cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Arsir
ISSN : 25801155     EISSN : 26144034     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arsir is published by Architecture Department, Faculty of Engineering, Muhammadiyah University of Palembang. It reviews any subjectt related to the field of architecture. Published a twice a year; in June and December; there are two version of publication; ISSN 2580-1155 (print) and ISSN 2614-4034 (online)
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2017): ARSIR" : 5 Documents clear
KAJIAN PERILAKU MAHASISWA TERHADAP PENATAAN FURNITURE RUANG KELAS Angrini, Sisca N
Jurnal Arsir Vol 1, No 1 (2017): ARSIR
Publisher : Jurnal Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses belajar mengajar perlu memperhatikan aspek-aspek yang dapat mempengaruhinya agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik. Beberapa faktor yang dapat di pelajari dalam memberikan suasana ruang kegiatan belajar mengajar agar berlangsung sesuai dengan harapan antara lain harus memperhatikan aksesibilitas, mobilitas, interaksi dan variasi kerja mahasiswa. Selain itu ada beberapa faktor pendukung kegiatan tersebut seperti luas ruang kelas, tinggi ruang, pencahayaan, penghawaan dan jarak pandang. Pada penataan furniture ruang kelas harus diatur sedemikian rupa agar faktor-faktor yang dapat menunjang lancarnya kegiatan belajar mengajar tersebut terintergrasi dengan baik dan fungsi ruang kelas menjadi maksimal. Perilaku mahasiswa dalam menentukan dimana posisi yang menurutnya nyaman dalam menerima pelajaran juga menjadi acuan agar mereka bisa berinteraksi dengan pengajar dan juga teman lebih leluasa dan berjalan lancar. Untuk mendapatkan tingkat kenyamanan yang merata di setiap bangku-bangku kelas yang telah di sediakan, perlu adanya sebuat setting interior ruang dalam yang memenuhi standar kenyaman tersebut
ANALISIS FUNGSI UTAMA RUANG TERBUKA NON HIJAU PUBLIK DI PELATARAN BENTENG KUTO BESAK PALEMBANG Sary, Reny Kartika
Jurnal Arsir Vol 1, No 1 (2017): ARSIR
Publisher : Jurnal Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) merupakan salahsatu elemen dari perencanaan kota. Salah satu Ruang Terbuka Non Hijau Publik di kota Palembang adalah Pelataran Benteng Kuto Besak. Pelataran Benteng Kuto Besak ini sudah beberapa kali mengalami perubahan, baik itu pada perubahan fungsi maupun perubahan bentuk. Pada tahun 1990-an. Pelataran ini merupakan pasar terbuka dan dermaga dagang tradisional yang berfungsi sebagai tempat berjualan bagi pedagang buah-buahan. Pada tahun 2000-an, pelataran ini dibuat agar terbentuk suatu Ruang Terbuka Publik yang berkualitas sebagai ruang rekreasi, wisata dan untuk beraktivitas warga yang bisa mencerminkan kepribadian masyarakat kota Pada saat ini fungsi Pelataran Benteng Kuto Besak sebagai Ruang Terbuka Non Hijau masih belum maksimal. Ruang Terbuka Non Hijau ini seharusnya bisa mengakomodasi beberapa fungsi yaitu; 1) Ekologis; 2) Ekonomis; 3) Arsitektural dan 4) Darurat. Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) harus direncanakan sedemikian rupa agar bisa memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat perkotaan. Penataan Ruang Terbuka Non Hijau ini perlu mendapatkan perhatian khusus agar penyediaannya bisa merata hampir disetiap sudut kota, baik itu diperumahan, di perkantoran maupun di area fasilitas umum yang bisa di datangi oleh warga kota tanpa batasan waktu. Hal ini berguna untuk menentukan fungsi dominan terhadap Ruang Terbuka Non Hijau yang akan dibuat. Berdasarkana Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 12 Tahun 2009 tentang penyediaan dan manfaat Ruang Terbuka Non Hijau di Perkotaan, adapun fungsi Ruang Terbuka Non Hijau secara fisik adalah;1) sebagai wadah aktifitas budaya masyarakat dalam wilayah kota; 2) pengungkapan ekspersi budaya atau kultur lokal; 3) merupakan media komunikasi warga kota; 4) tempat olah raga dan rekreasi; 5) wadah dan objek pendidikan, penelitian dan pelatihan dalam mempelajari alam.
Pengenalan Metoda Disain dan Penerapannya pada Studio Perancangan Arsitektur Kamil, Erfan M
Jurnal Arsir Vol 1, No 1 (2017): ARSIR
Publisher : Jurnal Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merancang bangunan dalam konteks perkotaan harus ditempatkan berbeda, terutama dalam hal metoda perancangannya. Terdapat banyak metoda yang dapat digunakan, tetapi pendekatan rasional dan kontekstual yang menjadi salah satu kekuatan dari Responsive Environment, menjadi salah satu dasar dari penggunaannya pada Studio Perancangan Arsitektur 6. Fungsi bangunan tidak lagi tunggal, tetapi campuran Mix-Used yang merupakan perpaduan dari fungsi hunian dan non-hunian (perkantoran, toko). Mahasiswa tidak hanya ditugaskan untuk merancang bangunannya tetapi juga sekaligus membuat analisa kawasan serta kelayakan fungsi bangunan tersebut baik secara politis, sosial dan tentu saja secara ekonomis. Pembuatan analisa kawasan dilakukan secara kelompok sedangkan untuk perancangan bangunan dilakukan secara perorangan. Pembagian tugas ini adalah selain bertujuan untuk mempertajam pembahasan materi juga membiasakan kerja sama yang bertujuan untuk melatih perbedaan pendapat dan penyajian materi. Pemberian materi dilakukan pada 4 (empat) sampai dengan 6 (enam) minggu pertama, dan pada minggu ke 8 (delapan) diadakan penyajian materi analisa kawasan perkelompok. Untuk minggu ke-9 (Sembilan) dan seterusnya sampai dengan minggu ke-16 (enam belas) digunakan untuk disain perorangan bangunan perkavling. Hasil akhir dari studio ini adalah kajian kawasan dengan usulan konsep kawasan, serta desain salah satu bangunan dengan fungsi campuran (mix-used) dengan prinsip medium-rise, perimeter block
Kekuatan Properti dan Atribut terhadap Bentukan Arsitektur Bangunan Berdasarkan Persepsi Pengguna Iskandar, Iskandar Iskandar
Jurnal Arsir Vol 1, No 1 (2017): ARSIR
Publisher : Jurnal Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Ahmad Yani Semarang kondisinya saat ini sangat memprihatikan. Saat ini Bandara Ahmad Yani Semarang memiliki gedung terminal penumpang yaitu terminal keberangkatan dan terminal kedatangan. Kedua terminal tersebut berada dalam satu atap pelayanan Bandara Ahmad Yani Semarang. Sektor transportasi menjadi urat nadi suatu kota dalam sebagai penghubung dan pemberi penting dalam proses pembangunan secara menyeluruh. Selain sektor transportasi darat yang sedang giat-giatnya dibangun, sektor transportasi udara tidak kalah penting mendapat perhatian Pemerintah Kota maupun Provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui bagaimana kekuatan properti dan atribut terhadap bentukan arsitektur berdasarkan persepsi pengguna pada seting ruang tunggu kedatangana penumpang pesawat Bandara Ahmad yani Semarang. Metode penelitian yang dipakai yaitu menggunakan metode deskriptif yaitu penggambaran kenyataan-kenyataan di lokasi penelitian. Metode pengamatan dilakukan dengan metode behavioral mapping yaitu pemetaan perilaku manusia pada seting tertentu. Kekuatan properti dan atribut sangat mempengaruhi persepsi pengguna bangunan dalm hal ini Bandara Ahmad yani Semarang. Hal tersebut ditemukan keadaan berupa keinginan penumpang pesawat untuk melakukan akses cepat menuju tempat tujuan dan juga menginginkan keadaan tidak terganggu gerak dan pandangannya sementara keadaan properti tidak mendukung yaitu pintu yang kecil dan hanya digunakan satu buah pintu dari dua buah pintu yang ada, jalan keluar tertutup kerumunan penjemput, counter taxi jumlahnya sedikit serta ruang tunggu yang sempit. Rekomendasi untuk Pemerintah jangka pendek agar pagar pembatas antara ruang tunggu dengan area pintu keluar diputar arahnya yaitu menghadap keluar, aktifkan semua pintu keluar, pindahkan counter taxi ke dalam ruang kedatangan, mengganti jenis kursi ke type single dan jumlahnya diperbanyak, pengaturan parkir serta memasang penyejuk ruangan di ruang tunggu. Rekomendasi jangka panjang agar gedung baru terminal penumpang bandara harus segera dibangun dan akses masuk ke lokasi bandara arah sisi darat harus berada di sebelah kanan bangunan terminal.
FORMASI SPASIAL PERMUKIMAN KUMUH KOTA STUDI KASUS: PERUBAHAN POLA RUANG BERMUKIM PADA LAHAN DI JALAN SERSAN SANI PALEMBANG Indriani, Irma
Jurnal Arsir Vol 1, No 1 (2017): ARSIR
Publisher : Jurnal Arsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman kelompok di kota-kota di Indonesia banyak berkembang secara tidak terencana dan kumuh. Pertumbuhan permukiman seperti ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, selain angka pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, yaitu ruang yang terbatas, waktu dan kemiskinan. Tidak adanya akses dan kemampuan mendapatkan tempat lain dan kelayakan ruang, penghuni permukiman berusaha bertahan dan mengelola lahan dan material yang terbatas agar memenuhi kebutuhan tempat tinggal mereka. Kasus perkembangan lahan bermukim di jalan Sersan Sani memperlihatkan bagaimana penghuni sebagai pelaku (agent) akan tertahan untuk bertindak bila ada ketimpangan struktural (kondisi negatif yang tereproduksi), dalam hal ini berbentuk keterbatasan ekonomi. Bila dibiarkan mereka akan menyesuaikan diri dalam kondisi yang sama lalu situasi tersebut akan terus berulang dipraktikkan sebagai bagian rutinitas hidup mereka. Dari kajian ini disimpulkan permukiman kumuh di kota muncul sebagai jalan keluar kelompok marjinal menciptakan ruang tinggal dan pendukung kegiatan ekonomi mereka. Penataan permukiman kumuh seharusnya melibatkan partisipasi penghuni agar peningkatan kualitas bermukim akan dapat berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5