cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 1" : 6 Documents clear
PENGARUH ROTASI PARTIKEL PADA MEKANISME KEAUSAN EROSI Soemantri, Satryo
Mesin Vol 7, No 1&2 (1988)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.44 KB)

Abstract

Keausan erosi terjadi akibat adanya tumbukan antara permukaan logam dengan partikel erosif yang keras dan bergerak dengan kecepatan tinggi. Akibatnya bagian permukaan tersebut akanberdeformasi plastis dan terkelupas. Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui mekanisme keausan erosi dengan memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi keausan erosi suatu permukaan logam. Salah satu faktor yang memegang peranan penting adalah sudut datang partikel (angle of impingement). Keausan erosi mencapai maksimum pada sudut datang sebesar kurang lebih 20o sedangkan pada 90° keausan mencapai harga minimum. Mekanismekeausan erosi dengan sudut datang 90° akan dianalisis dengan memperhatikan faktor rotasi partikel.
ANALISIS DOMAIN WAKTU GETARAN ACAK LINEAR DENGAN GANGGUAN DERAU WARNA Sutjiatmo, B
Mesin Vol 7, No 1&2 (1988)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.524 KB)

Abstract

Gangguan sistem getaran kendaraan yang berasal dari ketidak-rataan jalan merupakan proses acak derau warna. Di sini akan dibahas analisis sistem dengan menggunakan metode domainwaktu. Dalam Sutjiatmo [1], telah ditunjukkan analisis dasar metode domain waktu, yaitu analisis sistem getaran dengan gangguan derau putih. Tetapi, ketidakrataan jalan merupakanproses acak alami yang berupa derau warna. Karena itu, dalam makalah ini akan dibahas analisis getaran acak dengan gangguan derau warna .Dengan menggunakan suatu filter bentuk, derau putih dapat diubah menjadi. derau warna yang sesuai dengan gangguan. Kemudian, gabungan filter bentuk dan sistem getaran kendaraan akan mendapat gangguan derau putih dan dapat dianalisis menurut bentuk dasar. Dalam analisis ini, sistem getaran kendaraan dianggap linear.
PENDIDIKAN S2 TEKNIK MESIN Sutjiatmo, B; Samudro, H.M
Mesin Vol 7, No 1&2 (1988)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.079 KB)

Abstract

Sampai saat ini, pendidikan S2 Teknik Mesin hanya dIselenggarakan dI Fakultas Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. Makalah ini menguraikan program pendidikan tersebut, yang meliputi tujuan, bidang keahlian, kurikulum dan staf pengajarnya.
FORMULASI MATRIKS KEKAKUAN ELEMEN BALOK LENTUR BERONGGA DENGAN POTONGAN TAK SERAGAM Harsokoesoemo, Darmawan
Mesin Vol 7, No 1&2 (1988)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.133 KB)

Abstract

Makalah ini menyajikan penyusunan matriks kekakuan elemen balok lentur dengan potongan tak seragam, yaitu dengan tinggi dan lebar balok variabel, dan matriks kekakuan elemen balok lentur berongga dengan potongan tak seragam.Penurunan elemen-elemen matriks kekakuan tersebut dilakukan dalam koordinat natural. 
SOLUSI NUMERIK PERSAMAAN DIFFERENSIAL PARSIAL HIPERBOLIK DENGAN METODA KARAKTERISTIK Harsokoesoemo, Darmawan
Mesin Vol 7, No 1&2 (1988)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.456 KB)

Abstract

Baja karbon (low carbon steel) dikenal sebagai bahan peka laju regangan (strain-rate dependent material), bentuk hubungan tegangan—regangannya tergantung dari laju regangan. Mesin ujitarik, seperti mesin Instron misalnya, hanya menghasilkan diagram tegangan regangan sampai pada laju regangan έ = 10-4 sec-1. Untuk laju regangan yang lebih tinggi, beban pada spesimen harus diberikan sebagai beban kejut (impact) yang selanjutnya menimbulkan fenomena perambatan gelombang regangan.Salah satu cara untuk menentukan persamaan konstitusi (constitutive equation) baja karbon adalah dengan mengajukan bentuknya dalam persamaan diferensial dan kemudian mencek keberlakuannya pada problem perambatan gelombang regangan yang dikuasai oleh sistem persamaan diferensial parsial hiperbolik.Makalah ini menyajikan hasil solusi numerik persamaan diferensial parsial hiperbolik masalah perambatan gelombang regangan satu dimensi pada batang semi-infinite dari bahan pekalaju  regangan dengan metoda karakteristik, yaitu merubah persamaan diferensial parsial menjadi persamaan diferensial biasa sepanjang garis-garis karakteristiknya.
SIMULASI PEMBENTUKAN KAVITI DAN LONJAKAN HEAD AKIBAT ALIRAN TRANSIEN PADA SISTEM PEMIPAAN AIR PENDINGIN KONDENSOR PUSAT PEMBANGKIT ENERGI Sutikno, Priyono
Mesin Vol 7, No 1&2 (1988)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.687 KB)

Abstract

Pemodelan numerik aliran transien pada instalasi kondensor meliputi pembentukan kaviti, kenaikan head akibat pecahnya kaviti gas, kecepatan rambat gelombang yang bervariasi sebagai fungsi dari kandungan gas dalam cairan. Penggunaan model numerik ini, dapat meramalkan daerah pembentukan kaviti gas dan lonjakan head. Hasil simulasi numerik dari kejadian transien. akibat pompa kehilangan daya sesaat yang menunjukan bahwa kayiti gas terbentuk tidak hanya pada daerah yang paling tinggi dari instalasi pendingin kondensor Pusat Pembangkit Energi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

1988 1988


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025) Vol 30 No 1 (2024) Vol 29 No 2 (2023) Vol 29 No 1 (2023) Vol. 28 No. 1 (2019) Vol 27, No 2 (2018) Vol. 27 No. 2 (2018) Vol. 27 No. 1 (2018) Vol 27, No 1 (2018) Vol 26, No 2 (2017) Vol 26, No 2 (2017) Vol. 26 No. 2 (2017) Vol. 26 No. 1 (2017) Vol 26, No 1 (2017) Vol. 25 No. 2 (2016) Vol 25, No 2 (2016) Vol. 25 No. 1 (2016) Vol 25, No 1 (2016) Vol. 24 No. 2 (2009) Vol 24, No 2 (2009) Vol 24, No 1 (2009) Vol. 24 No. 1 (2009) Vol 23, No 2 (2008) Vol. 23 No. 2 (2008) Vol 23, No 1 (2008) Vol 23, No 1 (2008) Vol. 23 No. 1 (2008) Vol 22, No 2 (2007) Vol. 22 No. 2 (2007) Vol. 22 No. 1 (2007) Vol 22, No 1 (2007) Vol 21, No 2 (2006) Vol. 21 No. 2 (2006) Vol. 21 No. 1 (2006) Vol 21, No 1 (2006) Vol 21, No 1 (2006) Vol 20, No 2 (2005) Vol. 20 No. 2 (2005) Vol 20, No 1 (2005) Vol. 20 No. 1 (2005) Vol. 19 No. 2 (2004) Vol 19, No 2 (2004) Vol. 19 No. 1 (2004) Vol 19, No 1 (2004) Vol 18, No 2 (2003) Vol. 18 No. 2 (2003) Vol. 18 No. 1 (2003) Vol 18, No 1 (2003) Vol. 17 No. 3 (2002) Vol 17, No 3 (2002) Vol. 17 No. 2 (2002) Vol 17, No 2 (2002) Vol. 17 No. 1 (2002) Vol 17, No 1 (2002) Vol 16, No 3 (2001) Vol. 16 No. 3 (2001) Vol 16, No 2 (2001) Vol. 16 No. 2 (2001) Vol 16, No 1 (2001) Vol. 16 No. 1 (2001) Vol 16, No 1 (2001) Vol 15, No 3 (2000) Vol. 15 No. 3 (2000) Vol. 15 No. 2 (2000) Vol 15, No 2 (2000) Vol 15, No 1 (2000) Vol. 15 No. 1 (2000) Vol. 14 No. 3 (1999) Vol 14, No 3 (1999) Vol 14, No 2 (1999) Vol. 14 No. 2 (1999) Vol 14, No 1 (1999) Vol. 14 No. 1 (1999) Vol 13, No 3 (1998) Vol. 13 No. 3 (1998) Vol. 13 No. 2 (1998) Vol 13, No 2 (1998) Vol 13, No 1 (1998) Vol. 13 No. 1 (1998) Vol 12, No 3 (1997) Vol. 12 No. 3 (1997) Vol 12, No 2 (1997) Vol. 12 No. 2 (1997) Vol. 12 No. 1 (1997) Vol 12, No 1 (1997) Vol 12, No 1 (1997) Vol 11, No 3 (1996) Vol. 11 No. 3 (1996) Vol 11, No 2 (1996) Vol. 11 No. 2 (1996) Vol. 11 No. 1 (1996) Vol 11, No 1 (1996) Vol. 10 No. 1&2 (1994) Vol 10, No 1&2 (1994) Vol 9, No 1&2 (1990) Vol. 9 No. 1&2 (1990) Vol 8, No 1&2 (1989) Vol. 8 No. 1&2 (1989) Vol 7, No 1&2 (1988) Vol. 7 No. 1&2 (1988) Vol 6, No 1&2 (1987) Vol. 6 No. 1&2 (1987) Vol. 5 No. 1&2 (1986) Vol 5, No 1&2 (1986) Vol 4, No 3&4 (1985) Vol. 4 No. 3&4 (1985) Vol 4, No 1&2 (1985) Vol. 4 No. 1&2 (1985) Vol. 3 No. 2&3 (1984) Vol 3, No 2&3 (1984) Vol 3, No 4 (1984) Vol. 3 No. 4 (1984) Vol 3, No 1 (1984) Vol. 3 No. 1 (1984) Vol. 2 No. 2&3 (1983) Vol 2, No 2&3 (1983) Vol. 2 No. 4 (1983) Vol 2, No 4 (1983) Vol 2, No 1 (1983) Vol. 2 No. 1 (1983) Vol 1, No 1 (1982) Vol. 1 No. 1 (1982) More Issue