cover
Contact Name
Dian Arrisujaya
Contact Email
arrisujaya@unb.ac.id
Phone
+622517592051
Journal Mail Official
jsainsnatural.unb@gmail.com
Editorial Address
Universitas Nusa Bangsa Kampus Universitas Nusa Bangsa Jl. KH. Sholeh Iskandar Km. 4, Cimanggu, Tanah Sareal Bogor 16166
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry
ISSN : 20863446     EISSN : 2621508X     DOI : https://doi.org/10.31938/jsn
Jurnal Sains Natural is a peer-reviewed, open access journal that publishes original research articles, review articles, as well as short communication with the objectives to explore the knowledge about natural sciences. This journal incorporates not only all branches of chemistry and biology, but also sub-disciplines like Biochemistry, Polymer, Agricultural chemistry, Environmental chemistry, etc.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2011): Sains Natural" : 13 Documents clear
EFEK ANTIBAKTERI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER YANG DIPRODUKSI OLEH KAPANG ENDOFITIK AT 32 DARI Artemisia annua Djadjat Tisnadjaja
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 1 No. 1 (2011): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.703 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v1i1.14

Abstract

Antibacterial Effect of Secondary Metabolite Compound Produced by Endophyte Mould AT 32Infection diseases such as malaria, dengue hemorrhagic fever, and tuberculosis still counted as one of major health problem in Indonesia. On the other hand Indonesia has mega biodiversity including plant and microbes potentially used for the production of antibacterial or lead compound for antibiotic. One of a potential resources is Artemisia annua. This plant is already known as a secondary metabolite compound artemisinin producer, an active compound against malaria virus. This research work  was aimed to study the possible used of endophyte microbe isolated from Artemisia annua to produce antibacterial active compound through a fermentation process. Research result shown that extract of fermentation broth, either fermentation was conducted in Erlenmeyer flask or two liters stirred tank reactor, gave antimicrobial activity. It is shown by the clearing zone formation on the dish inoculated with bacterial seed.  Two bacterial strains Staphylococcus aureus ATCC 25923 and Escherichia coli BCC 2210 were used for this study. The biggest clearing zone diameter formed was 20 mm for inhibition of Staphylococcus aureus and 9.5 mm for Eschericia coli, those were obtained by using extract of fermentation broth of two liters stirred tank reactor.Keywords  :  Artemisis annua, antimicrobial, endophyte, fermentation, secondary metabolite ABSTRAK         Penyakit infeksi seperti malaria, demam berdarah dan tuberculosis (TBC) masih merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Pada sisi lain Indonesia memiliki mega biodiversitas termasuk tanaman dan mikroba yang berpotensi untuk dimanfaatkan dalam produksi antibakteri atau  senyawa aktif untuk antibiotik. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari kemungkinan pemanfaatan mikroba endofitik yang diisolasi dari tumbuhan Artemisia annua untuk memproduksi senyawa aktif antibakteri melalui proses fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari cairan fermentasi, baik ketika fermentasi dilakukan dalam skala Erlenmeyer maupun fermentor stirred tank skala 2 liter, menunjukkan adanya aktivitas antimikroba. Aktivitas antimikroba ini ditunjukkan dengan terbentuknya zona jernih pada petri dish yang diinokulasi dengan bakteri. Dalam hal ini digunakan dua galur bakteri patogen yaitu Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli BCC 2210. Diameter zona jernih terbesar yang terbentuk yaitu 20 mm untuk inhibisi dari Staphylococus aureus dan 9,5 mm untuk penghambatan Escherichia coli keduanya diperoleh dengan pemberian ekstrak cairan fermentasi yang dilakukan dengan fermentor stirred tank skala 2 liter.Kata kunci : Artemisis annua, anti mikroba, endophyte, fermentasi, metabolit sekunder
METODE ALTERNATIF ANALISIS SULFUR DALAM SOLAR DENGAN ALAT ICP-OES OPTIMA 5300 PERKIN ELMER Agus Taufiq; Ricson P. Hutagaol; Ujang Pramono
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 1 No. 1 (2011): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.339 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v1i1.9

Abstract

Alternative Method for Sulphur Analyse in Diesel Fuel Using ICP-OES Device.         Advancement of atomic emission spectroscopy with come together source of new excitation created analysis technic as Inductively Coupled Plasma (ICP). Its analysis technic is constitute the simultaneous analysis technic by mean of higher accurate and sensitivity level. Whereas predominance of this technic therefore necessary conducted research for determination amount of sulfur in diesel fuel by ICP’s tchnic in order that can used to alternative method.  Modify of Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP – OES) Perkin Elmer Optima 5300 had done to get reliable and acceptable result.  Conclusion of result of the research from this alternative method that the best optimum wavelength used for this technic was 180.669 nm with accuration = 100.7 %, precission 0.78 %, linearity = 0.99968588, LoD = 0.00112, LoQ = 0.0316. Sample analysis result of diesel fuel using wave length (λ) 180.669 nm gave very good validation value, where  % CV less of  2/3 % Horwitz. The recovery result of the sample got  very good value, that was 99.1233 %, This  showed that ICP – OES 5300 Perkin Elmer device could be used as alternative method for sulphur content analysis in diesel fuel.Keywords : Sulphur, ICP – OES, validation Abstrak        Kemajuan pada spektroskopi emisi atom dengan ditemukannya sumber eksitasi baru melahirkan teknik analisis secara Inductively Coupled Plasma (ICP). Analisis dengan teknik ini merupakan analisis secara simultan dengan tingkat ketelitian dan sensitifitas yang tinggi.Mengingat keunggulan teknik analisis ini perlu diadakan penelitian penentuan kandungan sulfur dalam solar dengan teknik ini, agar dapat digunakan sebagai metode alternatif. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi metode pada alat Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP-OES) Perkin Elmer Optima 5300 agar diperoleh data yang  bisa dipercaya dan diterima. Hasil penelitian dari metode alternatif ini memberikan kesimpulan bahwa panjang gelombang optimum (l) yang paling baik diguanakan untuk metode alternatif  ini adalah pada 180.669 nm dengan akurasi = 100.7 %, Presisi = 0.78 %, Linieritas (R2) =  0.99968588, LoD = 0.00112, LoQ = 0.0316. Hasil analisis contoh solar menggunakan panjang gelombang (l) 180.669 nm memberikan nilai validasi yang sangat baik, dimana % CV lebih kecil dari 2/3 % Horwitz juga hasil analisis recovery (perolehan kembali) dari contoh menghasilkan nilai yang sangat baik yaitu 99.1233 %, hal ini menunjukan bahwa alat ICP – OES 5300 Perkin Elmer bisa digunakan untuk analisis kandungan sulfur dalam solar menggunakan metode alternatif ini.Kata kunci : Sulfur, ICP – OES, validasi
PERBANDINGAN DUA EKSTRAKSI YANG BERBEDA PADA DAUN KELOR (Moringa oleifera, lamk) TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK DAN SENYAWA BIOAKTIF YANG DIHASILKAN Agung Abadi Kiswandono
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 1 No. 1 (2011): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.701 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v1i1.13

Abstract

Effect of Two Extract Methods on Content and Compound of Leaf of Kelor (Moringa oleifera, Lamk)            It had been studied to identify and compare bia active coumpound group and extract content that had been produced of kelor leaf (Moringa oleifera,Lamk) using maserasi extract method and reflux method with methanol and hexane solution respectively. The content produced by reflux with hexane solution was 11.406 % and with methanol was 12.806 %. The content produced by maseration with hexane was 9.976 % and with methanol was 11,863 %. Statistical analysis using T-Test resulted that reflux method and maseration method using hexane solution was significantly different in eror level 5 %, but by using methanol was not significanntly diferent in 5 % eror level. Phytochemistry test for leaf powder had bioactive compound of steroid,tanin, phenol hydroquinon and saponin. In methanol extract of reflux method had bioactive compound of alkaloid, phenolhydroquinon, flavonoid, steroid,triterpenoid, tanin,and saponin, while in maseration method was alcaloid, steroid,tanin,and saponin.Keywords : Moringa oleifera, reflux,maseration, bioactive, phytochemical ABSTRAK       Telah dilakukan penelitian dengan tujuan mengidentifikasi dan membandingkan golongan senyawa bioaktif dan rendemen ekstrak yang dihasilkan pada daun kelor (Moringa oleifera, Lamk) dengan metode ekstraksi maserasi dan refluks menggunakan pelarut heksana dan metanol 80%.  Rendemen yang dihasilkan dengan metode refluks menggunakan pelarut heksana adalah 11,406%  dan metode maserasi  9,976%, sedangkan dengan pelarut Metanol 80%, metode refluks 12,808% dan metode maserasi 11,863%.  Uji t antara metode refluks dan maserasi daun kelor menggunakan pelarut heksana berbeda nyata dan menggunakan pelarut metanol 80% tidak berbeda nyata pada taraf nyata 5%. Hasil uji fitokimia pada serbuk daun mengandung senyawa bioaktif steroid, tanin, fenol hidroquinon dan saponin. Pada ekstrak metanol 80%, metode refluks adalah golongan alkaloid, fenol hidrokuinon, flavonoid, steroid , triterpenoid, tanin, dan saponin sedangkan pada maserasi adalah golongan alkaloid, fenol hidrokuinon, flavonoid, steroid, tanin, dan saponin.Kata kunci : Moringa oleifera, refluks, maserasi, bioaktif, fitokimia.
ANALISIS KERAGAMAN GENETIK TIGA STRAIN NILA MERAH (Oreochromis sp) DENGAN ANOVA RAPD Iskandariah Iskandariah; Otong Zenal Arifin; Rudhy Gustiano
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 1 No. 1 (2011): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.626 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v1i1.8

Abstract

Analysis Genetic Variation of Three Strains of Red Tilapia by Anova of RAPD.          Study on the genetic variance of three strains of red tilapia (Oreochromis sp) had been conducted in the Biology Molecular Laboratory, Research Institute for Freshwater Aquaculture (RIFA) Bogor.  Three different strains, Red NIFI from Thailand,  Red Tilapia from Lido lake and Red Tilapia from Bogor’s farmer were analyzed in the study.  Observation used Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD) with OPA-03, OPA-04, OPC 14 and OPC-15 primers.  The results showed that only OPA-03 primer was able to amplify numerous samples.  Further analysis showed that the percentage of polimorphic range was between 16.67 – 38.89%, heterozygosity value 0.0378 – 0.1536 and genetic distance among strain 0.3051 – 0.6037.Keywords : RAPD, genetic, strain, nile tilapia, oreochromis ABSTRAK           Penelitian mengenai variasi genetik tiga strain nila merah dari 3 lokasi yang berbeda telah dilakukan di Laboratorium Molekuler Biologi, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar (BRPBAT) Bogor.  Strain yang diamati meliputi jenis nila Red NIFI dari Thailand, nila merah dari Danau Lido dan nila merah dari Petani Bogor. Penelitian menggunakan metode analisis Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD), dengan menggunakan primer OPA-03, OPA-04, OPC-14 dan OPC-15.  Hasil pengamatan menunjukkan hanya OPA-03 yang dapat menghasilkan amplifikasi dalam jumlah sampel yang memadai.  Hasil analisis menunjukkan bahwa persentase polimorfik berkisar antara 20.00-40.00%, dengan nilai heterozigositas 0.0604–0.1516 dan jarak genetik antar strain 0.1770-0.4865.  Kata kunci : RAPD, genetik, strain, ikan nila, oreochromis
SINTESIS POLI ASAM LAKTAT BERBOBOT MOLEKUL RENDAH MEMAKAI KATALIS STANNUM Ricson P. Hutagaol; Lany Nurhayati; Jessica Analy
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 1 No. 1 (2011): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.833 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v1i1.17

Abstract

Synthesis Of Poly Lactic Acid Catalyst To Use Low-molecular-weight Using Stannum Catalyst           Poly lactic acid is a polyester that can be produced using raw materials of renewable natural resources such as starch and cellulose. These polymers can be degraded by hydrolysis process in the body and excreted within a few months. This polymer is not toxic and has been widely used in medical field such as for implants and medium in drug delivery systems (Drug Delivery System, DDS). Low molecular weight polymers that accelerate the degradation and the increasing concentration of drug detachment, while polymers with high molecular weight have a lower solubility so degraded more slowly. Polymerization process is affected by the solvent used, reaction temperature, time of agitation and catalyst used. Stanum (Sn) is the best catalyst is used to obtain polymers at relatively low temperatures. Synthesis is done by mixing the lactic acid with xylene and Stanum as a catalyst. Variation Stanum catalyst used, ie 0%, 1.0%, 2.0%, 3.0%, and 4.0%. Reacted in a reactor at a temperature of 140 ° C for 14 hours. Added chloroform, filtered and added to cold methanol. The precipitate was filtered and washed with cold methanol. The rst deposits exposed in the air and then heated in an oven at 80 ° C. Based on the results of the study, obtained the concentration of 2% was an optimum concentration of Sn is used to produce 4.55 grams of poly lactic acid of 20 grams of lactic acid with a molecular weight of 23289.83g/mol and the residue Stanum at 175.174 ppm. Keywords : Poly lactic acid, polikondensasu, catalyst, sanum.  ABSTRAK          Poli asam laktat merupakan poliester yang dapat diproduksi menggunakan bahan baku sumber daya alam terbarukan seperti pati dan selulosa. Polimer ini dapat terdegradasi dengan proses hidrolisis dalam tubuh dan terekskresi dalam waktu beberapa bulan. Polimer ini tidak meracuni tubuh dan telah banyak digunakan dalam bidang kedokteran seperti untuk implan dan medium dalam sistem penyampaian obat (Drug Delivery System, DDS). Bobot molekul polimer yang rendah mempercepat degradasi dan naiknya konsentrasi lepasan obat, sedangkan polimer dengan bobot molekul tinggi memiliki kelarutan yang lebih rendah sehingga terdegradasi lebih lambat. Proses polimerisasi dipengaruhi oleh pelarut yang digunakan, suhu reaksi, waktu pengocokan dan katalis yang digunakan. Stanum (Sn) merupakan katalis yang paling baik digunakan untuk mendapatkan polimer pada suhu yang relatif rendah. Sintesis dilakukan dengan mencampur asam laktat dengan xilena dan stanum sebagai katalis. Dilakukan variasi katalis stanum yang digunakan, yaitu    0 % ; 1,0 % ; 2,0 % ; 3,0 % ; dan 4,0 %. Direaksikan dalam reaktor pada suhu  140 °C selama 14 jam. Ditambahkan kloroform, disaring dan ditambahkan metanol dingin. Endapan disaring dan dicuci dengan metanol dingin. Sisa endapan dianginkan di udara lalu dipanaskan dalam oven pada suhu 80 °C. Berdasarkan hasil penelitian, didapat konsentrasi 2% merupakan konsentrasi Sn yang paling optimum digunakan untuk menghasilkan 4,55 gram poli asam laktat dari 20 gram asam laktat dengan bobot molekul 23289,83 g/mol dan residu stanum sebesar 175,174 ppm.Kata kunci : Poli asam laktat, polikondensasu, katalis, stanum.
IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA PADA EKSTRAK BASA BUAH LEUNCA (Solanum nigrum Linn) DENGAN TEKNIK KHROMATOGRAFI Mamay Maslahat; Dani Ramdani; RTM Sutamihardja
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 1 No. 1 (2011): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.392 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v1i1.12

Abstract

Identification of Chemical Compounds at the Leuncas Fruits Base Extracts with Chromatography Methodes          Secondary methabolites contain in the plant was a alkaloids, flavonoids, terphenoids, steroids that use for medicinal, biopestiside, etc. Taksonomy principle of Leunca (Solanum nigrum Linn) is clasified to Solanaceae family, and prediction contains alkaloids. The leunca fruits base extracts qualitative tested with Dragendorf reagents and indetified with thin layer chromatography (TLC), coloumn chromatography (CC), and gass chromatography mass-spectra (GC-MS). Optimation of eluens as mobile fase for  TLC and CC used three eluens, there are methanol:NH4OH (200:3), chloroform:methanol (17:3), and chloroform:ethanol (4:1). Dragendorf test showed extract contains alkaloids compounds. Eluens optimum was chloroform:methanol (17:3) with trhree fraction   ,and GC-MS identification showed that extract contains chemical compounds as carbocilic acid, thiourea, nicotinic acid, and glicerol. Keyword s: Alkaloids compounds, leunca, chromatography  ABSTRAK          Metabolit sekunder yang terkandung pada tanaman dapat berupa senyawaan kimia alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan steroid. Senyawaan kimia ini dapat berfungsi sebagai obat, biopestisida, dan sebagainya. Leunca (Solanum nigrum Linn) berdasarkan ilmu taksonomi diklasifikasikan ke  dalam famili Solanaceae (labu-labuan), dan diduga banyak mengandung senyawaan alkaloid yang berkhasiat sebagai obat. Ekstrak basa buah lenca diuji dengan pereaksi Draggendorf dan diidentifikasi dengan menggunakan teknik kromatografi lapis tipis (KLT), kromatografi kolom, dan instrumen kromatografi gas-spektra massa (GC-MS). Optimasi eluen sebagai fase gerak pada KLT dan kromatografi kolom dilakukan terhadap 3 jenis dan komposisi eluen yang berbeda yaitu Metanol : NH4OH (200:3), Kloroform:Metanol (17:3), dan Kloroform:Etanol (4:1). Hasil uji Dragendorf  mengindikasikan bahwa ekstrak basa buah lenca mengandung senyawaan alkaloid. Hasil optimasi eluen menunjukkan bahwa eluen yang optimum adalah Kloroform:Metanol (17:3) dengan memberikan 3 fraksi pemisahan. Nilai Rf  ketiga fraksi tersebut adalah 0,21; 0,31 dan 0,60. Berdasarkan analisis dengan GC-MS diketahui bahwa ekstrak basa buah lenca mengandung  senyawaan kimia karboksilat, tiourea, asam nikotinat, dan gliserol.Kata kunci : Senyawa alkaloid, leunca, kromatografi
LIMBAH BIOGAS KOTORAN AYAM SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PROTEIN PAKAN BENIH IKAN PATIN (Pangasianodon hypophthalmus) Gleni Hasan Huwoyon; Anik Martinah Hariati; Rudhy Gustiano
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 1 No. 1 (2011): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.028 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v1i1.7

Abstract

Chicken Manure Biogas Waste as Protein Source for Patin FryF.         The hight of  production cost encourage to search for  alternative low price feed. The objectives of the study was to know an appropriate substitution by chicken manure biogas protein for soybean meal protein, and the influence on growth performance and feed efficiency of siames catfish (Pangasianodon hypophthalmus). The treatments of chicken manure biogas protein  consisted of control (A = 0 %) and four treatment (B = 8 %, C = 16%, D = 24 % dan E = 32 %). The results showed that best chicken manure biogas protein was found in treatments C (16 %), with survival rate of 100 %, specific growth rate (3,4% bw/day), feed conversion ratio (1,0), retention of energy (30,3 %), protein efficiency ratio (3,6 g/g) and 47,8 % of protein retention. Conclusion showed that the chicken manure biogas protein could be used to substitute for soybean meal with the best result in treatment of feed C = 16 %.Keywords : biogas waste, chicken manure, feed, siames catfish, pangasianodon hypophthalmusABSTRAK         Tingginya biaya produksi yang menyebabkan mencari alternatif agar pakan murah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari substitusi yang tepat antara protein limbah biogas kotoran ayam terhadap protein bungkil kedelai, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perbandingan efisiensi pakan benih ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus). Perlakuan pakan substitusi protein limbah biogas kotoran ayam terhadap protein bungkil kedelai terdiri atas kontrol (A = 0%) dan 4 perlakuan (B = 8 %, C = 16%, D = 24 % dan E = 32%). Hasil penelitian menunjukan bahwa substitusi terbaik pada protein limbah biogas kotoran ayam terhadap protein bungkil kedelai didapatkan pada perlakuan pakan C = 16 %, dengan nilai sintasan 100 %, laju pertumbuhan spesifik 3,4 % bt/hari, rasio konversi pakan 1,0, retensi energi 30,3 %, rasio efisiensi protein 3,6 g/g dan retensi protein 47,8 %. Dari data dapat ditarik kesimpulan bahwa limbah biogas kotoran ayam dapat dimanfaatkan sebagai substitusi bungkil kedelai dengan hasil terbaik pada perlakuan pakan C = 16 %.Kata kunci : limbah biogas, kotoran ayam, pakan, patin, pangasianodon hypophthalmus
HUBUNGAN OBESITAS, UMUR DAN JENIS KELAMIN TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH Lilis Sugiarti; Latifah Latifah
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 1 No. 1 (2011): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.969 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v1i1.16

Abstract

Relationship between Obesitiy, Age, Sex, and Blood Cholesterol Content            Obesitiy is a health condition in which excess of body fat that accumulated in the fatty tissue, and it may have an adverse effect on health that leading to reduced the life expectancy and/or increased health problems. The research purpose was to see the correlation between obesity and age towards blood  cholesterol level. 150 respondent samples were pasients who coming to Laboratorium of an hospital  who examined their cholesterol level. The method of the research was descriptive method with focusing to the sectional cross, and the data were analysed with the Pearsion correlation method. To see the effect of obesity and age towards blood cholesterol increase used the double regression. The experimental result showed that there was correlation very significantly between age and blood cholesterol, while between obesity and blood cholesterol content was significant only .Keywords : Obsity, cholesterol, age, sex ABSTRAK        Obesitas adalah  keadaan kesehatan dan stuktur gizi dengan akumulasi lemah tubuh berlebihan disertai dengan resiko  kelainan patologis multi organ, atau secara sederhana obesitas didefinisikan sebagai keadaan penumpukan lemak yang berlebihan di dalam jaringan lemak sehingga mengganggu kesehatan..Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan (korelasi) antara obesitas, umur dan jenis kelamin dengan kadar kolesterol darah, serta mengetahui pengaruh obesitas, umur dan jenis kelamin terhadap kenaikan kadar kolesterol darah.  Populasi yang diambil sebagai sampel yaitu pasien yang berkunjung di Laboratorium Klinik RS Bina Husada yang memeriksakan kadar kolesterol darahnya, sebanyak 150 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional ,yang selanjutnya data diolah dengan metode Pearsion correlation. Sedang untuk melihat pengaruh obesitas dan umur terhadap kenaikan kadar kolesterol darah dengan metode Regresi berganda.  Berdasarkan  hasil  penelitian  maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Terdapat hubungan (korelasi) yang sangat nyata antara umur dengan kadar kolesterol, sedangkan hubungan (korelasi) antara obesitas (IMT) dengan  kadar kolesterol nyata.Kata kunci : Obesitas, kolesterol, umur, jenis kelamin
UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK HEKSANA, ETIL ASETAT, ETANOL, METANOL 80% DAN AIR DAUN KELOR (Moringa oleifera, Lamk) Agung Abadi Kiswandono; Mamay Maslahat
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 1 No. 1 (2011): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.124 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v1i1.11

Abstract

Antioxidant Test of  Hexane, Etil Asetat, Ethanol, Methanol 80% and   Water Extract in Moringa oleifera           Antioxidant is a substance that can protect a materials from its destruction. Sources of antioxidant could be from plants. Alkaloid compounds in the Moringa oleifera leaves have  potential  antioxidant source. This research aimed  to examine antioxidant potential from Moringa oleifera leaves extract of hexane, ethyl acetate, methanol 80% and water .   The extraction methodes was meseration, and antioxidant test used the DPPH free radical scavenging effect. The  result showed that extract ethanol had the best potential antioxidant with the value of 118.19 µg/mL and R2 was 99.9%, from hexanes was 692.39 µg/mL (R2=99.9%), in ethyl acetate was 247.5 µg/mL (R2=99.9%), in methanol 80% was  121.79 µg/mL (R2= 0.998) and in water extract 189.21 µg/mL (R2=99.8%). Antioxidant standart as kuersetin that gave value of 15.84 µg/mL (R2 = 99.9%).Keywords : Bioactives compound, moringa oleifera,  antioxidant ABSTRAK          Antioksidan merupakan substansi yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan suatu zat. Sumber antioksidan dapat diperoleh dari suatu tumbuhan. Senyawa alkaloid yang terdapat pada daun kelor berpotensi sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini  bertujuan menguji antioksidan ekstrak heksana, etil asetat, etanol, metanol 80% dan air pada daun kelor (Moringa oleifera, Lamk). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dan uji antioksidan menggunakan metode ”DPPH free radical scavenging effect”. Hasil uji antioksidan terbaik terdapat pada ekstrak etanol, yaitu sebesar 118.19 µg/mL dengan harga R2 sebesar 99.9%, sedangkan pelarut yang lain, yaitu pelarut heksana sebesar 692.39 µg/mL (R2=99.9%), etil asetat 247.5 µg/mL (R2=99.9%), metanol 80% 121.79 µg/mL (R2= 0.998) dan air 189.21 µg/mL (R2=99.8%), sebagai pembanding antioksidan digunakan kuersetin, yaitu 15.84 µg/mL (R2= 99.9%).Kata kunci : Senyawa bioaktif, moringa oleifera,  antioksidan
EVALUASI PERTUMBUHAN LIMA STRAIN IKAN NILA PADA MEDIA BERSALINITAS M. H. Fariduddin Ath-thar; Dadang Ariyanto; Rudhy Gustiano
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 1 No. 1 (2011): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.167 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v1i1.6

Abstract

Evaluation of Salinity Tolerance on Five Strains of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus).         The objective of the study was to evaluate the salinity tolerance of five strains of nile tilapia, BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapia), Lokal Kuningan (LK), Red NIFI (RN), nila merah (NM) dan nila hitam (NH),  in 15 ppt saline water. Initial size of fish examined was 3-5 cm, reared in 100 x 40 x 60 cm aquaria with density of 25 fish per aquarium. Each strain had 4 replications. During experiment fish were fed with commercial pellet, 5% of body weigth per day. Observation was done on standard length,  body weight, biomass, and survival rate every 10 days for 1 month. Growth of length and body weight showed no differences among strains. For biomass,  BEST strain except with RN was significantly different (P<0.01) compare to NH, NM and LK. On the other hand, RN was not significantly different with NH, but significantly different with LK and NM.  For survival rate, BEST strain had the highest percentage among others and significantly different than LK, NM and NH. RN was also significantly different than LK, NM, and NH. The last three strains were not significant different among them.Keywords : Strain, oreochromis, salinity, growth ABSTRAK        Banyaknya lahan tambak yang tidak dioperasikan lagi (idle) merupakan lahan tidur yang perlu dioptimalkan Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk melakukan evaluasi pertumbuhan benih ikan nila strain BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapia), lokal Kuningan, Red NIFI, nila merah dan nila hitam di masyarakat pada media bersalinitas 15 ppt. Ikan uji yang digunakan berukuran 3-5 cm dipelihara dalam akuarium ukuran 100 x 40 x 60 cm dengan kepadatan 25 ekor menggunakan 4 ulangan untuk masing-masing strain. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan komersial (pellet) sebanyak 5% per hari dari bobot tubuh.  Pengamatan panjang baku, bobot tubuh, biomasa dan sintasan dilakukan setiap 10 hari sekali selama masa pemeliharaan. Pengamatan pertumbuhan panjang dan bobot tubuh memperlihatkan bahwa kelima strain yang diuji tidak memperlihatkan adanya perbedaan pertumbuhan panjang dan bobot. Untuk biomassa, BEST memberikan hasil yang terbaik dan berbeda nyata dengan NH, NM dan LK namun tidak berbeda nyata dengan RN. Sedangkan RN tidak berbeda nyata dengan NH (P < 0,01) tetapi berbeda nyata dengan LK dan NM. Untuk pengamatan sintasan, ikan nila BEST mempunyai nilai yang terbaik dan berbeda sangat nyata (P<0,01) dibandingkan dengan LK, NM dan NH tetapi tidak berbeda nyata dengan RN. Demikian pula untuk RN yang berbeda nyata dengan LK, NM dan NH. Sedangkan untuk ketiga strain lainnya (LK, NM dan NH) tidak memberikan perbedaan nyata satu sama lain. Kata kunci : Strain, oreochromis, salinitas, pertumbuhan

Page 1 of 2 | Total Record : 13