cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 91 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): April" : 91 Documents clear
SOSIALISASI PROGRAM SERTIFIKASI HALAL GRATIS BAGI PELAKU USAHA MIKRO DAN KECIL Asmawati Asmawati; Dina Soes Putri; Adi Gunawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21303

Abstract

Abstrak: Sertifikasi halal merupakan tahapan yang harus dilakukan oleh produsen, khususnya untuk produk-produk makanan dan minuman (mamin), agar konsumen Indonesia yang mayoritas muslim dapat mengkonsumsi produk-produk tersebut dengan rasa aman dan nyaman. Sayangnya, tidak semua produk, khususnya hasil UMKM, yang mencantumkan label halal MUI di kemasan produknya. Oleh karena itu, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi program sertifikasi halal gratis (SEHATI) dan pendampingan pengajuan sertifikasi halal melalui skema self-declare kepada para pelaku UMK anggota Ikatan Muslimah Indonesia (IPEMI) NTB. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran (awareness) para pelaku UMK untuk segera mengurus sertifikasi halal produknya, mengingat per 17 Oktober 2024 semua produk makanan dan minuman wajib bersertifikat halal. Selain itu, mitra juga dibekali dengan softskill (melalui bimtek) yang dapat digunakan untuk mengajukan sertifikasi halal produknya melalui skema self-declare. Mitra kegiatan ini adalah pelaku UMK yang merupakan anggota aktif IPEMI NTB sejumlah 10 orang. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Action Researh (PAR), dimana tim pengabdian memberikan sosialisasi program SEHATI yang dilanjutkan dengan pendampingan pengajuan self-declare. Sistem evaluasi yang dilakukan melalui kegiatan pengabdian ini adalah observasi langsung. Tema sosialisasi terdiri dari: “Urgensi Sertifikasi Halal Produk bagi Pelaku UMKM” dan “Teknis Pengajuan Sertifikasi Halal MUI Melalui Skema Self-declare”. Untuk mempermudah mitra dalam pengajuan berkas-berkas yang dibutuhkan, tim pelaksana telah membagikan modul bimbingan teknis yang bisa dipelajari secara mandiri. Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan program pengabdian ini adalah di atas 80%, ditandai dengan keaktifan dan pemahaman mitra (peserta) terhadap materi yang disampaikan yang ditunjukkan oleh antusiaisme dalam bertanya dan keinginan untuk segera mengajukan sertifikasi halal produk makanan dan minuman yang dimilikinya melalui program SEHATI.Abstract: Halal certification is a step that producers must take, especially for food and beverage products (mamin), so that Indonesian consumers, who are predominantly Muslim, can consume these products with a sense of security and comfort. Unfortunately, not all products, especially those produced by MSMEs, carry the MUI halal label on their product packaging. Therefore, the free halal certification programme (SEHATI) and assistance in applying for halal certification through a self-declaration scheme has been implemented for MSME members of the Indonesian Muslimah Association (IPEMI) NTB. The aim of this service is to raise awareness among MSMEs to start working on halal certification of their products immediately, as all food and beverage products must be halal certified by 17 October 2024. In addition, partners will be equipped with soft skills (through technical guidance) to apply for halal certification of their products through a self-declaration scheme. The partners of this activity are MSE actors who are active members of IPEMI NTB. The service methodology used is Participatory Action Research (PAR), where the service team provides socialisation of the SEHATI programme, followed by assistance in submitting the self-declaration. In addition, the activity participants were actively involved in discussions and mentoring activities. The theme of the socialisation will be: "The Urgency of Product Halal Certification for MSME Actors" and "Technical Application for MUI Halal Certification through the Self-Declare Scheme". To help partners submit the required documentation, the implementation team has distributed technical guidance modules that can be studied independently.
PENDAMPINGAN KADER POSYANDU DALAM KONSELING MP-ASI BERBAHAN PANGAN LOKAL Juhartini Juhartini; Fadila Fadila; Wildaningsih H. Idu; Kiky Rahmawati; Siti Dewi Duwila; Nurbaya Nurbaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21598

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang paling sering ditemukan dalam pemberian makanan bayi atau anak umur 0-24 bulan antara lain pemberian makanan prelakteal, anak tidak mendapat MP ASI dalam jumlah yang cukup baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam memberi konseling makanan pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) berbasis pangan lokal. Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara bertahap, yakni tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi selama bulan September – November 2019. Sasaran yaitu kader posyandu Dahlia sebanyak 5 orang. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan pendampingan dilakukan dalam bentuk role play. Evaluasi dilakukan dalam bentuk pre-post test setelah kegiatan penyuluhan dan evaluasi kunjungan kader untuk menilai keterampilan konseling kader. Terjadi peningkatan pengetahuan kader dari skor rata 62,6 menjadi 80,4 dan keterampilan dalam melakukan konseling tentang MP ASI pangan lokal sudah cukup baik.Abstract: The problems most often found in feeding babies or children aged 0–24 months include prelacteal feeding and children not getting complementary foods in sufficient quantities, both in terms of quantity and quality. This community service activity aimed to enhance the knowledge and skills of posyandu caders in providing local food-based food counselling. The dedication activities are carried out gradually, i.e., in the preparation, implementation, and evaluation phases, during September and November 2019. The target was five Posyandu cadres. The methods used are deliberations through lectures, discussions, and questions. Evaluation is carried out in the form of a pre-post test after the design activities and the evaluation of cadre visits to assess caders' advisory skills. There has been an increase in cadre's knowledge from an average score of 62.6 to 80.4, and the skills in conducting counselling on local milk and food MPs have been quite good.
PENGUATAN KOMPETENSI PENGAWAS DAN KEPALA SEKOLAH MELALUI WORKSHOP PENGEMBANGAN INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK SEKOLAH PENGGERAK Nunuk Hariyati; Amrozi Khamidi; Muhamad Sholeh; Nia Islamiah; Indah Nur Faizah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22183

Abstract

Abstrak: Pelatihan pengembangan instrumen supervisi sekolah penggerak merupakan langkah strategis yang dilaksanakan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi Pengawas dan Kepala Sekolah atas permasalahan rendahnya kompetensi dalam melaksanakan supervisi di sekolah penggerak. Terutama dikarenakan belum adanya pedoman secara khusus yang diberikan pemerintah dalam mendukung Pengawas dan Kepala Sekolah dalam melaksanakan supervisi di sekolah penggerak. Sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi Pengawas dan Kepala Sekolah dalam menyusun instrumen supervisi dengan konteks sekolah penggerak. Peserta dari kegiatan ini adalah para Pengawas dan Kepala Sekolah Penggerak tingkat SMP di Kabupaten Lamongan yang berjumlah 15 orang. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan pelatihan yang mengelaborasikan antara peningkatan wawasan melalui metode ceramah dan peningkatan keterampilan melalui praktik dan diskusi 2 arah. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid yakni melalui aplikasi Google Meet dan luring yang bertempat di Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Pelaksanaan evaluasi dari kegiatan ini adalah dengan pre-test post-test dan evaluasi kegiatan PKM yang disajikan dalam bentuk Google Form. Capaian dari pelaksanaan kegiatan ini adalah (1) meningkatnya kompetensi Pengawas dan Kepala Sekolah tentang ruang lingkup supervisi sekolah penggerak yaitu dengan persentase peningkatan dari 53% menjadi 67% dengan kategori “memahami”. (2) meningkatnya keterampilan pengawas dan kepala sekolah dalam mengembangkan instrumen supervisi sekolah penggerak yang ditunjukkan dengan luaran berupa instrumen supervisi sekolah penggerak bagi pengawas dan kepala sekolah beserta rubrik penilaiannya.Abstract: Training to develop supervision instruments for Sekolah Penggerak is a strategic step taken to overcome the problems faced by Supervisors and Principals regarding the problem of low competence in carrying out supervision in Sekolah Penggerak. This is because there are no specific guidelines provided by the government to support supervisors and principals in carrying out supervision in Sekolah Penggerak. So this community service activity is carried out to increase the competence of Supervisors and Principals in preparing supervision instruments in the context of Sekolah Penggerak. Participants in this activity were 15 supervisors and principals of the middle school level in Lamongan Regency. The method of this community service activity is through training which elaborates between increasing insight through the lecture method and improving skills through practice and 2-way discussions. Activities are held in a hybrid, online and offline at the Lamongan Regency Education Office. The evaluation of this activity is using a pre-test, post-test and evaluation of PKM activities which are presented in the Google Form. The achievements of implementing this activity are (1) increasing the competence of Supervisors and Principals regarding the scope of supervision of Sekolah Penggerak with an increase in percentage from 53% to 67% in the "understanding" category. (2) increasing the skills of supervisors and school principals in developing supervision instruments as demonstrated by the output in the form of supervision instruments for supervisors and school principals with assessment rubrics.
PENANAMAN POHON SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN ECOLITERACY BERBASIS EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Dyah Ayu Fajarianingtyas; Ach Puniman; Herowati Herowati; Rosydah Rosydah; Firda Firda; Alifia Safitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22288

Abstract

Abstrak: Muatan ecoliteracy penting diterapkan di tingkat sekolah karena mendorong siswa peka menyadari, merasakan, dan memiliki hasrat bertindak melindungi bumi sebagai upaya menjaga keseimbangan alam. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa untuk menumbuhkan ecoliteracy dalam pembelajaran sehingga membentuk karakter peduli lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Marengan Daya III. Profil mitra memiliki visi dan misi yang mendukung implementasi penanaman pohon. Urgensi pengabdian masyarakat ini terletak pada perlunya dilakukan penanaman pohon di SDN Marengan Daya karena kondisi geografis sekolah ini gersang dan jumlah pohon yang tumbuh di sekolah ini masih minim. Metode Pkm yaitu sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan penanaman pohon ini dapat terlaksana dengan baik yang melibatkan partisipasi siswa. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Indikator keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan dari respon positif sebesar 100%. Metode evaluasi menggunakan angket yang disebar kepada siswa. Gerakan penanaman pohon ini dilakukan sebagai salah satu wujud peduli masyarakat, khususnya kelompok siswa SDN Marengan Daya bersama civitas Universitas Wiraraja terhadap education sustainable development goals.Abstract: The content of ecoliteracy is important to apply at the school level because it encourages sensitive students to realize, feel and have the desire to act to protect the earth as an effort to maintain the balance of nature. The aim of community service is to increase students' knowledge and skills to foster ecoliteracy in learning so as to form environmentally caring characters. This activity was carried out at SDN Marengan Daya III. The partner profile has a vision and mission that supports the implementation of tree planting. The urgency of this community service lies in the need to plant trees at SDN Marengan Daya because the geographical condition of this school is arid and the number of trees growing at this school is still minimal. The Pkm method is socialization and training. This tree planting activity can be carried out well involving student participation. The results of this activity show an increase in knowledge and skills. The indicator of the success of this activity is shown by a positive response of 100%. The evaluation method uses a questionnaire distributed to students. This tree planting movement was carried out as a form of caring for the community, especially the Marengan Daya Elementary School student group together with the Wiraraja University community towards education sustainable development goals.
PENAMBAHAN KEAHLIAN TUKANG BANGUNAN MENGAPLIKASIKAN TEKNOLOGI FEROSEMEN SEBAGAI BENTUK KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI Gunasti, Amri; Satoto, Eko Budi; Sanosra, Abadi; Utomo, Agus Prasetyo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21799

Abstract

Abstrak: Tukang bangunan yang ada di wilayah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangrejo dapat diberdayakan untuk menjadi garda terdepan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yang retak akibat gempa bumi. Hal ini dilakukan sebagai strategi dakwah khusus atau strategi dakwah komunitas khususnya pada tukang bangunan. Tukang bangunan yang ada di Wilayah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangrejo memiliki permasalahan yakni belum memiliki keahlian menerapkan teknologi ferosemen yang berbiaya murah serta tahan terhadap gempa bagi rumah yang terbuat dari dinding bata. Adapun tujuan dari kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini adalah tercapainya tingkat keberdayaan Tukang Bangunan menerapkan teknologi ferosemen pada rumah retak akibat bencana gempa bumi, Solusi yang ditawarkan adalah Solusi 1 yakni bimbingan dan penyuluhan mengenai teknologi ferosemen, solusi 2 yakni simulasi penerapan teknologi ferosemen untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah akibat bencana gempa bumi. Mitra yang diukur kemampuannya dalam kegiatan pengabdian ini berjumlah 10 orang. Dalam kegiatan ini ada 6 (enam) Langkah pelaksanaan penerapan Teknologi yang diujikan kepada para peserta. Perbandingan antara pretest dan posttest menunjukkan ada peningkatan kemampuan peserta yang sangat signifikan yakni sebesar 52,5. Secara kategori peningkatan kemampuan ini yang awalnya kurang menjadi sangat baik.Abstract: Builders in the Muhammadiyah Karangrejo Branch Leadership area can be empowered to be at the forefront of rehabilitating and reconstructing houses that were cracked by the earthquake. This is done as a special da'wah strategy or community da'wah strategy, especially for builders. Builders in the Muhammadiyah Karangrejo Branch Leadership Area have the problem of not having the expertise to apply ferrocement technology that is low cost and resistant to earthquakes for houses made of brick walls. The purpose of this Stimulus Community Partnership Service (PKMS) activity is to achieve the level of empowerment of Builders applying ferrocement technology to cracked houses due to earthquake disasters. The solutions offered are Solution 1, namely guidance and counseling on ferrocement technology, solution 2, namely simulation of the application of ferrocement technology for rehabilitation and reconstruction of houses due to earthquake disasters. Comparison between pretest and posttest shows that there is a very significant increase in the ability of participants, namely 52.5. Categorically, the improvement of this ability from poor to very good.
PELATIHAN PERPAJAKAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS ANDROID “LAMIKRO” UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN UMKM Riwajanti, Nur Indah; Susilowati, Kartika D.S.; Ernawati, Widi Dwi; Soedarso, Elvyra Handayani; Berlianingtyas, Putri Ayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21930

Abstract

Abstrak: UMKM memiliki keterbatasan dalam memahami peraturan perpajakan terbaru khususnya pajak serta kurang memiliki ketrampilan dalam menyusun laporan keuangan. Tujuan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang perpajakan dan ketrampilan menggunakan aplikasi penyusunan laporan keuangan berbasis Android yaitu LAMIKRO. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan pada 20 orang pemilik UMKM binaan Lembaga Zakat YASA Malang. Berdasarkan hasil analisis kuesioner kepuasan dari peserta, pelatihan mampu meningkatkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap kegiatan PPM dari sisi metode (69,23%), materi (61,54), manfaat (92%). Pelatihan juga berhasil menumbuhkan antusiasme mereka untuk memanfaatkan hasil pelatihan untuk menyusun laporan keuangan (81%) dan melaporkan pajak (19%).Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) face challenges in understanding the most recent tax legislations, particularly in the area of taxation, and lack proficiency in generating financial statements. The objective of this Community Service (PPM) initiative is to enhance understanding of taxation and proficiency in utilising the Android-based financial report preparation application, LAMIKRO. The workshop was conducted to support 20 MSME owners, facilitated by Lembaga Zakat YASA Malang. Based on the results of the satisfaction questionnaire analysis from the participants, the training was able to increase the high level of satisfaction with PPM activities in terms of methods (69.23%), materials (61.54%), benefits (92%). The programme also effectively cultivated their excitement to utilise the training outcomes for the purpose of preparing financial reports (81%) and reporting taxes (19%). 
PENINGKATKAN KESADARAN PERSILANGAN BUDAYA DAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN PADA SISWA SMA MELALUI PENYULUHAN Syahputri, Rahmalia; Nurfiana, Nurfiana; Trisnawati, Sherli; Rafles, Zhahza; Alex, Zedric Pagdilao
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21381

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan digital siswa dalam menghadapi lintas budaya budaya dan digitalisasi pembelajaran. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan dampak positif dari digitalisasi dan litas budaya tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan menekan aspek negatif. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah SMA Tunas Mekar Indonesia yang yang berlokasi di daerah Bandar Lampung. Kegiatan diikuiti 90 siswa dan didampingi oleh 9 Guru. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan dan diskusi kelompok. Hasil kuisioner pra kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa yakin dalam menggunakan teknologi digital dan internet, serta menyatakan setuju bahwa kesiapan digital dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk terhubung dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Sementara itu, hasil diskusi dijadikan sebagai bahan evaluasi yaitu kesesuaian tema dan kemampuan presentasi yang mendapatkan angka rata-rata % siswa berada di angka 80,78 dan 79. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki pemahaman yang baik tentang dampak teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan digital siswa dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, serta memberikan wawasan tentang pentingnya literasi digital dan kesiapan dalam menghadapi tuntutan dunia digital.Abstract: This community service initiative aims to enhance students' comprehension of digital concepts and their preparedness to face the intersection of technology with different cultures in the context of education. The activity began with planning, including discussions between the team and school leadership to identify the actual needs of teachers and students for digital readiness. The next step involved students filling out a questionnaire to assess their understanding of the intersection of culture and technology in education. The supplementary material included topics such as the intersection of culture and artificial intelligence, followed by group discussions among students about the potential impact of technology in different industries and professions. The activity concluded with student presentations and evaluations. The questionnaire revealed that most students felt confident in using digital technology and agreed that digital readiness could enhance their ability to interact with people from diverse backgrounds. The group discussions demonstrated that students have a good understanding of the impact of technology on everyday life. This activity contributes to increasing students' digital comprehension and readiness to face complex global challenges while also emphasizing the significance of digital literacy and preparedness in meeting the demands of the digital world.  
PEMBERDAYAAN DASA WISMA DESA POPODU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL Hartati Hartati; Nangsih Sulastri Slamet; Mohamad Usman Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22063

Abstract

Abstrak: Estimasi jumlah kasus terkait penyakit tidak menular, termasuk hipertensi di Provinsi Gorontalo semakin meningkat. Penggunaan herbal bahan alam sebagai salah satu upaya untuk membantu memelihara kesehatan penderita hipertensi telah dicanangkan. Akan tetapi, kurangnya pengetahuan masyarakat terkait bahan alam yang dapat digunakan untuk memelihara kesehatan penderita hipertensi serta kurangnya keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan alam menjadi bentuk sediaan yang efisien dan lebih disukai oleh masyarakat menjadi masalah prioritas pada Desa Popodu. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui penyuluhan, Small Group Discussion (SGD), serta pelatihan terkait pembuatan minuman herbal berbahan dasar bahan alam. Kegiatan ini diikuti oleh pemerintah desa dan perwakilan dasa wisma/kader sebanyak 20 orang yang diawali dengan penyuluhan, SGD, dan demonstrasi produk, kemudian diikuti dengan monitoring pembuatan produk inovasi masyarakat. Hasil uji statistik deskriptif berdasarkan pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dari 46.90% menjadi 90.40%. Selain itu, terdapat 1 produk minuman herbal yang diramu oleh perwakilan dasa wisma Desa Popodu sebagai hasil demonstrasi dan monitoring yang dilakukan.Abstract: The estimated number of cases related to non-communicable diseases, including hypertension, in Gorontalo Province was increasing. The use of natural herbal ingredients as an effort to help maintain the health of hypertension sufferers has been launched. However, the lack of public knowledge regarding natural ingredients that can be used to maintain the health of hypertension sufferers as well as the lack of community skills in processing natural ingredients into efficient dosage forms that are preferred by the community were priority problems in Popodu Village. This community service aimed to increase community knowledge and skills through counseling, Small Group Discussions (SGD), and training related to making herbal drinks made from natural ingredients. The activity was attended by the village government and 20 village representatives/cadres, began with counseling, SGD, and product demonstrations, then followed by assistance in creating innovative community products. The results of descriptive statistical tests based on pre-test and post-test showed an increase in public knowledge from 46.90% to 90.40%. Apart from that, there was 1 herbal drink product mixed by representatives of the village of Popodu village as a result of the product demonstration and assistance provided.
PERAN PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 4 DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA SMP Hendra Kurniawan; Shofiyurrahman Shofiyurrahman; Raihan Hasbid; Assatulaini Assatulaini; Annisa Anggun P
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21528

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari program merdekan belajar – kampus merdeka (MBKM) yaitu kampus mengajar Angkatan 4. Kampus mengajar bertujuan untuk memberdayakan peran mahasiswa dalam membantu mitra sekolah dalam meningkatkan hardskill siswa/i melalui literasi dan numerasi serta membantu guru dalam adaptasi teknologi juga administrasi sekolah. Kampus mengajar Angkatan 4 ini dilaksanakan di sekolah mitra yaitu SMP Islam YPI 2 Metro, Kota Metro, Provinsi Lampung, yang terdiri dari 6 siswa/i. Kegiatan pengabdian lebih mengedepankan kepada memberikan pendampingan dan membantu peran guru di kelas dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswa/i melalui kegiatan literini dan numerasi. Pengukuran hasil ketercapaian kegiatan diukur melalui 2 (dua) tahapan: (1) AKM Pre-Test; (2) AKM Post-Test. Berdasarkan hasil penilaian AKM didapatkan hasil peningkatan sebanyak 6%. Dimana nilai awal AKM Pre-Test sebesar 31% dan nila AKM Post-Test sebesar 37%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan kampus mengajar ini berkontribusi penuh dalam peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa, khususnya siswa/i mitra sekolah SMP Islam YPI 2 Metro.Abstract: This service activity is part of the independent learning program on the independent campus (MBKM), namely the Class 4 teaching campus. The teaching campus aims to empower the role of students in helping the role of schools, especially teachers, in increasing literacy and numeracy, as well as assisting teachers in adapting to technology as well as school administration. This Class 4 teaching campus was held at SMP Islam YPI 2, Metro City, Lampung Province. This service activity is divided into four stages, namely: (1) preparation; (2) implementation; (3) analysis results; and (4) student release. Measurement of activity achievement results is measured through two stages: (1) the AKM pre-test and (2) the AKM post-test. Based on the AKM assessment results, an increase of 6% was obtained. Where the initial AKM pre-test value is 31% and the AKM post-test value is 37%. So it can be concluded that this campus teaching activity fully contributes to improving students' literacy and numeracy skills, especially SMP Islam YPI 2 Metro.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTRUKSIVISME UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Asri Asri; Mustamin Mustamin; Muh Syilfa Nooviar; Selvia Deviv; Nur Syamsinar Munir; Muthi Syahidah Arifuddin; Nur Fahmi Akhmad; Amelia Firdhausya Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22127

Abstract

Abstrak: Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan individu serta menjadi fondasi kemajuan bangsa. Tantangan yang dihadapi oleh SMA Negeri 11 Maros adalah keterlibatan dan motivasi siswa yang rendah, yang berdampak pada hasil belajar mereka. Untuk mengatasi permasalahan ini, dibutuhkan solusi inovatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran konstruktivisme guna meningkatkan hasil belajar siswa. Melalui sosialisasi kepada 40 orang guru dan penerapan dalam proses pembelajaran, evaluasi dilakukan dengan memperhatikan tingkat keterlibatan siswa, peningkatan motivasi belajar, dan pemahaman konsep. Implementasi model konstruktivisme telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan pemahaman konsep, mencerminkan efektivitas model tersebut dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan hasil belajar siswa dengan peningkatan sebesar 65%. Hasil tersebut didapatkan dengan menerapkan sistem evaluasi post-test, hal ini dilakukan agar diperoleh pemahaman yang lebih baik tentang sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan mengukur efektivitas strategi pembelajaran yang telah diimplementasikan. Keberhasilan ini menegaskan efektivitas model dalam memotivasi siswa dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Selain memberikan solusi konkret, keberhasilan ini juga membuka jalan bagi penyebarluasan model konstruktivisme ke berbagai institusi pendidikan.Abstract: Education plays a crucial role in shaping the character and intelligence of individuals as well as serving as the foundation for the progress of a nation. The challenge faced by SMA Negeri 11 Maros is the low engagement and motivation of students, which impacts their learning outcomes. To address this issue, innovative solutions are needed. This community service activity aims to implement the constructivist learning model to improve student learning outcomes. Through the socialization to 40 teachers and implementation in the learning process, evaluation is conducted by considering the level of student engagement, improvement in learning motivation, and understanding of concepts. The implementation of the constructivist model has resulted in a significant increase in student engagement, learning motivation, and understanding of concepts, reflecting the effectiveness of the model in enhancing the quality of learning and student learning outcomes by 65%. These results were obtained by implementing a post-test evaluation system, which was done to gain a better understanding of the extent to which students have achieved the set learning goals and to measure the effectiveness of the implemented teaching strategies. This success confirms the effectiveness of the model in motivating students and making a significant contribution to improving the quality of education. In addition to providing concrete solutions, this success also paves the way for the dissemination of the constructivist model to various educational institutions.

Page 3 of 10 | Total Record : 91