cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016" : 13 Documents clear
DAMPAK INTRODUKSI TANAMAN PANGAN TERHADAP PENDAPATAN DAN PERBAIKAN GIZI PENDUDUK MANGGARAI BARAT Nelson Hasdy Kario
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.846 KB)

Abstract

Dewasa ini pekarangan semakin diintensifkan pemanfaatannya terutama di kala usahatani mengalami bencana atau gagal panen akibat serangan hama atau penyakit, banjir, kekeringan, dan bencana alam yang lain. Luas lahan pekarangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup luas, namun sejauh ini belum banyak dimanfaatkan untuk menanam beranek ragam tanaman. Penelitian bertujuan mengkaji dampak introduksi beberapa jenis tanaman pangan terhadap pendapatan dan perbaikan gizi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program M-KRPL di Kabupaten Manggarai Barat cukup baik dilihat dari dampaknya terhadap konsumsi rumahtangga, pola pangan harapan serta pendapatan rumahtangga petani peserta. Dampak M-KRP terhadap pola konsumsi pangan  dan pola pangan harapan (PPH) telah memberikan hasil positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa introduksi tanaman pangan mampu meningkatkan pendapatan dan perbaikan gizi keluarga dengan peningkatan pendapatan rata-rata sebesar Rp 2,126,200 per KK serta peningkatan skor PPH dari 66,0 menjadi 71,0.
GATRA BUDIDAYA PADI DALAM PENGEMBANGAN PERTANIAN LAHAN PASANG SURUT MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN (Studi Kasus Danda Besar, Kabupaten Barito Kuala) Agus Supriyo
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.293 KB)

Abstract

Unit Danda Besar merupakan areal rawa pasang surut yang telah direklamasi sejak Tahun  1969 dengan jaringan reklamasi. Penelitian dilaksanakan Juli 2012. Metode: partisipatory rural appraisal dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari desk study. Data dianalisis dengan SWOT. Hasil: aspek budidaya padi dalam pengembangan lahan rawa pasang surut terdiri atas masalah: (a) pengelolaan lahan (penataan lahan sistem sawah mulai daerah hulu sampai hilir, kesuburan tanah rendah, seperti pH masam kurang dari 4, tanah belum matang,  (b) pengaturan tata air (makro dan mikro, seperti kondisi saluran tertier, belum dibuat saluran cacing, dan saluran kuarter), (c) partisipasi petani (tenaga kerja dan ketrampilan terbatas), serta (d) dukungan eksternal (KUD belum berfungsi optimal, jumlah penyuluh terbatas satu tenaga PPL melayani  659 petani dan mencakup  areal lahan seluas 1.546 ha). Skenario pengembangan rawa pasang surut Danda Besar dapat dibedakan menjadi: (a) penataan lahan, (b) pengaturan tata air mikro dengan membuat saluran kuarter, saluran cacing, dan sanitasi saluran tertier, (c) mekanisasi pertanian dengan alat pra-panen dan pasca- panen dengan sistem usaha pelayanan jasa, pelatihan inovasi teknologi lahan rawa bagi kelompok tani, dan (d) revitalisasi fungsi lembaga KUD, penambahan jumlah tenaga PPLn dan tenaga pengamat air yang dikaitkan dengan tugas aparat desa.
PROSPEK PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BUNGA POTONG KRISAN DI KECAMATAN SAMIGALUH KULONPROGO Budi Setyono
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.587 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Sistem Usaha Agribisnis spesifik lokasi. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pemberdayaan masyarakat petani. Data yang dikumpulkan meliputi aspek keragaan hasil yang dilakukan petani, nilai input, dan nilai output. Analisis data dilakukan menggunakan analisis diskriptif dan analisis usahatani bunga potong krisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek ekonomi, budidaya bunga potong krisan dalam luasan 100 m2 dengan populasi 9.000 bibit tanaman menghasilkan keuntungan Rp 6.902.500.  Nilai B/C ratio sebesar 1,04 dan R/C ratio sebesar 2,04 yang berarti lebih besar daripada satu, sehingga disimpulkan bahwa usaha budidaya bunga potong krisan layak untuk dikembangkan
ANALISIS KOMPARATIF MONOKULTUR UBIKAYU DENGAN TUMPANGSARI UBIKAYU-KACANG TANAH DI BANYUMAS Nur Khasanah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.649 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara usahatani monokultur dan usahatani tumpangsari, mengetahui perbedaan kelayakan usahatani monokultur dengan usahatani tumpangsari, dan mengetahui perbedaan pemerataan pendapatan usahatani monokultur dengan tumpangsari. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis kelayakan, dan analisis Gini Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata per hektar petani monokultur adalah Rp 20.331.620. Adapun pendapatan rata-rata per hektar usahatani tumpangsari sebesar Rp 25.305.466. Nilai R/C ratio adalah 2,49 dan B/C ration adalah sebesar 1,495 pada usahatani monokultur. Adapun  pada usahatani tumpangsari nilai R/C ration adalah sebesar 2,53 dan nilai B/C ratio adalah sebesar 1,53. Tingkat ketimpangan distribusi pendapatan usahatani monokultur dan tumpangsari berdasar Gini Ratio berada dalam tingkat ketimpangan sedang.
PENGEMBANGAN AGRIBISNIS AYAM KUB MELALUI PENDEKATAN MODEL PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN BERBASIS INOVASI (M-P2BBI) DI YOGYAKARTA Budi Setyono
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memacu industri perunggasan supaya lebih mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bersaing di pasar global, maka pengembangan peternakan ayam, hendaknya tidak hanya bertumpu pada ayam ras, oleh karena itu perlumenyatukan program dan pelaksanaannya denganInstansi terkait, swasta dan pelaku agribisnis,  sehingga saling mendukung dalam upaya pembangunan bidang peternakan menuju Sistem Usaha Agribisnis di wilayah Yogyakarta. Tujuanpenelitianuntuk meningkatkan dan memperluas spektrumsasaran adopsi teknologi ayam KUB; Penerapanmodel percontohansistemusahaagribisnisperdesaanberbasis IPTEK inovatifsecarapartisipatifdenganparapemangkukepentinganpembangunanpeternakan. Metodologipenelitian : pendekatan yang digunakan dalammembangun M-P2BBI adalah: partisipatif,agribisnis,kelembagaan,kesejahteraanpetani, kerjasamalintasinstitusiterkait.Lokasipenelitian di wilayahKecamatanBerbah, dilaksanakanpadabulanMaret-Desember 2015.Tujuanpenelitianuntuk meningkatkan dan memperluas spektrumsasaran adopsi teknologi Ayam KUB; dan penerapan model percontohanSistemUsahaAgribisnisperdesaan .Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam KUB dapat berkembang lebih besar diperlukan peningkatan kapasitas ayam KUB dengan menambah populasi induk ayam, membentuk kelembagaan kelompok menuju Sistem Usaha Agribisnis. Analisisusahaternakdenganmemelihara 100 ekorindukayam KUB yang ditujukanuntukbisnispenjualan DOC mendapatkan penghasilanRp 26.301.337,00 per tahun.Sedangkan usaha ternak ayam KUB yang ditujukan untuk usaha pembesaran sebanyak 100 ekor DOC  memerlukan waktu kurang lebih 70 hari memperoleh laba Rp 990.735,-. Memperhatikan hal tersebut bahwa usaha ternak ayam KUB dapat dikembangkan di wilayah Yogyakarta.Kata  Kunci : Pengembangan, agribisnis. ayam KUB
KAJIAN HAMA DAN PENYAKIT UTAMA DOMINAN PADA USAHATANI PADI DI PROVINSI PAPUA Beding, Petrus A
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.844 KB)

Abstract

Banyaknya hama-penyakit pada tanaman padi, sering menyulitkan prioritas hama-penyakit sasaran yang perlu dikendalikan. Ketepatan menentukan hama-penyakit sasaran merupakan langkah penting karena akan menentukan cara pengendaliannya secara tepat sehingga mengurangi pemborosan. Tujuan penelitian untuk: (a) mengetahui perkembangan hama dan penyakit utama pada usahatani padi di Papua; (b) mengetahui dominasi hama dan penyakit utama pada usahatani padi Papua; dan (c) mengetahui dominasi hama dan penyakit utama di masing-masing Kabupaten di Papua. Kajian dilaksanakan Mei hingga Oktober 2015, menggunakan data sekunder berupa laporan UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dipertan Provinsi Papua, tahun 2009 hingga 2014. Data sekunder dianalisis secara distruktif untuk menjawab tujuan kajian. Dominasi hama penyakit ditetapkan berdasarkan data luas serangan dan serangan paling luas memperlihatkan dominannya hama dan penyakit utama. Hasil: (a) hama dan penyakit utama (hama putih palsu, hama pengerek batang, tikus,  serta penyakit bercak coklat,  dan blas ) selalu dijumpai pada usahatani padi di Papua; (b) selama lima tahun (2009 hingga 2014), luas serangan hama putih palsu dan blas terus meningkat, luas serangan bercak coklat dan pengerek selalu berfluktuasi, sedangkan luas serangan penyakit blas terlihat turun; (c) rata-rata hama putih palsu yang paling dominan di lima kabupaten (96 persen dari jumlah  Kabupaten lokasi usahatani padi di Papua).
PROSPEK PENGEMBANGAN SISTEM USAHA AGRIBISNIS KEDELAI DI PROVINSI PAPUA Afrizal Malik
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.633 KB)

Abstract

Kajian ini dilakukan di sentra pengembangan kedelai. Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang difokuskan pada aspek input dan output yang akan diuraikan pada  subsistem input usahatani, subsistem produksi, ekonomi, dilakukan bulan Juni hingga Juli 2015.  Untuk melengkapi data primer juga dilakukan Desk Studi terhadap hasil kajian sistem agribisnis kedelai. Pengambilan contoh petani kedelai secara purposive sebanyak  10 orang petani sebagai responden di masing-masing kabupaten sentra pengembangan kedelai, yaitu Kabupaten Merauke, Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Nabire. Parameter yang dikaji: input-output usahatani, pemasaran serta kendala teknis dan ekonomi usahatani. Analisis data dilakukan secara deskriptif, tabulasi, dan analisis ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa usahatani kedelai termasuk komoditas palawija yang kurang berkembang di Provinsi Papua, terlihat dari luas potensi pengembangan kedelai dari sisi ketersediaan lahan cukup besar, sementara permintaannya cukup tinggi terutama untuk bahan baku industri pengolahan. Hal ini menunjukkan adanya peluang pengembangan komoditas tersebut karena potensi pasar cukup besar. Untuk pengembangan agribisnis kedelai, berbagai teknologi dibutuhkan,  terutama varietas unggul baru dengan potensi hasil tinggi. 
IDENTIFIKASI DAN PENENTUAN JENIS TANAH DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Sheny Kaihatu; Edwen D Waas; Yacob Ayal
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.183 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi tanah-tanah di Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku dilaksanakan pada Agustus 2014. Dari hasil penelitian ditemukan enam ordo tanah menurunkan sebanyak delapan subordo, 12 grup, dan 21 subgrup tanah. Ordo Entisol menurunkan tiga subgroup, yaitu Typic Sulfaquents, Haplic Sulfaquents, dan Typic Udipsamments. Ordo Inceptisol menurunkan sembilan subgroup, yaitu Sulfic Endoaquepts, Aeric Endoaquepts, Typic Endoaquepts, Lithic Eutrudepts, Aquic Eutrudepts, Vertic Eutrudepts, Typic Eutrudepts, Aquic Dystrudepts, dan Typic Dystrudepts. Ordo Vertisols menurunkan satu subgroup, yaitu Leptic Hapluderts. Ordo Alfisols menurunkan dua subgroup, yaitu Vertic Hapludalfs dan Typic Hapludalfs. Ordo Ultisols menurunkan empat subgroup, yaitu Typic Kanhapludults, Typic Kandiudults, Inceptic Hapludults, dan Typic Hapludults. Ordo Oxisols menurunkan dua subgroup, yaitu Typic Hapludox dan Typic Eutrudox. Pada umumnya tanah-tanah di daerah penelitian merupakan tanah belum mengalami perkembangan horizon dan memiliki solum tanah dari dangkal sampai dalam. Warna tanah bervariasi dari coklat hingga kuning kemerahan. Tekstur liat sampai berpasir, konsistensi sampai lekat, kedalaman efektif dangkal sampai dalam, dan pH tanah sangat masam sampai agak alkalis. Keadaan landform datar hingga bergunung.
PERAN KANDANG SISTEM KOMUNAL TERNAK SAPI POTONG TERINTEGRASI LIMBAH PERTANIAN DALAM MENDUKUNG KEDAULATAN PANGAN DI YOGYAKARTA Hano Hanafi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.115 KB)

Abstract

Makalah ini merupakan review perkembangan ternak sapi potong di DIY, khususnya peran dan manfaat sistem kandang komunal yang terintegrasi dengan limbah pertanian. Kelembagaan kelompok peternak sapi potong berperan sebagai lembaga untuk memudahkan koordinasi, penyampaian informasi teknologi, dan mendapatkan bantuan permodalan. Pada era modern menuju pasar global, kelompok peternak diharapkan menjadi lembaga ekonomi dengan pengembangan model usaha bersama berorientasi agribisnis. Pengembangan ternak sapi potong memerlukan ketercukupan pakan secara kuantitas maupun kualitas. Makin sempitnya lahan pertanian berpengaruh terhadap penyediaan sumber hijauan ternak ruminansia. Peternak sapi potong di DIY sudah terbiasa menggunakan limbah pertanian sebagai sumber hijauan, mereka menyimpan berupa jerami padi, jagung, kacang tanah dan kedelai dalam bentuk kering sebagai cadangan. Managemen limbah pertanian dimungkinkan dapat meningkatkan kualitas bahan pakan sebagai sumber hijauan pakan ternak ruminansia, khususnya sapi potong.
KEPEMIMPINAN DALAM UPAYA PENGOPTIMALAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA MANUSIA UNTUK KEBERLANJUTAN KELOMPOK (Kasus Kelompok Tani Gisik Pranaji Desa Bugel Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo) Dewandini, Sri Kuning Retno
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.654 KB)

Abstract

Kepemimpinan merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan kelompok. Pemimpin kelompok memiliki peran yang menentukan bagi keberhasilan kelompok. Tidak adanya pemimpin akan membuat kelompok berjalan tanpa arah dan tujuan. Namun demikian, keberhasilan sebuah kelompok tidak hanya ditentukan oleh seorang pemimpin, tetapi juga ditentukan oleh para pengikutnya serta lingkungan yang mendukung. Kelompok tani Gisik Pranaji di Desa Bugel Panjatan Kabupaten Kulon Progo mampu bertahan karena peran kelompok tani. Untuk mempertahankan kelompok ini perlu dukungan dari pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, termasuk semua anggota petani dan lingkungan.

Page 1 of 2 | Total Record : 13