out in 3 stages. The first stage; Education in the form of counseling and demonstrations, the second stage; monitoring and evaluation, third stage; The follow-up to the results of the monev was in the form of mentoring and facilitation to Dasa Wisma members, cadres and the UP2K PKK Group Kel. Ipilo in the manufacture of herbal products as well as the real practice of entrepreneurship through bazaar activities. The results of this community service activity include (1) an increase in the understanding of the Ipilo village community regarding the scientific efficacy of TOGA based on the results of pre-test (86%) and post-test (99%); (2) there is an increase in trust in the use of traditional medicines compared to synthetic drugs in self-medication based on the results of monitoring and evaluation both directly and through the Whatsapp Group "Healthy Herbal Family"; (3) there is an increase in community skills in innovating to process TOGA into products that have economic value, in the form of food products made from medicinal plants (cherry leaves), namely cherry milk pudding and cherry corn milk drink; and (4) facilitation for the community to obtain a Food Safety certificate.  
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENINGKATAN PROMOSI PRODUK KERAJINAN KULIT DI DESA WISATA MANDING YOGYAKARTA Rela Adi Himarosa; Athira Nur Rahma; Chusnul Azhar; Wahyu Nursehan; Fajar Sofyantoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13842

Abstract

Abstrak: Desa wisata Manding terletak di Yogyakarta dan mengusung usaha kerajinan kulit sebagai pilar utama perekonomian. Berkaca dari kendala yang dialami selama pandemi COVID-19, UMKM di Manding membutuhkan pendampingan terkait adopsi penggunaan teknologi informasi untuk sarana promosi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan terkait integrasi media sosial dan e-commerce dalam usaha. Sebanyak 12 orang pengurus UMKM Sepatuku dan Fatimah Handicraft di Manding dilibatkan sebagai mitra. Program yang sudah dilaksanakan mencakup pelatihan pembuatan akun media sosial dan e-commerce serta penyusunan foto katalog dan video profil. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab informal, observasi kualitatif, dan diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengurus UMKM menjadi paham terkait peran penting teknologi informasi untuk mendukung penjualan produk. Selain itu, melalui program ini, mitra juga bisa membuat akun dan menggunakan media sosial serta e-commerce untuk sarana promosi.Abstract: The Manding tourism village in Yogyakarta relies on leather crafting as the backbone of its economy. In light of the challenges posed by the COVID-19 pandemic, the micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Manding are seeking assistance with leveraging information technology to promote their businesses. This community service program was initiated to provide training for integrating social media and e-commerce platforms into their operations. The program partnered with 12 staff members from MSME Sepatuku and Fatimah Handicraft. The training covers areas such as creating social media and e-commerce accounts, and compiling catalog photos and video profiles. Informal questions, qualitative observations, and discussions were used to evaluate the program's effectiveness. The results of the evaluation and monitoring demonstrate that the MSME staff members appreciate the crucial role of information technology in supporting their sales. At the conclusion of the program, the partners are now equipped to create accounts and effectively utilize social media platforms for promotional purposes. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Aris Kusumawati; Raulia Riski; Sri Hidayati; Farid Duta Hadyanto; Anandito Satria Pradana; Fitri Rayani Siahaan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13383

Abstract

Abstrak: Pembelajaran daring mendorong kebutuhan guru akan media pembelajaran yang menarik untuk memaksimalkan efektivitas pembelajaran dan menghadirkan minat belajar siswa. Namun, kebanyakan guru belum memiliki kemampuan desain media pembelajaran yang memadai sesuai dengan perkembangan teknologi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan desain media pembelajaran guru-guru di SMA Negeri 1 Surabaya melalui pelatihan desain menggunakan platform desain Canva. Sebanyak 25 guru dengan latar belakang pengajaran yang berbeda-beda menerima materi cara mendesain media pembelajaran menggunakan Canva serta melakukan praktik mandiri didampingi tim pengabdi. Evaluasi dilakukan dengan cara obeservasi, wawancara, dan pemberian kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan desain peserta dengan persentase kepuasan sebesar 88%, serta potensi keberlanjutan pemanfaatan Canva untuk mendesain media pembelajaran sebesar 90%. Abstract: Online learning encourages teachers' need for interesting learning media to maximize learning effectiveness and generate student learning interest. However, most teachers do not have adequate learning media design skills in accordance with technological developments. This community service aims to improve the learning media design skills of teachers at SMA Negeri 1 Surabaya through design training using the Canva design platform. As many as 25 teachers with different teaching backgrounds received material on how to design learning media using Canva and carried out independent practice accompanied by the service team. Evaluation was carried out by observing, interviewing, and giving questionnaires. The evaluation results show that this training succeeded in increasing the participants' design skills with a satisfaction percentage of 88%, as well as the potential for sustainable use of Canva to design learning media by 90%.  
LITERASI KEUANGAN PELAKU UMKM DESA WISATA CIPTA KARYA Shanti Veronica br Siahaan; Sira Albina; Petrus Benny; Deli Deli; Serli Aprianti; Oktoberni Oktoberni; Sofia Anggriani; Novena Gloria Dara Tarigas; Rezza Pana Kontesa; Angga Domeos Manggara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12862

Abstract

Abstrak : Literasi keuangan diperlukan untuk dapat membantu pelaku UMKM di Desa Cipta Karya dan mahasiswa Institut Shanti Bhuana yang sudah mulai merintis usaha namun belum memahami pentingnya membuat catatan keuangan secara teratur ataupun pembukuan usaha yang dijalankan. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta pelatihan yang diperoleh melalui pelatihan literasi keuangan untuk mendapatkan manfaat terhadap akses permodalan dan kemampuan memilih berbagai produk dan jasa keuangan yang ditawarkan untuk mengembangkan usaha . Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh tim pelaksana matching fund kedaireka Institut Shanti Bhuana tahun 2022 bersama narasumber dari Bank Kalbar, BPKPAD Kab. Bengkayang dan KP2KP Bengkayang dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini telah memberikan pengetahuan baru dan keterampilan dalam menggunakan aplikasi keuangan berbasis android seperti aplikasi Catatan Keuangan dan pengenalan aplikasi SI APIK yang memudahkan pelaku UMKM membuat laporan keuangan, mendapatkan informasi tentang adanya tawaran permodalan UMKM, serta hak dan kewajiban perpajakan pelaku UMKM . Abstract: Financial literacy is needed to be able to help MSMEs in Cipta Karya Village and students of the Shanti Bhuana Institute who have started starting a business but do not yet understand the importance of making regular financial records or keeping track of the business being run. Therefore, the purpose of this community service activity is to improve the abilities and skills of the trainees obtained through financial literacy training to benefit from access to capital and the ability to choose various financial products and services offered to develop a business. The implementation of the activity was carried out by the team implementing the matching fund at the Shanti Bhuana Institute in 2022 together with resource persons from Bank Kalbar, BPKPAD Kab. Bengkayang and KP2KP Bengkayang were carried out using lecture, discussion, training and mentoring methods. This activity has provided new knowledge and skills in using Android-based financial applications such as the Catatan Keuangan application and the introduction of the SI APIK application which makes it easier for MSME players to make financial reports, get information about MSME capital offers, and the tax rights and obligations of MSME players.  
SEMINAR PENGABDIAN PADA MASYARAKAT MENINGKATKAN KETAHANAN PSIKOLOGIS DI MASA PANDEMI COVID-19 Muhamad Uyun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13887

Abstract

Abstrak: Virus Corona adalah wabah penyakit sistem pernafasan yang berpotensi merenggut nyawa seseorang, keberadaan virus corona berdampak dalam segala aspek kehidupan termasuk aspek psikologis maupun aspek ekonomi. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan ketahanan psikologis di masa Covid-19. Metode yang digunakan berupa seminar daring strategi meningkatkan ketahanan psikologis dimasa pandemi covid 19. Berdasarkan hasil evaluasi dari gform menunjukkan bahwa dari 183 peserta merasa sangat terbantu dengan adanya seminar, sedangkan untuk tingkat keberhasilan seminar 85%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa program pengabdian pada masyarakat yang telah dilaksanakan memberikan sumbangan yang efektif dan dikatakan berhasil dalam mencapai tujuan.Abstract: Corona virus is a respiratory system disease outbreak that has the potential to claim a person's life, the existence of the corona virus has an impact in all aspects of life including psychological and economic aspects. The purpose of this community service is to increase psychological resilience during the Covid-19 period. The method used is an online seminar on strategies to increase psychological resilience during the covid 19 pandemic. Based on the evaluation results from gform, it shows that 183 participants felt very helped by the seminar, while the success rate of the seminar was 85%. So it can be concluded that the community service program that has been carried out makes an effective contribution and is said to be successful in achieving its goals.
AKSI CEGAH STUNTING MELALUI APLIKASI SAGITA: STATUS GIZI BALITA Muhammad Hablul Barri; Fenty Alia; Ledya Novamizanti; Rita Purnamasari; Fityanul Akhyar; Tora Fahrudin; Putu Harry Gunawan; Satria Mandala
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13231

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia, terutama di Desa Lengkong, Jawa Barat. Beberapa penyebab utama yaitu kesulitan dalam pencatatan dan monitoring status gizi balita saat pelakasanaan posyandu. Pencatatan yang masih secara manual membuat beberapa data yang tersimpan sulit untuk dicari dan rentan akan adanya kesalahan pada saat penginputan. Tujuan dari pengabdian ini adalah ingin merealisasikan suatu aplikasi yang dapat memudahkan kader posyandu dalam memonitoring status gizi balita secara terpusat. Sehingga diharapkan mitra dapat dengan praktis memasukkan data, mereview akumulasi data serta membuat analisis data tersebut secara cepat dan akurat. Aplikasi ini kemudian akan disosialisasikan dalam sebuah penyluhan gizi balita. Data dari aplikasi ini nantinya dapat digunakan oleh semua pihak yang berkepentingan secara realtime. Kegiatan ini didawali dengan survei permasalahn ke lapangan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan aplikasi lalu diakhiri dengan serah terima dan sosialisasi dari aplikasi yang telah dibuat. Dari kegiatan ini, mitra dalam hal ini adalah kader posyandu dan perangkat desa mencoba secara langsung aplikasi yang dibuat, sehingga dapat memberikan masukin secara langsung kepada tim untuk perbaikan aplikasi. Dari survei yang yang disebar ke seluruh peserta, didapati 80% peserta merasa puas dengan aplikasii yang ada dan berharap aplikasi segera dapat dilakukan perbaikan sehingga dapat langsung digunakan di desa Lengkong. Abstract: Stunting is one of the important public health problems in Indonesia, especially in Lengkong Village, West Java. Several main causes are difficulties in recording and monitoring the nutritional status of toddlers during the implementation of posyandu (integrated health post). Manual recording makes some stored data difficult to find and prone to errors during inputting. The purpose of this community service is to realize an application that can facilitate posyandu workers in monitoring the nutritional status of toddlers in a centralized manner. Thus, it is expected that partners can easily input data, review data accumulation, and quickly and accurately analyze the data. This application will then be socialized in a toddler nutrition campaign. Data from this application can be used by all stakeholders in real-time. This activity begins with a survey of problems in the field, followed by application development and ends with the handover and socialization of the application that has been made. From this activity, partners, in this case, posyandu workers and village officials, directly try out the application, so they can provide direct feedback to the team for application improvements. From the survey distributed to all participants, it was found that 80% of participants were satisfied with the existing application and hoped that the application could be improved soon, so it could be immediately used in Lengkong Village. 
PKM KELOMPOK TANI MAJU JAYA MELALUI BUDIDAYA LEBAH MADU LINOT Baihaqi Baihaqi; Zidni Ilman Navia; Heri Irawan; Imam Hadi Sutrisno; Adi Bejo Suwardi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13707

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan budidaya lebah madu linot pada masyarakat sekitar hutan terutama bagi 25 anggota kelompok tani maju jaya kampung batu bedulang kabupaten Aceh Tamiang sebagai usaha penguatan ekonomi dan konservasi taman nasional gunung leuser secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah participatory rural appraisal dan transfer teknologi melalui beberapa tahapan kegiatan antaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan dan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan yang terangkum dalam lembar post test menunjukkan 40,1% anggota kelompok memahami ukuran standar sebuah rumah koloni, 33,4% cukup mengetahui jangka waktu panen budidaya lebah madu linot, 23,3% sangat mengetahui ciri-ciri kelompok tani yang sehat, 47,4% mengetahui fungsi dan peran badan penyuluh pertanian, 30.1% cukup mengetahui prosedur pengembangan rencana usaha pada kelompok tani dan 13,3% sangat mengetahui prosedur menghitung harga jual produk. Disimpulkan bahwa 26,7% anggota kelompok sangat memahami prosedur kerja pembuatan rumah koloni, 40% memahami jenis hama yang sering ditemukan dalam budidaya lebah madu linot, 56,7% cukup mengetahui potensi sumber daya kelompok tani maju jaya, 23,3% sangat mengetahui prosedur pengembangan rencana usaha pada kelompok tani dan 36,6% mengetahui tujuan melakukan pembukuan secara rutin.Abstract: This community service (PKM) aims to introduce linot honey bee cultivation to communities around the forest, especially for 25 members of the Maju Jaya farmer group, Batu Bedulang village, Aceh Tamiang district as an effort to strengthen the economy and conserve Gunung Leuser National Park in a sustainable manner.The method used is participatory rural appraisal and technology transfer through several stages of activity including coordination, outreach, implementation of activities, mentoring and monitoring and evaluation. The results of the activities summarized in the post test sheet showed that 40.1% of group members understood the standard size of a colony house, 33.4% knew enough about the harvest period for linot honey bee cultivation, 23.3% really knew the characteristics of a healthy farmer group, 47.4% know the function and role of the agricultural extension agency, 30.1% know enough about the procedure for developing a business plan for farmer groups and 13.3% really know the procedure for calculating product selling prices. It was concluded that 26.7% of group members really understood the work procedures for making colony houses, 40% understood the types of pests that are often found in linot honey bee cultivation, 56.7% knew enough about the resource potential of the advanced jaya farmer group, 23.3% knew the procedure very well. Development of business plans for farmer groups and 36.6% know the purpose of carrying out regular bookkeeping.
PENGUATAN PERAN KADER AISYIYAH DALAM PENCEGAHAN STUNTING Nurlina Nurlina; Nurbiah Eka Susanty; Nurdiana Nurdiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13965

Abstract

Abstrak: Pengetahuan kader menjadi sangat penting karena dapat berpengaruh pada kinerja kader dalam pencegahan stunting. Peran kader sangat dibutuhkan agar dapat menyampaikan informasi, memberikan contoh, hingga menjalankan program untuk meningkatkan kesehatan khususnya terkait dengan masalah stunting. Hasil wawancara dari Pimpinan Cabang Aisyiyah Matakali bahwa program dalam bidang kesehatan belum berjalan secara maksimal. Maka dari itu, tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah menguatkan peran kader Aisyiyah Cabang Matakali dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pencegahan stunting di Kabupaten Polman. Metode yang digunakan adalah edukasi tentang deteksi dini stunting (cara pengukuran antropometri), edukasi tentang gizi seimbang bayi/balita, serta demontrasi dan pendampingan pengolahan, penyajian dan pemberian makan tambahan bagi bayi dan balita. Mitra kegiatan adalah Kader Aisyiyah Cabang Matakali yang berjumlah 25 orang dan ibu bayi/balita di Desa Barumbung Kecamatan Matakali Kabupaten Polman yang berjumlah 33 orang.Terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi dan praktik sebagai upaya penguatan peran kader Aisyiyah Cabang Matakali dalam pencegahan stunting di Kabupaten Polman. Hal ini dibuktikan dengan gambaran pengetahuan peserta yang hanya berada di kategori cukup (56%) dan kurang (44%) saat pretest. Setelah edukasi dan praktik menjadi kategori baik (46%) dan cukup (38%), walaupun masih ada kategori kurang (2%).Abstract: Knowledge of cadres is very important because it can affect the performance of cadres in preventing stunting. The role of cadres is urgently needed in order to be able to convey information, provide examples, and carry out programs to improve health, especially related to the problem of stunting. The results of interviews with the Head of the Aisyiyah Matakali Branch indicated that the program in the health sector had not run optimally. Therefore, the purpose of this community service is to strengthen the role of Aisyiyah cadres in the Matakali Branch by increasing their knowledge and skills in preventing stunting in Polman Regency. The method used is education about early detection of stunting (anthropometric measurement method), education about balanced nutrition for infants/toddlers, as well as demonstrations and assistance in processing, serving and providing additional food for infants and toddlers. The activity partners were Aisyiyah Cadres of Matakali Branch, totaling 25 people and mothers of babies/toddlers in Barumbung Village, Matakali District, Polman Regency, totaling 33 people. There was an increase in knowledge after being given education and practice as an effort to strengthen the role of Aisyiyah cadres of Matakali Branch in preventing stunting in Polman Regency. This is evidenced by the description of the participants' knowledge which was only in the sufficient category (56%) and less (44%) during the pretest. After education and practice, the category is good (46%) and sufficient (38%), although there is still a poor category (2%). 
KOMUNIKASI INFORMASI EDUKASI DAN DEMONSTRASI PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK DALAM PENCEGAHAN STUNTING Ni Putu Parama Acintya Sari Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13574

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu permasalahan tumbuh kembang anak di Indonesia. Stunting ditandai dengan tidak linernya antara tinggi badan anak dengan usianya. Identifikasi masalah yang dilakukan diperlukannya program kerja yaitu Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dan Demonstrasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Tujuan yang diharapkan adalah setiap ibu dapat bersedia mengaplikasikan rekomendasi PMBA kepada bayi dan anak dirumah. Kegiatan ini melibatkan mitra sebanyak 11 orang yang terdiri dari ketua tim PKK, Kepala Desa Kedayunan, staf pemerintah Desa Kedayunan, bidan desa, dan kader dari Dusun Krajan Desa Kedayunan. Mitra sasaran dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat terdiri dari 31 orang. Metode yang digunakan adalah pemberian informasi dan edukasi serta komunikasi dan diselingi dengan demonstrasi pembuatan makan bayi dan anak sehingga memudahkan para ibu untuk memahami konsep PMBA. Monitoring dilakukan dengan melakukan koordinasi pelaksanaan pengaplikasian PMBA kepada ibu kader di Dusun Krajan. Hasil yang dicapai adalah terdapat peningkatan sebesar 70% menjadi 70,96% ibu yang menjawab benar review yang diajukan dalam bentuk pertanyaan oleh koordinator.Abstract: Stunting is one of the problems of child development in Indonesia. Stunting is characterized by no liner between a child's height and age. Identification of the problems carried out requires a work program, namely Educational Information Communication (IEC) and Demonstrations of Feeding Infants and Children (PMBA). The expected goal is that every mother can be willing to apply IYCF recommendations to infants and children. This activity involved 11 partners consisting of the PKK team leader, Kedayunan Village Head, Kedayunan Village government staff, village midwife, and cadres from Krajan Hamlet, Kedayunan Village. Target partners in the implementation of community service consist of 31 people. The method used is to provide information and education as well as communication and interspersed with presentations on the manufacture of baby and child food so that it makes it easier for mothers to understand the concept of IYCF. Monitoring is carried out by coordinating the implementation of the IYCF application to female cadres in Krajan Hamlet. The results achieved were an increase of 70% to 70.96% of mothers who answered correctly the review submitted in the form of questions by the coordinator.
INTRODUKSI MICROGREEN SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PANGAN SEHAT KELUARGA DAN EDUKASI GENERASI MUDA MASYARAKAT PERKOTAAN Tinjung Mary Prihtanti; Nugraheni Widyawati; Endang Pudjihartati; Djoko Murdono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13087

Abstract

Abstrak: Pertanian di perkotaan semakin dieksplorasi seiring berkembangnya teknik budidaya lahan sempit, serta berbagai alternatifnya. Microgreen merupakan salah satu alternatif bertanam di lahan sempit yang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Kota Salatiga. Introduksi microgreen dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang manfaat dan teknik budidaya microgreen yang diharapkan mendukung kualitas pangan rumah tangga, materi edukasi bagi generasi muda, dan menjadi alternatif berwiusaha pertanian di lahan sempit. Kegiatan dilakukan pada bulan Februari 2022 dengan metode penyuluhan dan demonstrasi kepada masyarakat umum. Sejumlah 27 peserta terdiri dari guru, anak muda (SMA dan mahasiswa) menyatakan respon, berminat mencoba sendiri (78,9% peserta), merasa relevan diajarkan lebih lanjut pada sekitarnya (78,9%), dan perlunya pelatihan lanjutan (94,7%). Abstract: Agriculture in urban areas is increasingly being explored along with the development of narrow land cultivation techniques, as well as various alternatives. Microgreen is an alternative to planting on narrow land which is still not widely known by the people of Salatiga City. The introduction of microgreens is carried out to increase understanding of the benefits and cultivation techniques of microgreen which are expected to support the quality of household food, provide educational materials for the younger generation, and become an alternative for entrepreneurship in agriculture on narrow land. The activity was carried out in February 2022 with the method of counseling and demonstrations to the general public. A total of 20 participants consisting of teachers, young people (high school and university students) expressed a response, were interested in trying it themselves (78.9% of participants), felt it was relevant to be taught further in their surroundings (78.9%), and needed further training (94.7%).  

Page 2 of 10 | Total Record : 95