cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 2 (2023): edisi April" : 72 Documents clear
PERSEPSI PETERNAK TERHADAP PAKAN FERMENTASI SILASE JAGUNG DI KABUPATEN JEMBER (STUDI KASUS DI PT. YONGBEE INDONESIA) Izzulhaq M.A.A; Aji J.M.M; Rondhi M
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi menganalisis persepsi petani terhadap pakan silase jagung fermentasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani terhadap pakan silase jagung fermentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode yang sama untuk setiap penyelesaian objek. Metode analisis untuk menentukan persepsi peternak adalah skoring skala likert, metode kedua  menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap pakan silase jagung fermentasi secara keseluruhan tergolong setuju. Faktor yang mempengaruhi persepsi petani adalah jumlah anggota keluarga, jenis ternak (P>0,01), luas lahan (P>0,05) dan ukuran ternak (P>0,10) berpengaruh terhadap peningkatan nilai persepsi silase jagung.The aims of this study were to identify the farmers' perceptions of fermented corn silage feed and Analizing the factors that influence farmers' perceptions of fermented corn silage feed. The method of data analysis in this study used the same method for each completion of the objects. Completion of the first purpose was analyzed using scoring scale likert and the second purpose used multiple linear regression analysis. The results showed that the farmer's perception of fermented corn silage feed as a whole was classified as agree. The factor influencing farmer perceptions was the number of family members, livestock kind (P>0,01), land area (P>0,05) and livestock kinds (P>0,10) have effect on increasing the perceived value of corn silage
PEMANFAATAN ECENG GONDOK (Echhornia crassipes) DAN SEMANGGI AIR (Marsilea crenata) DALAM PENGUJIAN EFEKTIVITAS PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DENGAN METODE FITOREMEDIASI Ida Ayu Widhiantari; Sirajuddin Haji Abdullah; Baiq Purwasetyanegari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2726

Abstract

Tofu liquid waste that is dumped into the river can cause environmental pollution likes physical, chemical and biological changes in the water. Therefore, appropriate tofu liquid waste treatment technology is needed, namely phytoremediation technology. The phytoremediators used were Eichhornia crassipes and Marsilea crenata plants. The purpose of this study was to determine the effect of plant weight on the reduction of COD, BOD, TSS, pH neutralization, and the effectiveness of the phytoremediation method. This research used an experimental method using variations in plant weight (50 g, 75 g, and 100 g). The water quality parameters observed consisted of COD, BOD, TSS, pH, Pollutant Removal Efficiency, Pollutant Concentration Reduction Rate, and Plant Weight. The initial characteristics of tofu liquid waste in this study were: COD 17.000 mg/l, BOD 2.677,28 mg/l, TSS 620,28 mg/l, and pH 4,74. The results showed that the most optimal phytoremediation effectiveness occurred in the W4 treatment (50 g clover water) on the 20th day. The decrease in COD concentration is up to 1.680 mg/l, pollutant removal efficiency is 90,12%, removal rate is 556 mg/day. Decreased BOD up to 182,5 mg/l, pollutant removal efficiency was 93,18%, pollutant removal rate was 57,83 mg/day. Decreased TSS up to 381 mg/l with an efficiency of 38,58%, pollutant removal rate of 33,75 mg/day. And a stable pH value of 6,15. After processing, the values for the COD, BOD, TSS parameters have not met the quality standards but have decreased significantly. While the pH parameter has met the quality standard.Limbah cair tahu yang dibuang ke aliran sungai dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan seperti perubahan fisik, kimia dan biologi di dalam air. Maka dari itu, diperlukan teknologi pengolahan limbah cair tahu yakni dengan teknologi fitoremediasi. Fitoremediator yang digunakan yaitu tanaman Eichhornia crassipes dan Marsilea crenata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berat tanaman terhadap penurunan COD, BOD, TSS, penetralan pH, dan efektivitas metode fitoremediasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variasi berat tanaman (50 g, 75 g, dan 100 g). Parameter kualitas air yang diamati terdiri dari COD, BOD, TSS, pH, Efisiensi Penyisihan Pencemar, Laju Penurunan Konsentrasi Pencemar, dan Berat Tanaman. Karakteristik awal limbah cair tahu pada penelitian ini yaitu : COD 17.000 mg/l, BOD 2.677,28 mg/l, TSS 620,28 mg/l, dan pH 4,74. Hasil penelitian menunjukkan, efektivitas fitoremediasi paling optimal terjadi pada perlakuan W4 (50 g semanggi air) pada hari ke-20. Penurunan konsentrasi COD hingga 1.680 mg/l, efisiensi penyisihan pencemar sebesar 90,12 %, laju penyisihan 556 mg/hari. Penurunan BOD hingga 182,5 mg/l, efisiensi penyisihan pencemar  93,18 %, laju penyisihan pencemar 57,83 mg/hari. Penurunan TSS hingga 381 mg/l dengan efisiensi 38,58%, laju penyisihan pencemar 33,75 mg/hari. Serta nilai pH stabil sebesar 6,15. Setelah pengolahan, nilai untuk parameter COD, BOD, TSS belum memenuhi baku mutu tetapi sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Sedangkan parameter pH sudah memenuhi baku mutu.
PENGARUH PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2009-2019 Anita Rizky Lubis; Nelva Ginting
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2709

Abstract

Penentuan struktur modal atau capital structure berupa kebijakan yang diambil oleh pihak manajemen dalam rangka memperoleh sumber dana sehingga dapat digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009-2019. Struktur Modal perusahaan perkebunan kelapa sawit diukur melalui rasio DER (Dept Equity Ratio) yang bersumber dari analisis laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id. Profitabilitas diukur melalui Return On Equity (ROE) dan Ukuran Perusahaan melalui LNTotalAsset. Populasi dalam penelitian ini menggunakan sektor perkebunan kelapa sawit dan pengambilan sampel menggunakan metode (Purposive Sampling), sehinga diperoleh 3 perusahaan pada sampel dalam penelitian. Pada penelitian ini diolah dengan menggunakan analisis regresi data panel. Hasil analisis menunjukkan bahwa Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap struktur modal perkebunan kelapa sawit di Indonesia Tahun 2009-2019. Profitabilitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal. Sedangkan, ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal.
PENGGUNAAN PESTISIDA RACUN POLYDOR UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KUMBANG TANDUK PADA AREAL KELAPA SAWIT BELUM MENGHASILKAN DI PERKEBUNAN AEK NABARA PT. SUPRA MATRA ABADI LABUHAN BATU, SUMATERA UTARA Ronal Triadi; Khairul Rizal; Novilda Elizabeth Mustamu; Fitra Syawal Harahap
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2731

Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis Jacq) is a plantation crop that has an important role in advancing the economy and agriculture in Indonesia. This can be proven by the increase in the standard of living of farmers who experience an increase in area and production every year. The challenge of increasing the area of oil palm plantations apart from the limited available land is also the attack of plant-disturbing organisms (OPT), particularly pests. The increasing use of large-scale land for oil palm cultivation in Indonesia has increased the amount of monoculture land that is favorable for pest development. Field Work Practice Activities (PKL) carried out at PT. Supra Matra Abadi (SMA) Aek Nabara, Bilah Hulu District, Labuhanbatu Regency, Postal Code (21462) This activity was carried out for four months, starting from 21 February - 21 July 2022. Conducting survey research on horn beetle populations and treatment areas Before conducting research, it is necessary to find a place to area of young plants, immature plants which are often attacked by horn beetles either in one block or several blocks. After that, a place was determined for each level of treatment. This study used a completely randomized design (CRD) method with 3 treatment levels, including: 1. Control/without polydor pesticide treatment 2. Spraying polydor pesticide with a dose of 150 cc/pkk 3. Spraying polydor pesticide dose 160 cc/pkk research using 3 In repetition at each level of treatment, spraying polydor pesticide using a concentration of 1% on the outside and inside. Observations were analyzed with variance at the 5% significance level. To find out the differences between treatments, the DMRT test was used with a significant level of 5%. Based on research results at PT. It can be concluded that the insecticide treatment polydor 150cc/pkk and 160cc/pkk on afd IV was very effective in controlling horn beetle attacks.Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki peran penting dalam memajukan perekonomian dan pertanian di Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya taraf hidup petani yang mengalami peningkatan luas dan produksi setiap tahunnya. Tantangan peningkatan luas perkebunan kelapa sawit selain keterbatasan lahan yang tersedia juga merupakan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), khususnya hama. Meningkatnya penggunaan lahan skala besar untuk budidaya kelapa sawit di Indonesia telah meningkatkan jumlah lahan monokultur yang menguntungkan bagi perkembangan hama. Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) yang dilaksanakan di PT. Supra Matra Abadi (SMA) Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Kode Pos (21462) Kegiatan ini dilaksanakan selama empat bulan yaitu mulai tanggal 21 Februari – 21 Juli 2022. Melakukan penelitian survey populasi kumbang tanduk dan daerah perlakuan Sebelum melakukan penelitian, perlu dicari tempat untuk tanaman muda, tanaman belum menghasilkan yang sering diserang kumbang tanduk baik dalam satu blok maupun beberapa blok. Setelah itu, ditentukan tempat untuk setiap tingkat perlakuan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 taraf perlakuan, antara lain: 1. Kontrol/tanpa perlakuan pestisida polydor 2. Penyemprotan pestisida polydor dengan dosis 150 cc/pkk 3. Penyemprotan pestisida polydor dosis 160 cc/pkk menggunakan 3 Di ulangi pada setiap tingkat perlakuan, penyemprotan pestisida polydor menggunakan konsentrasi 1% di bagian luar dan dalam. Pengamatan dianalisis dengan varians pada tingkat signifikansi 5%. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan digunakan uji DMRT dengan taraf nyata 5%. Berdasarkan hasil penelitian di PT. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan insektisida polydor 150cc/pkk dan 160cc/pkk pada afd IV sangat efektif dalam mengendalikan serangan kumbang tanduk.
KELEMBAGAAN DAN KEMANDIRIAN PETANI DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN INSTITUTION AND INDEPENDENCE OF FARMERS IN AGRICULTURAL DEVELOPMENT Afrizal Malik
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2721

Abstract

 Urgensi eksistensi kelembagaan petani dalam pembangunan pertanian di Indonesia, kemandirian petani, dan strategi dalam pengembangan kelembagaan petani sehingga mampu menjadi sarana untuk mewujudkan petani yang mandiri. Keberadaan kelembagaan petani bagi petani sudah menjadi keniscayaan untuk  memperbaiki taraf hidup, harkat dan martabatnya. Kelembagaan petani harus ditempatkan sebagai sarana untuk mewujudkan harapan, keinginan, dan pemenuhan kebutuhan petani. Kelembagaan petani yang efektif diharapkan mampu memberi kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kemandirian dan martabat petani. Peningkatan kapasitas kelembagaan petani dilakukan sejalan dengan kegiatan penyuluhan pertanian dengan memotivasi petani untuk berpartisipasi dalam kelembagaan petani. Penyuluhan pertanian perlu dirancang dengan memberikan muatan pada penguatan kapasitas individu petani sekaligus penguatan kapasitas kelembagaan petani. Upaya yang sebaiknya dilakukan oleh pihak-pihak pemangku kepentingan, terutama pemerintah adalah: (1) Meningkatkan kapasitas para penyuluh lapangan, (2) Menggunakan cara-cara atau pendekatan partisipatif yang  orientasi pada kebutuhan petani dalam melakukan kegiatan penyuluhan, dan (3) Memperkuat kelembagaan penyuluhan.The urgency of the existence of farmer institutions in agricultural development in Indonesia, farmer independence, and strategies in developing farmer institutions so that they can become a means to realize independent farmers. The existence of farmer institutions for farmers has become a necessity to improve their standard of living, their dignity and worth. Farmers' institutions must be placed as a means to realize the hopes, desires, and fulfillment of farmers' needs. Effective farmer institutions are expected to be able to make a real contribution in increasing the independence and dignity of farmers. Increasing the institutional capacity of farmers is carried out in line with agricultural extension activities by motivating farmers to participate in farmer institutions. Agricultural extension needs to be designed to provide content on strengthening the capacity of individual farmers as well as strengthening the institutional capacity of farmers. Efforts that should be carried out by stakeholder parties, especially the government are: (1) Increasing the capacity of field extension workers, (2) Using participatory methods or approaches that are oriented to the needs of farmers in carrying out extension activities, and (3) Strengthening institutions counseling.
EFISIENSI DAN SALURAN PEMASARAN SAYURAN DI KOMUNITAS HIDROPONIK SOLORAYA Rosita Dewati; Muhammad Fathul Anwar; Yos Wahyu Harinta
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2728

Abstract

Hydroponics is an alternative to plant cultivation due to limited land ownership by farmers. The results of hydroponic plants have many benefits desired by consumers such as product quality, taste and color as well as guarantees of hygiene. The Solo area has a hydroponic community, namely the Greater Solo Hydroponic Community (Kohisora). The resulting product is fresh vegetables which are sold through a variety of ways and marketing distribution channels. This study aims to determine the efficiency and marketing channels of vegetables in the Kohisora hydroponic community. The data used is primary data. The sample used in this study was 45 people consisting of 15 hydroponic vegetable producers of Kohisora who had sold their products through various marketing channels, 5 traders and 25 consumers who bought hydroponic vegetables. Data analysis uses marketing margin and marketing channel analysis. Based on the research results, it is known that the marketing channel for Kohisora vegetable products is still efficient. It is recorded that the marketing efficiency rate that occurs in vegetable shops/kiosks is still below 50%. Each of the marketing efficiency figures for each type of vegetables starting from mustard greens, lettuce and pakcoy in vegetable shops/kiosks has an indicator value of 18.1%; 16.6%, and 25%. This is the same as the marketing channels that occur in supermarkets which are still relatively efficient. Each marketing efficiency score for each type of vegetable starting from mustard greens, lettuce and pakcoy in vegetable stores/kiosks has an indicator value of 25%; 28.5% and 31.8%.Hidroponik menjadi salah satu alternatif budidaya tanaman akibat keterbatasan kepemilikan lahan petani. Hasil tanaman hidroponik memiliki banyak manfaat yang diinginkan oleh konsumen seperti mutu produk, rasa, dan warna serta jaminan higienitas. Wilayah Solo memiliki komunitas hidroponik yaitu Komunitas Hidroponik Solo Raya (Kohisora). Produk yang dihasilkan adalah sayuran segar yang dijual melalui berbagai macam cara dan saluran distribusi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi dan saluran pemasaran sayuran di komunitas hidroponik Kohisora. Data yang digunakan adalah data primer. Sampel yang digunakan pada penelitian sejumlah 45 orang terdiri dari  15 produsen sayuran hidroponik Kohisora yang pernah melakukan penjualan produk melaui berbagai macam saluran pemasaran, 5 pedagang dan 25 orang konsumen yang membeli sayuran hidroponik. Analisis data menggunakan analisis margin pemasaran dan saluran pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa saluran pemasaran produk sayuran Kohisora masih efisien. Tercatat angka efisiensi pemasaran yang terjadi di toko/kios sayuran masih di bawah 50%. Masing-masing angka efisiensi pemasaran pada setiap jenis sayuran dimulai dari sawi, selada dan pakcoy di toko/kios sayur memiliki indikator nilai 18,1% ; 16,6%, dan 25%. Hal ini sama dengan saluran pemasaran yang terjadi di supermarket yang masih terbilang efisien. Masing-masing angka efisiensi pemasaran pada setiap jenis sayuran dimulai dari sawi, selada dan pakcoy di toko/kios sayur memiliki indikator nilai 25% ; 28,5% dan 31,8%.
DAMPAK KENAIKAN HARGA PUPUK NON SUBSIDI TERHADAP PRODUKTIVITAS JAGUNG DI KECAMATAN TIGABINANGA KABUPATEN KARO Suwandy Purba; Nelva Ginting; Indra Budiman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2710

Abstract

Kenaikan harga pupuk dapat mempengaruhi kesejahteraan petani dan berkurangnya minat usaha tani jagung karena akan mempengaruhi pada biaya produksi dan pendapatan petani jagung di Kecamatan Tigabinanga sebagai salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Karo. Kenaikan harga pupuk ini perlu diantisipasi mengingat pengeluaran pemenuhan kebutuhan petani meningkat serta banyaknya lahan pertanian jagung di kecamatan TigaBinanga yang terbengkalai, serta penurunan hasil pertanian, sehingga petani dapat mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap produktivitas jagung petani di kecamatan Tigabinanga ini diantisipasi dengan adanya kebijakan pemerintah dalam menangani kenaikan harga pupuk tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis apakah ada perbedaan produktivitas jagung sebelum dan sesudah kenaikan harga pupuk non subsidi, serta menganalisis pengaruh kenaikan harga pupuk terhadap produktivitas jagung di Kecamatan Tigabinanga. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan uji paired sample test dan regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian adalah  ada perbedaan yang signifikan antara produktivitas jagung sebelum dan sesudah adanya kenaikan harga pupuk non subsidi. Produktivitas jagung berpengaruh negative terhadap kenaikan harga pupuk non subsidi, artinya peningkatan harga pupuk non subsidi akan menurunkan produktivitas jagung di Kecamatan Tigabinanga
ANALISIS MUTU CRUDE PALM OIL ( CPO ) DENGAN PARAMETER KADAR ASAM LEMAK BEBAS ( ALB ) DAN KADAR AIR YANG TERDAPAT PADA DAILY TANK DI PT. SOCFIN INDONESIA KEBUN SEUNAGAN Dede Ilham Pranata; Hasanuddin Husin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2727

Abstract

Crude Palm Oil or CPO is crude palm oil. These commodities or products are obtained from the results of the pressing process or mesocarp extraction. The problem that often occurs in CPO factories is a decrease in the quality of CPO caused by an increase in free fatty acid (ALB) levels. Temporary storage tanks or daily tanks are important units in PKS. Because the daily tank is a storage place for CPO which is one of the reference factors in determining the quality of CPO and protecting CPO from contaminants that can reduce the quality of palm oil. This study aims to determine the quality parameters found in daily tanks at PT. Socfin Indonesia Seunagan Gardens. The quality parameters of the daily tank unit have been tested for free fatty acid content and water content. Field observations were made to observe the CPO processing process at the Palm Oil Company PT. Socfin Indonesia Seunagan Gardens. Analysis of free fatty acid content was carried out using the acid-base titration method using a standard solution of 0.2556 N NaOH, while the analysis of water content used the gravimetric method. The calculation results show that the average free fatty acid (ALB) content at the top is 2.11%, then at the middle is 2.22% and at the bottom is 2.30%. At the top, the average water content is 0.11%, then in the middle, it is 0.16% and at the bottom, it is 0.21. The results of this study found that from the analysis of free fatty acid levels and water content, they met the factory requirements of PT. Socfin Indonesia Seunagan Gardens and SNI Standards.Crude Palm Oil atau CPO adalah minyak kelapa sawit mentah. Komoditas atau produk tersebut didapatkan dari hasil proses pengempaan atau ekstraksi mesocarp.  Permasalahan yang sering terjadi pada pabrik CPO adalah penurunan mutu CPO yang disebabkan oleh peningkatan kadar asam lemak bebas (ALB)Tangki penyimpanan sementara atau daily tank merupakan unit penting di PKS. Sebab daily tank merupakan tempat penyimpanan CPO yang menjadi Salah satu faktor acuan dalam penentuan kualitas CPO dan menjaga CPO dari kontaminan yang dapat menurunkan kualitas minyak kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter mutu yang terdapat pada daily tank di PT. Socfin Indonesia Kebun Seunagan. Parameter mutu dari unit daily tank telah diuji untuk kadar asam lemak bebas, dan kadar air. Observasi lapangan dilakukan untuk mengamati proses pengolahan CPO di Perusahaan Kelapa Sawit PT. Socfin Indonesia Kebun Seunagan. Analisis kadar asam lemak bebas dilakukan dengan metode titrasi asam basa dengan menggunakan larutan standar NaOH 0.2556 N, sedangkan analisis kadar air menggunakan metode gravimetri. Hasil perhitungan diperoleh rata-rata kadar asam lemak bebas (ALB) pada bagian atas yaitu 2,11%, lalu pada bagian tengah yaitu 2,22% dan pada bagian bawah yaitu 2,30%. Pada kadar air bagian atas dengan rata-rata yaitu 0,11%, lalu pada bagian tengah yaitu 0,16% dan pada bagian bawah yaitu 0,21. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari analisis kadar asam lemak bebas, dan kadar air  telah memenuhi syarat pabrik PT. Socfin Indonesia Kebun Seunagan dan Standar SNI 
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias Sp.) PADA KOLAM TERPAL Besse Dahliana; Hasmidar Hasmidar; Jumardi Jumardi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2740

Abstract

Cultivation of catfish in tarpaulin ponds is a concept of narrow land use to meet market demand. This study aims to determine the right strategy in development of catfish farming business on the tarpaulin ponds at Amali district and regency of Bone. Methods of data collection by questionnaire , interview and documentation  of 20 catfish farmers for further SWOT analysis. The results show that this cultivation business development strategy can be done by increasing production through the addition of cultivation area.INTISARIBudidaya ikan lele pada kolam terpal merupakan konsep pemanfaatan lahan sempit untuk memenuhi permintaan pasar yang relatif meningkat beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi yang tepat dalam pengembangan usaha budidaya ikan lele pada kolam terpal di Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Metode pengumpulan data dengan kuesioner, wawancara dan dokumentasi terhadap 20 pembudidaya lele untuk selanjutnya dianalisis SWOT.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan usaha budidaya ini dapat dilakukan dengan peningkatan produksi melalui penambahan area budidaya.
DAYA SAING KOPI ARABIKA KALOSI Rahmawaty A.Nadja; Andi Sitti Halimah; Sabri Sabri; Hasbianah Hasbianah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2774

Abstract

Coffee is one of the leading plantation commodities that has a significant contribution to the Indonesian economy, including sources of income for farmers, producers of industrial raw materials, and job creation. This study aims to analyze the competitiveness of the Arabica Kalosi coffee commodity in Enrekang Regency. The analysis method uses Policy Analysis Matrix (PAM) to determine the Private Cost Ratio (PCR) and Domestic Resource Cost Ratio (DRC) which determine the value of competitive and comparative advantage. The results of this study indicate that the Kalosi Arabica coffee commodity has competitiveness in terms of competitive and comparative advantages as indicated by the PCR value <1 and DRC <1, the PCR and DRC values are 0.37 and 0.30.INTISARIKopi merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan yang memiliki kontribusi cukup besar dalam perekonomian Indonesia, antara lain sumber pendapatan petani, penghasil bahan baku industri, dan pencipta lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing komoditi kopi Arabika Kalosi Kabupaten Enrekang. Metode analisis menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM) untuk mengetahui Rasio Biaya Privat (PCR) dan Rasio Biaya Sumberdaya Domestik (DRC) yang menentukan nilai keunggulan kompetitif dan komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komoditas kopi Arabika Kalosi memiliki daya saing dilihat dari keunggulan kompetitif dan komparatif  yang ditunjukkan dengan nilai PCR <1 dan DRC <1, nilai PCR dan DRC yakni 0,37 dan 0,30.