cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Arsir
ISSN : 25801155     EISSN : 26144034     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arsir is published by Architecture Department, Faculty of Engineering, Muhammadiyah University of Palembang. It reviews any subjectt related to the field of architecture. Published a twice a year; in June and December; there are two version of publication; ISSN 2580-1155 (print) and ISSN 2614-4034 (online)
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017): Arsir" : 16 Documents clear
PERHITUNGAN OVERALL THERMAL TRANSFER VALUE (OTTV) PADA SELUBUNG BANGUNAN Setiani, Aprilia Nur; Harani, Arnis Rochma; Riskiyanto, Resza
Arsir Vol 1, No 2 (2017): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v1i2.879

Abstract

Permasalahan pemanasan global menjadi permasalahan terbesar dunia saat ini, beberapa upaya pencegahannya terus digencarkan, salah satunya dengan penerapan bangunan hijau. Di Indonesia bangunan hemat energi harus memenuhi persyaratan SNI 03-6389-2000 yang sudah diberlakukan oleh Pemerintah mulai saat ini. Namun, tuntutan tersebut belum sepenuhnya dipenuhi oleh owner dan badan perencana atau konsultan. Hal tersebut dapat terlihat dengan masih banyaknya bagian fasad bangunan tinggi yang didominasi oleh material kaca. Salah satunya juga diterapkan pada perencanaan bangunan Proyek Srondol Mixed-Use Development. Material dinding kaca banyak digunakan pada bangunan tersebut khususnya pada bangunan Rumah Sakit dan Podium. Meskipun demikian, tidak semua bangunan dengan dominan kaca termasuk ke dalam bangunan yang tidak hemat energi. Berdasarkan perhitungan OTTV pada bagian selubungnya, bangunan tersebut sudah memenuhi kriteria dari standar SNI yang dipersyaratkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dari hasil perhitungan OTTV yang dijabarkan dalam analisa. Hasil dari penelitian ini adalah bangunan Rumah Sakit Siloam yang berfungsi sebagai menara dan bangunan perbelanjaan yang berfungsi sebagai Podium pada proyek Srondol Mixed-Use Development sudah memenuhi kriteria bangunan hemat energi.The problem of global warming is becoming the biggest problem of the world today, some of the prevention efforts are continuously intensified, one of them is by applying green building requirements. In Indonesia, energy-efficient buildings must meet the requirements of SNI 03-6389-2000 which has been imposed by the Government from now on. However, these demands have not been fully met by the owner and the planning agency or consultant. This can be seen with the still high part of the facade of high buildings dominated by glass material. One of them is also applied to the Srondol Project Mixed-Use Development building planning. Glass wall material is widely used in the building especially in Hospital buildings and Podium. However, not all buildings with dominant glass façade are included into buildings that are not energy efficient. Based on the calculation of OTTV on Mixed-Use Srondol Project Development building envelope, the building meets the criteria of the required SNI standard. The method used in this research is quantitative approach of the OTTV calculation result described in the analysis. The result of this research is Siloam Hospital building which has function as tower and commercial building that has function as Podium in Srondol Mixed-Use Development project has fulfilled the criteria of energy efficient building
MAKNA RUMAH CARAHULU KOMERING SEBUAH KAJIAN SEMIOTIK Iskandar, Iskandar Iskandar; Suprapti, Atiek; Rukayah, R Siti
Arsir Vol 1, No 2 (2017): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v1i2.878

Abstract

Rumah Carahulu Komering merupakan salah satu rumah vernakular yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Rumah ini merupakan rumah asli Suku Komering. Rumah Carahulu bentuknya memiliki kekhasan tersendiri salahsatunya atapnya berbentuk pelana segitiga menjulang tinggi, memiliki bentuk bidang ruang berbentuk kubus, pintu utama dan jendela utama berbentuk gerbang bermahkota serta memiliki ragam hias ukiran yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari makna dari unsur-unsur bentuk Rumah Carahulu melalui pendekatan Semiotik. Metode penelitian yang dipakai yaitu metode penelitian kualitatif melalui pendekatan metode Rasionalistik atau Post Positivistik dengan landasan teori tentang Makna dan teori tentang Semiotik.Pengambilan data primer dilakukan dengan cara mengamati secara seksama terhadap objek rumah, melakukan wawancara dengan keturunan pemilik rumah, tokoh masyarakat, wawancara dan sesepuh desa. Pengambilan data sekunder melalui data sejarah Suku Komering berupa buku penelitian terdahulu. Rumah Carahulu Komering memiliki makna dari unsur-unsur bentuknya yaitu makna nostalgia akan tanah leluhur sebagai Mountain People (Manusia Gunung) dan makna regenerasi hidup, makna keyakinan Suku Komering terhadap akidah Islam bahwa dakwah Islam untuk Keluarga hal yang mutlak, makna filosofis hidup Suku Komering bahwa kejadian di muka bumi selalu berpasangan serta makna pesan moral melalui sifat karakter flora, geometris dan kaligrafi. Rekomendasi untuk Pemerintah supaya Rumah Carahulu Komering dimasukan sebagai Benda Cagar Budaya. Rekomendasi untuk Iptek, agar Rumah Carahulu Komering dilakukan penelitian lebih lanjut bidang Arsitekur lainnya, bidang Building Science dan Bidang Struktur Konstruksi. Komering house is one of the vernacular houses in the South Sumatra province. This house is a home to Komering native tribes . The house has a peculiarities shape one of them saddle-shaped roof towering triangle, has a cube-shaped space field, the main door and windows have an ornament like the crown-shaped with a decorative unique carving. This study aimed to explore the meaning of form elements Carahulu house through a semiotic approach. The research used a qualitative method with Rationalistic Research approach or Post positivistic methods with the theoretical basis of the meaning and the theory of semiotics. The primary data is collect by carefully observing of the house, doing interviews with the descendants of homeowners, community leaders, interviews and village elders. Secondary data retrieval through the historical data from a book and Parts Komering previous research. The Carahulu Komering house has the meaning of the elements of shape that is nostalgia for the ancestral lands as Mountains Man and the meaning of regeneration of life, the meaning of Komering Tribe faith against the Islamic religion that Islamic missionary for Family absolutes right, the philosophical meaning of Komering Tribe that everything happens on earth are always in pairs and meaning of moral messages through character of floral, geometric and calligraphy. Recommendations for the Government to Komering Carahulu house included as Objects of Cultural Property. Recommendations for science and technology, to conduct Carahulu Komering house further research especially in architectural fields, Building Science and Structure Construction
STUDI PENGHAWAAN ALAMI PADA BANGUNAN SEKOLAH DASAR DI PINGGIRAN SUNGAI MUSI PALEMBANG Zahrial Amin, Abdul Rachmad
Arsir Vol 1, No 2 (2017): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v1i2.862

Abstract

Penghawaan alami merupakan salah satu faktor penting terhadap kenyamanan termal sebuah bangunan, yang paling berpengaruh besar dalam penghawaan alami adalah besaran bukaan ventilasi, makin besar lubang ventilasi makin besar pemanfaatan penghawaan alami. Tentunnya juga dipengaruhi oleh letak bangunan, dan iklim setempat. Penelitian ini mengkaji Penghawaan Alami pada skala kawasan sebuah bangunan sekolah dasar di pinggiran sungai Musi yang berlokasi di daerah 4 Ulu Palembang. Lokasi penelitian dilaksanakan pada bangunan Sekolah Dasar yang berada pada daerah pasang surut air Sungai Musi Palembang. Bangunan sekolah dasar yang menjadi obyek penelitian ini adalah bangunan yang benar-benar memafaatkan penghawaan alami (tanpa menggunakan penghawaan buatan, mekanik). Di kawasan ini terdapat hanya satu bangunan Sekolah Dasar yang berada lebih kurang 100 meter dari pinggir Sungai Musi. Bangunan Sekolah merupakan bangunan yang tingkat penggunaannya cukup sering , maka tingkat kenyamanan dalam melakukan aktifitas harus baik. Penelitian ini mengamati pola aliran udara, tingkat kecepatan aliran udara yang bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap bangunan pendidikan yang mempunyai fungsi kelas agar menjadi lebih optimal. Untuk mengamati penghawaan alami dianalisa dengan program CFD (Computational Fluid Dynamis) dan untuk menganalisa kenyamanan termal digunakan program PMV Tools. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif analisis melalui pendekatan teknik dan arsitektur dengan menggunakan sejumlah persamaan praktis untuk penghitungan kenyamanan termal di dalam bangunan.
KAJIAN PEDAGANG KAKI LIMA DI TAMAN TEGALEGA, BANDUNG, JAWA BARAT Sudarisman, Irwan
Arsir Vol 1, No 2 (2017): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v1i2.867

Abstract

Fenomena pedagang kaki lima telah ada di Indonesia sejak lama hingga sekarang dan permasalahan-permasalahan yang diakibatkan oleh aktivitasnya masih belum mendapatkan solusi yang tepat. Pemerintah mencoba menerapkan beberapa solusi namun belum mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik, ditandai dengan kembalinya pedagang kaki lima ke lokasi awal, tindakan demonstrasi dan anarkis. Taman Tegalega berlokasi di jalan Peta, kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia memiliki arti penting bagi warga kota Bandung. Khususnya bagi warga kota yang tinggal di kawasan bagian Selatan, taman ini memiliki ikatan emosional dan historis yang kuat. Sebagai sebuah ruang publik, Taman Tegalega tidak lepas dari permasalahan kehadiran pedagang kaki lima baik di luar maupun di dalam taman. Taman Tegalega dibangun sejak jaman penjajahan Belanda dan bertahan hingga kini telah beberapa kali mengalami renovasi, selama itu pula pedagang kaki lima beserta segala persoalan yang diakibatkannya tidak terselesaikan bahkan cenderung bertambah kompleks. Berdasarkan kajian terhadap pedagang kaki lima dari waktu ke waktu dapat diambil kesimpulan bahwa pedagang kaki lima telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Taman Tegalega. Masyarakat menjadikan kehadiran pedagang kaki lima selain sebagai sarana memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga sebagai sarana berekreasi. Selain itu, pedagang kaki lima memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap beragam perubahan yang memaksanya untuk menyesuaikan diri.
KARAKTERISTIK WANITA DALAM MENDUKUNG AKSES KRL (KERETA REL LISTRIK) DI STASIUN TANAH ABANG JAKARTA Murtini, Titien Woro; H, Arnis Rochma; Ariyanti, Andreina
Arsir Vol 1, No 2 (2017): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v1i2.877

Abstract

Kawasan Tanah Abang yang dikenal sebagai kawasan perbelanjaan secara eceran mau pun grosir yang terbesar se-Asia Tenggara, pengunjung yang datang ke pasar Tanah Abang lebih banyak kaum wanita, karena pasar ini merupakan pasar grosir barang-barang kebutuhan wanita. Sedangkan Stasiun Tanah Abang merupakan salah satu stasiun KRL Commuter Line Jabodetabek yang menjadi pilihan mereka untuk sarana transportasi dari dan menuju pasar tanah abang tersebut. Banyak dari mereka yang memilih KRL sebagai pilihan transportasi , keberadaan penumpang wanita ini memberi karakter khusus terhadap kegiatan yang ada di stasiun Tanah Abang. Penumpang kereta kebanyakan pelaju wanita di stasiun ini membawa barang-barang dalam jumlah banyak dan dikategorikan sebagai bentuk kesulitan dalam aksesibilitas. Para penumpang wanita yang menggunakan fasilitas transportasi ini seharusnya menjadi stimulan bagi stasiun untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan bagi wanita misalnya ruang menyusui dan tempat menempatkan barang yang lebih besar. Tujuan dari studi ini ialah mengkaji aksesibilitas dan fasilitas di stasiun apakah sesuai dengan Karakteristik wanita sebagai pengguna sarana transportasi di stasiun Tanah Abang. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan paradigma kualitatif. Pendekatan penelitian rasionalistik kualitatif ini sesuai dengan sifat masalah penelitian.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR RUMAH PANGGUNG DI LINGKUNGAN PERKOTAAN Angkasa, Zuber
Arsir Vol 1, No 2 (2017): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v1i2.880

Abstract

Rumah panggung merupakan salah satu fitur arsitektur vernakular utama di Indonesia. Walau begitu, perspektif umum yang ada saat ini adalah bahwa rumah panggung sebagai rumah yang perlu dikonservasi karena keterbatasan sumber daya kayu, proses konstruksi yang sulit, dan masalah privasi. Artikel ini menjelaskan bahwa perspektif pengembangan harus diutamakan dengan membawa arsitektur rumah panggung ke dalam kehidupan masyarakat urban di Indonesia. Artikel ini menjabarkan elemen-elemen arsitektur rumah panggung dan fungsi yang dapat diberikan bagi kawasan perkotaan dengan lahan sempit. Fungsi yang dapat diberikan rumah panggung di kawasan perkotaan adalah perlindungan terhadap banjir, memaksimalkan pandangan, perluasan ventilasi, estetika, penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional bagi penghuni rumah lewat penyediaan ruang bermain, parkir, dan ruang terbuka hijau Stilt house is one of the main vernacular architectural features in Indonesia. However, the general perspective that exists today is that houses on stilts as a near extinct house that need to be conserved due to limited timber resources, difficult construction processes, and privacy concerns. This article explains that the development perspective should be taken by bringing the architecture of stilt house into the life of urban communities in Indonesia. This article describes the architectural elements of stilt house and functions that can be provided for urban areas with limited land area. Functions that can be provided by stilt houses in urban areas are protection against floods, maximization of views, ventilation extension, aesthetics, application of sustainable development principles, and improving physical and emotional well-being for residents through the provision of playground, parking, and green open spaces

Page 2 of 2 | Total Record : 16