cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015" : 10 Documents clear
PUPUK MIKROBA MULTIGUNA SEBAGAI SUBSTITUSI PUPUK ANORGANIK PADA SISTEM TUMPANGSARI KEDELAI–JAGUNG Bambang Rudianto W; Haryanto Haryanto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.454 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui kemampuan Pupuk Mikroba Multi Guna (PMMG) sebagai substitusi pupuk anorganik, pada sistem tumpangsari jagung dengan kedelai dalam rangka pengadaan benih kedelai varietas Mulyo wilis. Penelitian dilaksanakan di desa Karangwangkal, Purwokerto, Maret sampai September 2015, berupa penelitian lapang, menggunakan rancangan petak terbagi 2 x 3.  Analsis data menggunakan uji F dan Uji Jarak Ganda Duncan 95 persen. Hasil: aplikasi PMMG memberikan pertumbuhan lebih baik terhadap kedelai maupun jagung, meningkatkan pertumbuhan 29,4 persen dan hasil 20,8 persen atau setara 3,36 ku biji per ha pada kedelai, sedangkan pada jagung 37,1 persen dan hasil 16,2 persen atau 1,4 ton biji per ha.  Perlakuan ½ dosis rekomendasi pemupukan NPK dengan PMMG tidak mengurangi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung maupun kedelai. Aplikasi PMMG mensubtitusi ½ dosis rekomendasi pemupukan NPK, dengan nilai kesetaraan lahan (NKL) 1,61. NKL tidak berbeda dengan perlakuan pemupukan sesuai rekomendasi yang nilai NKLnya 1,78.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI PADI LOKAL LAHAN PASANG SURUT DI KAPUAS Jhon Wardie
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.586 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan: (1) menganalisis tingkat pendapatan rumahtangga petani; (2) mengetahui kontribusi pendapatan rumahtangga petani dari usahatani padi lokal di lahan pasang surut terhadap total pendapatan rumahtangga petani; (3) menganalisis tingkat kesejahteraan rumahtangga petani. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Palingkau Lama dan Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung, Kapuas. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan potensi pengembangan dan pengelolaan lahan pasang surut cukup luas. Penentuan sampel secara sengaja sebanyak  50 KK.  Hasil: pendapatan rumahtangga petani di Palingkau Lama dan Palingkau Baru Rp 26.010.754 dan Rp  23.000.427, kontribusi pendapatan usahatani padi lokal pasang surut terhadap total pendapatan rumahtangga petani 93,05 persen dan 84,07 persen. Proporsi konsumsi pangan di Palingkau Lama 83,48 persen dengan pengeluaran kosumsi pangan Rp 13.839.396, sedangkan di Palingkau Baru 83,05 persen dengan nilai Rp 13.902.956. Ini berarti rumahtangga petani di Palingkau Lama dan Palingkau Baru dikategorikan rumahtangga belum sejahtera, karena proporsi pengeluaran konsumsi pangan lebih besar dibanding konsumsi non pangan. 
KAJIAN USAHA TANI PEKARANGAN DI KELURAHAN BOBOSAN KABUPATEN BANYUMAS Widyarini, Indah; Eka W, Irine Kartika; Satriani, Ratna
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.18 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan anggota KWT Mekar Sari dari usaha tani pemanfaatan pekarangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan mengetahui efisiensi usaha tani dengan pendekatan R/C rasio. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Sasaran penelitian adalah anggota KWT Mekar Sari penerima dana bantuan kegiatan KRPL di Kelurahan Bobosan Kabupaten Banyumas sejumlah 20 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, serta R/C rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan KRPL memberikan manfaat bagi anggota KWT Mekar Sari, yaitu pekarangan menjadi lebih produktif serta kebutuhan pangan keluarga terpenuhi dengan baik. Usaha tani lahan pekarangan yang dilakukan oleh anggota KWT Mekar Sari terdiri dari usaha tani sayuran, buah, dan TOGA seperti cabai, pisang, dan jahe, sedangkan ternak ayam terdiri ayam kampung jantan dan betina, dan budidaya ikan gurame, mujair, bawal, patin, melem, tawes, dan lele. Total biaya per bulan untuk usaha tani sebesar Rp 1.814.750,00, total penerimaan sebesar Rp 3.365.183,00, dan total pendapatan sebesar  Rp 1.550.433,00. Kegiatan pemanfaatan pekarangan sudah efisien dan menguntungkan, terbukti dari nilai R/C rasio sebesar 1,85 yang artinya setiap Rp100.000,00 biaya yang dikeluarkan akan memberikan penerimaan sebesar Rp185.000,00.
PENGARUH UKURAN BENIH KEDELAI TERHADAP KUALITAS BENIH Atin Yulyatin; IGP Alit Diratmaja
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.111 KB)

Abstract

Benih kedelai merupakan benih yang cepat mengalami deteriorasi atau penurunan viabilitas dan vigor terutama jika disimpan pada kondisi simpan yang kurang optimum. Ukuran benih kedelai dapat memengaruhi kualitas benih. Kualitas benih ditandai oleh daya berkecambah benih. Ukuran biji berpengaruh terhadap pemanfaatan kedelai. Ukuran biji besar cenderung dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, sedangkan ukuran biji kecil pemanfaatannya sebagai benih yang ditanam kembali. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui apakah ukuran benih kedelai dapat memengaruhi kualitas benih selama di penyimpanan. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan ukuran benih kedelai, yaitu ukuran besar (Grobogan), sedang (Kaba), dan kecil (Wilis) diulang empat kali. Parameter pengamatannya adalah benih normal, kotoran benih, bobot 100 butir, kadar air, daya berkecambah. Data ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji F, apabila berbeda nyata maka diuji lanjut dengan uji DMRT taraf 5 persen. Benih ukuran besar memiliki jumlah bobot 100 biji, kotoran benih, kadar air yang lebih tinggi dibandingkan ukuran benih sedang dan kecil. Namun memiliki benih normal dan daya berkecambah yang lebih rendah dibandingkan benih ukuran sedang dan kecil. Untuk mempertahankan kadar air <11 persen selama di penyimpanan sebaiknya benih ukuran besar lebih sering dijemur dibandingkan benih ukuran sedang dan kecil.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN AYAM BOILER DI KECAMATAN MOYUDAN SLEMAN I Nyoman Nurjana; Rini Anggraeni; Ichwani Kruniasih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.427 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan yang diterima peternak ayam broiler di Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman, (2) kelayakan usaha peternakan ayam broiler di Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman, (3) faktor yang memengaruhi pendapatan  produksi usaha ayam broiler di Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling berdasarkan jumlah kepemilikan ternak, yaitu di Kecamatan  Moyudan. Peternak responden ditentukan dengan metode random sampling sebanyak 30  responden. Data dianalisis dengan: (1) pendapatan, (2) R/C ratio, dan (3) fungsi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pendapatan peternak ayam broiler di Kecamatan Moyudan selama satu tahun adalah sebesar Rp  32.574.468, (2) analisis  usaha  R/C ratio untuk peternak ayam broiler di Kecamatan Moyudan1,10 dan (3) faktor yang memengaruhi  pendapatan usaha ayam broiler di Kecamatan Moyudan yang berpengaruh signifikan adalah vaksin, tenaga kerja, pakan, dan harga.
PENGKAJIAN PENGOLAHAN BIJI KAKAO GAPOKTAN LINTAS SEKAYAM SANGGAU KALIMANTAN BARAT Azri Azri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.092 KB)

Abstract

Permasalahan yang dijumpai petani kakao adalah rendahnya mutu biji kakao yang dihasilkan petani. Harga biji kakao di tingkat petani pada tahun 2013 adalah Rp 800 per kg. Diharapkan dengan menerapkan teknologi pengolahan biji kakao berupa produk olahan, seperti bubuk kakao, dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani kakao. Dari aspek pengolahan diharapkan sebagian besar kakao bisa difermentansi dengan persyaratan standar mutu kakao Indonesia sesuai dengan SNI 01-2323-2002, sehingga mutunya dapat diterima di pasar internasional. Pengolahan biji kakao dilakukan setelah biji kakao difermentasi selama tiga sampai enam hari, kemudian dilakukan seleksi biji yang akan digunakan untuk bahan pembuatan produk olahan buah kakao. Bahan biji kakao diperoleh dari hasil panen petani kakao Desa Sotok Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau. Pengolahan biji kakao dilakukan pabrik pengolahan kakao Gapoktan Lintas Sekayam. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan pengolahan biji kakao menjadi produk kakao berupa: lemak kakao, pasta, dan bubuk kakao, untuk menguji produk olahan biji kakao berupa kadar air dan kadar lemak sesuai dengan standar SNI. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa produk pengolahan biji kakao yang dilakukan oleh Gapoktan Lintas Sekayam belum memenuhi standar SNI karena masih tingginya kadar air biji kakao, sehingga mutu produk yang dihasilkan rendah.
PENGARUH PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BUAH TANAMAN KAKAO Azri, Azri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.726 KB)

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu kegiatan pemeliharaan tanaman yang penting. Tanpa pemupukan yang tepat lahan kakao akan mengalami kemunduran, terutama kualitas lahannya, antara lain berkurangnya unsur hara tanah, rusaknya sifat fisik dan biologis tanah, serta menipisnya ketebalan tanah. Berkurangnya unsur hara tanah terjadi karena kegiatan panen, pencucian, denitrifikasi, dan erosi yang terjadi di daerah perakaran kakao. Kerusakan fisik dan biologis tanah antara lain berupa rusaknya agregat tanah, berkurangnya kemantapan struktur, kadar bahan organik, dan jumlah aktivitas organisme tanah. Upaya peningkatan kesuburan tanah dilakukan dengan pemberian pupuk. Pengkajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan, dengan perlakuan pemberian pupuk. Perlakuan yang dikaji adalah: P1 = kontrol (petani);  P2 = pupuk kandang 5 kg; P3 = pupuk kandang 5 kg + 5 g urea + 5 g SP-36, dan P4 = pupuk kandang 5 kg + 5 g SP-36 + 5 g KCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dan pupuk organik berbeda nyata dengan pemupukan cara petani (kontrol), namun perlakuan terbaik dijumpai pada pemberian pupuk kandang dikombinasikan pupuk anorganik (P3) yang menunjukkan pertumbuhan dan jumlah buah terbaik.
ADAPTASI DAN SELEKSI SEPULUH GENOTIPE GANDUM PADA LAHAN TROPIS DATARAN RENDAH DEMAK Kurnia, Theresa Dwi; Widyawati, Nugraheni; Murdono, Djoko
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.221 KB)

Abstract

Kebutuhan gandum yang terus meningkat setiap tahun memaksa usaha penanaman gandum di Indonesia. Dengan mengembangkan gandum yang mampu beradaptasi di lahan cekaman abiotik, berupa suhu tinggi dan lahan kering, dapat menjadi jalan keluar dari keterbatasan lahan. Tujuan: mengetahui dinamika pertumbuhan dan hasil panen beberapa genotipe gandum yang diadaptasikan di dataran rendah tropis dan melakukan seleksi genotipe hasil adaptasi calon varietas berdasar penampilan fenotipe. Penelitian dengan penanaman 10 genotipe gandum F2 hasil adaptasi tahun sebelumnya, di Desa Telogoweru, Guntur, Demak  pada bulan Juli hingga Oktober 2013. Penelitian selanjutnya adalah melakukan seleksi berdasarkan penampilan terbaik dengan penanaman kembali hasil panen F2. Kesimpulan: terjadi penurunan nilai tinggi tanaman dalam proses adaptasi tetua, F1 maupun F2, dan pada karakter jumlah anakan terlihat adanya peningkatan dari proses adaptasi F2. Potensi hasil menunjukkan penurunan berat 1000 butir dan jumlah biji per malai dalam proses adaptasi tetua, F1 dan F2, tetapi untuk hasil biji per hektar, genotipe LAJ3302, ALTAR, SELAYAR, dan OASIS mampu menunjukkan peningkatan hasil. Proses seleksi menunjukkan bahwa genotipe LAJ3302, ALTAR, SELAYAR, OASIS, BASRIBEY, dan HP1744 merupakan genotipe yang dapat dijadikan calon varietas tahan cekaman suhu tinggi dan kekeringan
EFEKTIVITAS MODEL PERANGKAP LALAT BUAH PADA PERTANAMAN JAMBU BIJI MERAH DI DESA SUMBERAGUNG BANTUL Sulistiya Sulistiya
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.728 KB)

Abstract

Serangan lalat buah pada pertanaman jambu merah menyebabkan kehilangan produksi yang cukup besar. Ketinggian perangkap yang tepat, jenis lalat buah yang menyerang, dan tingkat keragaman serangga lain yang ada di pertanaman jambu merah masih belum jelas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis lalat buah dan keefektivan tiga jenis perangkap. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, tujuh perlakuan, empat ulangan. Perlakuan yang diuji adalah perangkap steiner tanpa perlakuan (kontrol), perangkap kuning lem IAT 100 cm, perangkap kuning lem IAT 150 cm, perangkap kuning lem Leila 100 cm, perangkap kuning lem Leila 150 cm, perangkap steiner berumpan 100 cm, perangkap steiner berumpan 150 cm. Hasil: (a) Jenis lalat buah pada jambu merah di Desa Sumberagung adalah B. dorsalis dan B. tau dengan masing-masing 1317 ekor dan 17 ekor. (b) Jumlah imago jantan tertangkap 1318 ekor, imago betina 16 ekor. (c) Jenis perangkap paling efektif adalah perangkap kuning lem Leila 100 cm. (d) Indeks keanekaragaman serangga adalah sedang. Untuk mengendalikan lalat buah di jambu biji merah disarankan menggunakan perangkap kuning lem Leila ketinggian 100 cm. 
INTRODUKSI JAGUNG VARIETAS UNGGUL POLA PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU DATARAN RENDAH KABUPATEN JAYAPURA Petrus A Beding
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.689 KB)

Abstract

Jayapura merupakan satu potensi lahan kering di Papua yang sebagian besar belum dimanfaatkan.  Jagung merupakan komoditas pangan yang banyak dikembangkan petani, baik lokal maupun pendatang, namun rata-rata produktivitasnya selama lima tahun terakhir hanya 1,8 ton per ha, padahal potensi hasil varietas unggul baru jagung dapat mencapai enam hingga delapan ton per ha. Pengkajian dilaksanakan di kabupaten Jayapura, Distrik Nimbokran,  Kampung Nimbokran pada  Desember 2014 sampai Maret  2015.  Tujuan: mendapatkan  dua sampai tiga varietas unggul yang adaptif dan dapat meningkatkan produksi jagung  lima ton per ha atau lebih dan diharapkan dapat menambah  pilihan petani  terhadap variatas jagung sesuai agroekosistem dan selera konsumen serta prospek pasar. Selain itu mengetahui kemampuan adopsi teknologi  PTT jagung  spesifik lokasi di sentra pengembangan dalam upaya peningkatan produktivitas jagung dan pendapatan petani. Menggunakan metode on farm research, melibatkan enam petani koperator pada luasan 10 ha, ulangan empat kali. Hasil: belum semua petani koperator mau dan mampu menerapkan 100 persen teknologi anjuran peningkatan produktivitas jagung. Perlakuan varietas menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap semua parameter yang diamati, kecuali terhadap jumlah tongkol per tanaman dan bobot 100 biji.

Page 1 of 1 | Total Record : 10