cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis
Published by Universitas Semarang
ISSN : 19794800     EISSN : 25808451     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis (JREB) are published three times a year in April, August and December.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2017): April 2017" : 5 Documents clear
AKSES UMKM KULINER TERHADAP PEMBIAYAAN MIKRO ( Studi di Pasar Semawis Kota Semarang ) Ong, Stefani Yunika Wijaya; Chatarina Yekti Prawihatmi
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 10, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.594 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v10i1.708

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah merupakan sektor usaha yang sangat berperan penting di Indonesia karena UMKM mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi Indonesia. Banyaknya pedagang mikro saat ini telah dapat membantu memberikan lapangan usaha dan mengurangi pengangguran. Namun permasalahan utama yang sering dihadapi pelaku UMKM adalah akses terhadap permodalan. Maka, akses modal yang mudah sangat dibutuhkan pelaku UMKM untuk mengatasi permasalahan tersebut dan demi mengembangkan usahanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akses pembiayaan mikro bagi pedagang mikro di Semawis, serta mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam mengakses pembiayaan mikro. Responden pada penelitian ini adalah pedagang mikro kuliner di Kawasan Pecinan, Waroeng Semawis Semarang yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui wawancara dipandu dengan kuesioner. Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akses terhadap pembiayaan mikro dimiliki oleh pedagang kuliner Semawis. Pelayanan dan prosedur menjadi faktor pendukung akses pembiayaan mikro. Sedangkan agunan dan proses pencairan dana merupakan faktor penghambat dalam mengakses pembiayaan mikro bagi pedagang kuliner Semawis.Micro, Small and Medium Enterprises sector is a very important role in Indonesia because SMEs can improve the welfare of the Indonesian economy. Micro traders now are able to help provide field operations and reduce unemployment. But the main problem often faced by SMEs is access to capital. Therefore easy access to much needed capital SMEs to overcome these problems and in order to expand its business.This study aims to determine access to microfinance for micro traders in Semawis, and to know what are the factors supporting and accessing microfinance. Respondent in this study is culinary micro traders in Chinatown area, Waroeng Semawis Semarang totaling 12 people. Data collection technique in this research is through interview guided by a questionnaire. The research method in this study is a qualitative descriptive  method .These results indicate that access to micro financing is owned by the merchant culinary Semawis. Services and procedures supporting factors access to microfinance. While collateral and the disbursement process is a limiting factor in access to microfinance to Semawis culinary merchants.
PENGARUH PENGEMBANGAN KARIER, ROTASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KUALITAS KERJA PEGAWAI MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING ( STUDI DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN REMBANG ) Galang Wibawa Nusantara; Endang Rusdianti
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 10, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.567 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v10i1.709

Abstract

Kualitas kerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam perencanaan strategis suatu organisasi. Istilah kinerja sering digunakan untuk menyebut prestasi atau tingkat keberhasilan individu maupun kelompok. Kriteria keberhasilan ini berupa tujuan-tujuan atau target-target tertentu yang hendak dicapai. Tanpa ada tujuan dan target, kualitas kerja seseorang atau organisasi tidak mungkin dapat diketahui karena tidak ada tolok ukurnya. Tujuan penelitian adalah bagaimana meningkatkan kualitas kerja pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Rembang, dan berakibat pada penyelesaian pekerjaan yang optimal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, adapun respondennya adalah seluruh pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Rembang sejumlah 80 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus yang artinya seluruh jumlah populasi merupakan sampel yaitu seluruh Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Rembang, yaitu sebanyak 80 orang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor Pengembangan karier, Rotasi pekerjaan dan Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi kerja . Rotasi pekerjaan dan Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerja sedangkan Pengembangan karier dan Motivasi kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kualitas kerja pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Rembang.Quality of work is a description of the level of achievement of the implementation of an activity / program / policy in realizing the goals, objectives, mission and vision of the organization contained in the strategic planning of an organization. Performance terms are often used to refer to achievements or success rates of individuals or groups. This success criterion of goals or targets to be achieved. Without goals and targets, the quality of work of a person or organization is unlikely to be known because there is no benchmark. Objective this research was how to increasing quality of employee work at the Regional Civil Service Agency of Rembang Regency, and result in the completion of work that was optimal.The data used in this study are primary data, while the respondents are all employees at the Regional Civil Service Agency of Rembang Regency are 80 people. The sampling technique used the census method are 80 people.The results of this study indicate that the factors of career development, job rotation and work environment have a positive and significant effect on work motivation. Job rotation  and work environment have positive and significant effect on work quality while career development and work motivation have positive and not significant effect on work quality of employees at the Regional Personnel Agency of Rembang Regency.
PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL OF SUPPORT, LEADER-MEMBER EXCHANGE, DAN STRES KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN GENERASI Y DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Pada Karyawan PT BPR Restu Artha Makmur) Franes Pradusuara; Indarto Indarto; Djoko Santoso
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 10, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.442 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v10i1.710

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menganalisis pengaruh perceived organizational of support, leader-member exchange, dan stres kerja terhadap  employee  engagement  dan turnover intention; (2) Untuk Menganalisis pengaruh perceived organizational of support, leader-member exchange, dan stres kerja terhadap Turnover Intention  dengan dimediasi oleh employee  engagement.Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan metode pengambilan sampel secara sensus terhadap 60 karyawan generasi Y di PT BPR Restu Artha Makmur Kota Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner  yang menggunakan skala likert 5 poin.  Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perceived organizational of support berpengaruh positif-signifikan terhadap employee  engagement  dan negatif-signifikan terhadap turnover intention; (2) leader-member exchange berpengaruh positif-signifikan terhadap employee  engagement  dan negatif-signifikan terhadap turnover intention; (3) stres kerja berpengaruh negatif-signifikan terhadap employee  engagement  dan positif-signifikan terhadap turnover intention; (4) employee  engagement berpengaruh negatif-signifikan terhadap turnover intention; (5) employee engagement efektif dalam memediasi variabel perceived organizational of  support, leader-member exchange, dan stres kerja terhadap turnover intention (R = 0,71; Sign = 0.00).   This study aims: (1) To analyze the effect of perceived organizational of support, leader-member exchange, and job stress on employee engagement and turnover intention; (2) To analyze the influence of perceived organizational of support, leader-member exchange, and work stress on Turnover Intention with mediating employee engagement.This research is explanatory research with census sampling method to 60 Y generation employees at PT BPR Restu Artha Makmur Semarang City. Technique of collecting data using questionnaires using Likert scale 5 points. The analysis technique used is multiple linear regression.The results showed that: (1) perceived organizational of support positively-significant to employee engagement and negative-significant to turnover intention; (2) leader-member exchange has a significant positive effect on employee engagement and significant negatives to turnover intention; (3) Job Stress has significant effect on employee engagement and positive-significant to turnover intention; (4) employee engagement has a significant negative effect on turnover intention; (5) effective employee engagement in mediating perceived organizational of support, leader-member exchange, and work stress on turnover intention (R = 0.71; Sign = 0.00).
JOB SATISFACTION & JOB ENVIRONMENT : PENGARUHNYA TERHADAP INTENTION TURNOVER DI SEMARANG MEDICAL CENTER TELOGOREJO Gerardus Cahyu Adhi Wicaksono; Paulus Wardoyo
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 10, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.007 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v10i1.706

Abstract

Tujuan studi ini adalah menganalisis pengaruh job satisfaction, job environment terhadap turnover intention dengan menggunakan internal motivation sebagai variable intervening. Studi ini dilatarbelakangi adanya perbedaan hasil penelitian atas pengaruh job satisfaction terhadap turnover intention. Unit  penelitian adalah para perawat di SMC Telogorejo dengan menggunakan responden sebanyak 120 orang yang dipilih dengan memakai teknik purposive sampling.Hasil studi menujukkan bahwa job satisfaction dan job environment berpengaruh terhadap turnover intention, namun demikian studi ini gagal membuktikan peran internal motivation sebagai variable interveningThe purpose of the study is to analyze the influence of job satisfaction, job environment to turnover intention by using internal motivation as intervening variable. This study is based on differences in research on the influence of job satisfaction on turnover intention. The research unit is the nurses SMC Telogorejo, using the respondents as many as 120 people selected by using purposive sampling technique.The results showed that job satisfaction and job environment had an effect on turnover intention, however, this study failed to prove the role of internal motivation as intervening variable
MODEL PENGUATAN KESIAPAN KERJA LULUSAN ( Studi Pada BBPLK Semarang ) Lucia Hartiningtyas Mardyasari; Indarto Indarto
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 10, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.594 KB) | DOI: 10.26623/jreb.v10i1.707

Abstract

Temuan bahwa tenaga kerja lulusan  BBPLK Semarang kurang memiliki kesiapan untuk terjun ke dunia kerja sesuai dengan standar kebutuhan tenaga perusahaan serta masih adanya perbedaan hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai faktor-faktor yang menjelaskan kesiapan kerja. Yang kemudian mendorong studi ini untuk mengembangkan dan menguji model kesiapan kerja.Model kesiapan kerja yang dikembangkan, menggunakan lima variabel prediktor, yaitu variabel pelatihan, variabel praktek kerja industri dan variabel kompetensi yang dalam model penelitian merupakan variabel eksogen yang diduga dapat membangun self efficacy dan locus of control dan juga dapat menjelaskan kesiapan kerja lulusan  BBPLK Semarang. Model kesiapan kerja yang dikembangkan dalam studi ini selanjutnya diuji secara empiris dengan menggunakan data penelitian yang diperoleh melalui wawancara kepada 112 responden peserta pelatihan BBPLK Semarang dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM).HasilnyThe finding that the employment of graduates BBPLK Semarang less prepared to plunge into the world of work in accordance with the standards and needs of power companies are still differences in the results of previous research on the factors that explain job readiness. These studies were then encouraged to develop and test models of job readiness.Job readiness models developed, using five predictor variables, namely training variables, variables and variable industrial technical competence in the research model is an exogenous variable that could be expected to build self-efficacy and locus of control and also may explain the job readiness of graduates of BBPLK Semarang. Job readiness models developed in this study were tested empirically using research data obtained through interviews with 112 respondents of trainee of BBPLK Semarang using a questionnaire and analyzed by using analysis of Structural Equation Modeling (SEM).The result of this study shows that the work required to build the readiness of locus of control and self efficacy. Locus of control requires competence, work practices and training industry. Meanwhile, to build self-efficacy is required competencies and working practices of the industry.a studi ini menunjukkan bahwa untuk membangun kesiapan kerja diperlukan locus of control dan self efficacy. Locus of control memerlukan kompetensi, praktek kerja industri dan pelatihan. Sedangkan untuk membangun self efficacy diperlukan kompetensi dan praktek kerja industri. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5