cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1" : 4 Documents clear
ANALISIS DINAMIKA STRUKTUR PADA SISTEM FLEKSIBEL DI ANTARIKSA Ari Darmawan Pasek
Mesin Vol. 9 No. 1&2 (1990)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data-data penelitian sebelumnya, dalam makalah ini akan dibahas model pendidihan dan mekanisme perpindahan panasnya pada permukaan berpori dalam cairan refrijeran. Ditunjang dengan suatu kajian analitik, diusulkan tiga model pendidihan yang terjadi pada tiga daerah fluks panas yang berbeda. Pada fluks panas rendah terjadi pendidihan pada dasar permukaan berpori dan pada fluks panas tinggi terjadi pendidihan pada permukaan. Sedangkan model pendidihan yang ketiga adalah pendidihan antara yang terjadi pada daerah transisi antara daerah fluks panas rendah dan tinggi. Pada makalah ini akan dibahas pula suatu metoda dan persamaan korelasi untuk memperkirakan koefisien perpindahan panas pada setiap daerah pendidihan.
PENERAPAN ANALISIS MODUS GETAR EKSPEFNMENTAL UNTUK IDENTIFIKASI PARAMETER MODUS GETAR STRUKTUR MEKANIK Komang Bagiasna
Mesin Vol. 9 No. 1&2 (1990)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam analisis modus getar eksperimental peranan aspek pengukuran Fungsi Respon Frekuensi adalah penting karena hasilnya digunakan sabagai acuan dalam menguji keabsahan model teoritik (misal: model elemen hingga) analisis dinamik suatu struktur mekanik. Keluaran yang diperoleh dari analisis di atas adalah berupa parameter modus getar yakni: frekuensi pribadi, perbandingan redaman dan bentuk modus getar dari struktur mekanik tersebut. Besaran tersebut diperoleh melalui proses curve fitting. Dalam pengkajian ini dilakukan analisis modus getar eksperimental atas suatu struktur mekanik dan pengernbangan proses curve-fitting data eksperimental dalam domain waktu.
GAYA POTONG SPESIFIK UNTUK PROSES FREIS DENGAN PAHAT BERGIGI MIRING/HELIK (HELICAL END MILLS) Taufiq Rochim
Mesin Vol. 9 No. 1&2 (1990)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data pemesinan banyak dimanfaatkan untuk merencanakan proses pemesinan. Data tersebut pada umumnya diperoleh dengan melakukan percobaan berbagai proses pemesinan yang melibatkan banyak jenis material benda kerja dan pahat. Khusus untuk proses Freis data yang diperoleh umumnya berasal dari percobaan freis dengan pahat muka (face milling cutter). Denqan face milling, umumnya kedalaman potong (aksial) relatif kecil bila dibandingkan dengan diameter pahat atau kedalaman potong radial. Pada kondisi ini, meskipun pahat yang bersangkutan mempunyai sudut mixing (helik), pengaruh sudut miring tersebut bisa diabaikan. Lain halnya dengan pengefreisan denqan pahat end-mill yang mempunyai sudut miring yang cukup besar, maka kondisi penqefreisannya akan berbeda dengan menqefreis muka. Data pemesinan dalam hal ini tidak bisa dimanfaatkan, kecuali jika dilakukan modifikasi rumus gaya pemotongannya. Untuk itu perlu dilakukan percobaan pengefreisan dengan end mill dimana datanya diolah dengan menggunakan rumus baru yang dikembangkan di Lab Proses Pemesinan Mesin ITB. Hasil penelitian ini cukup memberikan harapan sehingga kelak data pengefreisan yang ada bisa dimanfaatkan baik untuk proses mengefreis muka maupun mengefreis dengan end-mill.
TINJAUAN SINGKAT TEKNOLOGI PEMBUATAN RODAGIGI HYPOID Tri Prakosa
Mesin Vol. 9 No. 1&2 (1990)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rodagigi hypoid merupakan jenis roda gigi kerucut (bevel) yang sumbu pinionnya (driver) memiliki offset terhadap sumbu gearnya (drivennya). Teori yang rumit dan"informasi tentang pembuatannya yang hanya terpusat pada perusahaan tertentu, sehingga hanya pihak-pihak itulah yang mampu membuat roda gigi hypoid. Perkembangan teknologi mesin CNC serta kemajuan di bidang programming memberi dampak terhadap kemudahan teknologi pembuatan roda gigi hypoid, sehingga industri menengah bahkan rendahpun memiliki kesempatan untuk memproduksinya. Roda gigi hypoid banyak digunakan karena beberapa kelebihan dibandingkan dengan roda gigi kerucut lainnya. Unjuk kerja roda gigi tergantung pada kualitas geometri yang yang dihasilkan. Kualitas geometri yang baik dapat diperoleh apabila keseluruhan tahap proses pembuatan dikontrol secara baik. Tulisan ini menguraikan tentang proses pembuatan roda gigi hypoid yang dilakukan oleh The Gleason Works, Rochester, N.Y., USA, sebagai salah satu perusahaan penghasil mesin pembuat roda gigi. Negara lain penghasil mesin pembuat roda gigi adalah Swiss (Oerlikon), Jerman (Klingenberg), serta Jepang.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

1990 1990


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025) Vol 30 No 1 (2024) Vol 29 No 2 (2023) Vol 29 No 1 (2023) Vol. 28 No. 1 (2019) Vol 27, No 2 (2018) Vol. 27 No. 2 (2018) Vol 27, No 1 (2018) Vol. 27 No. 1 (2018) Vol 26, No 2 (2017) Vol. 26 No. 2 (2017) Vol 26, No 2 (2017) Vol 26, No 1 (2017) Vol. 26 No. 1 (2017) Vol 25, No 2 (2016) Vol. 25 No. 2 (2016) Vol. 25 No. 1 (2016) Vol 25, No 1 (2016) Vol 24, No 2 (2009) Vol. 24 No. 2 (2009) Vol 24, No 1 (2009) Vol. 24 No. 1 (2009) Vol. 23 No. 2 (2008) Vol 23, No 2 (2008) Vol. 23 No. 1 (2008) Vol 23, No 1 (2008) Vol 23, No 1 (2008) Vol 22, No 2 (2007) Vol. 22 No. 2 (2007) Vol 22, No 1 (2007) Vol. 22 No. 1 (2007) Vol 21, No 2 (2006) Vol. 21 No. 2 (2006) Vol 21, No 1 (2006) Vol 21, No 1 (2006) Vol. 21 No. 1 (2006) Vol. 20 No. 2 (2005) Vol 20, No 2 (2005) Vol 20, No 1 (2005) Vol. 20 No. 1 (2005) Vol 19, No 2 (2004) Vol. 19 No. 2 (2004) Vol. 19 No. 1 (2004) Vol 19, No 1 (2004) Vol 18, No 2 (2003) Vol. 18 No. 2 (2003) Vol 18, No 1 (2003) Vol. 18 No. 1 (2003) Vol. 17 No. 3 (2002) Vol 17, No 3 (2002) Vol. 17 No. 2 (2002) Vol 17, No 2 (2002) Vol. 17 No. 1 (2002) Vol 17, No 1 (2002) Vol 16, No 3 (2001) Vol. 16 No. 3 (2001) Vol 16, No 2 (2001) Vol. 16 No. 2 (2001) Vol 16, No 1 (2001) Vol. 16 No. 1 (2001) Vol 16, No 1 (2001) Vol. 15 No. 3 (2000) Vol 15, No 3 (2000) Vol 15, No 2 (2000) Vol. 15 No. 2 (2000) Vol 15, No 1 (2000) Vol. 15 No. 1 (2000) Vol. 14 No. 3 (1999) Vol 14, No 3 (1999) Vol. 14 No. 2 (1999) Vol 14, No 2 (1999) Vol. 14 No. 1 (1999) Vol 14, No 1 (1999) Vol 13, No 3 (1998) Vol. 13 No. 3 (1998) Vol. 13 No. 2 (1998) Vol 13, No 2 (1998) Vol 13, No 1 (1998) Vol. 13 No. 1 (1998) Vol 12, No 3 (1997) Vol. 12 No. 3 (1997) Vol 12, No 2 (1997) Vol. 12 No. 2 (1997) Vol 12, No 1 (1997) Vol 12, No 1 (1997) Vol. 12 No. 1 (1997) Vol. 11 No. 3 (1996) Vol 11, No 3 (1996) Vol. 11 No. 2 (1996) Vol 11, No 2 (1996) Vol 11, No 1 (1996) Vol. 11 No. 1 (1996) Vol. 10 No. 1&2 (1994) Vol 10, No 1&2 (1994) Vol. 9 No. 1&2 (1990) Vol 9, No 1&2 (1990) Vol 8, No 1&2 (1989) Vol. 8 No. 1&2 (1989) Vol 7, No 1&2 (1988) Vol. 7 No. 1&2 (1988) Vol 6, No 1&2 (1987) Vol. 6 No. 1&2 (1987) Vol. 5 No. 1&2 (1986) Vol 5, No 1&2 (1986) Vol 4, No 3&4 (1985) Vol. 4 No. 3&4 (1985) Vol. 4 No. 1&2 (1985) Vol 4, No 1&2 (1985) Vol 3, No 2&3 (1984) Vol. 3 No. 2&3 (1984) Vol. 3 No. 4 (1984) Vol 3, No 4 (1984) Vol 3, No 1 (1984) Vol. 3 No. 1 (1984) Vol. 2 No. 2&3 (1983) Vol 2, No 2&3 (1983) Vol. 2 No. 4 (1983) Vol 2, No 4 (1983) Vol 2, No 1 (1983) Vol. 2 No. 1 (1983) Vol 1, No 1 (1982) Vol. 1 No. 1 (1982) More Issue